
Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡
"Nama kamu siapa?" tanya Choky sambil melihat CV gadis itu
"Chika Putri Atmaja, Tuan," jawab Chika
"Usia kamu berapa?"
"19 tahun Tuan," jawab Chika lagi.
"Tujuan kamu bekerja disini apa?"
"Mencari uang," jawab Chika jujur
Choky mendelik saat gadis itu mengatakan bekerja disini mencari uang. Semua orang juga tahu kalau bekerja ya mencari uang.
"Saya tahu kamu bekerja memang mencari uang," ketus Choky. "Maksud saya apakah ada motivasi lain kenapa kamu memilih melamar di perusahaan saya padahal usia kamu masih muda? Atau jangan-jangan kamu ini anak SMA yang sedang kabur dari rumah?" tebak Choky.
Chika mendelik. Kenapa Choky bisa menebak kalau dia kabur dari rumah?
"Hiks hiks, saya orang susah Tuan. Motivasi saya bekerja hanya mencari uang. Kalau tidak mencari uang saya mau makan apa," Chika mengusap air matanya yang tidak jatuh sama sekali. "Saya sedang cuti kuliah Tuan, karena tidak mampu bayar uang semester," menjawab sesedih mungkin.
Choky menatap Chika curiga. Dilihat dari merk-merk pakaian yang gadis ini pakai, terlihat seperti orang kaya. Tapi kenapa dia malah mengatakan bahwa dirinya orang susah?
"Ehem, baiklah. Saya mau kamu isi semua soal ini," Choky meletakkan dua lembar kertas didepan Chika.
Chika menatap kertas itu, dia mendelik melihat soal ulangan fisika, kimia dan matematika, pelajaran horor yang begitu menakutkan.
"Tuan, yang benar saja. Saya ini mau interview kerja. Kenapa malah disuruh kerjakan ulangan matematika?" protes Chika. Padahal itu alasan karena dia tidak bisa menjawab nya.
"Kamu tidak bisa?" Choky melipat kedua tangannya didada. "Ya sudah kamu tidak saya terima_"
"Ehhh tunggu Tuan. Saya bisa," secepatnya ia menarik kertas diatas meja itu sebelum Choky menyimpannya kembali.
"Kerjakan. Dalam waktu dua puluh menit," sambil melirik arloji yang melingkar ditangannya.
"Tuan mana bi_"
"Tinggal 19 menit," potong Choky.
__ADS_1
Chika mendengus kesal. Gadis itu mengambil bolpoin dan mengerjakan tugas yang diberikan Choky. Ini sama saja seperti ujian yang paling dia benci. Dan nilai ulangan nya selalu saja rendah dan masuk kelas remidial. Apalagi ini hanya dikerjakan dalam waktu dua puluh menit. Chika rasa malaikat sorga pun takkan bisa menjawab nya.
"Tinggal 10 menit," ucap Choky.
"Sabar Tuan," ketus Chika. Ia mengerjakan nya sambil dengan mulut yang mengomel.
"Kerjakan dengan baik. Jangan banyak protes," tegur Choky.
Josh tersenyum melihat Chika yang kalang kabut. Seperti nya gadis ini menyenangkan. Meski terlihat keras kepala dan susah diatur.
'Ayo Chika semangat. Kamu harus bisa kerjakan soal-soal mematikan ini, demi kelangsungan hidupmu,' ucapnya dalam hati.
"Tinggal 5 menit,"
"Satu... Dua.. Ti_"
"Selesai Tuan," Chika langsung menyedorkan kertasnya.
Choky menatap tak percaya. Ia memincingkan matanya curiga. Jangan sampai gadis ini asal isi seperti yang sudah-sudah.
Kenapa Choky memberikan soal hitung-hitungan? Karena ia butuh sekretaris yang lancar dalam menghitung cepat. Ia butuh yang cekatan dan pintar. Meski soal yang ia berikan tak berhubungan dengan angka uang. Namun sebagian besar mengarah ke soal hirarki yang sering muncul di kehidupan sehari-hari.
"Hem, boleh juga," ucapnya pelan.
"Kalau misalnya kamu saya terima. Kamu mau gaji berapa?" tanya Choky sambil meletakkan kertas bekas pekerjaan Chika.
"Sebentar Tuan," Chika mengambil ponselnya.
"Kamu sedang apa?" kening Choky berkerut saat melihat gadis itu tampak sibuk dengan ponselnya dan membuka kalkulator.
"Sedang hitung-hitungan Tuan," jawab Chika tanpa melihat Choky. "Bayar kost dua juta. Biaya makan tiga juta. Kebutuhan lain-lain lima juta. Uang semester satu juta. Ongkos berangkat kerja satu bulan dua juta jadi totalnya tiga belas juta," seru nya.
"Saya mau gaji saya tiga belas juta Tuan," jawab Chika tersenyum. Uang tiga belas juta itu bukan uang banyak. Dulu saja ia memiliki kartu hitam, kartu tanpa batas yang bisa beli apa saja.
Choky mendelik. Baru masuk saja sudah negosiasi gaji sebesar itu. Sementara Chika belum mendapat gelar, masih status mahasiswa.
Choky menatap Chika licik. Seperti nya dia punya rencana untuk mengerjai gadis ini.
"Okey kamu saya terima," sahut Choky.
__ADS_1
"Yesss," gadis itu bersorak gembira. "Terima kasih Tuan Tampan, tapi sudah tua. Ehh maaf kecoblosan," gadis itu cenggesan sambil menepuk bibirnya.
"Apa kamu bilang?" hardik Choky. "Kamu bilang saya tua?" marahnya menatap Chika tajam.
"Astaga Tuan, bikin kaget saja. Untung saya tidak gantungan ehh salah jantungan maksudnya," lagi-lagi ia menepuk bibirnya. "Saya salah ucapkan Tuan, maksudnya terima kasih Tuan Tampan yang baik hati," puji Chika. Puji-pujilah lelaki didepannya ini yang sebentar lagi menjadi boss nya asal dia diterima bekerja saja.
"Saya memang tampan," ucap Choky percaya diri sambil memperbaiki dasi nya yang sedikit bergeser. Entah kenapa ia bahagia saat gadis kecil itu mengatakan dirinya tampan.
Chika rasanya mau muntah mendengar ucapan Choky. Ia akui Choky tampan tapi sudah tua.
"Saya sanggup memberikan kamu gaji besar. Dengan satu syarat. Kamu harus mengurus semua keperluan pribadi saya. Seperti jam makan siang. Sarapan pagi. Dan selalu siap sedia kapan saja saya butuhkan selama dua puluh empat jam. Tidak ada hari libur kecuali hari Minggu. Tanggal merah masuk seperti biasa," jelas Choky. Karena Josh akan ia alihkan ke perusahaan cabang miliknya yang terletak di Bandung. Jadi ia butuh sekretaris sekaligus asisten yang bisa merangkap semua pekerjaan nya.
"Tuan yang benar saja sa_"
"Kalau kamu protes. Saya batalkan kontrak kamu," potong Choky.
"Ehhh iya tidak jadi," Chika cenggesan.
Gadis itu sudah berpikir kuat. Bagaimana ia bisa kuliah kalau bekerja saja tidak ada libur? Bisa-bisa badannya remuk redam nanti.
"Tuan bolehkah saya melakukan penawaran unt_"
"Tidak bisa," putus Choky. "Besok kamu sudah boleh masuk. Datang lebih pagi. Jangan lupa bawa sarapan pagi untuk saya," final Choky.
"Josh berikan daftar makanan ku pada nya," Choky berdiri dari tempatnya
"Baik Tuan," sahut Josh.
"Dan kamu_"
"Chika Tuan," secepatnya gadis itu mengucapkan namanya supaya Choky tidak lagi memanggilnya dengan panggilan kamu.
"Ck, saya juga tahu nama kamu Chika," ketus Choky kesal. "Kamu, catat baik-baik semua peraturan bekerja di perusahaan ini. Kalau satu saja kamu melanggarnya, gaji kamu saya potong dan kamu akan saya lempar ke planet Pluto," ancam Choky.
Chika mendelik. Ada-ada saja Boss nya itu.
"Baik Tuan," sahut Chika malas.
Choky keluar dari ruangan. Acara interview susah selesai. Waktunya ia kembali ke ruangannya. Untung saja Chicha tidak menganggu nya hari ini, sehingga mood nya baik-baik saja.
__ADS_1
Bersambung.....