Lentera Cinta

Lentera Cinta
63. Dia Adalah Kamu


__ADS_3

Acara makan malam annyversary Pak Robert dan Ibu Siska mengungkap banyak fakta, bagaimana Nathan berusaha menginginkan Ayunda, Dokter Anggara yang ingin menjodohkan putranya Dokter Erick dengan Ayunda, dan juga tentang kejahatan Pak Anthony pada Ayunda dan Papa Richard.


"Richad saat ini pasti bahagia disana" ucap Pak Robert. "Saya ingat, dulu ada anak laki-laki yang datang meminta ijin untuk menikahi putrinya dan berjanji untuk selalu menjaganya" Pak Robert terkekeh.


"Benarkah?" tanya Dokter Anggara.


Pak Robert mengangguk "Sekarang anak laki-laki itu menepati janjinya saat ini" lanjutnya melirik Nathan.


"Nathan meminta langsung pada Richad?" tanya Dokter Angara setelah melihat mata Pak Robert yang melirik Nathan.


"Hem" jawab Pak Robert yang membenarkan apa yang di tanyakan Dokter Anggara.


"Kamu memang hebat Nath, mencuri start dari awal" Dokter Anggara terkekeh diikuti Pak Robert.


"Untung saja Erick menolak keinginan saya untuk menjodohkan dia dengan Ayunda. Dia sudah terlanjur jatuh cinta dengan salah satu pasiennya. Kalau tidak bisa-bisa bersaing" Cicit Dokter Anggara.


"Yunda, apa yang kamu pikirkan?" Ayunda tersadar dari inggatannya malam itu. Dia mendesah, Dokter Anggara tidak tahu bagaimana perasaan Nathan Dokter Erick, Kevin dan Ayunda sendiri dengan kata-kata yang diucapkan Dokter Anggara malam itu.


"Aku hanya menginggat makan malam di acara anniversary malam itu Lis" jawab Ayunda.


"Apa yang terjadi?" tanya Alisa, namun tidak mendapat reaksi apapun dari Ayunda.


Alisa menatap Ayunda "Hei" dia menyentuh lengan Ayunda.


"Banyak yang terjadi Lis" pikiran Ayunda kembali melayang pada kejadian tiga hari yang lalu.


"Kalau Richad sudah memberi restu sejak dulu, kenapa tidak dipercepat saja pernikahan kalian" Ucap Dokter Anggara, tanpa dia sadari menyakiti hati putranya sendiri.


"Iya, Papa pikir juga begitu Nath, tidak perlu menunda untuk hal yang baik" sambung Pak Robert ucapan Dokter Anggara.


"Bagaimana kalau bulan depan saja. Nathan, Ayunda, apa kalian setuju?" Kali ini Ibu Siska yang bicara.


"Mama Mira?" tanya Nathan meminta pendapat calon mertuanya.


"Mama tidak masalah, kalian yang akan menjalaninya" jawab Mama Mira.

__ADS_1


"Baiklah, bulan depan. Kamu mau sayang?" tanya Nathan pada Ayunda yang tentu saja tidak bisa menolak, begitu melihat wajah bahagia kedua calon mertua dan mamanya.


"Iya" jawab Ayunda.


"Selamat sayangku" Alisa berteriak senang, dia langsung memeluk Ayunda setelah mendengar cerita sahabatnya yang akan menikah bulan depan.


"Lalu kenapa kamu sedih?" tanya Alisa saat melihat mata Ayunda yang berkaca kaca.


"Aku bahagia dengan pernilahanku Lis, tapi...."


"Tapi apa?" tanya Alisa yang penasaran dengan kelanjutan ucapan Ayunda.


"Bagaimana menurutmu Anthony?" tanya Pak Richad pada adiknya.


"Ya itu bagus, kalau Ayunda sudah menikah dengan Nathan aku tidak perlu takut Kevin kembali memikirkan dia, sehingga Kevin bisa fokus untuk mendapatkan putri kedua Harley sebagai istrinya"


"Pa..." teriak Kevin, tidak suka dengan ucapan Pak Anthony yang bisa merusak suasana.


"Biarkan saja Kev, biarkan Om Anthony mengungkapkan apa yang dia inginkan" Nathan meminta Kevin untuk tenang.


"Tentu saja untuk menaikan derajat keluarga kita. Lihat saja bagaimana keluarga Wijaya sekarang setelah putra mereka bisa mendapatkan Putri pertama keluarga Harley. Perusahaan mereka melesat masuk posisi sepuluh besar perusahaan terbaik. Kalau Kevin berhasil menikah dengan putri keluarga mereka, setidaknya perusahan Adhipramana Group bisa masuk lima besar, dengan begitu banyak keuntungan yang kita dapatkan" jelas Pak Anthony.


"Apa om belum puas dengan keuntungan yang om nikmati dari perusahaan Om Richard yang diambil paksa oleh adiknya" Ayunda dan Mama Mira terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Nathan.


"Apa maksud kamu Nath, Om tidak mengerti" bantah Pak Anthony.


"Benarkah? Apa perlu saya ingatkan?"


"Om dan Paman Ayunda sudah lama merencanakan untuk mengambil alih perusahaan Om Richard. Kalian telah mempersiapkan segalanya dengan sempurna. Namun usaha kalian diketahui Om Richad dan akhirnya kalian membunuhnya"


"Richard pergi karena penyakit yang dideritanya" bantah Pak Anthony.


"Sayangnya penyelidikan Om Anggara yang memeriksa bagaimana Om Ricard meninggal menunjukkan bahwa dia disuntikkan racun di cairan infusnya. Cairan yang sama yang ada dijarum suntik yang dibawa Luna untuk mengakhiri hidup Ayunda. Itu karena Om yang menyarankan Luna untuk melakukan itu"


Nathan menatap Pak Anthony tajam, namun pria paru baya itu sangat pandai menyimpan kegelisahaannya.

__ADS_1


"Om juga yang menyuruh Dewi teman Kevin untuk melukai Ayunda sampai dia harus mengalami trauma yang cukup menyakitkan baginya. Om juga yang menyuruh orang untuk merusak mobil Ayunda sampai dia harus koma selama satu tahun"


"Bicara apa kamu Nath? tidak ada bukti dengan semua yang kamu tuduhkan pada Om" Pak Anthony kembali menyangga semua yang diungkapkan Nathan.


"Mengapa?" Ayunda yang bersuara "Mengapa anda melakukan itu semua kepada papa dan saya? Apa salah saya membuat anda membenci saya dan ingin mengakhiri hidup saya seperti yang anda lakukan pada papa?"


Alisa tidak dapat bicara apa-apa setelah mendengar cerita Ayunda, dia sungguh tidak mengerti mengapa Pak Anthony bisa begitu jahat pada Ayunda dan Papanya. Alisa memeluk Ayunda yang kini terisak, sama seperti saat dia menanyakan semuanya pada Pak Anthony, dia tidak bisa menahan rasa sesak didadanya. Nathan saat itu ada disampingnya memeluk Ayunda untuk menenangkan dan menguat kan hatinya. Sementara Mama Mira tidak jauh berbeda dengan Ayunda di tenangkan Dokter Erick yang ada disampingnya.


"Maaf, saya terlambat" sapaan Vina yang datang membuat Alisa menguraikan pelukannya pada Ayunda.


"Kami juga belum lama" jawab Alisa.


Ayunda segera menenangkan hatinya, dia sengaja hari ini meminta Alisa menemaninya untuk bertemu dengan Vina. Setelah mendengar apa yang jadi keinginan Pak Anthony malam itu, Ayunda memutuskan untuk memberi tahu Vina untuk percaya pada Kevin.


"Kita pesan makan sekarang?" tanya Alisa lau mendapat anggukan dari Ayunda dan Vina tanda setuju.


"Vina" panggil Ayunda setelah menghabiskan makan mereka.


"Ada apa Mbak?" tanya Vina yang sebenarnya cukup penasaran, seorang Ayunda ingin bicara dengannya.


"Kamu mencintai Kak Kevin?" tanya Ayunda membuat Vina gelagapan, dia tidak mengerti mengapa Ayunda menayakan hal tersebut.


"Jangan berpikir kalau saya akan marah atau melarang kamu ya Vin" setelah Ayunda melihat wajah binggung Vina.


"Saya ingin bertemu denganmu karena saya ingin memberi dukungan sama kamu" lanjut Ayunda ucapanya.


"Maksud Mbak Ayunda?"


"Maksud saya, kalau kamu benar mencintainya dan suatu saat kamu dihadapkan dalam kebimbangan untuk menentukan sikap. Percaya pada hatimu, pada cintamu. Kevin bukan pria yang mudah jatuh cinta, namun sekali dia jatuh cinta dia akan terus berusaha untuk meraih cintanya. Perjuangannya hanya untuk meraih cintanya bukan karena yang lain"


Ayunda menatap lekat Vina "Kamu mengerti maksud Mbak kan?" tanyanya.


Vina mengerti maksud Ayunda, dia menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis. "Mbak, mengapa Mbak Ayunda memberi tahu saya tentang ini" tanya Vina.


"Karena saya ingin Kak Kevin bahagia bersama orang yang dicintainya, dan orang itu adalah kamu Vina" jawab Ayunda.

__ADS_1


...*******...


__ADS_2