Love Me Please (Penyesalan suami kejam)

Love Me Please (Penyesalan suami kejam)
Bab 11. Love Me Please


__ADS_3

**Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡**


"Kenapa muka kamu cemberut begitu?" tanya Arnetta heran, pagi-pagi wajah Chika kusut seperti kain tidak di setrika.


"Tahu ahhh," gadis itu memasang make up diwajahnya


"Tidak masak lagi?" Arnetta melipat bibirnya menahan tawa.


"Aku beli saja. Takut Tuan Choky sakit lagi," Chika masih trauma melihat wajah pucat Choky. Ia merasa bersalah sudah membuat lelaki itu seperti mayat hidup.


"Ehem, sudah ada yang mulai perhatian ini?" goda Arnetta sambil menutup mulutnya menahan tawa.


"Cih, sorry aku masih suka abang-abang ketua BEM," ucap Chika dengan sombong nya.


Arnetta terkekeh pelan. Sebenarnya banyak yang mengincar Chika. Senior-senior saja menganggumi kecantikan gadis ini masih terkesan tomboy. Namun sayang tidak ada yang berhasil merebut hati Chika. Apalagi gadis ini berjiwa laki-laki.


"Ya sudah aku berangkat dulu," Chika mengambil tas nya. Dia sudah memesankan makanan untuk Choky.


Chika tidak konsentrasi memikirkan pekerjaan yang ada di kepala nya adalah masalah perjodohan yang orang tua nya rencananya. Dengan siapa ia akan dijodohkan? Apakah dengan Om-om seperti di novel-novel atau pria muda kaya raya?


Gadis itu masuk kedalam mobil. Dia harus menjemput Choky karena dia yang membawa mobil Choky pulang.


"Semangat Chika. Hari ini kamu tidak boleh berulah lagi. Kamu pasti bisa," ucapnya menyemangati diri sendiri.


"Seandainya orang yang di jodohkan dengan aku itu, Tuan Choky? Ahh lebih baik aku perawan tua saja dari pada menikahi pria galak yang hobby nya suka marah-marah," Chika bergidik ngeri. Gadis itu sudah membayangkan pernikahan nya dengan Choky. Pasti mereka akan rusuh setiap hari seperti Tom and Jerry


Chika memarkir mobilnya saat sudah sampai di kediaman Choky. Gadis itu turun dari mobil ketika melihat Choky yang sudah berdiri menunggunya.


"Selamat pagi Tuan," sapa Chika manis sekali. Dia bernafas lega karena hari ini Choky sudah pulih.


"Pagi," ketus Choky. "Biar saya yang bawa mobil," lelaki itu melemparkan tas kerja nya pada Chika.


Chika dengan cepat menyambutnya. Untung ia anak karate jadi siap siaga menerima serangan lawan.


'Sabar Chika. Jangan emosi. Dia Boss kamu. Mengabdi lah pada boss demi gaji,' ucap gadis itu dalam hati.


Chika masuk dan duduk dibangku penumpang.


"Yang suruh kamu duduk dibelakang siapa?" tanya Choky kesal.


"Tidak ada Tuan," jawab Chika polos.


"Pindah. Yang Boss itu saya bukan kamu. Kamu pikir saya supir kamu apa?" omel Choky.

__ADS_1


'Mengomel lagi,' batin Chika.


Gadis itu turun dan pindah ke bangku depan duduk disamping Choky. Choky sendiri trauma menyuruh Chika membawa mobil. Ia tidak mau kejadian mengerikan seperti kemarin terjadi lagi. Pokoknya ia trauma berat.


"Tuan," panggil Chika malu-malu.


"Apa?" tanya Choky ketus. Ahh sejak Chika jadi sekretaris nya dia menjadi suka marah-marah. Jika begini kerutan diwajahnya akan semakin bertambah dan ia akan terus di ledek pria tua.


"Saya minta maaf pasal yang kemarin," gadis itu menampilkan rentetan gigi putihnya


"Kamu itu memang keterlaluan. Kamu pikir mobil saya ini untuk balapan apa dan nanti siang, saya akan ajak kamu ke apartemen saya un_"


"Mau apa Tuan?" potong Chika menatap Choky curiga.


"Jangan berpikir yang aneh-aneh," lelaki itu mendorong kening Chika.


Chika mendengus kesal sambil mengusap keningnya. Dan Choky, tidak tahu kenapa ia sangat suka menoyor kening gadis ini melihat wajah Chika cemberut begitu menjadi kesenangan tersendiri bagi nya.


"Saya itu mau mengajari kamu masak. Supaya kamu bisa masak," jelas Choky. "Perempuan itu harus pandai masak. Harus tahu berapa banyak taburkan garam di sayuran. Tidak seperti kamu yang tuangkan sebungkus garam di nasi goreng saya," Choky masih kesal masalah yang kemarin.


Chika menelan salivanya susah payah. Menyesal dia selama ini tidak belajar masak dari Ibu nya. Maklum anak manja dan preman, hari-hari nya hanya dikampus dan membuat ulah sehingga tidak sempat untuk belajar.


"Baik Tuan,"


Begitu juga dengan Chika. Gadis itu pun terlihat melamun. Hatinya bimbang, kakak nya mengatakan jika sang Ibu sedang sakit dan ingin bertemu dengannya. Tapi dia masih marah sama kesal pada sang Ayah yang memaksa nya. Apa Chika harus mencari pacar supaya perjodohan itu di batalkan? Tapi siapa yang akan menjadi pacarnya?


"Hem, kamu...." Choky melirik Chika.


"Chika, Tuan," secepatnya Chika melarat ucapan Choky


"Iya saya tahu," ketus Choky. "Saya akan memaafkan kesalahan kamu dengan satu syarat," ucap Choky tersenyum licik. Ia akan mengerjai gadis ini habis-habisan.


"Apa Tuan?" kening Chika berkerut heran.


"Kamu harus jadi pacar pura-pura saya,"


"WHAT'S?"


.


.


.

__ADS_1


"Bagaimana?" tanya Choky sambil melipat kedua tangannya didada.


"Saya tidak mau," tolak Chika kesal. Yang benar saja dia harus jadi pacar pura-pura dari Boss nya itu. Usia mereka terpaut jauh, bisa-bisa mereka dikira Ayah dan anak nantinya.


"Seratus juta," tawar Choky.


"Seratus juta?" ulang Chika memastikan. Kalau berbicara uang ia harus jeli


"Asal kamu mau jadi pacar pura-pura saya," pinta Choky. Tidak ada pilihan lain selain menyewa gadis perusuh ini sebagai kekasihnya. Semoga saja orang tua nya tidak curiga.


Chika tampak terdiam. Tangannya bergerak-gerik menghitung uang dengan nilai fantastis tersebut. Bayangkan jika uang itu jadi miliknya.


Sebenarnya Chika pun butuh pacar untuk menggagalkan perjodohan tersebut. Tidak salahnya dia menerima tawaran Choky.


"Oke baiklah, saya setuju," ucap Chika. "Sekarang transfer," ia langsung menyedorkan ponselnya.


Choky mendengus kesal. "Dasar mata duitan," ketus nya mengambil ponsel Chika lalu meronggoh ponselnya juga.


Chika malah tersenyum. Lumayan seratus juta. Pekerjaan nya kan hanya pura-pura jadi pacar Choky. Tidak masalah yang penting dia bisa gajian sebelum waktunya.


"Sudah masuk," Choky menyerahkan kembali ponsel gadis itu.


"Terima kasih Om," seru Chika.


"Apa kamu bilang?" hardik Choky. "Kamu pikir saya Om-om?" ucapnya tak terima.


"Ehhh maaf Tuan salah. Maksud nya terima kasih Pak Boss," ralat Chika sambil menampilkan rentetan gigi putih nya. Padahal dia memang sengaja tadi.


"Ingat tugas kamu adalah menjadi pacar saya. Jangan sampai orang tua saya curiga. Kalau sampai orang tua saya tahu kita pura-pura. Saya minta uang saya kembali," ancam Choky.


Chika mendelik. Namun gadis itu mengangguk.


"Iya Tuan. Dan anda juga jangan lupa. Setelah anda, saya juga akan memperkenalkan anda ke orang tua saya. Ya paling saya dibilang sugar baby," Chika menutup mulutnya menahan tawa.


"Sudah sana kamu. Cepat kerjakan tugas yang saya berikan," suruh Choky sambil duduk kembali dikursi kebesarannya.


"Terima kasih Pak Boss," Chika membungkuk hormat sambil kembali ke meja nya dengan bersorak gembira.


Setelah pulang dari kantor ia akan mengajak Arnetta belanja. Ahh Chika ingin mengganti barang-barang di kost Arnetta. Dia memilih tinggal disana saja karena merasa sudah nyaman.


"Huffh," Choky menghembuskan nafas berat. "Semoga Daddy dan Mommy tidak curiga jika gadis itu hanya pacar pura-pura ku dan semoga saja perjodohan ini dibatalkan," harap Choky.


Lelaki itu kembali melanjutkan pekerjaan nya. Dia mendengus kesal gara-gara Chika, ia harus mengerjakan pekerjaan nya yang menumpuk. Berkas tanda tangan saja sudah menggunung atas mejanya. Belum lagi melihat data meeting kerja sama. Untung nya Chika sekretaris yang cekatan dan pintar.

__ADS_1


**Bersambung... **


__ADS_2