Love Me Please (Penyesalan suami kejam)

Love Me Please (Penyesalan suami kejam)
Operasi


__ADS_3

Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Disebuah ruang operasi, tampak Sandy dan beberapa perawat lain tengah sibuk dengan alat-alat medis ditangannya.


Ada empat brangkar didalam ruangan operasi itu. Masing-masing ada penghuninya.


"Kasa,"


"Gunting,"


"Kapas,"


Pintanya pada beberapa perawat yang bertugas membantu berjalannya operasi itu.


Hari ini adalah dimana Ramos dan Rachel melakukan operasi secara bersamaan. Ramos operasi Korea mata atau transplantasi mata. Sedangkan Rachel operasi transplantasi ginjal dari Nirmala.


Kedua pasangan itu tengah berjuang diantara hidup dan kematian. Berharap kali ini bahagia menghampiri setelah berbagai macam penyakit itu hilang dari tubuh keduanya.


Ramos, harapannya untuk melihat begitu tinggi. Dia ingin melihat istri dan anak-anak nya tumbuh dan hidup bahagia. Dia ingin menjadi pelindung bagi orang-orang yang dia cintai itu. Semoga kali ini bahagia berpihak padanya. Semoga kali ini takdir tak mempermainkan hidupnya lagi. Jujur dia lelah hidup dalam penderitaan seperti ini. Dia ingin seperti lelaki lainnya yang bahagia bersama pasangannya.


"Dok, pasien kekurangan banyak darah," lapor salah satu perawat.


"Cepat sambungkan transfusi darah," tintah Sandy.


"Baik Dok,"


Tangan Ramos dan Rachel saling menggenggam untuk saling menguatkan. Karena genggaman hangat ini dapat membangunkan dari tidur yang panjang. Semoga saja keduanya kembali kedunia nyata dalam keadaan sehat tanpa kekurangan satu pun dari anggota tubuhnya.


"Dok, jantung pasien mulai melemah,"


"Tambahkan tekanan,"


Seketika tangan Ramos dan Rachel terlepas. Entahlah apa yang terjadi pada kedua orang itu.

__ADS_1


"Rachel," gumam Sandy.


"Cepat tambahkan tekanan nya," perintah Sandy.


"Baik Dok," sahut salah satunya.


Rachel kekurangan banyak darah, selama ini dirinya mengalami hipotensi dan kurang minum. Apalagi disebabkan oleh dehidrasi dan depresi akut selama dirinya buta.


"Rachel, bertahan. Kumohon bertahan. Sebentar lagi suami mu akan melihat. Apa kau lupa janji nya? Kau harus orang pertama yang dia lihat saat matanya terbuka nanti. Bertahan Rachel," ucap Sandy. Keringat mengucur didahi Sandy sambil menekan-nekan alat itu dibagian dada Rachel.


Wajah Rachel tampak pucat. Wanita itu terlalu banyak goncangan. Apalagi baru saja sang Ibu meninggalkan dia untuk selama-lamanya. Padahal mereka baru bertemu tapi sudah harus dipisahkan oleh kematian yang meninggalkan luka.


"Pindahkan Ramos ke ruangan lain," perintah Sandy.


"Baik Dok,"


Tit tit tit tit tit tit tit


"Rachel bertahan. Aku mohon. Jangan menyerah Rachel. Kau pasti bisa," tanpa sadar air mata Sandy menetes ketakutan. Apalagi kinerja jantung Rachel mulai melemah.


Diluar ruangan tampak Choky tengah memangku Gerra yang menangis. Gilbert dan Gerald menempel pada Rayyan. Keduanya tampak menangis sambil memeluk Uncle yang sering mereka kerjai itu.


"Ck, kalian jangan menangis terus. Membuat baju Uncle basah saja," gerutu Rayyan.


"Hiks hiks Uncle," renggek Gerald.


Gilbert menangis dalam diam sambil memeluk Rayyan. Hati seorang anak rapuh seperti nya tak bisa disembunyikan didepan orang-orang. Dia adalah anak yang sedang ketakutan saat kedua orangtuanya tengah berjuang melawan kematian.


Benedicto terduduk sambil menunduk. Istri yang paling dia cintai telah meninggalkan da untuk selamanya. Putri semata wayangnya tengah berjuang diruang operasi melawan kematian. Dan jiwanya remuk redam menerima kenyataan pahit yang membuat jantungnya seolah berhenti berdetak.


Maria menangis dipelukkan suaminya. Jiwa keibuan nya tertantang saat melihat putra dan menantu nya terbaring tak berdaya di ruangan operasi.


Ada Morres dan Lewi juga yang selalu setia menemani. Keduanya ikut prihatin melihat kondisi Ramos dan Rachel. Semoga operasi nya berjalan lancar dan keduanya bisa berkumpul kembali dengan anggota keluarga.

__ADS_1


"Hiks Daddy. Mommy. Hiks hiks jangan tinggalin Gella," gadis kecil itu menangis didalam gendongan Choky.


Choky hanya memberi kekuatan lewat usapan tangannya. Sejujurnya dia pun rapuh juga tapi apa boleh buat dan apalah daya nya dia hanya bisa berserah sepenuh nya kepada sang pencipta atas hidup segala manusia yang ada dibumi.


'Rachel, semoga kau baik-baik saja. Semoga kau bisa kembali pulih seperti dulu. Walau sepenuh nya hati Mas tak bisa memiliki mu. Tapi Mas bahagia jika kau dan Ramos bahagia. Bagi Mas kebahagiaan mu jauh lebih penting dari pada kebahagiaan Mas,' batin Choky.


Setulus itu cinta Choky pada Rachel. Namun, Choky tak mungkin memaksa perasaan Rachel padanya. Dia lebih baik sadar diri dari pada berimajinasi tinggi. Jika memang hati Rachel berpaut padanya sudah lama wanita itu jatuh cinta padanya. Namun, lihatlah apapun yang dia lakukan takkan bisa membuat hati Rachel menjadi miliknya.


Bagi Choky kebahagiaan Rachel adalah hal paling penting dalam hidupnya. Bahkan dia rela melakukan apa saja hanya demi Rachel, rela tidak bahagia asal wanita itu bahagia, rela berkorban demi kebaikan Rachel dan anak-anak nya.


"Ramos. Rachel," lirih Maria. "Kalian harus bertahan demi anak-anak kalian. Kalian harus bangun kembali demi mereka. Kalian pasti bisa melewati semua ini," ucapnya sambil menangis segugukan di pelukkan Ozawa.


"Kita harus kuat Sayang. Kita berdoa yang terbaik untuk Ramos dan Rachel. Mereka adalah orang tua yang hebat. Mereka pasti bisa melewati semua ini," ucap Ozawa menguatkan istrinya. Padahal dia juga nyatanya rapuh.


Sedangkan Benedicto memejamkan matanya sambil bersandar di dinding. Takkan sanggup jika Rachel ikut pergi meninggalkannya. Rachel adalah harta miliknya yang paling berharga dan satu-satunya yang di miliki oleh Benedicto.


"Bertahanlah Nak, Ayah hanya memiliki mu didunia ini. Jangan pergi tinggalkan Ayah. Jika kau juga pergi, maka Ayah juga akan pergi bersamamu. Ayah takkan sanggup hidup sendirian. Ayah takkan bisa Rachel," gumam Benedicto mengusap air matanya.


Semua orang yang menunggu tampak bersedih. Wajah mereka menunjukkan ekspresi yang sama, tegang dan sedih. Semua orang berharap jika operasi pasangan suami istri itu berjalan dengan lancar sehingga mereka bisa berkumpul kembali.


Suara Isak tangis terdengar menggema. Gilbert, Gerald dan Gerra saling bersahutan satu sama lain. Ketiga anak kembar itu menangis segugukan dipelukkan Choky dan Rayyan.


Rayyan mendengus kesal saat baju nya basah karena kedua anak kembar itu.


"Ck, berhenti menangis," ketus Rayyan kesal. "Kalian itu laki-laki harus kuat. Harus tahan banting, seperti Uncle. Lihat Uncle mana pernah menangis. Menangis itu hanya untuk orang yang cenggeng," celetuk Rayyan.


Ozawa menatap putranya tajam karena Rayyan bicara begitu keras. Sontak saja lelaki itu langsung kikuk dan menelan salivanya susah payah.


"Hiks hiks Uncle, bisakah kau diam? Suara mu membuatku semakin ingin menangis," ucap Gerald sambil menangis.


Rayyan memutar bola matanya malas. Lelaki itu tak sedih sama sekali karena dia tahu jika Ramos dan Rachel bisa melewati ini bersama-sama. Bahwasanya cinta sejati akan berpulang pada tempatnya. Begitu juga dengan Ramos dan Rachel, mereka pasti akan baik-baik saja selama cinta itu saling menguatkan untuk bertahan


**Bersambung.......**

__ADS_1


__ADS_2