Love Me Please (Penyesalan suami kejam)

Love Me Please (Penyesalan suami kejam)
Dihempaskan oleh kenyataan


__ADS_3

Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺 🌺🌺🌺🌺🌺


Rachel langsung luruh, kertas yang ditangannya jatuh ke lantai begitu saja. Air mata sudah tak terbendung lagi dan jatuh sesuka hati.


Inikah kenyataan tersembunyi yang selama ini tidak dia tahu? Apakah ini alasan kenapa dia tidak trauma lagi saat menyebut dan mendengar nama suaminya? Apakah ini alasan kenapa dia selalu melihat bayangan Ramos menangis didepan nya?


"Mommy," Gerra dan Gerald langsung memeluk Rachel.


Sementara Gilbert mengambil kertas yang jatuh dilantai itu. Dia tampak serius membaca isi dari surat itu.


Tubuh Gilbert menegang seketika. Sama seperti Rachel dia luruh sambil menunduk. Gilbert teringat bagaimana dia marah pada Ayah nya itu sampai menyuruh Ayah nya menjauhi mereka.


"Hiks hiks hiks hiks hiks," tangis Rachel pecah dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Mommy kenapa?" Gerra dan Gerald yang tidak tahu apa-apa malah memeluk Rachel.


Gilbert menangis sambil menunduk. Dada kecilnya serasa ditimpa oleh tumpukan batu hingga membuatnya terhimpit dan rata bersama tanah. Seperti sakit tak berdarah.


"Arghhhhhhhh" rasanya Rachel tak mampu bernafas.


Benarkah suami yang telah dia benci itu mendonorkan mata untuknya dan kini buta menggantikan posisinya? Benarkah cinta Ramos sebesar itu padanya?


"Mommy," Gerra dan Gerald ikut menangis.


"Maafkan aku Mas. Maafkan aku. Maafkan aku. Maafkan aku Mas," Rachel menangis dengan hebat sambil dipeluk oleh kedua anaknya.


"Daddy," lirih Gilbert. "Maafkan Gilbert. Gilbert sudah salah menilaimu. Maaf Dad," lelaki kecil itu menangis tertahan tanpa mengeluarkan suara.


Tangan Gilbert meremas sprei yang dia duduki menahan gejolak yang seolah ingin membuncah didalam dadanya. Gejolak yang ingin meledak dan minta di keluarkan.

__ADS_1


"Kak, kenapa sih?" Tanya Gerald polos sambil menyeka air matanya.


Karena rasa penasaran Gerald mengambil kertas yang jatuh dilantai itu.


"Daddy," air matanya kembali membanjir. "Jadi Daddy yang sudah donorkan mata untuk Mommy?" Gerald terisak. "Daddy," tangisnya semakin keras.


"Apa, Daddy donolkan mata untuk Mommy?" tanya Gerra sambil memeluk Rachel.


Gerald mengangguk sambil menangis.


"Mommy," Gerald kembali memeluk Rachel.


Ibu dan anak itu saling bertangisan satu sama lain. Tangis keempatnya terdengar menggema didalam kamar yang sudah lama mereka tempati sejak tinggal di istana mewah milik Choky.


BRAKKKKKKKKKKKKKK


"Rachel,"


"Rachel,"


"Nak kalian kenapa?" tanya Lewi panik sambil mengambil Gerra yang sedang memeluk Rachel.


"Son, kau baik-baik saja?" Morres langsung menggendong Gerald.


"Rachel, katakan apa yang terjadi? Katakan pada Mas, apa kau merasa sakit lagi? Apa serangan panik mu kembali kambuh?" Cecar Choky meneliti tubuh Rachel.


"Mas," Rachel tak bisa jelaskan perasaan nya. "Apa Mas sudah tahu sebelum nya jika Mas Ramos yang mendonorkan matanya buat aku Mas?"


Choky terdiam. Tentu saja dia tahu, karena Ramos memang meminta langsung kepadanya dan Sandy.

__ADS_1


"Jawab Mas," desak Rachel.


Choky mengangguk. "Iya Mas memang sudah lama tahu,"


Tangis Rachel semakin keras dan pecah. "Kenapa Mas tidak berusaha mencegah Mas Ramos, Mas. Kenapa Mas? Kenapa Mas tidak memberitahu ku bahwa Mas Ramos yang akan mendonorkan mata untukku Mas. Kalau aku tahu, aku tidak mau. Aku tidak tega melihat Mas Ramos buta selamanya. Menjadi buta itu tidak nyaman Mas. Bagaimana Mas Ramos sekarang, Mas? Dia pasti sangat terluka," Rachel memukul dada Choky berkali-kali meluapkan amarah yang bersarang didalam dadanya.


"Rachel," Choky merengkuh tubuh wanita itu. "Mas sudah berusaha mencegah Ramos. Tapi dia tetap keukeh mendonorkan matanya untuk mu. Ini adalah bukti bahwa Ramos benar-benar mencintaimu," ucap Choky menahan tangan Rachel yang memberontak.


"Mom, Dad. Bawa Gerra dan Gerald keluar. Biar Rachel kami yang urus," ucap Sandy.


Morres dan Lewi mengangguk. Keduanya membawa Gerra dan Gerald keluar, padahal harusnya anak-anak itu sudah masuk sekolah pagi ini.


Sementara Gilbert menangis digendongan Choky. Lelaki kecil itu memeluk leher Papa nya sambil membenamkan wajahnya di cekuk leher sang Papa.


"Mas Ramos. Maafkan aku Mas,"


Kemarin mungkin iya jika Rachel membenci Ramos tapi itu rasa perasaan trauma saat dirinya disakiti luar biasa. Namun jauh dalam lubuk hatinya tak pernah benar-benar membenci lelaki itu karena bagaimana pun Ramos adalah Ayah dari anak-anak nya. Rachel hanya trauma. Rachel hanya ketakutan jika kejadian mengerikan itu kembali terjadi padanya.


"Mas Ramos,"


Cinta sejati adalah ketika seseorang yang mencintaimu rela mengorbankan hidupnya agar dirimu tetap hidup bersama cintanya. Meski pada akhirnya tak bisa bersama. Namun cinta sejati cukup mengikhlaskan asal seseorang yang dia cintai hidup bahagia selamanya.


Ramos memang pria bersalah. Pria kejam. Pria bejat. Tak memiliki perasaan. Tak memiliki belas kasihan. Menyiksa istrinya sepuas hati hingga membuat sang istri hidup bagai di neraka. Namun setelah dia tahu siapa istrinya, penyesalan pun menyelimuti hidupnya. Meski sudah mendapat karma dan hukuman dia tetap tak merasa puas. Kata maaf pun seolah tak lagi berguna untuk menebus kesalahan yang sudah dia lakukan.


Ramos, lelaki itu patah hati ketika sang anak mengatakan untuk menjauhi sang istri. Tak pernah dalam hidupnya dia merasakan sakit hati luar biasa. Namun ketika kata-kata menyakitkan itu keluar dari mulut putra kecilnya, terciptalah goresan luka didalam sana yang membuat hatinya perih seperti ditumpahi oleh cuka.


Ramos, lelaki jahat itu telah memberikan matanya untuk sang istri. Ini bukan sebuah pengorbanan tapi ini adalah bukti cinta. Tidak orang benar-benar mau buta demi orang yang dia cintai. Mungkin Ramos bersalah, namun dia sudah membuktikan bahwa dia menyesal atas kesalahan yang telah dia lakukan pada Rachel.


Ramos, lelaki kejam itu telah berubah seratus delapan puluh derajat setelah istrinya pergi dari kehidupan nya. Namun, perubahan nya tetap tak mampu membuat istrinya kembali padanya. Segala cara dia lakukan untuk kembali mendapatkan hati wanita itu. Namun tetap saja hati Rachel sudah membeku karena sakit yang diciptakan oleh Ramos. Hingga akhirnya Ramos rela dunia nya gelap agar Rachel bisa melihat dunia yang terang bersama anak-anak nya.

__ADS_1


'Daddy. Maaf, aku sudah salah sangka padamu. Maaf aku menyakiti perasaan mu. Aku tahu saat itu kau terluka mendengar ucapanku. Aku hanya marah karena kau membuat Mommy buta dan tak bisa melihat. Apa Daddy tahu, Mommy sangat menderita selama hidupnya ditambah lagi dengan kenyataan bahwa bahwa dirinya buta? Wajar jika aku marah. Namun sebenarnya aku tak benar-benar marah Daddy, aku hanya meluapkan perasaan dan emosiku yang tak bisa ku ungkapkan pada orang lain'


Bersambung.....


__ADS_2