
Kevin baru saja memarkirkan kendaraannya di parkir khusus petinggi Hotel dan Mall Galaxy milik Adhipramana Group, setelah dari rumah sakit mengunjungi Ibu Siska.
Ponsel Kevin berdering. "Dimana?" tanya orang diseberang sana, saat panggilannya dijawab oleh Kevin.
"Di parkiran"
"Saya tunggu diruangan kamu"
Kevin mengepalkan tangannya, menahan amarah. "Apalagi yang mau diminta laki-laki tua itu" gumam Kevin sambil berjalan meninggalkan kendaraannya.
"Apa ada sesuatu yang sangat penting?" tanya kevin basa-basi, karena dia sangat tahu, itu pasti sangat penting sampai papanya harus mengunjunginya dikantor.
"Kau pasti sudah tahu jawabannya" jawab Pak Anthony, papa Kevin.
"Papa ingin kamu mendekati putri kedua keluarga Harley" ucap Pak Anthony.
"Pa" panggil Kevin sebagai bentuk penolakan darinya, atas ide dari laki-laki yang hanya memikirkan bagaimana kekayaanya bertambah.
Anthony Adhipramana adik dari Pak Robert, sangat berbeda dengan kakaknya, yang membangun usaha dengan keringatnya sendiri. Entah mengapa, Kevin menyesali terlahir sebagai putra dari pria ini. Laki-laki dihadapannya ini begitu membenci Ayunda, tanpa ingin menjelaskan sebabnya. Bahkan tega ingin menghabisi nyawa Ayunda.
Iya, kecelakaan yang dialami Ayunda satu tahun lalu adalah ulah orang suruhan papanya. Kejam memang, sangat berbeda dengan kakaknya yang bersahaja dan bersahabat. Tanpa diketahui papanya, Kevin menyelidiki semuanya.
Bukan hanya tentang kecelakaan Ayunda yang dia ketahui, tapi kejahatan papanya yang lain, yang tidak dapat dia percaya. Papanya sudah membantu Paman Ayunda untuk merebut perusahaan milik Pak Richad yang diwariskan pada Ayunda.
Kebencian Pak Anthony pada Ayunda adalah pelampiasan kebenciannya pada Richad. Saat Adhipramana Group belum sebesar ini, Pak Robert meminta bantuan Papa Richad untuk membesarkan perusahaannya. Mereka masih muda dan belum menikah saat itu. Papa Ayunda lebih dipercaya oleh Pak Robert dari pada Pak Anthony, adik kandungnya sendiri.
__ADS_1
Kebencian Pak Anthony pada Papa Richad bukan hanya dalam saingan kepercayaan Pak Robert, tapi juga persaingan dalam mendapatkan seorang wanita bernama Mira. Ya, Pak Anthony jatuh cinta pada sosok Mira, yang ternyata menjatuhkan pilihannya pada Papa Richad.
Pak Anthony akhirnya menikah dengan ibunya Kevin, bukan karena cinta, tapi karena ingin harta dan kedudukan. Ibu Kevin terlahir dari keluarga berada, mempunyai beberapa perusahaan, yang salah satunya sekarang dipegang oleh Pak Anthony.
"Papa tidak mau ada penolakan Kev" bentak Pak Anthony membuyarkan lamunan Kevin.
"Bagaimana bisa tahu tentang putri kedua keluarga Harley? Mereka tidak terlihat sebagai putri orang kaya. Keluarga Harley juga tidak pernah menerima perjodohan dan lamaran dari rekan bisnis mereka. Keluarga itu hanya menginginkan kebahagiaan putra dan putri mereka" ucap Kevin mengungkap fakta sebenarnya.
"Papa tahu, karena itu Papa akan membantumu" jawab Pak Anthony.
Kevin hanya diam, papanya menginginkan putri dari keluarga kaya, tapi ini keluarga Harley, pemilik perusahaan besar, bukan hanya di dalam negeri dan asia, mereka bahkan berkembang di Eropa, terutama Belanda yang merupakan negara asal Tuan Harley.
"Kamu bisa mencari sosok putri kedua Harley dari kakaknya atau dari putri pertama Harley" ucap Pak Anthony, yang kembali menyadarkan lamunan Kevin.
"Aku kerja Pa" jawab Kevin.
Pak Anthony berhenti, menggurungkan niatnya untuk membuka pintu. Tangannya masih di handle pintu, dia berbalik setengah badan. "Bersiap-siaplah kalau Papa sudah menemukan putri kedua keluarga Harley"
"Tidak terlalu buruk kalau itu putri Keluarga Harley" gumam Kevin setelah papanya hilang dibalik pintu.
Kevin membuka laptopnya, dia mengetikkan nama Putri pertama Harley. Cukup banyak berita tentang wanita cantik bernama Nayla, setelah keluarga tersebut mengumumkan dia sebagai putri pertama Kelurga Harley.
"Keluarga yang hebat" ucap Kevin, yang cukup bayak tahu tentang keluarga ini. Mereka dikenalkan sebagai keturunan Harley disaat akan menikah, keluarga inipun sulit menobatkan Ceo baru, karena dari semua keturunan mereka lebih banyak mengembanggkan usaha mereka sendiri dari bawah, tanpa nama besar Harley.
"Unik" ucap Kevin lagi, dia mulai penasaran dengan keluarga ini, mengapa keturunan mereka justru saling lepar untuk jadi pemimpin di perusahaan, sementara keluarga lain akan saling menyakiti satu sama lain untuk menjadi ceo diperusahaan keluarga mereka. Seperti paman Ayunda. Pikir Kevin.
__ADS_1
Kevin ingin mengetikkan nama kakak kandung dari putri kedua Harley. "Siapa namanya?" Kevin mencoba mengingat. "Zein, ya.. Zein" ucapnya.
Banyak berita tentang Zein, tapi tetap saja dia tidak bisa menemukan foto keluarga mereka. "Bagaimana bisa tahu wajahnya?" pikir Kevin.
"Hei... kenapa aku tergoda dengan keinginan Papa" ucap Kevin saat sadar apa yang baru saja dia lakukan.
"Tidak-tidak. Aku tidak bisa menghianati Ayunda" batin Kevin.
"Ayunda? Apa masih ada kesempatan?" Keven menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Ingatannya kembali saat pertama bertemu Ayunda, gadis itu sangat polos, berseragam putih abu, dia datang bersama teman-temanya mengikuti kompetisi kejuaraan robotic yang diadakan di kampus Kevin, dimana dia yang jadi ketua panitianya. Saat melihat Ayunda, Kevin langsung terpesona menatap wajah cantik, putih bersih tanpa hiasan.
"Cantik" gumamnya, membuat Dewi yang ada disampingnya marah karena cemburu. "Apa sih Kev, masih aja suka sama anak bau kencur. Ingat banyak cewek dewasa dikampus ini yang antri buat jadi pacar kamu" kesal Dewi yang membuat Kevin memalingkan pandangannya dari Ayunda menatap Dewi.
"Apa aku salah bicara?" tanya Kevin sambil terkekeh. "Apa salahnya suka sama anak bau kencur? Wangi lagi" teriak Kevin, karena Dewi pergi meninggalkannya. Tanpa Kevin sadari, dia kembali terkekeh mengenang kejadian itu.
Kompetisi berjalan selama tiga hari, tim Ayunda yang maju sampai final mebuat Kevin senang. Dengan begitu dia dapat terus memandang wajah cantik Ayunda. "Selamat ya, bisa sampai final" sapa Kevin, yang sengaja mendatangi Ayunda saat gadis itu istirahat di cafe depan kampusnya.
"Iya Kak. Terima kasih" jawab Ayunda dan temanya bersamaan.
"Kevin" Kevin mengulurkan tangannya, yang langsung disambut oleh teman Ayunda, membuat Ayunda mau tidak mau juga menerima uran tangan Ayunda.
Kompetisi selesai, bukan berarti Kevin melepas Ayunda begitu saja. Tanpa Ayunda ketahui, Kevin selalu mematau kegiatan yang dilakukan Ayunda, dan dia akan muncul di hadapan Ayunda seakan-akan mereka tidak sengaja bertemu, sampai akhirnya mereka semakin dekat dan Ayunda akhirnya membuka hatinya untuk Kevin.
Kevin membuka folder dimana dia menyimpan semua kenangannya bersama Ayunda. Kenangan itu kembali berputar dalam ingatannya, saat melihat satu persatu foto dan video yang tersimpan disana. Empat tahun bersama bukan waktu yang sedikit untuk menghapus kenangan, mereka sangat bahgia, hanya ada tawa dan canda yang mengisi hari-hari mereka, namun semua seakan tak bisa menggantikan satu kesalahan yang dia lakukan. dalam sekejap kebahagiannya hilang.
__ADS_1
...********...