Love Me Please (Penyesalan suami kejam)

Love Me Please (Penyesalan suami kejam)
Kemarahan


__ADS_3

WARNING INI ADENGAN MENGERIKAN. SKIP KALAU TIDAK MAMPU BACA.......


Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Ramos menatap benci wanita yang tengah duduk dikursi dengan tangan dan kaki yang sengaja diikat. Wajah wanita itu sudah babak belur lebam dan membiru akibat tamparan dan pukulan yang dia layangkan.


"Hahahaha, ayolah Sayang. Kau harus sadar bahwa Rachel tidak akan pernah menerimamu kembali. Sebaiknya lupakan dia dan menikahlah denganku," ucap wanita itu tersenyum mengejek. Dia sama sekali tak merasa jera dengan luka diwajah dan ditubuh nya.


"Apa yang sudah kau lakukan Agnes? Apa yang sudah kau lakukan?" Bentak Ramos penuh amarah dia mencengkram dagu wanita itu dengan kasar.


"Arghhhhh," Agnes memberontak kesakitan. Namun dia tak bisa menepis tangan Ramos yang begitu kuat mencengkram dagu nya.


"Sakit Ramos, lepaskan aku," pekik Agnes.


"Aku takkan pernah melepaskan mu. Aku tidak akan pernah melepaskan mu Agnes. Kau sudah membuat wanita yang ku cintai cacat seumur hidup nya. Kau harus membayar semua yang sudah kau lakukan," bentak Ramos terdengar menggema di telinga Agnes.


"Hahahah," Agnes tertawaan garing. "Ayolah Ramos sejak kapan kau jatuh cinta pada wanita ****** itu? Bukankah dulu kau begitu membenci nya dan menyiksa nya seperti ini_"


PLAKKKKKKKKKKKKKKKK


Ramos menampar pipi Agnes dengan begitu kuat. Hingga bekas jarinya menempel dipipi wanita yang keadaan nya sudah terlihat menggemaskan itu.


"JAGA UCAPAN MU. INI SEMUA KARENA ULAHMU,"


Setelah melakukan penyelidikan oleh Heru dan anak buah Ramos ternyata Agnes yang menabrak Rachel. Ramos langsung memerintahkan Heru untuk menangkap Agnes serta menghancurkan keluarga Agnes.


Keluarga besar Agnes berdomisili di Beijing, China. Kedua orangtuanya bekerja di dunia politik dan sama-sama penjabat. Saudara nya yang lain juga bekerja sebagai publik figur dan ada juga yang pengusaha dan pembisnis ternama. Namun dalam hitungan menit dan detik keluarga itu hancur dan rata seperti tanah. Karier Agnes di dunia hiburan memang sudah lama lenyap karena ulah Ramos juga. Sekarang dia bukan hanya kehilangan karier nya tapi juga keluarga. Ayah dan Ibu nya terlibat korupsi yang menyeludupkan milyaran Yuan dan menyebabkan kerugian negara. Sedangkan yang lainnya terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba.


Hanya dalam satu malam Ramos berhasil membungkam kasus tersebut hingga ke publik. Keluarga Agnes yang memang memiliki pengaruh besar tentu akan menjadi guncingan masyarakat China.


"Aku akan menghancurkan mu Agnes," wajah Ramos penuh dengan amarah. Apalagi dia baru mendapat kabar bahwa istrinya buta, hal itu semakin membuat emosinya membuncah.


Agnes tertawa sinis. "Bukankah kau sudah menghancurkan ku Ramos? Menghancurkan ku semudah membalikan telapak tanganmu? Menghancurkan kehidupan keluarga ku yang sama sekali tak bersalah?" Ujar Agnes.


"Itu benar. Semua karena ulahmu," jawab Ramos.


"Jika aku tak bisa memiliki mu kembali. Rachel juga tidak bisa memiliki mu Ramos. Kau hanya milikku,"


Ramos tertawa garing. Tawanya menggema dan mengerikan apalagi ruangan penyekapan itu menjijikan. Ruangan yang berlantai kan tanah serta gelap dengan sedikit alat penerangan. Bau didalam nya juga menyengat seperti bau bangkai manusia.


"Kau bermimpi ingin kembali kepadaku Agnes? Kau lupa apa yang sudah kau lakukan pada Rachel dan padaku? Kau menghasut ku agar menyiksa istriku sendiri. Setelah nya kau berselingkuh dengan lelaki lain," Ramos tertawa mengejek.


Ramos tidak membawa kasus ini ke kepolisian. Dia ingin memberi Agnes pelajaran dan takkan mengampuni apa yang sudah dilakukan wanita itu pada istri nya.

__ADS_1


"Lepaskan aku Ramos. Lepaskan aku!" Agnes memberontak berusaha melepaskan ikatan kedua tangan dan kaki nya.


"Heru....."


Heru mendekat memberikan sebuah kapak besar pada Ramos.


"Ramos apa yang akan kau lakukan?" Agnes ketakutan saat melihat Ramos mengelus mata kapak itu dengan senyuman devil nya.


Mata Ramos memerah. Rahang mengeras dan tatapan nya mengerikan persis seperti Lucifer yang siap menerkam mangsanya.


"Ramos aku mohon jangan lakukan itu. Ampuni aku Ramos. Ampuni aku Ramos," Agnes menggeleng. Kursi yang dia duduki sambil bergeser karena kuatnya wanita itu memberontak.


"Heru........"


"Baik Tuan,"


Heru melepaskan ikatan ditangan dan kaki Rachel. Heru bergidik ngeri membayangkan apa yang akan dilakukan Ramos pada Agnes. Entahlah, Heru sebenarnya tidak siap melihat adengan itu tapi dia tidak bisa menghindar karena ini pekerjaan nya.


"Ramos apa yang akan kau lakukan?"


Agnes berjalan mundur menarik kaki nya. Seperti nya kaki Agnes patah karena Ramos menginjak kaki wanita itu hingga mengeluarkan suara. Tapi tetap saja Ramos mengikat Agnes kareja takut jika wanita ini kabur. Agnes adalah gadis licik yang memiliki ribuan cara untuk menghindari hukuman dari nya.


Ramos tersenyum devil sambil menyeret kapak itu. Tatapannya bagai iblis pencabut nyawa. Tatapan yang siap menjadikan Agnes salah satu penghuni neraka.


"Ramos aku mohon. Jangan," Agnes menangkupkan kedua tangannya didada dengan limbahan air mata.


"Kenapa aku tidak boleh melakukan nya? Bukankah ini yang kau lakukan pada Rachel?" Ujar Ramos tersenyum santai.


"Ak-ku m-minta ma-af R-amos," ucap Agnes gugup. Tubuhnya bergetar menahan takut. Dia sedang berada pada ujung kematian.


"Minta maaf? Hem, apa ucapan maafmu itu bisa membuat Rachel kembali melihat? Kurasa tidak!" Serunya.


Ramos berjongkok menyamakan tinggi nya dengan Agnes. Menyesal. Sangat menyesal, dulu pernah mencintai wanita ini dan menjadikan wanita ini sebagai belahan jiwanya.


Ramos menarik paksa tangan Agnes. Tak peduli dengan wanita itu yang memberontak.


"Heru....."


"Baik Tuan...."


Heru maju dan memegang tangan Agnes lalu membentangkan nya ditanah.


Ramos menarik kapaknya dan mengangkat kapak itu.

__ADS_1


TAK..


Dia memotong pergelangan tangan Agnes.


"Arghhhhhhhhhhhhh."


"Arghhhhhhhhhhhhh."


Teriakkan Agnes terdengar menggema dan menyeramkan. Darah mengalir seperti air mancur dari pergelangan tangannya.


"Tangan ini yang kau gunakan untuk mencelakai istriku." Ramos mengambil potongan tangan Agnes.


"Heru, masak tangan ini menjadi sup dan suruh dia memakannya." Ramos memberikan potongan tangan itu pada Agnes.


"Baik Tuan," Heru mengambil potongan itu dengan mangkok. Tubuh Heru terasa ngilu melihat potongan tangan Agnes.


"Tunggu Heru, masih ada satu lagi. Ambilkan aku pisau," Ramos tersenyum devil.


"Bunuh saja aku Ramos. Bunuh saja aku. Arghh. Arghh. Arghhhhh." Teriak Agnes.


"Kematian terlalu mudah untukmu," sahut Ramos kesenangan. Dia tersenyum penuh kemenangan ketika mendengar rintihan kesakitan dari Agnes.


"Ini Tuan,"


"Istriku tidak bisa melihat karenamu. Sebagai gantinya kau juga tidak akan bisa melihat dunia lagi."


Ramos menancapkan pisau itu ke mata Agnes dan mencongkel kedua mata wanita itu.


"Arghhhhhhhhhhhhh."


"Arghhhhhhhhhhhh."


"Arghhhhhhhhhhhh."


Agnes berguling-guling ditanah sambil dengan darah yang mengalir seperti air dibagian kedua matanya.


Ramos mengambil kedua bola mata Agnes lalu memberikan nya kepada Heru agar di masak.


"Heru, masukkan wanita itu kedalam sangkar. Aku tidak akan membunuhnya. Biarkan dia sekarat," tintah Ramos sambil melempar kapak dan pisau ditangannya kesembarangan arah.


"Baik Tuan,"


Ramos menatap Agnes tanpa belas kasihan. Teriakkan kesakitan wanita itu seperti sedang disiksa oleh panasnya api mereka.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2