
Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡
Ramos bangun pagi sekali. Sedangkan Rachel masih terlelap nyaman. Sejak hamil, wanita ini tak hanya manja tapi juga sedikit pemalas.
"Sayang, bangun," panggil Ramos.
"Sudah siang ya Mas," Rachel duduk.
"Iya Sayang, ayo cuci muka dulu," Ramos menyimak selimut mereka.
"Iya Mas,"
"Mas gendong yaaaa," Ramos langsung mengangkat tubuh wanita itu.
Usia kehamilan Rachel sudah memasukkan bulan keenam. Jadi masa mengidam nya pun sudah berkurang hanya manja nya masih kuat.
"Mas, maaf merepotkan mu," ucap Rachel tak enak hati.
"Sama sekali tidak Sayang. Aku ingin kau terus manja-manja padaku," Ramos mencolek dagu istrinya dengan gemes.
"Ehem, tidak mungkin aku manja terus Mas. Sudah ayo cuci muka, kita harus siapkan sarapan untuk anak-anak," ujar Rachel.
Setelah mencuci muka dan gosok gigi kedua pasangan itu keluar dari kamar mandi. Seperti biasa aktivitas pagi adalah mengurus keperluan anak-anak nya sebelum berangkat sekolah.
"Sayang biar Mas saja, kau tidak boleh lelah," cegah Ramos saat istrinya itu hendak memasak. "Mulai sekarang, dimasa kehamilan mu jangan melakukan aktivitas berat yaa. Tugas masak biar Bibi yang kerjakan," sambung Ramos.
"Tapi Mas, anak_"
"Mereka akan paham Sayang," potong Ramos. Ramos tak mau istrinya kelelahan karena terlalu banyak beraktivitas dan itu juga bahaya untuk kandungannya.
Ramos membantu ketiga anaknya mandi dan tidak membiarkan Rachel mengurus anak-anak nya. Pokoknya Ramos tidak mau jika istrinya itu kelelahan nantinya, dan bisa berakibat untuk bayi dalam kandungan nya.
"Daddy, Kakak bisa sendiri," protes Gilbert saat Ramos hendak menyisir rambut anak usia lima tahun itu. "Kakak sudah besar Dad," bibirnya menggerecut kesal.
"Ck, Daddy hanya menyisir rambutmu saja Son. Kau itu masih kecil," Ramos gemes sendiri dengan anaknya yang satu ini.
"Sisil lambut Gella saja Dad,"
"Sini Sayang,"
Rachel tersenyum melihat keempat orang itu. Tampak Gerald dan Gerra yang berebutan agar rambutnya disisir oleh Ramos. Sedangkan Gilbert memasang kancing baju nya dan menyisir rambutnya sendiri. Lelaki kecil yang satu ini memang tidak suka dimandikan apalagi rambut nya disisir.
"Kakak sini," Rachel melambaikan tangan nya. Wanita itu duduk dibibir ranjang. Usia kandungan nya yang sudah memasukkan bulan keenam itu membuatnya sedikit kelelahan dan tidak bisa bergerak bebas.
__ADS_1
"Boleh, Mommy perbaiki baju nya Kak?" Rachel tersenyum hangat pada putra sulungnya ini.
"Belum rapi yaa Mom?"
Rachel mengangguk. "Sini Mommy perbaiki," Gilbert menurut. Lelaki kecil itu memang selalu patuh pada Ibu nya.
Ramos juga bersiap-siap ke kantor dan mengantar anak-anak nya.
"Sayang, aku dan anak-anak berangkat yaaa?" pamit Ramos mengecup kening istrinya. "Kalian baik-baik dirumah," sambil mengusap perut buncit Rachel.
"Berhenti mengumbar kemesraan didepan kami Dad," protes Gilbert.
"Iya, Daddy dan Mommy sengaja membuat kita iri," sambung Gerald.
Sementara Gerra hanya melihat saja. Gadis kecil itu bingung mau berkomentar apa.
Ramos dan Rachel terkekeh bersamaan. Anak-anak Rachel suka cemburu kalau tidak diperhatikan. Apalagi sebentar lagi mereka punya adik, pasti kasih sayang itu akan terbagi.
"Iya Mas hati-hati," Rachel memperbaiki dasi suaminya.
"Iya Sayang. Nanti jam makan siang Mas pulang kita makan siang bersama,"
"Iya Mas," sahut Rachel.
"Iya Sayang, kalian hati-hati," pesan Rachel. "Kakak tolongin jagain adik nya. Jangan nakal ya Nak," pesan Rachel pada kedua putranya. Keduanya akan menjadi sayap pelindung Gerra nantinya. Apalagi Gerra yang sifatnya manja dan ceroboh jadi harus dijaga dengan ketat.
"Iya Mommy,"
.
.
.
.
Ramos membawa istrinya untuk cek kandungan. Setiap bulan Ramos tak lengah, dia bahkan memiliki dokter kandungan pribadi yang ditugaskan untuk mengontrol kesehatan janin istrinya.
"Sayang pelan-pelan," Ramos membantu istrinya berbaring diatas brangkar.
Ibu hamil tentu tak asing dengan tes ultrasonografi atau yang biasa dikenal sebagai tes USG. Pemeriksaan ini merupakan teknik menampilkan gambar atau citra dari kondisi bagian dalam tubuh. Alat medis ini memanfaatkan gelombang suara dengan frekuensi tinggi untuk mengambil gambar tubuh bagian dalam. Misalnya, organ tubuh atau jaringan lunak.
Dalam kehamilan, tes USG menjadi prosedur pemeriksaan medis yang umum dilakukan ibu hamil. Tes USG ini bertujuan untuk memantau kesehatan ibu dan janin, serta mendeteksi ada atau tidaknya kemungkinan komplikasi selama masa kehamilan. Pendek kata, kesehatan ibu dan janin bisa diselidiki melalui prosedur ini.
__ADS_1
Tes USG ini idealnya dilakukan ibu hamil sebanyak tiga kali selama masa kehamilan. Sebenarnya untuk kehamilan normal pemeriksaan USG memang tidak perlu terlalu sering. Sebaiknya USG ini dilakukan di usia kehamilan 10, 20, dan 30 minggu. Ini kali ketiganya Rachel melakukan tes USG untuk mengetahui perkembangan janin didalam rahim nya.
Misalnya, tes USG di trimester pertama untuk mengevaluasi keberadaan, ukuran, jumlah, dan lokasi kehamilan. Sementara itu, tes USG di trimester kedua tujuannya untuk mengevaluasi beberapa kondisi kehamilan, termasuk anatomi janin (minggu ke-18 atau 20).
Yang perlu dipahami, waktu pemeriksaan ini bisa berubah karena alasan tertentu. Contohnya, obesitas yang diidap ibu hamil yang bisa membatasi visualisasi janin. Sedangkan pada trimester ketiga, dokter akan mengevaluasi pertumbuhan janin, hingga perkiraan volume cairan ketuban.
Ingat, ibu hamil amat tidak disarankan untuk melakukan USG tanpa tujuan medis, apalagi dilakukan oleh tenaga non-profesional. Lalu, manfaat apa sih yang diperoleh dari pemeriksaan ini? Dan Rachel dikontrol dengan baik oleh dokter pribadi yang Ramos tunjuk dalam proses perkembangan janin sang Ibu.
Manfaat test kehamilan ini adalah untuk memastikan kehamilan dan lokasi janin.
Menentukan usia kehamilan.
Mengetahui jumlah janin dalam kandungan, seperti mendeteksi kehamilan kembar.
Mendeteksi kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim).
Mengidentifikasi cacat lahir pada janin.
Mengevaluasi pertumbuhan janin selama kehamilan.
Memantau pergerakan dan denyut jantung janin.
Ramos dan Rachel melihat ke monitor. Tampak seperti benda bergerak, namun itu lebih dari.
"Perkembangan kesehatan bayi anda meningkat Nona," jelas sang dokter. "Dan selamat seperti nya bayi anda kembar lagi," tutur nya kemudian.
"Kembar?" tanya Ramos dan Rachel bersamaan.
"Iya Tuan. Kembar. Bayi anda kembar dua," sahut sang dokter.
Mata Rachel kembali berkaca-kaca. Tak menyangka jika Tuhan kembali menganugerahkan dirinya bayi kembar lagi. Rachel sangat bahagia.
Tak heran jika Rachel memiliki anak kembar karena memang sudah memiliki garis keturunan disana.
Rachel kembar dua dengan almarhum Kakak nya. Sedangkan dari silsilah keluarga Ramos, Rayyan dan Raina kembar dua juga. Jadi silsilah keturunan itu menurun pada kehamilan Rachel.
"Jenis kelamin nya Dok?" tanya Ramos penasaran. Dia berharap dua-duanya berjenis kelamin perempuan. Kalau laki-laki lagi, bisa pusing dia menghadapi kenakalan anak-anak nya nanti.
"Laki-laki dan perempuan Nona," jawab sang dokter.
Ramos menghembuskan nafasnya kasar. Setelah ketiga anak kembar nya tumbuh besar ditambah lagi dua anak kembar, pastilah rumahnya akan ramai dan dia harus bersiap-siap menjadi bahan uji coba anak laki-laki nya.
**Bersambung....**
__ADS_1