Love Me Please (Penyesalan suami kejam)

Love Me Please (Penyesalan suami kejam)
Penyesalan yang belum berakhir


__ADS_3

Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Ramos mengaduk makanannya. Dia masak sendiri dan belajar sendiri. Mencari resep-resep masakan yang sering dimasak oleh sang istri.


Pria itu mengaduk makanan didalam wajan sambil memperhatikan ponsel ditangannya. Jarinya menscrol layar ponsel dari atas hingga ke bawah.


"Tuan."


Heru menghela nafas panjang. Dia sudah lelah menemani Ramos seharian. Pria itu seperti orang tak waras yang masak sangat banyak tapi tidak dimakan juga. Heru ingin memakannya namun Ramos malah mencegah dan mengatakan jika masakkan itu untuk istrinya.


"Tuan."


Namun Ramos seakan tak mendengar panggilan Heru. Dia masih asyik berkutat dengan masakkan nya.


"Kasihan anda Tuan. Saya tahu perasaan anda. Tapi sadarlah orang yang sudah pergi takkan kembali lagi Tuan." Gumam Heru.


Kasihan sekali melihat keadaan Ramos sekarang. Sudah setahun lebih kepergian Rachel namun Ramos masih belum bisa menemukan dimana istrinya itu. Pencarian nya sia-sia. Apapun cara yang dia lakukan tak bisa menemukan dimana sang istri berada.


Ramos meletakkan makanan nya diatas meja. Dia tak menghiraukan keberadaan Heru disana. Baginya di Apartement ini hanya ada dia dan Rachel. Tapi nyatanya jejak kaki istrinya saja tidak ada disana.


"Rachel."


Dia mengambil makanan itu dan meletakkan diatas piring nya. Makanan yang sering dimasak oleh Rachel. Meski pun rasanya berbeda. Tapi Ramos tetap memakannya.


"Rachel." Gumamnya sambil memasukkan makanan itu kedalam mulutnya "Kau dimana? Bagaimana kabar anak kita? Aku merindukan kalian." Lirihnya dan air mata masih saja mengalir membasahi pipi nya.

__ADS_1


Rasa penyesalan dihati Ramos tak bisa menghilang bersama Rachel. Setiap saat dia dihantui rasa bersalah. Apalagi ketika melihat baju-baju istrinya, semakin membuat hatinya tertusuk oleh ribuan pisau.


Dia tidak gila tapi dia seperti orang gila. Dia masih beraktivitas seperti biasa. Berangkat ke kantor dan bekerja. Namun sewaktu-waktu ketika serangan panik itu menghantui pikiran nya dia akan seperti orang gila yang menangis tanpa sebab kadang-kadang dia tertawa seperti tengah bercanda dengan seseorang.


"Rachel hiks hiks."


Sambil makan sambil menangis. Terkadang air mata jatuh ke piringnya dan masuk kedalam mulutnya saat dia memakan makanan itu.


"Maafkan aku."


Kata maaf mungkin sudah bosan didengar oleh orang-orang yang ada didekat Ramos. Tapi bagi Ramos tanpa mengucapkan kata maaf hatinya takkan tenang.


"Tuan." Heru menatap Ramos kasihan "Sadarlah Tuan. Ikhlaskan kepergian Nona. Jika dia memang berjodoh dengan anda dia akan kembali. Percuma anda menangisi nya seperti ini, dia takkan kembali lagi kedalam pelukan anda. Jangan menyiksa diri sendiri dengan perasaan yang bisa membunuh anda perlahan." Ucap Heru.


Kepingan-kepingan luka yang berusaha dia sembuhkan nyatanya semakin membuatnya larut dalam penyesalan yang tak kunjung menghilang.


Mengingat jerit tangis dan teriakan ampun dari sang istri seolah mengacaubalaukan seluruh perasaan nya. Mengingat air mata yang membanjiri dan mengalir dipipi sang istri kembali menusuk relung hati paling dalam pria itu.


"Aku menyesal Heru." Ucapnya. Dia seketika terdiam dengan tatapan kosong dan air mata yang mengalir.


"Apakah sungguh Rachel tak ingin kembali padaku? Aku tahu aku bersalah tapi aku ingin memperbaiki semuanya. Jika ada cara lain untuk mengembalikan Rachel kedalam pelukanku aku siap melakukannya Heru. Aku ingin istriku kembali. Aku ingin melihat anak ku. Aku merawat mereka. Aku ingin menjadi seorang Ayah. Aku ingin bermain dengan mereka. Aku ingin mereka, Heru." Ungkap Ramos mengungkapkan segala perasaan nya.


"Aku memang bersalah dan jahat. Tapi sekarang aku menyesal. Aku sangat menyesal, Heru. Kenapa tidak ada satu orang pun yang paham perasaan ku? Kenapa tidak ada satu orang pun yang mau memberiku kesempatan untuk menebus semua kesalahanku pada Rachel." Air mata semakin mengalir dengan deras.


"Apakah aku memang tidak berarti untuk hidup? Apakah aku seburuk itu? Apakah aku manusia paling berdosa? Apakah aku hiks hiks hiks."

__ADS_1


Ramos menutup wajahnya dengan kedua tangan nya dan menangis sampai tubuhnya bergetar. Dia pikir air matanya akan kering tapi ternyata dia menangis setahun lebih lamanya setiap hari dan air matanya masih tidak mengering juga.


"Tuan." Heru menepuk pundak Ramos "Mulai lah hidup yang baru. Jangan menyesali semua yang terjadi. Anda berhak bahagia tanpa mengingat masa lalu. Masalah Nona Rachel, saya yakin jika memang kalian berjodoh Tuhan akan persatukan kembali tapi jika pun tidak, Tuhan juga sudah menyediakan bahagia untuk anda, Tuan."


"Setiap orang pernah bersalah. Setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki hidupnya. Jika anda tak bisa hidup tanpa Nona Rachel setidaknya hiduplah untuknya. Jika anda tak lagi bisa memiliki raganya, miliki lah dia didalam doa. Rawat dia dalam pengaduan anda pada Tuhan, maka saya percaya Tuhan akan memberikan bahagia yang lain untuk anda."


Ramos menepis tangan Heru, dia tidak butuh kata-kata motivasi. Dia tak butuh ungkapan penguat hati. Yang dia butuhkan sekarang adalah bertemu dengan istri dan anaknya, lalu memeluk mereka dan menjaga mereka dengan sepenuh jiwa dan raga.


Ramos mungkin egois setelah melakukan dosa terbesar dalam hidupnya kini malah meminta pengampunan dan meminta kembali apa yang sudah dia buang. Tapi Ramos juga manusia biasa. Dia manusia yang tak luput dari kesalahan-kesalahan. Dia manusia yang ingin memperbaiki diri untu tidak melakukan kesalahan nya di masa lalu.


Sejak kepergian Rachel dia tak benar-benar bahagia. Dunianya terasa sepi. Sunyi. Hitam dan abu-abu. Tak ada kebahagiaan yang dia rasakan meski bergelimang harta dan kekayaan yang tak terhitung. Tapi tetap saja, dia merasa hampa. Merasa kosong. Merasa tak memiliki satu alasan pun untuk bertahan hidup.


Heru menghela nafas panjang saat Ramos menepis tangan nya dan kembali ke kamar dengan langkah tertatih.


"Tuan, sesungguhnya anda orang baik hanya saja anda telah dikelola oleh orang yang jahat. Sehingga anda pun terjerumus kedalam hal yang jahat." Ucap Heru.


Drt drt drt drt drt drt


"Hallo Tuan. Baik saya akan segera kesana."


Heru meninggalkan meja makan dan pergi melenggang keluar dari Apartement. Sekarang dia memang tinggal bersama Ramos karena dia diminta untuk menjaga pria depresi itu oleh Ozawa.


Heru masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya meninggalkan Apartement Ramos. Heru harus bekerja keras untuk mencari informasi tentang Rachel. Meski benar-benar tak bisa dilacak keberadaan Rachel namun dia tak menyerah. Sebagai asisten yang baik dan memiliki banyak jasa pada keluarga Ozawa terutama Ramos, Heru menjalankan tugas dan kewajiban nya sebagai tanggung jawab dari pekerjaan nya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2