
Mau tidak mau Ayunda dengan terpaksa hari ini mengikuti kunjungan Nathan di sebuah hotel dan juga mall yang dinaungi Adhipramana Group. Sekarang dia dalam perjalanan menuju Mall dan hotel Galaxy bersama Nathan yang duduk di sampingnya sedangkan asisten Dariel berada disisi sopir.
Ayunda hanya diam selama perjalanan, pandangannya tertuju pada jalanan tapi pikirannya jauh berkelana. Ingatannya kembali saat dia mengunjungi mall untuk bersenang-senang bersama Alisa setelah lulus sekolah, sama seperti saat dia bermain disana bersama Erick.
Ayunda ingat dia menabrak seseorang saat dia menghindari kejaran Erick dan itu juga terjadi saat dia bersembunyi dari Alisa. "Nathan" ucapnya dalam hati, dia menabrak seseorang bernama Nathan saat berlari menghindari Erick tapi bukan Nathan yang ada disampingnya saat ini, dan dia tidak tahu nama orang yang ditabraknya saat bersama Alisa tapi dia tidak bisa melupakan pelukan hangat dari pria itu sampai saat ini.
Ayunda merasakan kepalanya sakit, semakin dia memikirkannya semakin terasa sakit. Tanpa dia sadari dia memijat-mijat kepalanya untuk menghilangkan rasa sakit yang menyerang.
"Cantik" ucap Nathan dalam hatinya saat dia menatap Ayunda, dia sengaja mengajak Ayunda untuk menemaninya kunjungan ke Mall dan Hotel Galaxy, dia ingin menguji Ayunda sama seperti sekertaris-sekertaris sebelumnya.
Cara berpakaian Ayunda yang lebih sopan dibandingkan keenam sekertaris sebelumnya membuat Nathan memberi nilai lebih pada penampilan Ayunda. Namun sikap Ayunda yang menjaga jarak saat duduk di mobil dan hanya menatap jalan menjadikan Nathan merasa tertantang, belum ada wanita yang tidak ingin dekat dengannya seperti Ayunda. Selama ini para wanita akan langsung menempel dan sengaja menggoda untuk mendapatkan perhatiannya walau berakhir dengan penolakan dari Nathan.
Tapi bukan itu tujuan utama Nathan, dia ingin membuktikan bahwa Ayunda adalah gadis belia yang dia peluk lima tahun yang lalu yang membuatnya tidak lagi menginginkan wanita selain gadis yang di peluknya.
Saat pertama melihat Ayunda Nathan tidak begitu mengenalinya, namun saat Ayunda berdiri didekatnya kemarin sore dimana Ayunda membacakan kegiatannya hari ini, dia dapat menatap wajah cantik yang membuat hatinya bergetar. Dia yakin, sangat yakin kalau Ayunda adakah gadis yang ditunggunya.
"Kamu sakit?" suara Nathan yang bertanya mengejutkan Ayunda, dia melihat Ayunda memijat-mijat kepalanya.
"Tidak pak, hanya teringat pengalaman saya saat koma" jawab Ayunda jujur.
"Nath kita sudah sampai" suara Dariel menghentikan keinginan Nathan untuk bertanya lebih banyak pada Ayunda.
Mereka berjalan lewat pintu khusus lalu masuk lift menuju keruangan direktur. Ayunda mencoba bersikap biasa saat Nathan yang berdiri disisinya bergeser mendekatinya, tapi dia tidak bisa membiarkan Nathan saat meraih jemarinya. Ayunda menjauhkan tangannya dari Nathan dan tidak berani melihat Nathan yang dia yakini sedang menatapnya.
__ADS_1
"Apa maunya dia, bukankah dia orang yang sangat tidak suka kalau ada wanita yang mencoba menggodanya, lalu kenapa dia begitu terhadapku" kesal Ayunda yang tidak bisa diucapkan tapi dia menunjukkan lewat ekspresi mukanya yang menandakan kalau dia tidak suka dengan kelakuan Nathan.
Belum bisa berhenti memikirkan kelakuan bosnya, jantung Ayunda kembali dibuat berdegup kencang saat pintu lift terbuka, sosok Kevin yang ternyata direktur Mall dan Hotel Galaxy berdiri tidak jauh dari pintu lift menatap kearah mereka. Senyum khas Kevin yang selalu Ayunda rindukan menghiasi wajahnya, namun senyum itu hilang saat mata Kevin menatap tangan Nathan yang tanpa Ayunda sadari menggenggam jemarinya.
Satu jam Nathan dan Kevin membahas perkembangan Mall dan Hotel Galaxy serasa satu tahun lamanya bagi Ayunda. "Apa aku salah kalau aku lebih memilih untuk koma lebih lama lagi saat ini" ucap Ayunda dalam hatinya. Perlakuan Nathan yang sedikit berlebihan padanya membuatnya merasa tidak nyaman tapi dia membiarkan itu untuk menunjukkan pada Kevin kalau dia kini tidak kesepian, beberapa kali tatapannya bertemu dengan Kevin menandakan kalau laki-laki itu tidak suka melihat Nathan yang berbicara dengannya sambil memainkan rambut Ayunda. Walau begitu dia tetap bekerja dengan profesional, mencatat dan merekam semua apa yang dibahas bos dan mantan kekasihnya.
Terpancar kebahagiaan dari wajah Ayunda saat kedua pria itu menyelesaikan pembahasan mereka. "Sandiwara selesai" ucapnya dalam hati, merasa lega terbebas dari tatapan tidak suka Kevin. Sekarang Nathan ingin berkeliling melihat keadaan mall secara langsung setelah tadi memeriksa hotel. Ayunda mengikuti kemanapun langkah Nathan dan Dariel membawanya berkeliling Mall Galaxy.
Tangan Nathan meraih lengan Ayunda lalu menariknya saat ada anak-anak yang berlari hampir menabrak Ayunda, dia dapat merasakan kalau Nathan memeluknya dari belakang dan bibirnya menyentuh pucuk kepala Ayunda. Keadaan ini membuat ingatan Ayunda kembali saat dia bersembunyi dari Alisa. "Ini terulang kembali setelah lima tahun berlalu" ingat Ayunda.
"Apa kamu pernah merasakan hal yang sama seperti ini?" suara Nathan berbisik ditelingga Ayunda yang membuat tubuhnya menegang.
"Apa maksudnya?" tanya Ayunda yang hanya bisa diucapkan dalam hati. "Apa dia pria yang sama dengan lima tahun yang lalu?" pikir Ayunda mencoba menginggat kembali, rasa pelukan ini sama seperti lima tahun yang lalu.
Ayunda ingin melepaskan pelukan Nathan tapi Nathan tidak ingin melepaskan bahkan dia memeluk Ayunda semakin kencang. "Jangan mencoba untuk melapaskannya, my heart" ucap Nathan.
"Aku hanya memeluknya El, apa itu bisa membuatnya takut dan tidak sadarkan diri?" Nathan merasa bersalah.
"Tenanglah Nath, ini bukan karena kamu memeluknya, bukan juga karena dia takut denganmu"
"Bukankah kamu sempat menanyakan keadaannya saat diperjalanan karena dia terlihat memijat kepalanya olehmu?"
"Mungkin itu yang menyebabkan Ayunda tidak sadarkan diri" Dariel mencoba menenangkan Nathan yang tidak bisa tenang saat tahu Ayunda tidak sadarkan diri dalam pelukannya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi dengan Ayunda dok?" tanya Nathan saat melihat dokter yang memeriksa Ayunda.
"Bapak siapanya pasien?" tanya dokter Rangga senior dokter Erick. Baru ini dia melihat Nathan, dokter Rangga cukup kenal siapa saja yang sering mengunjungi Ayunda saat dia koma.
"Saya atasannya Ayunda, dia sekertaris saya dok" jawab Nathan.
"Saya Nathan Pramana, Ceo Adhipramana Group" Nathan memperkenalkan dirinya.
Seketika dokter tersebut membungkuk memberikan hormatnya "Maaf saya tidak mengenali bapak" jawabnya.
Dokter menjelaskan semua yang terjadi pada Ayunda dengan Nathan, termasuk beberapa ingatan Ayunda saat koma.
"Saran saya, jangan sampai dia berpikir terlalu keras untuk menyatukan ingatan masa lalunya dengan ingatan saat dia koma" pesan dokter.
"Hindari tempat-tempat yang mungkin mengingatkan masa lalunya yang bisa membuatnya sedih atau terluka"
Nathan diam tapi dia menganggukan kepalanya tanda mengerti ucapan dokter.
"Bapak bisa menanyakan lebih detailnya pada dokter Erick yang merawat Ayunda selama satu tahun ini"
"Beliau ada didalam" dokter mempersilakan Nathan untuk menemui Erick yang masih bersama Ayunda didalam ruang pemeriksaan.
Nathan menahan emosinya saat melihat dokter Erick membelai dan menggenggam tangan Ayunda. "Apa yang dokter lakukan padanya" tanya Nathan setelah dia mendekati dokter Erick.
__ADS_1
"Saya sedang melakukan terapi untuk membuatnya senang" jawab dokter Erick tanpa memalingkan wajahnya yang menatap Ayunda.
...*******...