Love Me Please (Penyesalan suami kejam)

Love Me Please (Penyesalan suami kejam)
The end of Sandy Story's


__ADS_3

Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Seorang gadi cantik tengah menatap pantulan dirinya didepan cermin. Senyumnya manis dan mengembang. Rambut nya sengaja di gerai indah. Diatas kepalanya tertanam mahkota indah yang membuat nya seperti putri di kerajaan dongeng.


"Ayah. Ibu. Hari ini adalah hari bahagia ku. Seandainya kalian masih ada. Aku pasti akan sangat bahagia saat kalian melihat ku bersanding dengan lelaki yang aku cintai," ia tak mau meneteskan air mata. Ini adalah hari bahagia yang telah lama ia nantikan.


"Sandra," gadis itu berbalik


"Mas Bima,"


Bima berjalan menghampiri Sandra. Karena Sandra sudah tak memiliki siapapun, jadi dia yang menjadi wali nikah gadis itu.


"Kamu cantik sekali," puji nya tersenyum. Tapi itu adalah senyum menutup luka dihatinya.


"Terima kasih Mas," senyumnya. Sandra menatap kembali dirinya didepan cermin. Gaun ini memang sengaja dipesan khusus oleh Sandy, agar melengkapi kebahagiaan mereka.


"Sandra," panggil Bima sekali lagi.


"Iya Mas?" gadis itu menatap Bima sambil tersenyum hangat. "Kenapa Mas?" tanyanya


"Semoga kamu bahagia yaaa. Mas akan bahagia jika kamu bahagia," Bima memperbaiki mahkota di kepala Sandra.


"Iya Mas. Semoga Mas juga menemukan kebahagiaan Mas nantinya. Aku yakin itu Mas," balas Sandra.


"Ya sudah ayo," ajak Bima.


Sandra melingkarkan tangannya nya di lengan kekar milik Bima. Senyum mengembang. Tangan nya yang satu membawa buket mawar putih.


Keduanya berjalan diatas karpet merah. Disana Sandy sudah menunggu dengan tak sabar. Ia sampai meneteskan air matanya haru.


Chicha juga hadir disana. Ia mencoba berdamai dengan masa lalu dan melepaskan kebahagiaan Sandy. Chicha sadar cinta tak bisa dipaksa bukankah cinta terbaik adalah merelakan seseorang yang tidak tertakdir untuk kita


Bima menyerahkan tangan Sandra pada Sandy.


"Jaga dia dengan baik. Jangan pernah sakiti dia. Aku adalah orang pertama yang akan mengambil nya jika kau melepaskan nya," ucap Bima menatap Sandy dingin.


"Itu takkan terjadi karena aku mencintainya"


Bima mengangguk lalu berjalan menjauh dari Sandy dan Sandra setelah ia menyerahkan tangan gadis itu.


"Mas Bima," sapa Henny.


"Haii Hen," balas Bima sambil memaksakan senyum.


"Sabar ya Mas. Suatu saat Mas juga akan bahagia," ucap Henny menepuk bahu Bima.


"Terima kasih," jawab Bima sambil menatap kearah altar.


Acara pemberkatan dimulai. Kedua insan saling mencinta itu mengucapkan janji suci dihadapan sang pencipta. Berjanji akan bersama sehidup semati. Baik dalam keadaan susah mau pun senang. Dalam keadaan sehat mau pun sakit.

__ADS_1


Air mata haru pun menyelimuti berjalannya janji suci. Ketika sang pendeta berkhotbah diatas altar dan membahas tentang orang tua. Kedua nya sudah kehilangan figure orang tua sejak lama.


Sandy menatap Sandra penuh cinta dan ucapan syukur. Tak disangka diusia nya yang sudah tak muda lagi. Tuhan mengirimkan seorang gadis cantik dan rendah hati seperti Sandra.


Lelaki itu membenamkan bibirnya cukup lama di kening wanita yang telah sang menjadi istrinya. Semoga cinta mereka kekal abadi hingga maut memisahkan.


"Terima kasih Sayang. Sudah mau menerima Mas apa adanya," ucap Sandy tulus.


"Aku yang harus berterima kasih Mas. Karena Mas sudah mengubah aku menjadi wanita yang kuat," ucap Sandra terharu.


"Jangan menangis. Ini adalah hari bahagia kita," Sandy mengusap pipi istrinya. "Kita harus bahagia selamanya,"


Tidak mudah bagi Sandy dan Sandra bisa berdiri disini. Banyak lika-liku perjalanan cinta yang mereka lewati. Mereka harus menyimpangkan ego masing-masing agar bertahan. Kehadiran orang ketiga pun turut menjadi bumbu perjalanan cinta yang rumit. Namun mereka bisa jalani dan lewati hingga menuai dari hasil jerih payah yang mereka korbankan.


Sandy mengadakan pesta mewah dengan usang internasional bertema putih. Semua tamu yang datang memakai pakaian putih agar sesuai dengan tema penggantin.


Ucapan selamat terus berdatangan. Saling salam menyalami. Benedicto dan Rachel tersenyum melihat kebahagiaan Sandy hari ini. Semoga ini awal yang baik.


Rachel turut merasakan kebahagiaan dihati Sandy dan Sandra. Ia bernafas lega karena akhirnya Sandy menemukan wanita yang tepat.


Kebahagiaan terpancar jelas diwajah kedua pasutri itu. Senyum mengembang. Saat ini status mereka sudah berubah. Akan banyak hal yang mereka lalui. Ini bukan akhir, tapi ini adalah awal dari segala yang mereka perjuangkan.


.


.


.


"Baru tahu Mas?" Sandra terkekeh. "Menjadi wanita itu memang ribet. Segalanya ribet. Belum lagi melahirkan anak," ucapnya


"Ya dan Mas tahu itu," sahut Sandy.


"Mas," Sandra menatap sandy.


"Iya Sayang, kenapa? Tidak sabar malah pertama," Sandy langsung mendapat cubitan maut dari istri. "Sayang kamu kasar sekali pada suami sendiri," Sandy meringgis. Kuat sekali istrinya itu.


"Maaf Mas sakit ya," Sandra merasa bersalah sambil mengusap perut suaminya. "Kamu sih, sudah memikirkan hal itu dulu," kilah Sandra. Wajahnya merona malu. Ahh malam ini ia takut sekali. Kata orang-orang malam pertama itu menyakitkan.


"Kan memang benar ini malam pertama kita," Sandy mengedipkan matanya jahil.


"Aku tahu Mas," Sandra terkekeh. "Mas aku masih tidak menyangka jika pria dingin ini akan menjadi suamiku," Sandra mengusap wajah suaminya.


"Dan Mas juga tidak menyangka gadis keras kepala ini menjadi istri Mas," Sandy mencubit hidung Sandra dengan gemes.


"Mas, sakit," renggek Sandra.


"Hehehe habisnya kamu ini bikin gemes," seru Sandy mengecup hidung Sandra bekas cubitannya.


"Mau mandi dulu atau langsung malam pertama?" Sandy lagi-lagi tersenyum jahil.

__ADS_1


"Mas, sudah ah. Kita mandi dulu," ajak Sandra. "Lengket Mas," Sandra kewalahan membawa gaun panjang itu.


"Biar Mas gendong," Sandy langsung mengangkat tubuh Sandra menuju toilet.


Setelah selesai mandi keduanya menuju ranjang untuk berbaring. Sandy menatap wajah istrinya yang begitu dekat sambil tangannya mengusap wajah wanita cantik ini.


"Sayang, bolehkah aku meminta hak ku malam ini?" pinta Sandy penuh harap.


Sandra mengangguk. "Tentu Mas. Aku milikmu," ucap Sandra. Mau menghindar bagaimana pun, ia akan tetap menyerahkan diri untuk sang suami. Jadi tunggu apa lagi.


"Terima kasih Sayang, aku akan melakukan nya dengan pelan," Sandy mengecup kening istrinya


Sandy langsung menindih tubuh Sandra. Ia mengecup bibir ranum nan merah muda itu dengan lembut. Lalu terjadi lah malam pertama mereka berdua. Malam-malam panjang yang penuh cinta.


Hingga Sandy ambruk di samping Sandra. Sandy tersenyum melihat bercak merah di sprei mereka yang menandakan bahwa istrinya masih perawan dan ia tak salah pilih.


"Terima kasih Sayang. I love you more,"


T-A-M-A-T...


Horeeee....


Cerita nya Sandy sama Sandra sudah end ya guys.. Kita move ke kisahnya Choky dan Rayyan. Author bakal satuin di part ini..


Makasih semua..


Yuk mampir ke karya baru author...


Cinta setelah penyesalan...


Terjerat cinta balas dendam sang Mafia


Istri Tuan Muda Delvano..


Jangan lupa follow akun baru ku. Ramaikan masih sepi, heee


FB ; Fitriani Yuri Kwo


IG : _fitrianiyurikwon_


TikTok: @fitrianiyuri...


Selamat malam semua...


Author mau mengucapkan Taqabalallahu Minna Wa Minkum Taqabalallahu siyya yaa Kariim Mohon maaf Lahir dan Batin


Selamat hari Raya 'Idul Fitri 1444 H bagi yang meramaikannya besok dan selamat Hari Raya 'Idul Fitri 1444 H bagi yang berumat muslim..πŸ™β€οΈ


Semoga sukacita Rahmadhan melimpah atas kita semua...β€οΈπŸ€—

__ADS_1


Terima kasih untuk kebersamaan nya selama bulan suci ini..


__ADS_2