
”Ada masa saatnya kita harus bisa mendewasakn diri. Mencari cinta dalam jati diri yang belum kita ketahui. Mungkin ... ini titik awal untuk kita lebih mengenal apa arti berkorban dalam cinta.”
*********
Keenan menerima lampu lentera pemberian Aletha, dan dengan seragam lengkap seorang prajurit sejati Keenan siap menjalankan tugas. Dan Aletha dengan snelinya siap menjalankan tugasnya.
”Kita akan mulai dari sini untuk kembali bekerja. Saya harap kalian semua bisa menjalankan tugas yang dijadwalkan meskipun kita sempat mengalami ... masalah yang sudah membuat kita kehilangan Dokter terbaik di Mercy ship.”
Aletha mengadakan perkumpulan dengan para dokter dan suster di dalam sebuah ruangan khusus yang disediakan. Sedikit motivasi dari Aletha membuat semua dokter dan tim lainnya menjadi orang yang lebih pemberani.
”Dokter Aletha, apa Dokter Wilona dan Dokter Catrina bisa diselamatkan? Apa para tentara itu sudah menemukan keberadaan mereka?”
Aletha memberikan senyum agar semua timnya bisa tenang tanpa ada rasa khawatir yang menyelimuti saat menjalankan tugas, terutama saat mengoperasi Presiden Arab. Tetapi bukan berarti Aletha dan timnya mau melakukan operasi hanya ingin mendapatkan alat medis yang lebih canggih dari negara Arab.
Namun itu semua Aletha lakukan karena cintanya terhadap pasien yang memang membutuhkan operasi dan perawatan lainnya.
*******
”Antara pulau Bouvet dan pulau Tristan de chuna.” Terang Keenan.
Sebelum melakukan misi Keenan mengumpulkan timnya, lalu memberikan pengarahan dalam mengatur strategi yang sudah ia rencanakan dalam penangkapan.
”Tapi rasanya tidak mungkin jika bandar itu melakukan misinya ke pulau Bouvet untuk menjalankan segala transaksi apapun. Sedangkan pulau Bouvet terkenal sebagai pulau terpencil di Afrika Selatan tanpa adanya penghuni di sana. Jika pun ada, pasti tidak selamanya mereka diperbolehkan menetap di sana.” Terang Garda.
Garda tidak kalah jenius dengan Keenan. Sehingga ia dipilih menjadi anggota pasukan khusus. Di mana di antaranya, Keenan sebagai kapten, Leon sebagai sayap sisi kanan, Garda sayap sisi kiri, Reza di depan dan juga Brian ada di bagian belakang. Sehingga semua bisa mengepung markas yang dibangun.
************
”Semuanya siap menjalankan tugas masing-masing, kan?” tanya Aletha memastikan.
”Siap, Dokter Aletha. Tapi ... sedari tadi kami tidak melihat Dokter Edbert. Bukannya hari ini Dia bertugas di bagian pendataan.”
”Saya akan mencarinya, kalian silahkan menjalankan tugas kalian.”
Aletha memberikan senyum, lalu melangkah pergi dan siap mencari keberadaan Edbert yang entah dimana.
'Dimana sih Dia? Mengapa menyusahkan sekali di saat penting seperti ini?’ umpat Aletha.
Setelah menelusuri setiap lorong kapal akhirnya Aletha mendapati Edbert yang berada di anjungan kapal tengah bersama Laura. Dan Aletha sempat mendengar percakapan di antara mereka berdua.
”Aku tahu saat ini aku salah menempatkan posisiku. Tidak seharusnya aku berada di tengah-tengah hubungan Aletha dengan Kapten Keenan.”
”Bukan kamu yang salah, tapi ini adalah takdir yang tidak kita ketahui. Aku juga tidak tahu jika tujuh belas tahun lalu mereka pernah saling bertemu sebelumnya.”
__ADS_1
Aletha mengulas senyum tipis di bibirnya, satu langkah... dua langkah, ia lakukan dan mendekati keduanya. Lalu Aletha mengudarakan suara yang membuat mereka terperanjat dari tempat duduk mereka.
”Ada masa saatnya kita harus bisa mendewasakan diri. Mencari cinta dalam jati diri yang belum kita ketahui. Mungkin ... ini titik awal untuk kita lebih mengenal apa arti berkorban dalam cinta.”
”Aku tidak akan menyalahkan cintamu untukku, tetapi aku juga tidak akan memintamu bertahan atau memilihmu. Karena aku yakin, kamu tahu jawabanku. Belajar untuk mengerti diri sendiri itu susah, terkadang kita kalap akan jalan pikiran yang tidak jernih. Terkadang ... kita merasa sakit, tapi ikut bahagia meskipun orang yang kita cinta dengan yang lain.”
”Dan posisi seperti itulah yang harus kita jadikan sebagai titik awal untuk kita mengerti diri kita sendiri, mencoba melupakan, menerima dan belajar untuk bersikap dewasa. Karena tidak akan ada yang bisa mengerti bagaimana kita selain diri kita sendiri.”
Laura manggut-manggut, membenarkan apa yang dikatakan Aletha. Karena Laura tahu bagaimana Aletha dulu saat ditinggalkan Tara menikah dengan yang lain. Di mana Aletha harus berjuang sekuat tenaga untuk mengubur memori indah bersama Tara. Meskipun mereka pada akhirnya dipertemukan kembali, tetapi untuk tidak bersama.
Tara memiliki keluarga lengkap kala itu, tetapi kini berubah setelah jantung Tara di diagnosis mengalami gagal jantung.
Edbert menghembuskan nafasnya, lalu ia berusaha tegar dan mengerti apa yang sudah dituturkan oleh Aletha. Penuturan yang panjang, tetapi mudah dimengerti. Yang memiliki inti, di mana kita sebagai manusia hanya bisa mnerima dan merelakan. Belajar untuk menjadi manusia yang lebih dewasa lagi dalam bersikap dan tidak bisa merubah takdir yang memang sudah terjadi.
”Dokter Edbert, siapkah kamu menjadi tim operasi nanti malam?” tanya Aletha menatap Edbert.
Edbert mengangguk dengan penuh keyakinan. Karena baginya operasi itu adalah operasi yang amat besar, yang bisa saja membuat Mercy ship dan pelayanan di sana bisa melunjak tinggi setelah berita itu mendunia.
”Hanya orang bodoh yang akan mengikuti pergerakan mereka. Pulau Bouvet hanyalah pulau yang akan menjadi pelarian mereka sementara. Agar kita terkecoh ... dan akhirnya tidak akan mengetahui titik terang keberadaan mereka.”
Kini Keenan kembali mengamati peta yang berada di hadapannya. Setelah itu, pasukan khusus disiapkan dengan bekal senjata yang cukup saat melakukan strategi.
”Kita memilih untuk mendatangi pulau Tristan de Chuna terlebih dahulu. Dan aku yakin, mereka berada di sana.”
”Diam kalian! Dokter cantik seperti kalian itu tidak perlu diteliti lagi, aku yakin ... pasti kalian memiliki yang begitu indah. Ha... ha... ha...”
Ketua penjahat itu tertawa saat mendengar isak tangis Wilona dan Catrina yang semakin menderu. Rasa takut dan khawatir begitu membuncah dada mereka. Tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain ber pasrah diri kepada sang Kuasa.
”Catrina, bagaimana kalau kita akan mati disini? Kenapa juga pagi itu aku bangun duluan? Kenapa aku tidak menanti Aletha saja. Hiks... hiks... hiks...” deru tangis Wilona terdengar begitu menyedihkan.
”Aku juga tidak tahu, Wilona. Bagaimana jika memang benar kita akan mati disini, dan jasad kita pun bisa saja tidak ditemukan. Hik... hiks... hiks...“
Kembali keduanya menangis tersedu, bahkan saat ketua penjahat itu yang bernama Jodie memukul mereka karena merasa geram mendengar tangisan yang memekik telinganya.
”Plak...“
”Plak...“
”Kalian ku minta diam! Bukan malah menangis seperti ini. Jika kalian tetap saja menangis, maka aku akan...“
Jodie menggerakkan tangannya ke leher, memberikan kode arti membunuh.
__ADS_1
Seketika Wilona dan Catrina terdiam, mereka benar-benar merasa takut jika kematian merenggut mereka saat itu.
”Iya, Pak Ameer. Sepertinya memang benar, jantung Anda perlu di operasi. Dan prosedur operasi yang akan saya pakai adalah ... prosedur bentall. Apa Bapak mengijinkan saya melakukan operasi dengan cara itu?“
”Jelaskan dulu bagaimana sistem kerjanya dan bagaimana cara kerja jantung setelah melakukan operasi.“
”Baik, saya akan menjelaskan kepada Anda, pak Ameer.“
Aletha mengangguk, menjelaskan secara detail bagaimana proses bentall dilakukan dan bagaimana cara kerja jantung setelah dioperasi nanti. Dan Aletha juga meyakinkan presiden Ameer jika ia benar-benar bisa melakukan operasi itu. Dan akhirnya presiden Ameer pun mempercayai cara kerja Aletha yang jelas bisa melakukan operasi itu.
Malam itu adalah malam yang dirasa tepat untuk melakukan operasi jantung presiden Ameer. Aletha mengumpulkan tim nya untuk melakukan breafing terlebih dahulu sebelum melakukan operasi besar terhadap presiden Ameer. Dan Aletha tidak mau gagal dalam menjalankan operasi ini. Karena namanya dan nama timnya juga di pertaruhkan dalam Mercy chip sebagai dokter bedah jantung terbaik di dunia.
Setelah memberikan intruksi dan beberapa senjata tajam untuk mereka melakukan penyerangan, sejenak Keenan memegang lampu lentera pemberian Aletha sebelum kembali ke markas.
”Sesuai janjiku, aku pergi untuk kembali. Dan aku tak akan mengingkarinya... Al.“
Lampu lentera telah menjadi saksi perpisahan kisah cinta mereka. Berpisah untuk bertemu kembali... pergi untuk kembali pulang. Demi tugas keduanya rela mengahadapi kenyataan perpisahan itu. Dan sama-sama di malam itu mereka akan melakukan tugas besar.
”Aku ingin kalian mendengar baik-baik hal yang ingin aku sampaikan. Jangan sampai kita semua terkecoh dengan kelicikan kedua mereka. Pertama ... aku akan melakukan penyerangan, lalu satu persatu di sayap kiri dan kanan saling membantu untuk melakukan pelepasan sandera. Dan bagian belakang harus siap memeberikan arahan jalan, lalu ... paling depan siap untuk menerima sandera dan membawa sandera pergi. Sampai disini, kalian semua paham?“
”Siap, Kapten!“
“Ingat, jangan ada nafas terakhir! Kalian semua harus selamat dari misi besar ini. Lebih baik membunuh daripada dibunuh.”
“Siap, Kapten!”
Keenan dan pasukannya siap menjalankan misi penyelamatan dan penangkapan dari Bandar narkoba itu. Helikopter membawa mereka mengudara menuju ke pulau terpencil di Afrika Selatan.
”Untuk kita semua harus siap menjalani operasi malam ini. Meskipun tidak ada Dokter Wilona dan Dokter Catrina, kalian harus berani menatap ke atas ... ada Tuhan yang selalu bersama kita. Dan jangan lupa fokus untuk menatap ke bawah, jantung pasien harus bisa bekerja kembali. Jangan ada nafas terakhir dari pasien.”
“Siap, Dokter Aletha. Kami akan bekerja semaksimal mungkin. Kami akan menyelamatkan pasien.”
“Baik, siap laksanakan nanti malam.”
Dokter Aletha dan tim siap melakukan tugas penyelamat pada jantung pasien dan meskipun pasien meraka adalah seorang presiden, tetapi tetap saja orang itu pasien bagi para dokternya. Dengan semaksimal mungkin mereka akan melakukan operasi dengan prosedur bentall. Dan malam itu Aletha dengan Keenan bertugas untuk penyelamatan.
‘Ke ... do'aku tak akan memudar. Namamu akan selalu tersemat di dalam setiap do'aku.’
Aletha mengenang kembali perjumpaan terakhir dengan Keenan sebelum perpisahan terjadi.
__ADS_1