
Pagi ini Ayunda diijinkan pulang, setelah dinyatakan semuanya baik-baik saja. Hasil lab juga mengatakan kalau gumpalan daging yang ada dikepala Ayunda hanya tumor biasa, tidak berbahaya, bukan kanker. Walaupun begitu Ayunda tetap menjalani pengobatan lanjutan untuk memastikan tidak ada penyebaran ke organ tubuh yang lain.
"Ma, sebelum pulang kerumah, Yunda mau mampir menemui papa. Boleh?" tanya Ayunda pada Mama Mira, saat wanita paruh baya itu membersihkan barang-barang Ayunda yang akan dibawa pulang.
"Tentu saja boleh sayang, tapi jangan lama-lama disana" Mama Mira mengatakannya sambil menangkup wajah Ayunda.
Semua sudah dibersihkan Mama Mira, tinggal menunggu sopir yang dikirim Nathan menjemput mereka.
"Semua sudah siap?" suara Nathan mengagetkan Mama Mira dan Ayunda.
"Katanya Mas Nathan ada meeting dengan klien?" tegur Mama Mira melihat Nathan ikut menjemput.
"Klien saya berhalangan hadir tante, jadi saya langsung kesini" jawab Nathan.
"Bisa jalan sendiri atau perlu kursi roda?" kini Nathan bertanya pada Ayunda.
"Udah bisa jalan kak" Nathan menatap Ayunda yang masih saja memanggilnya kakak.
"Kakak yang baik hati" lanjut Ayunda ucapannya, membuat Nathan tersenyum dan mencubit gemas pipi Ayunda yang terlihat lebih berisi.
"Ayunda ingin mampir menemui papanya" Ucap Mama Mira menghentikan kemesraan keduanya.
"Kalau begitu biar saya yang mengantar Ayunda tante. Tante Mira bisa pulang dengan sopir. Pak Ibnu masih menunggu diparkiran"
"Kebetulan sekali, soalnya tante juga harus ketoko, ada yang pesan kue, tapi minta bertemu tante langsung" jawab Mama Mira.
Ayunda memeluk lengan Nathan, saat memasuki area pemakaman, dimana Papa Richad disemayamkan. Bukan karena manja, tapi dia takut belum kuat berjalan jauh. Karena letak mahkam Papa Richad ada ditengah-tengah pemakaman.
"Papa, maaf, Rara baru datang sekarang. Rara baru pulang dari rumah sakit, tapi papa tidak perlu khawatir semua baik-baik saja" Ayunda menebarkan bunga yang tadi dibelinya di depan pemakaman.
"Pa, Rara datang sama kakak yang baik hati, yang pernah meminta restu langsung ke papa, meminta Rara untuk jadi pendampingnya"
Mendengar kata yang diucapkan Ayunda, Nathan ikut duduk disamping Ayunda.
"Om Richad, saya Nathan, saya janji akan menyayangi dan menjaga Rara, seperti yang Om Richad pernah minta pada saya"
Nathan menatap Ayunda yang juga menatap Nathan karena mendengar ucapan pria itu. Netra mereka bertemu dan saling mengunci, debar dada mereka berlomba menahan rasa, rasa ingin saling memiliki.
Ayunda memutus kontak mata mereka, "Pa, sekarang ijinkan Ayunda yang meminta restu pada papa. Restu untuk jadi pendamping kakak yang baik hati" ucapnya, setelah yakin dengan perasaannya pada Nahan.
__ADS_1
Nathan meraih tangan Ayunda dan mengenggamnya erat. "Terima kasih" ucapnya pelan. Tidak tahu harus berkata apa lagi, yang dia rasakan saat ini adalah kebahagian, bahagia gadis kecilnya sudah bisa menerimanya.
"Pa, Rara pulang, nanti Rara berkunjung lagi" Ayunda berdiri dibantu Nathan.
"Om Richad, terima kasih atas restu yang sudah om berikan dulu, Nathan pamit"
Nathan merangkul Ayunda selama perjalanan kembali ke parkiran, dengan perasaan yang tidak dapat diungkapkannya. Di perjalanan pulang ke rumah Ayunda, tidak ada satupun dari mereka berbicara. "Ra, mau langsung pulang, atau kamu mau makan sesuatu?" tanya Nathan, memecah keheningan antara mereka.
"Langsung pulang aja, takut mama menunggu di rumah, sementara dia harus buru-buru ke ruko"
Sesuai keinginan Ayunda, kini mobil Nathan sudah terparkir sempurna didepan garasi. Nathan membantu membukakan seatbelt milik Ayunda, lalu turun dan berlari kecil, membukakan pintu untuk Ayunda.
"Ayo sayang" Nathan mengulurkan tangannya yang disambut Ayunda dengan senyuman.
"Kalian sudah sampai" sambut Mama Mira.
"Ayo mama bantu kamu kekamar" kini Mama Mira yang mengambil alih memegang Ayunda.
"Yunda masih mau diluar ma, bosen dikamar"
"Mama harus ketoko Nda, orang yang ingin bertemu dengan mama sudah menuggu disana" jelas Mama Mira, agar Ayunda mengerti.
"Ya sudah kalau begitu" jawab Mama Mira. Dia mendudukan Ayunda di sofa. "Mama pergi sebentar ya, mama usahain cepat pulang" Ayunda hanya mengiyakan ucapan Mama Mira.
"Saya akan temani Ayunda sampai tante pulang" ucap Nathan, saat Mama Mira akan meninggalkan Ayunda.
"Baiklah, tante titip Ayunda ya Mas " balas Mama Mira lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
"Mau kemana?" tanya Nathan saat melihat Ayunda berdiri dari duduknya.
"Aku ambilkan minum, sebentar" jawab Ayunda yang langsung berjalan meninggalkan Nathan.
"Aku bisa mengambil sendiri kalau menginginkannya" bisik Nathan yang sudah ada dibelakang Ayunda.
"Sebaiknya kamu istirahat saja" kini tangan Nathan sudah melingkar memeluk Ayunda dari belakang.
"Sudah sepuluh hari aku tidak melakukan apa-apa" jawab Ayunda, sambil menahan debaran dijantungnya yang berirama lebih cepat.
Ayunda merasakan hal yang sama saat pertama kali Nathan memeluknya, seperti ini, lima tahun yang lalu. "Masih banyak waktu untuk melakukan sesuatu, saat kamu sudah jauh lebih baik sayang"
__ADS_1
Ayunda menggangguk menyetujui ucapan Nathan. "Lihat sini" Nathan membalik Ayunda agar menatapnya, dia merapikan topi rajut yang dipakai Ayunda, untuk menutup kepalanya yang terpaksa di gundul sebagian, di tempat yang di operasi.
"Cantik" ucap Nanthan.
"Gombal" balas Ayunda langsung memalingkan wajahnya menatap yang lain.
"Hei" Nathan menarik dagu Ayunda untuk melihatnya lagi.
"I love you" ucap Nathan saat mata mereka bertemu.
Tidak menunggu waktu lama, keduanya sudah larut dalam ciuman hangat mereka. "I love you too, kakak baik hati" balas Ayunda saat tautan bibir mereka berakhir.
Keduanya tertawa bersama, "Baiklah gadis kecilku" balas Nathan.
"Gadis kecil?" tanya Ayunda.
"Hem, dari dulu aku mememanggilmu gadis kecil. Gadis kecil yang mampu membuat kakak baik hatinya selalu ingin bertemu" Nathan mengecup cepat bibir Ayunda.
"Aku bukan gadis kecil lagi, kakak baik hati"
"Bagi kakak yang baik hati, Rara itu tetap jadi gadis kecilnya yang selalu disayang"
Nathan mengangkat Ayunda dan membawanya kembali kesofa depan tv. "Sambil nunggu mama, kita nonton, gimana?" tawar Nathan.
"Sebelum kecelakaan, aku sudah download beberapa drama korea"
"Kamu penggemar drama korea?" tanya Nathan.
"Bukan penggemar, hanya suka aja" jawab Ayunda, "Tapi kalau kakak tidak suka, kita nonton yang lain juga boleh"
"Aku suka, tapi sesuai ceritanya, kalau terlalu abg kayaknya terlalu kekanakan"
"Kemarin aku download Backstreet Rocky, romantis komedi, ceritanya tentang cinta lokasi. Terus ada Alice, ceritanya tentang penjelajah waktu. Terus aku juga download fly dragon, ceritanya tentang pengacara dan wartawan yang membantu orang-orang yang tidak bersalah tapi menjalani hukuman"
"Kita tonton semuanya" jawab Nathan setelah mendengar penjelasan Ayunda, yang sudah menyambungkan hasil download Ayunda ke televisi.
"Begadang dong, kalo mau nonton semuanya"
"Baguskan, biar bisa lebih lama berdua sama kamu" goda Nathan yang membuat Ayunda diam.
__ADS_1
...*******...