
Beberapa hari sudah ditempuh oleh Arra dalam belajar di Amerika. Banyak hal hal baru yang ia dapatkan selama tinggal di Amerika. Orang tua Arra bilang, Arra hanya akan tinggal di Amerika selama 3 tahun. Setelah 3 tahun, mereka akan kembali ke Indonesia seperti dulu. Namun bagi Arra 3 tahun tidaklah lama. Ia akan kehilangan teman temannya juga kenangan selama disini. Arra selalu bertanya tanya pada dirinya sendiri, mengapa keluarga nya sangat sulit untuk di satukan.
Semenjak Arra mengikuti kegiatan keorganisasian sekolah, ia banyak mendapatkan teman bahkan sahabat. Waktu pertama di sekolahan, Arra hanya mendapat tiga sahabat terbaik nya. Namun kini ia mendapat tambahan dua sahabat lagi, yaitu Dea dan Levy. Arra menjadi akrab dengan Dea dan Levy karena mereka juga ikut organisasi sekolah. Meskipun beda kelas, mereka sangatlah akrab saat bersama.
Banyak sekali anggota organisasi yang ikut, sementara itu ketua organisasi nya adalah Ben Alvaro dan wakilnya adalah Dea Finanda. Ya, Dea adalah putri pengusaha kaya raya. Banyak siswa yang mengenal bahkan menyukainya. Sifatnya yang ceria dan sering tersenyum itulah yang membuat banyak lelaki tertarik padanya. Dea juga sangat lah cantik, matanya berwarna kuning, rambut panjang nya ia ikat menjadi dua, ia juga memakai pita merah di rambutnya. Arra sangat senang bisa memiliki teman yang ceria seperti Dea.
Sementara itu, Arra menjabat peran sebagai bendahara bersama dengan Kei. Lalu sekretaris dijabat oleh Levy dan Erico. Menjadi bendahara tidaklah mudah, Arra harus berhati hati dalam mengelola keuangan juga data data didalamnya. Kei selaku wakil bendahara pun sangat rajin dan terampil dalam mengelola data data. Sifat Kei yang dewasa dan tegas membuat siswi siswi menyukainya.
Mengenai organisasi sekolah, hubungan Arra juga semakin dekat dengan Ben. Arra mulai merasa nyaman didekat Ben karena ia sadar bahwa Ben sangatlah lembut walau kadang dingin dan menyebalkan. Ben juga sering menceritakan lelucon lelucon dan membuat Arra tertawa.
* * * * * * *
Cahaya bulan digantikan dengan sang surya. Gelapnya semesta sirna karena terangnya cahaya mentari. Burung burung bersiul sembari terbang kesana kemari. Rumput rumput bergoyang mengikuti irama sang angin pagi. Udara sejuk menerobos masuk melalui celah celah jendela dan membangunkan Arra. Mengingat waktu yang semakin berjalan maju, Arra bergegas mempersiapkan diri untuk berangkat sekolah.
Ia ingat bahwa hari ini ekstrakurikuler sekolah sudah mulai aktif berjalan. Waktu itu semua siswa siswi disuruh untuk memilih ekstrakurikuler mana yang mereka ingin ikuti. Ada banyak pilihan ekstrakurikuler untuk diikuti seperti, sahabat alam, pecinta binatang, seni, musik, basket, sepak bola, volly dan atletik. Reiva ingin mengajak Arra ikut dalam ekstrakurikuler olahraga namun, Arra tidak hebat dalam berolahraga. Arra memutuskan untuk memilih pecinta binatang dan musik karena kedua eskul tersebut biasa ia lakukan dirumah.
"Tok tok tok.. Arra?" terdengar suara Aria mengetuk pintu kamarnya, ia pun segera membukanya.
"Pagi Aria, ada apa?"
"Tidak apa apa, hanya saja mama dan papa heran kenapa kamu belum juga turun kebawah untuk sarapan"
"Ah iya aku sedang membereskan barang barangku. Kamu turun saja dulu aku akan segera membereskan nya" ucap Arra sambil bergegas merapikan kamarnya.
"Baiklah" Aria pun kembali ke bawah.
Selesai merapikan kamarnya, Arra pun turun kebawah untuk sarapan bersama keluarganya. Melihat kakek, nenek, mama, papa, Aria dan dirinya berkumpul bersama, ingin sekali seperti ini selamanya. Kata kata tersebut muncul dibenak Arra.
"Arra, bagaimana perkembangan selama sekolah disini? Apakah mulai merasa nyaman?" tanya mama kepada Arra.
"Sejauh ini Arra lumayan nyaman dengan lingkungan disini ma. Beberapa orang sangat ramah disini. Juga pembelajaran disini Arra mudah memahaminya" jelas Arra.
__ADS_1
"Benarkah? Jadi kamu bisa secepat itu memahami bahasa disini?"
"Iya ma, aku sudah belajar bahasa inggris sedari kecil maka dari itu sangat mudah jika berkomunikasi dengan semua orang"
"Yah tentu tidak heran jika kau mudah beradaptasi disini. Mama bangga padamu Arra"
"Papa juga bangga padamu Arra, tingkatkan prestasi mu disini maka kamu bisa meneruskan perusahaan kita"
"Tentu saja, aku dan Aria pasti bisa meneruskan perusahaan papa. Benarkan Aria?" jawab Arra sambil tersenyum ke ada Aria.
".... Mungkin.." Aria menjawab sambil memainkan sendok makan didepannya.
"Hmm? Apa aku salah bicara? Kenapa Aria seperti itu?" Arra menatap Aria yang terlihat tidak bersemangat.
"Sebaiknya kita lekas pergi sebelum terlambat" ujar Aria sambil berjalan menuju pintu.
"Baiklah... Kakek, nenek, papa, mama Arra berangkat dulu. Dah.." Arra bergegas menyusul Aria yang sudah menunggu didalam mobil.
"Xora, Aria sedari kecil disini tanpa kasih sayang darimu juga Zeck. Sebaiknya kalian membuat hubungan antara anak dan orang tua yang benar. Kasihan Aria tumbuh tanpa cinta dari kalian" nenek yang merasa iba melihat ekspresi Aria tadi.
"Aku mengerti, aku bersalah kepada Aria karena tidak menjaga nya. Ayah, ibu kalian tenang saja aku dan Zeck akan menjaga Arra dan Aria dengan baik".
* * * * * * *
"Dari tadi Aria hanya diam saja, apa Aria sedang marah padaku? Mungkin lebih baik aku bertanya padanya" gumam Arra.
"A.." belum selesai Arra berbicara, pak supir menyela seraya berkata bahwa mereka sampai di sekolah Arra.
"Nona Arra, kita sudah sampai disekolah"
"Oh baiklah.. Aria aku pergi dulu. Sampai jumpa" Arra turun dari mobil dan berjalan menuju gerbang sekolah.
__ADS_1
"Pagi Arra" Arra terkejut melihat Ben ada didepannya, tapi yang membuat Arra terkejut adalah Ben memanggil nama panggilannya bukan nama marga nya.
"Ah iya pagi juga Ben kamu membuatku terkejut saja. Terlebih lagi pertama kalinya aku mendengar kau memanggilku Arra"
"Yah.. Aku cuma ingin memanggilmu dengan nama panggilan mu" balas Ben dengan senyumannya.
Arra dan Ben masih melanjutkan perbincangan nya sambil berjalan menuju kelas. Sementara itu mobil Aria masih belum jalan karena Aria melihat Arra dan Ben sedang berbicara. Aria merasa ada sesuatu yang janggal dengan apa yang ia lihat.
"Lanjut jalan Pak" mobil Aria kembali bergerak menuju ke sekolah nya.
"Mungkin cuma ilusi ku saja. Tapi aku tidak begitu yakin mengenai ini" entah apa yang Aria pikirkan sedari tadi.
Bel berbunyi tanda masuk kelas. Dan hari ini Arra benar benar bersemangat karena kegiatan ekstrakulikuler resmi dijalankan. Ia sangat penasaran hewan apa saja yang sekolah pelihara, tapi Arra berharap ada kucing karena ia sangat menyukai nya.
"Kalian pastinya sudah tahu bahwa kegiatan ekstrakulikuler sekolah resmi dijalankan. Setiap ekstrakulikuler ada pembinanya masing masing, yaitu kakak kelas kalian. Kelak jika mereka lulus kalian lah yang akan menggantikan nya. Jadwal sudah diterapkan dipapan pengumuman. Kalian bisa melihatnya nanti" tegas Pak Gerry.
"Oh ya Erika, eskul apa yang kamu pilih?" Arra bertanya kepada Erika karena penasaran dengan pilihannya.
"Aku.. Aku memilih sahabat alam.." jawab Erika dengan lembut.
"Hanya itu saja? Kenapa hanya memilih satu? Bukannya masih banyak ekstrakulikuler lainnya?" tanya Arra dengan heran.
"Mm.. Itu.. Aku tidak terlalu terbuka dengan semua orang.. Aku masih belum percaya diri dengan orang orang.. Sedangkan kita setidaknya harus memilih satu ekstrakulikuler.. Jadi aku hanya memilih sahabat alam karena aku suka berkebun.."
"Yah kau harus rajin berteman dengan banyak orang disini. Kau tidak perlu menutup nutup dirimu seperti itu terus" sela Reiva.
"Eh.. Mm.. Tapi aku.. Masih saja takut.." Erika menjawab sambil menunduk.
"Erika.. Selanjutnya kamu harus lebih terbuka dengan semua orang. Kamu harus mendapatkan lebih banyak teman. Tidak seharusnya kamu seperti ini terus" balas Arra sambil tersenyum seraya menyemangati Erika. Erika membalasnya dengan senyuman juga.
"Aku benar benar tidak sabar mengenai kegiatan kali ini. Sungguh senang sekali bisa tinggal dan belajar di Amerika. Bertemu teman baru dan mengenal lingkungan baru merupakan hal yang indah. Meski tidak selamanya akan indah seperti ini. Mungkin aku juga akan mengalami kesulitan disini sama seperti di sana. Tapi aku bangga karena mendapat sahabat terbaik seperti mereka. Reiva yang kuat dan energik, Erika yang lembut dan pemalu, Dea yang super ceria, dan Levy yang sedikit dingin terhadap semua orang. Aku benar benar nyaman bisa bersama dengan mereka".
__ADS_1
_ _ _ _ _ _
Terima kasih buat kalian yang sudah membaca cerita saya. Maaf jika banyak penggunaan kata yang salah. Harap maklumi karena saya masih pemula dalam menuliskan sebuah Novel:)