
Malam ini acara anniversary Pak Robert dan Ibu Siska, acaranya sederhana, hanya berdoa dan makan malam bersama yang dihadiri keluarga dekat dan sahabat dekat mereka. Sudah lama sekali mereka tidak mengadakan acara seperti ini, entah kenapa, melihat Nathan yang sudah menemukan kebahagiaanya, Ibu Siska ingin sekali merayakannya walau sederhana.
Ayunda datang bersama Mama Mira, mereka di jemput Nathan, yang malam ini tampak berbeda dari biasanya. Senyumnya terus terlukis diwajah tampannya, tentu saja, ini karena Ayunda telah menerima lamarannya.
Nathan datang lebih cepat dari janjinya untuk menjemput Ayunda, dia sengaja datang lebih awal, untuk menemui Mama Mira, meminta ijin pada calon mertuanya untuk melamar Ayunda, kali ini dihadapan Mama Mira.
"Ma, kita berangkat sendiri saja kalau Mas Nath..." Ayunda yang bicara dengan Mama Mira menghentikan ucapannya saat melihat Nathan sudah duduk dengan manis diruang keluarga.
"Mas, Rara tidak tahu kalau Mas sudah datang" Ayunda menghampiri Nathan.
Nathan menatap kagum pada penampilan Ayunda, gadis kecilnya tampak berbeda hari ini, dia tidak memakai topi seperti biasanya, melainkan melilitkan pita untuk menutupi bekas operasinya. Gaun sederhana yang dipakai Ayunda sangat serasi dengan tatanan rambutnya.
"Kamu cantik sekali malam ini Ra" ucap Nathan setelah dia memgagumi Ayunda.
"Berangkat sekarang" ajak Ayunda.
Bukan melangkah pergi, Nathan malah berlutut dengan satu kaki dihapan Ayunda. "Ayunda Tiara, masih maukah kamu menjadi istri Nathan Adhipramana" Nathan melamar untuk keduakalinya. Kali ini sudah ada sepasang cincin dihadapannya yang diperlihatkan Nathan. Cincin itu dipesan Nathan beberapa hari yang lalu saat mereka pergi ke Galaxy dan baru tadi sore diambilnya.
Nathan sebelumnya memang sudah berniat ingin melamar Ayunda malam ini. Namun karena rasa takut kehilangan Ayunda, membuat Nathan melamarnya tadi siang tanpa cincin tunangan, karena itulah dia ingin mengulanginya lagi.
Ayunda melihat kearah Mama Mira yang tersenyum bahagia, Mama Mira mengangguk padanya tanda memberi restu. "Iya, Rara mau" jawabnya.
Nathan berdiri dan memasangkan cincin dijari manis Ayunda, cincin itu berinisial NA diambil dari nama depan mereka berdua, dan dihiasi berlian yang melingkari huruf NA. Tidak jauh berbeda cincin yang dipasangkan Ayunda di jari Nathan, sama-sama tertulis NA disana, hanya saja polos tanpa berlian.
Mama Mira sudah turun dari mobil terlebih dahulu, diiukuti Ayunda dan Nathan yang paling akhir. Mereka disambut Ibu Siska langsung. "Terimakasih sudah mau datang sayang" Ibu Siska memeluk Ayunda. "Selamat ya Bu" ucap Ayunda. "Kamu sekarang panggil Mama, seperti Nathan" pinta Ibu Siska. Ayunda menggangguk mengiyakan permintaan Ibu Siska.
__ADS_1
Kini dia beralih pada Mama Mira. "Terimakasih Jeng" keduanya berpelukan. "Selamat Mbak" balas Mama Mira.
Ibu Siska mengajak mereka masuk. Sudah ada Kevin dan Dokter Erick yang duduk berdua tidak jauh dari pintu masuk. Mereka bisa melihat Ayunda yang datang bersama Mama Mira dan Nathan yang tidak pernah melepaskan genggaman tangannya pada Ayunda.
"Kak Kevin, Dokter Erick" sapa Ayunda saat melewati mereka.
"Ayunda" "Tiara" jawab keduanya hampir bersamaan.
Mama Mira yang mendengarnya terkekeh "Kalian kompak ya" ucapnya membuat yang lain ikut tertawa.
"Saya kira acaranya didalam, ternyata yang ramai didepan" Pak Robert yang berkata. "Ayo masuk, kita mulai saja, sepertinya semua sudah hadir" lanjut Pak Robert.
Kini mereka akan menikmati makan malam, setelah acara utamanya mendoakan kebahagiaan dan kesehatan untuk Pak Robert dan Ibu Siska. Mereka duduk bersama dimeja besar yang memang sudah disiapkan Ibu Siska untuk acara hari ini. Sambil menunggu pelayan menghidangkan makanan mereka berbincang-bincang.
Kevin berdiri mendekati Nathan saat mendengar suara papanya datang mengucap salam didepan. "Mas, jaga Ayunda dan aku akan jaga Tante Mira" Kevin berbisik pada Nathan yang mengangguk mengerti. "Baiklah" jawab Nathan saat melihat adik papanya Anthony datang.
Nathan juga sudah menemukan kejahatan lain yang dilakukan Anthony, termasuk percobaan pembunuhan pada Ayunda. Dia sedang mengumpulkan bukti-bukti yang kuat untuk melaporkannya ke pihak berwajib.
Nathan tidak peduli sekalipun itu adik papanya sendiri, baginya orang yang sudah melakukan kejahatan harus menerima hukumannya. Dia sudah minta pendapat Papa Robert dan Kevin, keduanya mendukung, bahkan Kevin membantunya mencari bukti. Nathan cukup bersyukur, walau Ayunda kini memilih untuk bersamanya, namun Kevin sebagai adiknya tidak mempermasalahkan itu, dia bisa menerima Ayunda yang akan jadi iparnya, bukan pasangan hidupnya.
"Maaf, saya terlambat" sapa Anthony saat dia sudah berdiri di samping Pak Robert.
"Duduklah An, kamu belum terlambat, kita baru mau mulai makan malam" jawab Pak Robert meminta adiknya duduk.
Anthony duduk didekat Pak Robert, kursi itu memang sudah disiapkan untuknya. Dia memandang pada semua yang hadir, duduknya berhadapan dengan Ibu Siska yang bersebelahan dengan Nathan. Begitu terkejutnya Anthony saat dia melihat yang duduk disamping Nathan adalah Ayunda dan Mama Mira, wanita yang sangat diinginkannya dulu. Disebelah Mama Mira ada Dokter Erick dan Dokter Anggara diujung yang berhadapan dengan Pak Robert.
__ADS_1
Anthony beralih melihat kesampingnya ada Kevin putranya, lalu ada Wulan adik Ibu siska dan suaminya dan Dariel. Dia tersenyum pada semuanya, yang Kevin yakini itu adalah senyum yang dipaksakan.
Pelayan sudah menghidangkan semua makanan yang disiapkan Ibu Siska untuk acara malam ini.
"Baiklah, sebelum kita mulai makan malam ada yang ingin saya sampaikan, bukan saya tapi putra saya" ucap Pak Robert yang langsung diperhatikan semuanya.
Nathan tidak mengerti apa yang dimaksud papanya, "Saya pa?" tanya Nathan.
"Iya, apa tidak ada yang ingin kamu jelaskan malam ini?" Ibu siska yang bicara sambil memegang cincin yang dipakai Nathan.
Sejak awal Ibu Siska heran melihat Nathan memakai cincin, hal yang paling tidak disukai putranya. Tidak perlu bertanya, Ibu Siska telah menemukan jawabanya, saat dia melihat Ayunda memakai cincin yang sama dengan Nathan.
Nathan mengerti maksud Ibu Siska yang menyentuh cincinya. "Akhh iya saya hanya ingin menggumumkan kalau saya dan Ayunda sudah bertunangan" ucap Nathan. Dia meraih tangan Ayunda yang memakai cincin yang sama dengannya lalu menunjukkan pada semua yang hadir.
"Ini hadiah istimewah di anniversary Mama dan Papa Nath" ucap Ibu Siska lalu memberi selamat pada Ayunda dan Nathan.
"Jadi kapan kalian akan menikah?" tanya Pak Robert.
"Secepatnya Pa" jawab Nathan. "Iyakan sayang?" Nathan meminta dukungan pada Ayunda.
Ayunda hanya bisa tersenyum dan menganggukan kepalanya, tanda mengiyakan pertanyaan Nathan. Dia belum siap dengan keadaan ini, terlebih lagi ada Kevin dan Erick, dua pria yang juga singgah dihatinya.
Ketiganya berharga bagi Ayunda, tapi dia harus memilih dari ketiganya, dan Nathanlah yang terpilih sebagai pemenangnya. Hatinya memilih kakak baik yang selama ini sudah lebih dulu memperjuangkan cintanya. Laki-laki yang berani memintanya langsung pada Papa Richard.
"Richad saat ini pasti bahagia disana" ucap Pak Robert.
__ADS_1
...*******...