Love Me Please (Penyesalan suami kejam)

Love Me Please (Penyesalan suami kejam)
Pemeriksaan mata


__ADS_3

Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Ramos masuk kedalam ruang pemeriksaan bersama Rachel. Hari ini sebelum menerima donor mata dia harus melakukan beberapa pemeriksaan yang di sarankan oleh dokter.


Ramos melakukan beberapa teknik pemeriksaan untuk memastikan kecocokan pendonor dengan penerima kornea mata tersebut.


Pertama ada Teknik transplantasi kornea dapat dibedakan menjadi transplantasi kornea total (penetrasi) atau sebagian (lamelar). Pada transplantasi kornea penetrasi maka akan dilakukan penggantian seluruh lapisan kornea, sedangkan pada transplantasi kornea lamelar hanya dilakukan pada sebagian lapisan kornea pasien yang rusak.


Persiapan pasien untuk transplantasi kornea terdiri dari tahapan informed consent, ketersediaan donor kornea, pemeriksaan kesehatan umum dan mata, anestesi dan persiapan sebelum operasi.


Informed consent dilakukan dengan memberikan penjelasan pada pasien secara singkat dan jelas mengenai prosedur transplantasi kornea yang akan dilakukan berupa gambaran umum prosedur, tujuan, risiko, serta alternatif terapi. Bila setuju untuk dilakukan tindakan, pasien kemudian akan diminta menandatangani berkas informed consent.


Hal yang terpenting dari prosedur transplantasi kornea adalah ketersedian donor dari bank mata atau rumah sakit setempat. Seseorang saat setuju untuk memberikan donor kornea, maka harus melakukan pemeriksaan mata, meliputi kondisi epitel kornea apakah ada luka maupun arcus senilis.


Pemeriksaan skrining kondisi yang dapat menjadi kontraindikasi untuk menjadi pendonor adalah pemeriksaan hepatitis B, retinoblastoma, keratitis dan endoftalmitis, HIV, dan herpes simpleks. Setelah syarat kondisi terpenuhi, maka enukleasi atau pengambilan kornea akan dilakukan beberapa jam setelah kematian pendonor.


Kornea direstorasi dalam media kultur dan antibiotik, dengan suhu +4℃. Sesaat sebelum dilakukan transplantasi, kornea donor terlebih dahulu diperiksa kelayakannya, berupa lipatan, pembengkakan lapisan stroma, serta kondisi fungsi metabolik endotel kornea.


Persiapan pasien dimulai dengan pemeriksaan secara umum. Kemudian, pemeriksaan untuk menilai ada tidaknya kontraindikasi, seperti kondisi visus yang sangat buruk atau kelainan anatomis kornea yang dapat memengaruhi keberhasilan prosedur.


Selain itu, diperiksa faktor penyulit operasi, seperti kondisi mata penyerta berupa glaukoma dan mata kering, kondisi alergi, maupun kondisi metabolik pasien berupa hipertensi, diabetes melitus, serta gangguan fungsi ginjal atau hati. Penting untuk ditanyakan obat yang sedang dikonsumsi pasien saat ini, khususnya obat pengencer darah seperti aspirin, yang sebaiknya dihentikan minimal 5 hari sebelum prosedur dilakukan.


Pada pemeriksaan mata, anamnesis mengenai keluhan yang dialami saat ini, khususnya rasa nyeri dan tidak nyaman yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Rasa nyeri yang mengganggu dapat menjadi indikasi tindakan walaupun fungsi penglihatan tidak dapat tercapai optimal. Anamnesis lain adalah riwayat penyakit mata, seperti trauma dan operasi mata sebelumnya.


Pemeriksaan rutin pada mata berupa ketajaman visus, pemeriksaan segmen anterior mata dengan senter dan slit lamp, dilanjutkan dengan pemeriksaan segmen posterior dengan oftalmoskop atau funduskopi. Visus tidak ada persepsi cahaya menjadi pertimbangan untuk tidak dilakukan transplantasi, kecuali bila pasien mengalami kondisi nyeri hebat.


Pemeriksaan penunjang lainnya dapat dipertimbangkan untuk dilakukan bergantung pada kondisi pasien. Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dipertimbangkan untuk dilakukan adalah;


Tes fluorescein dan tes seidel

__ADS_1


Aberometri


Pakimetri kornea


Keratometer autorefraktor atau kornea topografer


Optical coherence tomography (OCT)


Pemeriksaan penunjang lainnya yang dilakukan adalah pemeriksaan darah lengkap dan urinalisis untuk persiapan prosedur anestesi.


Rachel tetap setia menemani sang suami melakukan pemeriksaan. Dia tidak sabar Ramos bisa melihat seperti biasa nantinya.


"Mas, jangan takut ya aku disini," tangannya menggenggam tangan Ramos dengan erat.


"Terima kasih Sayang,"


Jujur Ramos sedikit gugup untuk melakukan operasi mata ini. Takut operasi nya gagal. Tapi dia percaya bahwa Tuhan akan memberikan jalan terbaik untuknya. Dia ingin melihat kembali agar bisa melihat istri anak-anak nya.


"Pelan-pelan Mas," Rachel membantu suaminya duduk dikursi depan meja dokter.


"Bagaimana Dok?"


"Tuan Ramos siap melakukan transplantasi kornea mata. Kami akan menyiapkan semua nya dalam dua hari. Tiga hari ke depan kami akan langsung mengambil tindakkan operasi," jelas sang dokter.


"Terima kasih Dok," sahut Ramos berkaca-kaca. Wajah pertama yang ingin dia lihat adalah Rachel.


Kedua pasangan suami istri itu keluar dari ruangan dokter. Rachel masih tetap setia menuntut suaminya dan membantu lelaki itu berjalan. Seperti yang Rachel ucapkan, dia akan jadi mata Ramos. Dia akan jadi kaki Ramos saat Ramos tak bisa melihat. Dia akan jadi tangan Ramos saat Ramos tak bisa meraba. Rachel akan jadi segalanya untuk Ramos.


"Silahkan masuk Tuan. Nona," Heru membuka pintu mobil.

__ADS_1


"Terima kasih Mas Heru," senyum Rachel manis sekali.


"Ck, Sayang kau pasti tersenyum pada Heru kan? Jangan tersenyum padanya Sayang," protes Ramos.


"Memang nya kenapa Mas?" Rachel geleng-geleng kepala tak habis pikir. Suaminya ini memang posesif padanya.


"Aku tidak suka Sayang. Pokoknya kau tidak boleh tersenyum sebelum aku melihat. Hanya aku yang boleh melihat senyum mu itu," ketus Ramos. Dia tidak rela jika banyak yang melihat senyum Rachel. Apalagi Rachel semakin hari semakin cantik. Bisa saja Heru yang jomblo itu menyukai istri nya.


"Iya Mas. Iya. Ayo masuk," ucap Rachel mengalah. Maklumin saja kalau suaminya posesif, laki-laki memang suka begitu.


Sementara Heru langsung kikuk. Mana berani dia membantah. Meski sebenarnya dia sedikit jengkel dengan Ramos yang posesif pada istrinya. Heru tidak buta yang tidak bisa melihat senyuman Rachel. Kecuali dia tidak melihat Rachel wajar jika dia tidak bisa melihat senyum Rachel.


Rachel duduk disamping suaminya. Dia menatap Ramos dengan senyum.


"Mas, sebentar lagi kau akan melihat. Semoga setelah ini kita hidup bahagia ya Mas. Bersama anak-anak," tukas wanita itu memeluk lengan suaminya.


"Amin Sayang. Aku tidak sabar melihat wajah mu," sahut Ramos. Ramos meraba-raba pipi istrinya. "Kau semakin cantik Sayang," senyum Ramos matanya tampak menatap lurus kedepan tapi bibirnya tersenyum bahagia.


"Mas tahu dari mana kalau aku cantik?" Goda Rachel setengah terkekeh.


"Kulitmu halus Sayang. Sama seperti kulit Gerra. Pasti kau sangat cantik," seru Ramos memuji istrinya. Sejak pertama bertemu Rachel dia memang menganggumi kecantikan wanita ini.


"Mas salah. Aku semakin jelek Mas. Semakin tua. Apalagi sekarang aku sudah jadi ibu-ibu dari tiga anak," celetuk Rachel.


"Tidak Sayang. Kau itu sangat cantik. Meski nanti punya anak lagi, kau akan tetap cantik," puji Ramos.


Rachel terkekeh pelan. Ramos seperti melihatnya saja yang mengatakan dirinya cantik.


Sementara Heru hanya tersenyum simpul saja sambil fokus menyetir. Dirinya yang jomblo hanya bisa merana memikirkan nasib diantara dua pasangan yang tengah kasmaran itu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2