Love Me Please (Penyesalan suami kejam)

Love Me Please (Penyesalan suami kejam)
Lelaki yang masih patah hati


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Ini tentang sebuah penyesalan. Ini tentang seorang laki-laki yang tengah patah hati. Tentang laki-laki yang lambat menyadari perasaan nya. Tentang laki-laki yang akhirnya terluka karena ego dan kekejaman hatinya. Tentang laki-laki yang tengah menyesali segala perbuatannya dimasa lalu.


Dia pikir setelah berpisah dengan istri yang dia sia-siakan semua akan baik-baik saja. Hidupnya akan berjalan seperti biasa. Dia bisa membangun istana cinta sang kekasih. Namun kenyataan malah terjadi sebaliknya. Kehilangan ternyata tak sebercanda ini. Kehilangan seorang membuat dirinya hilang kesadaran untuk sesuatu yang telah hilang.


Dia berharap ada seseorang yang membawa nya pergi, menemui sang istri. Dia berharap Tuhan mengabulkan satu permintaan sederhana nya. Dia akan melakukan segala cara hanya untuk mengembalikan istrinya dan meminta maaf kepada wanita itu.


Dadanya selalu dihantam dengan sebuah perasaan bersalah yang selalu menyiksa nya. Perasaan yang membunuh segala rasa didalam dadanya. Perasaan yang takkan bisa mengembalikan sesuatu yang sudah pergi.


Dia tak mengerti mengapa orang-orang hanya menyebutnya sebagai patah hati karena ketika dia bangun dia merasa tubuhnya rusak terpatah-patah.


"Rachel." Satu nama yang selalu melekat didalam hatinya.


"Apa kabarmu dan anak kita disana?" Dia menatap langit malam penuh bintang "Bolehkah aku bertemu dengan nya nanti, sekali saja. Aku ingin melihat wajahnya?" Lirihnya.


Dibawah langit berbintang, lelaki itu meratapi nasib hidupnya. Setiap hari dia merasakan patah hati. Merasakan jiwanya dihempaskan oleh segala keadaan yang memaksa nya untuk ikhlas disaat hatinya sudah jatuh cinta pada orang yang tepat.


"Aku adalah lelaki yang bodoh. Aku lelaki berdosa dan kejam. Aku telah membuatmu hidup dalam kesusahan. Maafkan aku Rachel."


Kata maaf adalah kata yang tak pernah bosan dia ucapkan setiap saat, seolah kata itu sebagai penguatnya dalam menjalani hidup. Tapi kenyataannya dia adalah lelaki yang tengah patah hati hebat karena kepergian seseorang yang sudah dia sia-siakan.


"Apa saat ini kau melihat bintang, Rachel. Seperti yang aku lakukan?" Lelaki itu tersenyum kecut "Aku terlalu berharap ya? Padahal aku tahu, kau pasti sekarang sudah sangat membenciku. Pasti kau menyesal karena sudah menikah denganku. Aku tahu itu. Sekarang hidupku sama sekali tak berharga. Tak berarti. Aku lelah Rachel. Aku lelah menunggumu. Aku lelah menanggung rindu ini." Pria itu memejamkan matanya.


"Setiap kali aku berusaha melupakan bayang-bayang mu, kau malah selalu muncul menghantui pikiran ku. Setiap kali aku ingin melangkah dan melanjutkan hidupku seperti biasa. Hatiku selalu saja mengatakan jika kau akan kembali kedalam pelukku." Pria itu memegang dadanya "Dadaku sakit Rachel. Dadaku sesak. Setiap kali mengingat air mata yang menetes dipipi mu, aku bisa melihat neraka ku disana." Air matanya luruh lagi.


"Rachel. Jangan siksa aku dengan rindu berat ini. Menyesal bukan perkara yang mudah. Ini sungguh menyiksa ku." Gumamnya.


Ramos menyeka air matanya. Dia berdiri dari duduknya. Saat ini dia sedang berada di kediaman kedua orangtuanya karena Maria yang sedang kurang sehat.

__ADS_1


Sejak kepergian Rachel, Maria sering sakit-sakitan dan tubuhnya rentan terhadap rasa sakit. Dia terus mendesak agar mencari menantu kesayangan nya itu. Namun tetap saja takdir tak berpihak padanya untuk mengembalikan Rachel kembali menjadi menantunya.


"Merenungi seseorang yang sudah pergi itu percuma." Rayyan duduk dibangku samping Ramos.


"Menangis pun percuma dia takkan kembali." Pria tersenyum mengejek pada Kakaknya.


Ramos duduk kembali. Dia tak merespon apa yang diucapkan Rayyan.


"Menyesal takkan bisa mengembalikan yang pergi datang kembali." Rayyan melirik Kakaknya "Dari awal aku sudah katakan Kak bahwa kau akan menyesal setelah Rachel pergi dan sekarang kau menunggu pun percuma dia takkan kembali Kak." Sambung Ramos.


"Walaupun aku marah, kecewa dan membencimu tapi sungguh aku tidak tega melihat mu seperti ini setiap hari." Rayyan menatap Ramos "Berhenti menunggunya Kak. Kau takkan bisa memiliki nya lagi. Percaya padaku, bahwa Rachel sudah membencimu. Tak peduli kau menangis darah sekali pun, dia takkan memaafkan mu Kak. Lupakan Rachel dan lanjutkan hidup Kakak."


Deg


Ramos melangkah masuk kedalam kamarnya dengan wajah sendu dan sedih. Melupakan Rachel. Menghapus istrinya dari hidupnya. Apakah Ramos bisa? Apakah Ramos sanggup? Apakah dia mampu.


Ramos menghampiri ranjangnya. Seperti biasa diatas ranjang akan ada salah satu potongan baju Rachel yang selalu dia peluk dan cium sebelum tidur.


Pria itu meringguk sambil memeluk baju istrinya. Baju yang sempat dia koyak kala itu. Setidaknya memeluk baju ini bisa sedikit mengobati segala rindu yang membelenggu dadanya.


.


.


.


.


Rayyan tersenyum smirk melihat punggung Ramos yang meninggalkan nya. Senyumannya licik.

__ADS_1


"Kak Ramos, Kak Ramos. Sampai kau menjadi orang gila pun Rachel takkan mau kembali padamu. Turut berdukacita Kak. Semoga kau menyesal seumur hidup dan aku yang akan menggantikan mu menjadi suami dari Rachel Maryam."


Rayyan berjalan masuk kedalam rumahnya. Mansion ini memang mewah dan besar. Ini Mansion keluarga. Dimana keluarga besar nya akan berkumpul jika ada acara atau hari-hari besar.


"Win, keruangan ku."


"Baik Tuan."


Herwin mengekor Rayyan dari belakang, ikut masuk kedalam ruangan Boss nya itu.


Rayyan duduk dikursi kebesaran sambil menghela nafas panjang. Pria ini memang jarang masuk kantor dan lebih sering mengerjakan segalanya dirumah saja.


"Bagaimana Win? Apa ada informasi tentang wanitaku itu?" Rayyan tersenyum simpul saat mengingat wajah Rachel. Di pertemuan pertama saja dia sudah tertarik dengan wanita itu. Sederhana dan baik hati


"Belum ada informasi Tuan." Herwin menghela nafas panjang "Saya semakin yakin jika Nona Rachel disembunyikan oleh seseorang yang memiliki kuasa melebihi anda Tuan karena semua akses informasi seolah tertutup dan sulit untuk bisa melacak keberadaan Nona Rachel." Jawab Herwin


"Hem menurutmu siapa?" Tanya Rayyan sambil memainkan kuku-kuku jarinya


"Choky Andriano Alexander, Tuan." Jawab Herwin.


"Choky Andriano Alexander?" Ulang Rayyan sekali lagi "Sebenarnya siapa laki-laki itu? Kekuasaan apa yang dia miliki?" Tanya Rayyan penasaran.


"Tuan Choky adalah pewaris tunggal keluarga Alexander, Tuan. Dia tidak hanya memiliki pengaruh didunia bisnis tapi dia juga memiliki banyak relasi dan jaringan diberbagai negara."


"Apa dia pemilik Alexander Group?"


"Iya Tuan benar. Selama ini dia menyamar menjadi koki disebuah restorant demi melindungi Nona Rachel." Jelas Herwin.


Rayyan tersenyum smirk "Menarik. Seorang pewaris tunggal Alexander Group, melindungi gadis sederhana seperti Rachel. Aku yakin jika Choky memiliki sesuatu yang ada pada diri Rachel." Ujar Rayyan.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2