Love Me Please (Penyesalan suami kejam)

Love Me Please (Penyesalan suami kejam)
Kuberikan semua milikku padamu


__ADS_3

Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Apa yang kau lakukan disini?" Sandy menatap Ramos tak suka.


"Jangan takut Sandy. Aku datang bukan untuk memohon agar Rachel kembali padaku, aku....."


"Aku apa?" Sandy menatap Ramos penuh selidik.


Choky dan Sandy dihubungi oleh Ramos bahwa lelaki itu ingin bertemu dengan mereka berdua. Ada sesuatu yang ingin Ramos bicarakan. Entah apa yang akan dia bicarakan pada Choky dan Sandy.


"Silahkan duduk Tuan Ramos," ucap Choky mempersilahkan.


Ramos duduk. Dia menarik nafas dalam. Ditangannya terdapat amplop besar yang dia bawa dari rumah tadi. Lalu pria itu menatap Sandy dan Choky secara bergantian. Kedua pria ini akan menjadi pengganti nya nanti setelah dia pergi. Sandy dan Choky akan membantu Rachel merawat ketiga anak kembarnya. Ramos bersyukur Sandy dan Choky tulus menemani Rachel melewati masa-masa sulit dalam hidupnya.


"Bolehkah aku bertemu istriku untuk terakhir kali?" Pinta Ramos penuh harap.


Sandy dan Choky tercengang dengan permintaan Ramos. Permintaan tak biasa. Kenapa harus ada kata terakhir kali.


"Apa maksud mu?" Sandy menatap Ramos penuh selidik.


Ramos meletakkan amplop berwarna coklat itu diatas meja.


"Aku titipkan ini Sandy. Tolong berikan pada istriku setelah dia bisa melihat nanti,"


Sandy masih belum mengerti dengan ucapan Ramos. Ramos berkata seolah ingin pergi jauh dan tak kembali. Dia memang marah dan kecewa pada Ramos tapi jauh didalam lubuk hatinya dia sungguh kasihan melihat kehidupan Ramos yang berubah drastis dari kehidupan nya yang dulu.


"Bisakah aku bertemu Rachel. Sebentar saja. Aku mohon Sandy," Ramos menatap Sandy penuh harap.


"Kau mau kemana? Kenapa ucapanmu seperti ingin pergi jauh. Kau menyerah memperjuangkan istri dan anak-anak mu?" Sandy menatap Ramos kecewa. Jauh didalam lubuk hatinya dia mendukung Ramos kembali pada Rachel karena dia tahu jika sahabat nya itu sudah berubah.


Ramos tersenyum kecut. Menyerah? Iya dia menyerah. Dia lelah. Bukan tidak ingin berjuang hanya saja dia sadar perjuangan nya hanya akan menyakiti hati orang-orang yang ada didekatnya.


"Aku hanya ingin bertemu Rachel, Sandy," jawab Ramos.

__ADS_1


"Tapi_"


"Aku tahu Rachel masih trauma. Tapi dia tidak bisa melihatku. Jadi aku bisa melihat nya tanpa mengatakan bahwa aku melihatnya," sergah Ramos memotong ucapan Sandy.


"Sebenarnya apa yang kau inginkan. Kenapa kau berkata seperti ini?" Tanya Sandy heran dan penasaran serta bingung.


Ramos mengatakan maksud kedatangan nya menemui Choky dan Sandy. Dia ingin wanita yang dia cintai bisa melihat kembali. Meski kemungkinan besarnya dia lah yang takkan bisa melihat terang.


Choky dan Sandy tercengang mendengar permintaan Ramos. Apa maksud lelaki ini? Apakah dia yakin?


"Apa yang kau yakin?" Tanya Sandy sekali lagi.


Ramos mengangguk. "Aku akan berikan semua yang aku miliki pada Rachel. Dia adalah jantung hatiku," jawab Ramos yakin.


"Tolong izinkan aku bertemu Rachel sekali saja," pinta Ramos. Dia sampai menangkup kedua tangannya didada dengan tatapan memohon agar Choky dan Sandy mempertemukan nya dengan Rachel.


Sandy mengangguk. Dia terharu dengan ketulusan dan keputusan yang Ramos ambil. Sekarang Sandy paham bahwa Ramos sungguh-sungguh mencintai Rachel dengan tulus tanpa balasan apapun. Terbukti meski ditolak puluhan kali lelaki itu tetap mencintai istrinya.


"Aku titipkan Rachel dan anak-anak pada kalian berdua. Jadilah pengganti ku untuk menjaga mereka," pinta Ramos.


"Jangan bicara begitu Tuan. Kau adalah Ayah biologis mereka. Kami tidak akan bisa menggantikan posisi mu di hari mereka. Aku berharap kau tidak menyerah sebelum Rachel melihat," ucap Choky.


Ramos menggeleng. "Semua tidak mungkin Tuan Choky. Aku sudah menyerah dan perjuangan ku cukup sampai disini,"'


Ramos menatap Rachel dengan badan bergetar. Tak menyangka jika dia bisa melihat istrinya lagi setelah kecelakaan itu. Namun sayang ini adalah pertemuan terakhir mereka sebelum Ramos pergi.


"Mas, aku dimana? Kok Mas diam?" Rachel meraba-raba sekitar nya mencari keberadaan Sandy dan Choky.


Rachel sedikit bingung ketika Sandy dan Choky mengajaknya ke restorant. Katanya ada yang ingin bertemu dengan nya. Tapi entah siapa karena kedua lelaki itu tak menjawab pertanyaan Rachel.


"Mas kalian dimana? Jalan membuat aku khawatir Mas," Rachel merenggut kesal. Wanita itu berjalan dengan tongkat yang membantu nya serta tangan yang meraba-raba.


Rachel tak lagi meremang dalam kesedihan atau menangis karena kondisi dan keadaanya. Dia mulai menerima bahwa sekarang dia adalah wanita buta. Dia harus kuat demi ketiga anaknya. Orang buta bukan berarti mimpi buat juga bukan? Rachel memiliki banyak mimpi yaitu membesarkan anak-anak nya dan melihat anak-anaknya tumbuh menjadi anak-anak yang luar biasa.

__ADS_1


Ramos berjalan pelan kearah Rachel. Air matanya luruh. Demi Tuhan dia tidak ingin berpisah dengan wanita ini. Dia ingin hidup bersama Rachel selamanya. Merawat anak mereka bersama-sama. Tapi apakah Ramos bisa menolak takdir? Ramos tak bisa menolak apa yang sudah di tuliskan untuknya sebelum dia lahir.


Gleppppppppp


Ramos memeluk wanita itu dan menangis dalam diam. Memeluk Rachel penuh kerinduan. Sudah lama sangat lama dan ini adalah pelukkan pertama nya setelah mereka menikah dan sejak mereka berpisah.


"Mas, kenapa? Kok Mas peluk aku. Siapa yang mau bertemu denganku Mas?" Tanya Rachel bingung.


Namun lelaki tempat dia bertanya itu malah memeluk nya dengan erat. Rachel bisa rasakan jika lelaki yang memeluknya ini sedang menangis.


"Mas," Rachel mengusap punggung lelaki yang memeluknya ini. Dalam hati bertanya-tanya siapa lelaki ini? Seperti nya bulan Choky atau pun Sandy.


"Mas." Dia masih mengusap punggung pria ini.


Aneh, kenapa pelukan ini nyaman sekali? Hangat. Rachel merasa terlindungi. Dan wangi parfum yang menyeruak dari tubuh pria ini seperti tak asing. Rachel merasa pernah mencium bau parfum ini. Tapi dimana. Dan punya siapa? Tentu bukan Choky dan Sandy.


Sedangkan Ramos masih memeluk Rachel sambil menangis dalam diam. Bahkan air matanya membasahi baju istrinya. Ini adalah pelukkan ternyaman yang pernah Ramos rasakan. Tapi sebentar lagi dia akan kehilangan pelukan ini untuk selamanya.


Ramos melepaskan pelukan nya. Lalu menatap wajah Rachel yang semakin cantik.


"Rachel,"


Deg


Seketika Rachel terdiam. Tentu dia tahu siapa suara itu. Suara itu, suara yang tak ingin Rachel dengar di telinganya.


Rachel berjalan mundur sambil menggeleng ketakutan. Terakhir dia bertemu dengan lelaki ini sebelum dirinya kecelakaan.


"Mas, jangan siksa aku lagi Mas. Mas jangan siksa aku lagi," ucapnya memohon dengan wajah pucat.


"Rachel dengarkan aku," Ramos langsung menggenggam tangan Rachel hingga tongkat ditangan Rachel terjatuh dilantai.


Rachel terdiam. Seandainya dia bisa melihat mungkin ketakutan nya akan semakin luar biasa.

__ADS_1


"Aku tidak akan menyakiti mu lagi. Aku disini mau pamit pergi. Maaf untuk semua yang aku lakukan dimasa lalu. Maafkan aku yang sudah membuatmu seperti ini. Aku, tidak akan menganggu mu dan anak-anak lagi. Aku akan menjauh dari kehidupan mu. Aku titip anak-anak dan aku akan berikan semua milikku padamu. Aku mencintaimu Rachel,"


Bersambung......


__ADS_2