Love Me Please (Penyesalan suami kejam)

Love Me Please (Penyesalan suami kejam)
Belum berakhir


__ADS_3

Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Setelah memeriksa semua belanjaan yang kurang di Apartement. Rachel memilih keluar sebentar sebelum suaminya pulang. Dia akan memakai uang tabungannya untuk belanja kebutuhan dapur, meskipun ada blackcard yang diberikan suaminya.


Rachel memesan taksi online untuk menuju supermarket. Sudah lama sekali rasanya dia tidak menikmati udara segar diluar.


Rachel pun belanja bahan-bahan dapur dan kebutuhan hidupnya, dengan rincian yang sudah dibuatnya. Rachel memang ahli dalam keuangan dia sangat pandai dalam hal keuangan tidak heran memang dia memiliki kemampuan untuk berbisnis.


Setelah selesai belanja, Rachel langsung melangkah cepat menuju Apartement dia tidak ingin suaminya datang duluan.


“Arghh." Rachel menahan rasa sakit diperutnya. Bekas operasinya yang lalu masih terasa begitu sakit.


“Argggh sakit sekali." Rachel terduduk di troator jalan sambil memegang perutnya yang teras begitu perih.


Nafasnya memburu, dan pandangannya mulai kabur.


Brughhhhhhhhhhhhhhhhhhhh


Rachel terjatuh pingsan dalam pelukkan seseorang.


“Rachel." Pria itu adalah Sandy.


Sandy langsung menggendong Rachel untuk masuk kedalam mobil, dia langsung mempercepat kelajuan mobilnya dan sesekali melihat kearah gadis itu yang terbaring tak berdaya.


“Apa yang terjadi Ravhel?" Gumam Sandy


"Aku mencarimu? Apa yang terjadi kenapa dengan rambut mu dan kenapa kau kurus sekali?" Sandy melirik Rachel yang terpejam disampingnya "Kau akan baik-baik saja selama bersamaku Rachel. Aku berjanji." Gumamnya


Sampai dirumah sakit, Sandy langsung mengeluarkan Rachel dari dalam mobil dengan buru-buru dia langsung memasuki ruang UGD


“Cepat siapkan ruang operasi!!" Tintahnya


“Baik Dok." Sahut para perawat langsung menyiapkan ruang operasi.


Sandy menggendong dan membawa Rachel masuk kedalam ruang operasi


Rachel pun langsung mendapatkan penanganan dari Sandy dan tim medis lainnya. Wajahnya pucat tanpa darah.


“Sepertinya terjadi infeksi diginjalnya Dok. Karena efek operasi itu menyebabkan ginjal yang satu nya tertumpuk gumpalan darah." Jelas Dokter yang satunya.


“Iya benar Dokter. Kita harus segera mengambil tindakkan jika tidak nyawa pasien akan bahaya." Sahut Dokter yang satunya lagi.


“Baik lakukan sekarang”. Perintah Sandy.


Rachel pun segera melakukan tindakkan operasi untuk membuang gumpalan darah dalam ginjalnya yang tersisa satu itu.


Operasi dilakukan selama dua jam dan Kimara segera dipindahkan keruang rawat inap.


Sandy memandang sendu wajah wanita yang sangat mirip dengan wanita yang dia cintai. Dia tidak menyangka bahwa takdir akan mempertemukan mereka lagi. Setelah sekian lama dia menanti dan mencari akhirnya dia bisa menemukan Rachel.


Rachel dipindahkan keruangan rawat inap sesuai dengan perintah Sandy. Sandy masih menatap gadis itu. Perasaan nya sulit dijelaskan. Hatinya masih bertanya-tanya apa sebenarnya yang terjadi dengan gadis ini?

__ADS_1


Rachel membuka matanya perlahan. Bius yang diberikan Sandy adalah bius setengah sadar sehingga efek kesadaran nya pun tidak terlalu lama.


“M-mas San-dy." Lirih Rachel "A-aku di-mana Mas?" Dia menelusuri ruangan yang begitu asing dengan nya.


“Rachel kau sudah bangun?”. Senyum Sandy dengan mata berkaca-kaca. Tak dia pungkiri bahwa dia merindukan gadis ini.


“Ak-u ada dimana Mas?”. Tanya Rachel mencoba duduk namun dicegah Sandy


“Kau ada dirumah sakit Rachel”. Jawab Sandy lembut "Jangan banyak bergerak. Kau belum pulih." Ucap Sandy


“Mas Ramos." Rachel langsung teringat pada suaminya


“Mas jam berapa?” Rachel berusaha mengumpulkan tenaganya kembali


“Jam 7 malam." Sahut Sandy


“APA?”Tanya Rachel terkejut.


“Aku harus kembali”. Ucap Rachelmemaksa dirinya untuk bangun.


“Kau mau kemana Hel?” Tanya Sandy khawatir dan panik gadis ini baru selesai operasi.


“Aku harus kembali Mas." Sahut Rachel turun dari ranjang.


“Jangan Rachel, kau belum pulih." Cegah Sandy


“Tidak Mas, aku harus pulang." Ucap Rachel sambil memegang perut nya.


“Mas aku harus kembali, dia pasti akan marah padaku”. Rachel berjalan pelan. Sandy seperti sudah kehabisan cara untuk mencegah gadis ini .


“Baik, aku antar kamu pulang." Tawar Dokter Sandy


“Tidak Mas, aku harus pulang sendiri”. Rachel tetap bersikeras. Sandy tidak bisa berbuat apa-apa.


“Mas, bisa pesankan aku taksi online”. Pinta Rachel sambil masih memegang bagian perutnya yang terasa perih.


“Iya Rachel." Dengan tangan bergetar dan rasa panic serta khawatir Sandy terpaksa mengikuti keinginan Rachel


Rachel masuk kedalam mobil taksi yang dipesan oleh Sandy. Gadis itu menyenderkan punggungnya sambil menahan sakit yang luar biasa serta berharap suaminya belum pulang.


“Ahh bodoh sekali kau Son, kenapa kau membiarkannya pergi?" Umpat Sandy mengacak rambutnya frustasi.


Sampai di Apartement, Rachel langsung turun dari taksi. Dia sudah melihat mobil suaminya terparkir dibagasi. Dengan langkah pelan dia menuju pintu lift sambil memegang perut bekas operasinya.


Badan gadis itu bergetar hebat. Bersiap-siaplah akan menerima amukan dari suaminya.


Tok tok tok tok tok tok


Rachel mengetuk pintu beberapa kali. Wajahnya sudah pucat fasih serta keringat yang membasahi pipi nya.


Cekrekkkkkkkkkkkkkk

__ADS_1


Pintu terbuka. Seorang pria tampan sudah berdiri dengan melipat kedua tangannya dengan tatapan tajam.


“Mas." Suara lemas Rachel wajahnya sangat pucat bak mayat hidup, badannya bergetar hebat selain rasa takut juga menahan rasa sakit dari luka bekas operasi beberapa jam yang lalu.


“Dari mana saja kau?” Bentak nya dengan nada meninggi. Matanya menatap kebencian pada gadis itu.


“Maaf Mas tadi aku keluar sebentar dan belanja”. Ucap Rachel sambil menahan nafasnya yang mulai sesak, dia bahkan tak menyembunyikan lagi wajah sakitnya sambil memegang perutnya.


“Benarkah? Mana belanjaanmu?" Tanya Ramos menyelidik.


Rachel terdiam dia juga tidak tahu dimana belanjaan dan tas nya tadi karena ketika bangun dia sudah dirumah sakit.


“Maaf Kak." Ucap Rachel menunduk dan dia tidak tahu harus melakukan apa lagi supaya suaminya percaya padanya.


“Kau sudah berani membohongiku." Sentak Ramos langsung menarik kasar pergelangan tangan Rachel.


Rachel mengigit bibirnya menahan sakit diperutnya, butiran bening lolos terjatuh dipipinya.


Plakkkkkkkkkkkk


Tamparan mendarat dipipi Rachel dan meninggalkan kemerahan disana dengan bentuk jari.


“Dasar wanita tidak tahu diri. Berapa kali aku harus mengatakan padamu, jangan pernah keluar dari Apartement ini tanpa seizinku. Apa kau sengaja mempertontonkan wajah jelekmu itu biar semua orang tahu jika kau istri dari Ramos Horta Ozawa, hah?" Tarik Ramos begitu kasar sambil menarik Rachel menuju kamar kamar mandi.


“Mas." Jerit Rachel wajahnya sudah pucat. Luka bekas operasinya mengeluarkan darah dibalik perban yang tebal.


“Kau memang pantas disebut perempuan ****** yang tidak tahu diri”. Tatapan Ramos dengan penuh kebencian.


"Arghhh, Mas sakit Mas." Rintih Rachel


“Mas aku tidak tahu, alasanmu membenciku. Apa kau tahu? Aku sama denganmu tidak menginginkan pernikahan ini, aku hanya tidak ingin membuat mereka kecewa padaku jika aku menyerah. Tapi sekarang aku sudah tidak sanggup lagi”. Jerit Rachel. Ramos mencengkram kasar dagu Rachel.


“Sakit Mas." Rachel memegang tangan Ramos didagunya berusaha melepaskan tangan pria itu dari dagunya.


“Kau sudah berani melawanku, hah?" Bentak Ramos. Sementara Rachel mencoba untuk melepaskan tangan Ramos dari dagunya.


“Suatu hari nanti aku akan pergi dari hidupmu Mas, aku akan menghilang dan takkan kembali. Ceraikan aku Mas. Ceraikan aku." Teriak Rachel entah darimana dia menemukan kekuatan itu hingga mampu mengatakan kata cerai.


“Hei, kau pikir aku akan melepaskanmu dengan begitu saja setelah kau menghancurkan segala impianku untuk menikahi Agnes, hah?”. Bentak Ramos ditelinga istrinya.


Tak ada rasa kasihan melihat wajah istrinya itu.


“Maaf Mas, aku memang bersalah dan aku menyesal. Jika memang Mas tidak bisa menerimaku lepaskan saja aku Mas." Ucap lagi masih sambil menangis.


“Hahha, jangan pernah bermimpi." Ramos tersenyum meledek


“Berhenti menyiksaku Mas. Jangan salahkan aku jika suatu hari nanti kau jatuh hati padaku dan aku sudah terlanjur membencimu, maka takkan ada kata maaf yang kau dapatkan dariku." Rachel masih berusaha melepaskan cengkeraman dari dagu nya


“APA?? Hahha kau berharap aku jatuh cinta padamu? Luar biasa." Sambil Ramos bertepuk tangan dan meledek istrinya.


Bersambung......,.

__ADS_1


__ADS_2