
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE GIFTS DAN RATE LIMANYA...
LOVE KALIAN BANYAK-BANYAK......
Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Rachel tampak sibuk mengurus anak-anak nya. Choky dan Sandy ikut membantu. Memandikan mereka, memasang baju dan menyiapkan perlengkapan sekolah ketiga anak kembar itu.
"Papa." Gerra mencium pipi Sandy dengan manja.
"Wahhh mulai genit anak Papa ini." Dia mengelitik pinggang gadis kecil itu dengan gemas.
"Hahah Papa geli Pa, geli." Gadis itu tertawa lebar dan bahagia.
Sedangkan kedua Kakak nya menatap malas. Adik mereka kecil-kecil tapi sudah kelihatan genit nya.
"Ayo Sayang." Choky menggandeng tangan Gerald dan Gilbert keluar dari kamar.
Sandy menggendong Gerra. Gadis kecil ini memang manja kalau pada Papanya
"Pagi Mommy."
"Pagi juga Sayang. Ayo sarapan."
Rachel sudah menata sarapan pagi diatas meja seperti biasa. Untuk urusan perut memang Rachel selalu turun tangan. Dia harus memastikan bahwa anak-anak nya memiliki makanan bergizi yang terjamin untuk kesehatan tubuh dan perkembangan pertumbuhan anak-anak nya.
"Mas biar hari ini aku saja yang antar mereka ke sekolah. Sekalian nanti aku ingin belajar kebutuhan mereka." Ucap Rachel meletakkan piring diatas meja depan Choky "Sekalian aku dan Nia mau ke restoraurant cabang." Sambungnya.
"Perlu Mas antar?"
"Tidak perlu Mas. Aku dijemput Nia."
"Ya sudah hati-hati ya." Senyum Choky hangat.
Mereka sarapan bersama sesekali diselingi obrolan hangat.
"Gerra makan yang benar jangan sambil bicara. Dasar anak kecil." Cibir Gerald menatap adiknya jenggah yang manja disuapi oleh Sandy.
__ADS_1
"Bialin." Sahut Gerra.
Rachel tersenyum simpul melihat ketiga anaknya. Hari-hari nya terasa menyenangkan sebagai Ibu tunggal. Apalagi ada Choky dan Sandy yang membantunya dalam mengurus anak-anak nya.
“Yakin tidak mau diantar?” Tawar Choky sekali lagi.
“Iya Mas. Nia sudah didepan menunggu.” Jawab Rachel tersenyum hangat.
Sandy juga tersenyum kearah Rachel, dia salut dengan keteguhan hati Rachel menghadapi setiap masalah dalam hidupnya. Tiga tahun yang lalu, Rima dipanggil pulang oleh sang Pencipta karena pendarahan hebat dibagian alat vitalnya dan membuat gadis remaja itu tak bisa bertahan lama. Rachel kembali terpukul, Rima adalah orang yang satu-satunya Rachel miliki. Namun adiknya itu pun ikut pergi meninggalkan dirinya seorang diri.
Rachel kembali patah hati hebat. Dia bahkan tidak tahu bagaimana cara menjalani hidupnya lagi. Namun Choky, Ayunia, Sandy dan Alvan selalu mensupport wanita itu hingga dia mampu melewati segala masalah dalam hidupnya. Apalagi ada ketiga buah hati yang menjadi alas an dia untuk hidup. Meski tak mudah namun akhirnya dia berhasil berdiri hingga kini.
Sedangkan Ayunia, berawal dari pacar pura-pura berhasil mengantarkannya ke pelaminan. Ayunia dipersunting oleh Alvan dan kini mereka sudah memiliki satu anak perempuan berusia dua tahun. Meski awalnya hubungan keduanya sangat ditentang oleh orangtua Ayunia tapi mereka berdua berhasil menyakinkan kedua orangtua Ayunia dan hubungan keduanya awet hingga kini.
“Pagi Hel.” Ayunia sudah menyetor senyuman manis “Pagi para kesayangan Aunty.” Dia mencium ketiga kembar itu secara bergantian.
“Aunty jangan cium Gerald, Gerald bukan anak kecil.” Pria kecil itu mengusap pipinya bekas ciuman Ayunia.
“Iya. Gilbert juga bukan anak kecil.” Hardik Gilbert “Hanya Mommy yang boleh cium Gilbert.” Tegas nya dengan bibir menggerecut kesal yang membuatnya tampak lucu dan menggemaskan
“Aunty gendong Gella.” Gerra mengulurkan tangannya minta gendong Ayunia.
“Ohhh kesayangan Aunty. Sini Sayang.” Ayunia menggendong gadis kecil
Sementara Rachel tersenyum sambil menggeleng. Kedua putranya memang dewasa sebelum waktunya. Mereka seolah paham terhadap sekitarnya. Mereka cepat tanggap meski tubuhnya kecil. Kadang Rachel terhibur dengan ucapan kedua putra kembarnya itu.
“Ayo Nia.”
Hari ini Rachel sendiri yang mengantar ketiga anaknya sekolah, biasanya Choky atau Sandy yang mengantar ketiga anak kembar itu. Kebetulan Rachel tidak terlalu sibuk jadi dia memiliki waktu untuk mengantar ketiga anaknya.
Sampai disekolah ketiga anaknya Rachel turun mengantar mereka sampai ke gerbang sekolah.
“Belajar yang baik ya Nak.” Dia memperbaiki baju ketiga anaknya secara bergantian.
“Iya Mommy.” Ketiganya menjawab kompak.
“Sayang Mommy dulu.”
__ADS_1
Cup cup cup cup
Rachel terkekeh geli namun bahagia dan senang ketika anak-anaknya begitu menyanyangi dirinya.
“Ya sudah sekarang kalian masuk, nanti Mommy jemput ya.” Ucapnya tersenyum hangat
“Siap Mommy.”
Rachel lagi-lagi tersenyum melihat betapa semangat menempuh pendidikan mereka. Rachel menyesal karena dulu pernah berpikir membuang ketiga bayinya karena dia tidak mau memiliki bayi dari pria yang telah menghancurkan hidupnya. Bagi Rachel, saat ini dia tidak ingin lagi memikirkan hubungan asmara. Dia ingin focus merawat ketiga anaknya, menjadi Ayah dan juga Ibu yang mengayomi ketiga anak kembar itu dengan baik.
“Semoga kelak kalian menjadi orang-orang yang berguna Nak. Mommy berjanji akan mmeberikan kasih saying terbaik versi Mommy. Mommy sayang kalian bertiga, kalian adalah jantung hati Mommy.”
Rachel kembali masuk kedalam mobil, hari ini akan memantau perkembangan restourantnya.
“Hel.”
“Iya Nia, kenapa?” Rachel menatap Ayunia.
Tampak Ayunia menghela nafas panjang “Aku berencana kembali ke Indonesia. Mama sedang sakit.” Ucap Ayunia wajahnya sendu dan terdengar sedih dari nada bicaranya.
Rachel terdiam. Mendengar nama Indonesia, ada rasa yang sulit dijelaskan. Rachel berjanji dalam hidupnya tak ingin kembali ke Indonesia apapun alasannya. Dia takut akan bertemu dengan mantan suaminya eh maksudnya suaminya karena mereka belum sa h bercerai.
“Pergilah Nia. Semoga Mama cepat sembuh.” Rachel memaksakan senyum. Dia tidak mungkin melarang Ayunia pulang untuk menjengguk Ibu nya yang sedang sakit.
“Tapi_.”
“Aku baik-baik saja Nia.” Rachel lagi-lagi tersenyum. “Titip salam untuk Mama ya, semoga Mama cepat sembuh.” Tuturnya kemudian
“Baik Hel. Ku pastikan keluarga Tuan Ozawa tidak akan tahu tentang kepulanganku. Aku juga takkan memberitahu siapapun tempat persembuyianmu.” Jelas Ayunia “Kau tenang saja ya?” Ssambungnya. Rachel mengangguk
“Terima kasih Nia, sudah memahami perasaanku. Maaf melibatkanmu dalam masalah pribadiku.” Rachel tak enak hati karena dia merasa terlalu banyak merepotkan Ayunia.
Ketika Rachel tahu siapa Choky dan Ayunia, dia sempat kecewa karena kedua sahabatnya itu tidak jujur dari awal, bertahun-tahun mereka menjalin persahabatan dan selama itu juga Choky dan Ayunia membohongi dirinya. Namun ketika mendengar penjelasan Choky, akhirnya Rachel paham bahwa kedua orang itu hanya ingin melindungi dirinya dan memastikan jika dirinya baik-baiknya.
**Bersambung...
Maaf gaesss kemarin tidak update karena malam Minggu otor nya lagi jalan sama doi hehhe**
__ADS_1