Lentera Cinta

Lentera Cinta
64. Tanpa Sisa Cinta Yang Lain


__ADS_3

Tiga minggu berlalu setelah kejadian makan malam itu. Pak Anthony dilaporkan Nathan untuk mempertanggung jawabkan kejahatannya. Luna menerima hukuman atas percobaan pembunuhan pada Ayunda. Dewi tidak ketinggalan dia juga dilaporkan Kevin yang mendapat dukungan dari Nathan, atas kejahatan yang dilakukannya pada Ayunda.


Sementara paman Ayunda juga dilaporkan Nathan atas pemalsuan wasiat dan merebut perusahaan secara paksa. Kini perusahaan Papa Richard di pimpin oleh adik laki-laki Mama Mira yang dipercaya Papa Richad untuk memimpin perusahaan miliknya sampai Ayunda mampu memimpin sesuai isi surat wasiat Papa Richard.


Satu minggu lagi pernikahan Ayunda dan Nathan akan digelar, sekarang dia mengikuti adat dipingit, sehingga Nathan yang tidak bisa bertemu Ayunda sering mengganggunya lewat chat dan telepon dan sering menyuruh Alisa ke rumah Ayunda hanya untuk mencuri mengambil foto gadis kecilnya. Seperti saat ini.


"Duh... yang tidak bisa bertemu pujaan hati, senyum-senyum sendiri baca chatnya. Memang pak bos ngegombal apa?" ledek Alisa saat masuk kamar Ayunda.


"Kamu tidak kerja Lis?" tanya Ayunda balik.


"kamu itu ya... ditanya balik tanya" kesal Alisa dan mendapat kekehan Ayunda. "Kerja, tapi ada yang kangen, jadi disuruh nenggokin orang yang dikangenin" jelas Alisa maksud dan tujuannya.


"Ayo turun, aku bawa makanan kesukaanmu" Alisa mengajak Ayunda. "Bos sih sebenarnya yang nyuruh" kekeh Alisa dan mendapat cibiran dari Ayunda.


Duo A, Ayunda dan Alisa, sudah duduk manis di meja makan, menyantap sapo tahu dan bulgogi kesukaan Ayunda.


"Nda, tadi pas beli ini aku ketemu Angel. Dia sepertinya masih marah soal kejadian waktu kita makan dengan Vina" ucap Alisa disela makannya.


"Biarkan saja, salah dia sendiri kudet" jawab Ayunda, dia tersenyum mengingat kejadian saat Angel mengira dia adalah sepupu Nathan.


"Hai" sapa Angel pada Ayunda saat dia melihat Ayunda, Alisa dan Vina duduk menikmati makan mereka disalah satu resto yang ada di Galaxy.


"Hai Mbak, mau makan juga?" Ayunda balik menyapa Angel.


"Angel" ucap Angel sambil mengulurkan tanggannya dan disambut Ayunda dengan baik. "Ayunda" jawabnya.

__ADS_1


"Jamnya sangat pas ditangan kamu" puji Angel saat melihat jam tangan yang dipakai Ayunda yang dibelinya beberapa hari waktu yang lalu.


"Pasangannya pasti dipakai sama pasanga kamu. Soalnya saya jualnya satu pasang" lanjut Angel ucapannya.


"Saya malah tidak tahu mbak kalau jam ini ada pasangannya" sahut Ayunda jujur.


"Ohh mungkin di pakai Pak Nathan, karena saat itu kalian membelinya berdua. Saya kira kamu akan memakainya dengan pasanganmu. Tidak masalah kalau pakai jam pasangan dengan saudara sepupu sendiri" cicit Angel.


"Saya boleh bertanya tentang kakak sepupumu kan?" Ayunda mengeryitkan keningnya tanda tidak mengerti, sementara Alisa sudah tidak bisa menahan tawanya.


"Saya hanya ingin tahu, wanita seperti apa yang disukai Pak Nathan? Mungkin saja saya masuk dalam kriterianya" lanjut Angel ucapannya.


Mendengar itu Alisa sudahtidak bisa menahan tawanya. "Mbak Angel, anda benar-benar ingin tahu wanita idaman pak Nathan?" tanya Alisa.


Angel menganggukkan kepalanya. "Kalau begitu anda harus bisa seperti Ayunda" jawab Alisa.


Ayunda, Alisa dan Vina hanya diam menanggapi pertanyaan Angel, tidak ada satupun dari mereka ingin memberikan Angel jawaban, sampai akhirnya terdengar suara bariton memanggil "Sayang" semua memalingkan wajah pada suara tersebut.


Nathan datang mendekati Ayunda lalu mengecup keningnya dan langsung duduk di samping Ayunda, merangkulnya dengan sayang. Nathan tidak sendiri, dibelakangnya ada Dariel dan Kevin yang ikut duduk di pasangan mereka masing-masing. Tertinggal Angel yang sejak tadi berdiri.


"Jadi apa yang para wanita bicarakan dibelakang kami para pria?" tanya Dariel.


"Oh... membicarakan wanita seperti apa yang disukai Pak Nathan Adhipramana" Alisa yang menjawab. "Bukan begitu Mbak Angel?" Alisa menahan tawa saat melihat muka Angel yang memerah.


"Alisa" sahut Ayunda menanggapi pertanyaan Dariel, setelah melihat wajah Angel yang memerah.

__ADS_1


"Lalu?" kini Kevin yang bertanya.


"Tentu saja jawabannya adalah wanita seperti Ayunda yang sebentar lagi akan jadi nyonya Nathan Adhipramana. Iyakan Pak?" sahut Alisa.


"Hem" jawab Nathan, lalu mencium pipi Ayunda dengan sayang.


Duo A sudah menghabiskan makan mereka tanpa bersisa. "Alisa, apa yang kamu lakukan?" tanya Ayunda melihat Alisa sibuk diam-diam mengarahkan kamera pobselnya.


"Hehehe... perintah pak bos, bu bos. Jangan marah" jawab Alisa sambil cengar-cengir.


Ayunda menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Alisa. "Baiklah, hanya untuk hari ini, tidak ada untuk besok dan seterusnya sampai hari H. Ingat aku lagi di pingit Alisa" kesal Ayunda, merasa di curangi, Nathan bisa melihat fotonya, sedangkan dia tidak bisa.


"Ayunda, apa yang kamu rasakan sekarang? Kak Kevin dan Dokter Erick mereka...."


"Mereka bisa menerimanya dengan baik" sambung Ayunda ucapan Alisa.


"Kak Kevin sudah mulai berjalan dengan Vina. Dokter Erick juga sudah belajar membuka hatinya untuk yang lain. Dan aku.... tentu saja aku bahagia Lis, sangat bahagia, bisa menemukan orang yang benar-benar mencintaiku, tanpa ada sisa cinta yang lain. Bahkan aku sampai takut, takut tidak bisa mencintainya seperti dia mencintaiku. Mencintai tanpa ada sisa cinta yang lain" jawab Ayunda.


"Aku yakin, seiring berjalanya waktu kamu akan meyakinkan kalau Pak Nathan adalah lentera cintamu" Alisa menepuk punggung Ayunda, memberi keyakinan pada Ayunda.


"Tugasku sudah selesai, aku balik kantor ya, selamat bersemedi dirumah, semoga betah dan tidak nekat kabur" pamit Alisa sambil meledek sahabatnya.


Kepergian Alisa membuat Ayunda kembali kesepian, dia sudah berada di depan kanvasnya. Ini salah satu terapi yang diberikan Dokter Erick, untuk menggambarkan apa yang ada dipikirannya. Mimpi buruk yang sering datang menyerang sudah tidak pernah dia alami lagi, sakit kepala yang menyerang juga pergi menjauh setelah menjalani operasi. Membuat Ayunda merasa senang, dia akan kembali sehat seperti dulu lagi, sehingga bisa melalui hari-harinya dengan kebahagiaan.


Sementara itu, diruangannya Nathan tersenyum bahagia saat Alisa mengirim foto-foto Ayunda, dan piring kosong yang berarti Ayunda sudah menghabiskan makanannya.

__ADS_1


...*******...


__ADS_2