
Ayunda masih diruang opersai sejak jam enam pagi tadi, sudah empat jam berlalu tapi belum ada tanda-tanda operasi akan selesai, tidak ada satupun yang keluar dari ruangan itu baik dokter ataupun perawat yang bisa ditanya.
Menunggu adalah hal yang paling di benci Nathan, tapi itu tidak berlaku untuk menunggu Ayunda. Lima tahun menunggu kehadiran Ayunda dia bisa, lalu mengapa menunggu Ayunda yang hanya berapa jam dia harus menyerah?
"Duduk" suara Ibu Siska mengalihkan perhatian Nathan yang sedari tadi mondar mandir tidak jelas, sudah seperti setrikaan panas.
Akhirnya Nathan duduk mengikuti perintah mamanya. "Yang harusnya lebih tidak tenang itu Tante Miramu, sebagai ibu Ayunda, tapi kamu lihat" tunjuk Ibu Siska pada Mama Mira yang sedang duduk di ujung lorong rumah sakit, dia sengaja menjauh untuk menenangkan diri sambil meminum teh hangat yang baru saja dibuatnya "Dia duduk tenang dan berdoa" lanjut Ibu Siska.
"Aku hanya khawatir ma, mama tahu sendiri bagaimana perasaanku" jawab Nathan memelas dan terlihat manja.
"Iya, mama tahu sejak kecil kamu sudah menyukai Rara gadis kecil yang pintar dan mengemaskan" Ibu siska berkata sambil terkekeh lalu mengeluarkan senyum terindahnya sambil menginggat kelakuan Nathan setelah bertemu Ayunda.
Kini ingatan Nathan kembali saat dia bertemu Ayunda, setelah Ayunda pulang dari kediamannya, Nathan meminta pada papanya untuk mengajaknya kalau bertemu Om Richad. Permintaan Nathan dituruti Pak Robert, dia diajak mengunjungi kediaman Richad.
Nathan melihat Ayunda sedang bermain dengan kucing kesayangannya. "Siapa nama kucingnya Ra?" tanya Nathan yang mengejutkan Ayunda.
"Kakak yang baik" ucap Ayunda saat melihat siapa yang menyapanya. Nathan hanya tersenyum saat mendengar panggilan untuknya dari Ayunda.
Nathan hanya bisa bertemu Ayunda tiga kali setelah pertemuan pertama, dia harus menerima kenyataan kalau Ayunda pindah ke Jerman karena pekerjaan Om Richad.
Seiring berjalannya waktu, Nathan lupa dengan Ayunda, terlebih lagi saat dia memiliki kekasih, gadis tercantik yang ada disekolahnya. Sayangnya dia harus kecewa karena kekasihnya berselingkuh.
Nathan sakit hati karena dikhianati, dia jadi laki-laki yang dingin pada mahluk yang namanya wanita, terlebih lagi saat mengetahui perasaan Luna yang sebenarnya padanya.
Hatinya kembali tersentuh saat tanpa sengaja dia memeluk seorang gadis yang menabraknya, sayang sekali dia tidak sempat berkenalan dengan gadis itu, tapi dia berniat terus mencari dan harus bisa mendapatkan gadis itu.
Kehadiran Ayunda menginggatkannya pada gadis yang dipeluknya tanpa sengaja, terlebih saat Ayunda berada didekatnya, ada sesuatu kebahagian yang membucah didalam hatinya.
Saat menyadari Ayunda adalah gadis yang di carinya selama lima tahun ini, maka tidak akan dia sia-siakan dan lepaskan lagi. Kebahagiaannya kembali bertambah saat tahu Ayunda adalah Rara gadis kecil yang disukainya sejak dulu.
__ADS_1
"Apa mama tahu kalau Ayunda itu anaknya Om Richad?" tanya Nathan setelah sadar dari lamunannya.
"Papa yang tidak sengaja mengetahuinya saat membaca berkas lamaran yang sudah di berikan pihak HRD"
"Saat itu Pak Lukman bilang kalau berkas dan hasil tes Ayunda dan tiga orang lainya memenuhi semua persyaratan untuk di terima di perusahaan"
"Saat papamu membaca nama Om Richad di biodata Ayunda, tanpa melihat berkas yang lain papa menerima Ayunda langsung tanpa mengikuti tes seleksi tahap tiga" jelas Ibu Siska kronologi Ayunda diterima di perusahaan Adhipramana Group.
"Ma, bukanya Om Richad punya perusahaan? Kenapa bukan Ayunda yang mengurusnya?" tanya Nathan yang memang tidak tahu kalau perusahaan Om Richadnya di ambil alih adiknya dengan cara yang licik.
Ibu Siska akhirnya menjelaskan semua apa yang terjadi dengan perusahaan Richad dan bagai mana hidup Ayunda setelah kepergian papanya dan kehilangan perusahaan.
"Aku akan membantu Ayunda untuk mendapatkan kembali perusahaan Om Richad ma" ucap Nathan setelah mendengar cerita mamanya.
"Ma, mama sudah tahu keberadaan Ayunda sejak dia masuk ke perusahaan, kenapa tidak memberi tahuku?"
"Bukankah mama tahu aku pasti sangat senang bisa bertemu denganya lagi" tanya Nathan dengan semangat.
"Maksud mama?" tanya Nathan yang tidak mengerti maksud mamanya.
"Saat Ayunda diterima di perusahaan dia sudah memiliki kekasih, dan kekasihnya itu..." Ibu Siska menjeda ucapannya sambil melihat Nathan.
"Siapa kekasihnya ma?" tanya Nathan yang tidak sabar.
"Sepupumu Kevin"
Wajah Nathan seketika berubah tidak percaya "Nathan pernah mengajak Ayunda bertemu Kevin sebelum acara makan malam yang mama adakan" ucap Nathan memberi tahu mamanya.
"Tapi mereka seperti orang yang tidak pernah kenal sebelumnya" jelas Nathan.
__ADS_1
"Iya itu karena hubungan mereka sudah berakhir sesaat sebelum Ayunda kecelakaan" jelas Ibu Siska.
"Maksud mama?"
"Kevin yang mengakhiri hubungan mereka atas permintaan pamanmu, pamanmu berpikir kalau Ayunda hanya memanfaatkan kekayaan yang dimiliki Kevin dan mengancam Kevin akan mengakhiri hidup Ayunda kalau Kevin terus berhubungan dengan Ayunda" jelas Ibu Siska.
"Kevin masih mencintai Ayunda sampai saat ini. Tiga bulan setelah kecelakaan Ayunda, Kevin datang dan menceritakan semua yang terjadi pada mama dan papa. Saat itu dia kesulitan membiayai rumah sakit untuk Ayunda karena pamanmu"
"Dia datang meminta bantuan dan dengan senang hati papamu menanggung biaya rumah sakit Ayunda, karena Om Richad sangat banyak membantu untuk kemajuan perusahaan Adhipramana Group" ujar Ibu Siska.
"Kevin masa lalu Ayunda, kamu masa sekarang dan masa depan Ayunda" ucap Ibu Siska memberi semangat pada anaknya.
"Entahlah.... Ayunda belum pernah menjawab kalau dia mencintai Nathan ma" ucap Nathan lirih, walau dia terlihat memaksa Ayunda menerimanya, tetap saja dia ingin Ayunda benar-benar tulus mencintainya. Karena itu Nathan terus memberikan perhatiannya pada Ayunda, berharap gadis itu luluh dan benar-benar mencintainya, seperti cintanya pada Ayunda.
Apa kamu masih mencintai Kevin, Ayunda? pikir Nathan dalam hati. Tapi aku akan berusaha membuat kamu mencintaiku. Janji Nathan yang cukup senang saat ini, dia bisa berbicara banyak dengan mamanya, mengurus perusahaan membuat Nathan melewati waktu bersama mamanya.
Ditempat lain Alisa dan Dariel sedang berbincang di meja sekertaris milik Ayunda. Sementara Ayunda sakit, Alisalah yang diminta untuk menjadi sekertaris Nathan. Selain dia sahabat Ayunda, dia sudah cukup dekat dengan Nathan terlebih lagi dengan asisten Dariel.
"Nathan meminta aku mencari bukti yang kuat untuk bisa menuntut Luna atas kecelakaan Ayunda" jelas Dariel yang binggung, dengan cara apa dia membuktikannya, Luna sangat rapi melakukan kejahatannya, sehingga tidak ada celah untuk merujuk padanya.
"Ayunda meminta aku menyimpan sesuatu yang mungkin bisa membantu" jelas Alisa yang membuat mata Dariel yang sayu kini kembali bersinar.
"Sebentar" Alisa meminta Dariel menunggu.
Alisa mengambil tasnya lalu mengambil plastik yang disimpannya dengan baik. "Ini" Alisa menyerahkan pada Dariel.
"Suntikan?" Dariel menatap Alisa minta penjelasan.
Alisa menjelaskan pada Dariel seperti yang diceritakan Ayunda padanya. "Begitu ceritanya Ayunda, El"
__ADS_1
"Sulit di percaya Luna melakukan ini semua" Dariel menghemuskan nafas kasar.
...*******...