
Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Mereka menuju meja makan. Tampak Maria merangkul bahu Rachel. Malam ini menantunya itu terlihat cantik dengan gaun mahal yang dia pakai.
Awalnya Maria curiga jika Ramos menyiksa istrinya. Karena dia mendengar laporan Heru bahwa Rachel tampak pucat dan kurus serta tubuhnya seperti luka-luka.
Namun, saat Maria melihat Rachel baik-baik saja membuatnya yakin jika Ramos sudah mencintai istrinya.
"Wahhh makanan banyak sekali!" seru Rayyan langsung duduk.
"Ini kau yang masak, Nak?" Ozawa ikut duduk.
"Iya Dad." Senyum Rachel.
"Seperti nya enak, Sayang," sambung Maria ikut menimpali.
"Mari makan," ajak Rachel
"Pasti dimakan, Nak. Kau sungguh pintar masak," puji Ozawa.
"Biar Rachel ambilkan, Dad."
Gadis itu mengambil nasi untuk semua yang di meja makan termasuk Maria dan juga Rayyan.
Maria tersenyum hangat tak salah dia memilih Rachel menjadi menantunya. Gadis paket komplit yang bisa apa saja.
"Terima kasih, Nak."
"Sama-sama, Mom."
"Mas, kau mau yang mana?" Rachel tersenyum kearah suaminya. Sesuai dengan kesepakatan mereka berdua bahwa harus bermesraan didepan orang tua Ramos agar orang tua Ramos tidak curiga.
"Yang mana saja, Sayang. Aku suka kalau kau yang masak," ucapnya dengan senyum.
Rachel memaksakan diri untuk tersenyum. Namun, entah kenapa jantungnya justru tak bisa diajak kerjasama. Dia begitu bahagia saat Ramos memanggilnya sayang karena dipertemuan pertama mereka Rachel sudah jatuh cinta pada suaminya itu, cinta pertamanya.
"Hem, kalian ini manis sekali!" seru Maria gemas. "Apakah sudah ada tanda-tanda kehadiran cucu Mommy?"
Uhuk uhuk uhuk uhuk
Keduanya kompak terbatuk-batuk dan kompak mengambil gelas berisi air.
"Kalian ini kompak sekali," goda Ozawa terkekeh.
"Namanya juga penggantin baru, Dad," sambung Maria yang juga gemas melihat kekompakan dua orang itu
__ADS_1
'Cihh aku yakin jika Kak Ramos hanya berakting. Mana bisa dia mencintai wanita lain selain Agnes. Lihat saja nanti aku akan selidiki. Jika benar yang dikatakan Heru. Maka aku yang akan membawa Rachel pergi dari kehidupan Kak Ramos.' batin Rayyan diam-diam mengintip wajah Rachel.
Tatapan Rachel sendu tak seceria wajahnya dan Rayyan yakin jika ada sesuatu yang disembunyikan oleh Ramos dan Rachel.
"Sayang, suapi," renggek Ramos manja.
Rachel mengangguk. Lalu menyuapi suaminya itu. Sekilas keduanya memang tampak seperti pasangan suami istri pada umumnya yang bahagia dan saling mencintai.
Namun, tak ada yang tahu jika itu adalah cara demi menutupi drama yang Ramos buat sendiri. Ozawa dan Maria tidak tahu bagaimana kejamnya putra mereka itu memperlakukan Rachel dan bahkan menyiksa sang istri setiap hari.
Rachel menahan sakit dibagian bekas operasinya. Entah kenapa tiba-tiba perih dan sakit? Apa karena hari ini dia terlalu lelah?
Maria tidak tahu jika Rachel hanya memiliki satu ginjal dan dia tidak tahu jika Rachel lah yang mendonorkan ginjalnya untuk Rima.
Mereka makan dengan lahap. Masakkan Rachel mengalahkan restaurant bintang lima.
"Kau benar-benar memiliki bakat memasak, Nak," puji Ozawa. "Masukkan mu pas di lidah. Bahkan membuat ketagihan," imbuhnya lagi.
Rachel menampilkan wajah senyum. Tidak ada yang sadar jika ekspresi wajahnya seperti menahan sakit karena terlihat dari keringat yang mengucur di dahi Rachel.
'Ada apa dengan ****** ini? Kenapa wajahnya tampak pucat dan berkeringat? Dia seperti kesakitan,' batin Ramos sambil melirik istrinya.
Mereka lanjut makan dan sesekali diselingi dengan canda dan tawa. Ramos rasanya ingin mengusir kedua orangtuanya agar cepat pulang. Sungguh dia tidak bisa terus berdrama dan bersikap sok manis didepan kedua orangtuanya.
"Mos, kenapa tidak cari ART saja untuk membersihkan apartemen kasihan istrimu harus membersihkan apartemen sebesar ini?" tanya Maria
"Rachel yang mau, Mom. Aku sudah pernah menyewa ART tapi Rachel bilang dia ingin merapikan nya sendiri. Iya 'kan, Sayang?" Ramos menginjak kaki istrinya agar wanita itu mengiyakan ucapannya.
Rachel sempat meringgis kesakitan bahkan sampai mengigit bibir bawahnya.
"I-iya Mom," sahut Rachel.
Ramos terus menginjak kaki istrinya. Mungkin saja kaki Rachel luka akibat injakkan kaki Ramos.
"Jangan bersikap sok manis dan siap menerima hukuman dari ku setelah ini," bisik Ramos ditelinga istrinya.
Rachel menunduk dan terdiam. Jemarinya saling meremas menahan sakit dan takut. Dalam hati berharap Maria, Ozawa dan Rayyan jangan pulang dulu. Dia belum siap disiksa lagi. Luka di tubuhnya masih banyak. Jika dia dipukul lagi bukankah luka itu akan semakin bertambah?
"Jadi begini Mos, Hel. Besok Daddy dan Mommy akan kembali ke Belgia. Jadi kalian jaga diri baik-baik di sini ya. Ada masalah perusahaan di sana yang harus kami selesaikan," ucap Ozawa
"Iya, Dad. Kalian hati-hati," sahut Ramos.
Tentu saja dia senang jika kedua orang tua nya pergi ke Belgia. Artinya dia tidak perlu takut-takut untuk menyiksa Rachel.
"Nak, jaga diri baik-baik ya. Bulan depan Mommy harap dapat kabar baik." Wanita paruh baya itu menggoda menantu yang malu-malu.
__ADS_1
"I-iya Mom," jawab Rachel.
Setelah lama berbincang-bincang. Ketiga orang itu pun berpamitan untuk pulang karena hari juga sudah hampir tengah malam.
"Argh."
Rachel terkejut saat Ramos menarik rambutnya dengan kasar.
"Ikut aku." Ramos menarik istrinya kearah dapur.
Prang!
Prang!
Prang!
Prang!
Ramos melempar semua makanan sisa di atas meja. Dia benci. Dia tidak suka melihat makanan tersebut.
"Racun apa yang kau masukkan dalam makananmu ini sehingga kedua orang tuaku bisa menyukaimu, hah?" Dia menarik rambut Rachel dengan kasar dari arah belakang.
"Mas, sakit. Sakit. Lepaskan aku, Mas," mohon Rachel dengan air mata yang berderai.
"Cepat katakan ******!" teriak Ramos ditelinga Rachel. "Kau pasti memberi guna-guna kepada kedua orangtuaku sehingga mereka menyukaimu," tuduhnya
Rachel hanya bisa menangis. Sakit. Patah. Dikucilkan. Tubuhnya. Hatinya. Hidupnya.
Sret!
Sret!
Ramos merobek pakaian istrinya. Gaun yang indah itu seketika tak berbentuk.
"Aku tidak sudi melihatmu memakai pemberianku. Jangan ge-er, aku bukan peduli. Aku hanya tidak mau orangtuaku tahu yang sebenarnya." Pria itu menghempaskan tubuh istrinya dengan kasar.
Rachel tersungkur dilantai dengan bra dan ****** *****. Gaun itu habis sobek tak berbentuk. Gadis tersebut meringguk kesakitan.
Bersambung....
Hai guys jangan lupa dukunganyna buat author yaaa. Love u banyak2 buat kalian yang sudah setia ikutin perjuangan Rachel..
Jangan maki2 sama otor nya kalau liat Rachel.lemah hehehe.
nanti author akan kasih part kejutan buat kalian. akan ada fase dimana Rachel merasakan kebahagiaan..kapankah itu?? entahlah otor juga gak tahu, bisa besok lusa, Minggu depaan, bulan depan atau tahun depan. doian aja otor sehat selalu ya guys.
__ADS_1