
"Kamu sepertinya sangat senang?" tanya Nathan, melihat Ayunda senyum-senyum sendiri setelah mereka keluar dari ruang pimpinan dan staf Galaxy.
"Kelihatan banget ya?" tanya Ayunda sambil melihat Nathan sekilas dengan tetap mempertahankan senyumnya.
Ayunda ditarik Nathan masuk kedalam lift, dia langsung memeluk dan menempelkan bibirnya, ******* dengan lembut bibir tipis Ayunda. Ayunda menjauh setelah Nathan melepaskan tautan mereka, untuk mendapatkan udara.
"Mas, kenapa..." ucapan Ayunda dipotong Nathan.
"Suka mencium bibirmu" lanjut Nathan ucapan Ayunda. Nathan kembali mendekat. "Sudah Mas bilang, kalau senyummu terlalu manis" jawab Nathan.
"Simpan senyummu" ucap Nathan saat terdedengar suara lift berdenting.
Mereka sudah ada di lantai pusat perbelanjaan saat lift terbuka, Nathan menggenggam erat tangan Ayunda, seperti orang tua yang takut kehilangan anaknya.
"Mas Nathan, kita mau nyari apa sih sebenarnya?" tanya Ayunda, yang memang tidak mengerti tujuan Nathan mengajaknya ke Mall. Siang tadi saat mereka makan siang ditoko kue Mama Mira, Nathan hanya meminta untuk ditemani membeli sesuatu.
"Beli kado, untuk anniversary mama dan papa" jawab Nathan sambil membawa Ayunda ketoko jam langanannya.
"Ada yang bisa dibantu pak?" sapa pelayan toko saat mereka masuk.
"Saya mau lihat koleksi terbaru" jawab Nathan.
"Ada disebelah sana, mari pak" Nathan mengajak Ayunda mengikuti pelayan tersebut, mereka beriringan dengan tangan Nathan yang menggengam erat tangan Ayunda.
Dari semua koleksi yang diperlihatkan, tidak ada yang sesuai dengan keinginan Nathan.
"Mana managernya, saya ingin bertemu" ucap Nathan.
Manager toko keluar dari ruangannya setelah diberitahu pelayan toko yang tadi melayani Nathan dan Ayunda. Dia langsung memberi hormat setelah tahu yang mencarinya adalah Nathan.
"Maaf pak, saya tidak tahu kalau Pak Nathan yang datang" ucap manager toko tersebut.
"Barang yang saya tanyakan tempo hari apa sudah disiapkan?" tanya Nathan.
"Sudah Pak, ada diruangan saya, memang tidak saya pajang karena itu khusus untuk Bapak" jawab manager toko. "Sebentar Pak, saya ambilkan" manager tersebut kembali keruangannya.
__ADS_1
Sampai diruangan manager tersebut tidak hanya mengambil barang pesanan Nathan, tapi dia menelpon seseorang. "Ulur waktunya sampai saya datang" jawab orang tersebut.
Sambil menunggu manager mengambil barang yang dipesan Nathan, Ayunda melihat-lihat koleksi yang lain. Dia berjalan sendiri diikuti pelayan, sementara Nathan hanya duduk, tapi matanya tidak lepas dari Ayunda. Dia melihat setiap jam tangan yang dipegang Ayunda.
Manager toko kembali menemui Nathan, dia membawa barang yang dipesan Nathan, lalu menunjukannya.
"Ini Pak, silakan dilihat dan diperiksa" ucap manager toko, sambil membuka tutup kotak yang dibungkus kain bludru berwarna biru.
Sepasang jam tangan mewah terpajang dikotak tersebut. Nathan mengambil dan memeriksanya. "Saya ambil ini" Nathan menyerahkan kembali jam tangan itu pada manager toko.
"Baik Pak" jawab manager toko. "Apa ada yang lain?" tanyanya.
"Iya" jawab Nathan. "Sekalian siapkan, beberapa yang tadi dipilih tunangan saya" lanjutnya.
Manager tersebut terdiam saat mendengar Nathan menyebut tunangannya. Dia pernah bertemu Ayunda beberapa bulan yang lalu, saat dia berkunjung ke perusahaan Adhipramana Group untuk membawa koleksinya pada direksi dan pemegang saham di perusahaan tersebut. Yang dia tahu Ayunda adalah sekertaris Nathan, karena itu dia berani menghubungi putri pemilik toko ini, yang sangat ingin bertemu dengan Nathan.
"Hei.. kalau jalan lihat-lihat" bentak seorang wanita pada Ayunda yang tidak sengaja menabraknya saat berbalik ingin menghampiri Nathan.
"Maaf Mbak, saya tidak sengaja" jawab Ayunda.
Wanita itu tidak mendengarkan permintaan maaf Ayunda, dia malah meminta pelayan toko untuk mengusir Ayunda. Pelayan tidak berani menjalankan perintahnya, karena dia tahu Ayunda datang dengan Nathan yang dihormati managernya dan dia yakin kalau Nathan orang penting.
"Ada apa?" tanya Nathan.
"Tidak ada apa-apa, anda pasti Pak Nathan. Saya Angel, anak pemilik toko ini" jawab Angel.
Nathan tidak memperdulikan ucapan Angel, dia berjalan mendekati Ayunda, karena yang ditanya olehnya adalah Ayunda bukan Angel.
"Maaf pak kalau gadis itu mengganggu, saya sudah menyuruh pelayan untuk mengantarnya keluar" Angel kembali berucap, yang mengira Nathan akan memarahi Ayunda.
Manager toko memberi kode agar Angel diam, namun wanita itu tidak menghiraukannya. Dia malah memojokkan Ayunda.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Nathan sambil mebelai wajah Ayunda.
"Yunda baik-baik aja Mas, tadi tidak sengaja menabrak Mbaknya" jawab Ayunda.
__ADS_1
"Hem.. tidak apa-apa" jawab Nathan mencubit gemas hidung Ayunda.
Angel terdiam melihatnya, dia melirik manager toko, ingin bertanya siapa gadis itu. Manager toko yang mengerti maksud lirikan Angel hanya mengangkat bahunya, seolah-olah dia tidak tahu ada hubungan apa antara Nathan dan Ayunda.
Angel tahu tentang Nathan yang dingin pada wanita dan sulit didekati. Dia melihat Nathan untuk pertama kali, saat dia menghadiri pesta pernikahan sahabatnya yang merupakan putri salah satu pemegang saham di Adhipramana Group, dia langsung jatuh cinta dan menginginkan Nathan menjadi kekasihnya.
Melihat Nathan yang bersikap lembut dan penuh kasih pada wanita, membuat Angel melihat sisi lain Nathan, dan itu membuatnya semakin yakin untuk mendapatkan Nathan.
"Mas Nathan udah selesai beli kado buat mama sama papa?" tanya Ayunda.
"Hemm" Nathan hanya berdehem, dia tidak mau banyak bicara didepan orang yang tidak dikenalnya, terlebih lagi orang itu seorang wanita.
"Kalau gitu sekarang gantian, Mas Nathan anterin Yunda beli kado"
Mendengar ucapan Ayunda, Angel mengira Ayunda adalah adik sepupu Nathan yang dia ketahui sangat dekat dengan Nathan. Apa lagi dia tidak pernah mendengar rumor Nathan memiliki kekasih.
"Maaf Mbak, saya tidak tahu kalau Mbaknya berkunjung bersama Pak Nathan" Angel meminta maaf pada Ayunda, dia ingin mencari perhatian Nathan dengan merendahkan dirinya.
"Salah saya Mbak, maaf saya berbalik mendadak, ternyata ada Mbak dibelakang saya" balas Ayunda.
Nathan tidak suka Ayunda merendah seperti itu, tapi dia tidak bisa melarang Ayunda di depan orang lain.
Manager menyerahkan sepasang jam pesanan Nathan dan dua buah jam yang dipilih Ayunda tanpa sepengetahuannya.
"Ayo" Nathan mengajak Ayunda keluar dari toko itu, tanpa melihat sedikitpun pada Angel. Hanya Ayunda yang mengangguk sebagai tanda pamit pada Angel sebelum dia ditarik Nathan.
Walau kecewa tidak bisa berkenalan dengan Nathan, Angel cukup senang, setidaknya di sudah menampakkan diri pada Nathan. Dia merasa masih memiliki harapan untuk mendapatkan Nathan, dia akan memanfaatkan Ayunda yang dikiranya sebagai sepupu, untuk mendekati Nathan orang yang dicintainya.
"Mau cari kado apa?" tanya Nathan pada Ayunda setelah mereka keluar dari toko.
"Hemmm, apa ya..." Ayunda pura-pura berpikir. "Ada ide Mas?" tanya Ayunda.
Nathan merangkul Ayunda, mengarahkannya ke toko perhiasan. "No, jangan perhiasan" tolak Ayunda.
Nathan tersenyum, Ayunda salah mengerti maksudnya. "Mas, kalau beli perhiasan hanya bisa buat Ibu Siska, tidak bisa buat Pak Robert" lanjut Ayunda protesnya.
__ADS_1
"Ada yang Mas cari disini" jawab Nathan santai dan Ayunda hanya bisa berucap "Oh" membalas ucapan Nathan.
...*******...