
Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Berdasarkan catatan Be The Match, organisasi nirlaba yang giat melakukan serangkaian penelitian mengenai transplantasi sumsum, ada beberapa efek samping yang umum dialami oleh seseorang usai mendonorkan sumsum tulang belakangnya, yakni mengalami nyeri punggung atau pinggul, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, dan memar di bagian sayatan.
Kesuksesan transplantasi sumsum tulang belakang biasanya tergantung pada kecocokan genetik antara pasien dan pendonor. Biasanya yang paling cocok adalah saudara kandung.
Sebelum seseorang mendonorkan sumsum tulang belakangnya kepada orang lain, ada serangkaian pemeriksaan yang mesti dilalui. Pertama, dokter akan mencari donor yang cocok dengan tipe jaringan pasien, khususnya tipe jaringan human leukocyte antigen (HLA). HLA adalah protein--atau penanda-- yang ditemukan pada sebagian besar sel dalam tubuh seseorang. Semakin dekat kecocokan antara penanda HLA pasien dan donor, maka semakin baik bagi pasien.
Dokter juga akan memberikan informasi ihwal proses pengambilan sumsum, risiko, dan efek samping, yang akan dialami pendonor.
Dalam proses pengambilan cairan sumsum tulang belakang, dokter akan melakukan pembedahan dengan memberikan anestesi terlebih dahulu kepada pendonor. Ini dilakukan agar selama proses operasi berlangsung, pendonor tidak akan merasakan sakit karena ada dalam kondisi tidur.
Setelah itu, dokter akan menusukkan beberapa jarum untuk menarik sel-sel sumsum dari belakang tulang panggul. Proses itu berlangsung sekitar satu jam.
Namun, berbeda orang, bisa berbeda pula efek samping yang dirasakan. Beberapa orang mengatakan bahwa pengambilan sumsum tulang belakang merupakan hal yang menyakitkan, yang lainnya menyebut bahwa itu tidak terlalu menyakitkan.
Mayoritas pendonor sumsum tulang belakang, sebanyak lebih dari 98,5 persen, akan kembali pulih dalam beberapa minggu. Sebagian kecil--sekitar 2,4 persen-- pendonor mengalami komplikasi serius akibat anestesi atau kerusakan tulang, saraf, atau otot di daerah pinggul mereka.
Risiko efek samping anestesi selama proses pengambilan sumsum sebenarnya sama dengan risiko proses pembedahan lainnya. Namun, efek samping anestesi ini jarang sekali terjadi. Adapun efek samping yang umum dialami seseorang ialah sakit tenggorokan atau mual ringan dan muntah.
Dalam hal ini, jumlah sumsum yang disumbangkan juga tidak akan melemahkan tubuh seorang pendonor, atau bahkan melemahkan sistem kekebalan tubuhnya. Karena jumlah rata-rata sumsum yang disumbangkan hanya sekitar satu liter, itu hanya sebagian kecil dari total sumsum seseorang.
Sebagian besar pendonor akan kembali menjalani runtinitasnya dalam beberapa hari usai menjalani operasi, dan sumsum mereka akan secara alami menggantikan dirinya sendiri dalam empat hingga enam minggu.
Prosedur medis transplantasi sumsum tulang belakang bisa berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk selesai. Efek samping yang mungkin dialami pasien sebelum sel donor bisa mulai memproduksi sel darah yang sehat, adalah infeksi, anemia, dan pendarahan. Antibiotik dan transfusi trombosit bisa diberikan kepada pasien untuk mencegah komplikasi tersebut.
Efek samping bagi pendonor meliputih efek samping karena pembiusan (misalnya gangguan pernapasan, gangguan pada sistem jantung dan pembuluh darah, reaksi alergi, sakit kepala, mual, dan lainnya), nyeri dan memar pada area pengambilan sumsum tulang belakang, terasa kaku pada tulang belakang, pusing, mudah lelah.
__ADS_1
Begitulah yang dirasakan oleh Ramos. Seluruh tubuhnya terasa nyeri. Badannya kaku. Mata merah menahan sakit. Dia masih dalam posisi tengkurap karena bekas operasi itu masih terasa nyeri.
"Tuan." Heru masuk kedalam ruangan rawat inap Ramos.
"H-heru." Tatapan Ramos terlihat sendu, "Bagaimana keadaan putriku Heru? Apa dia baik-baik saja Heru?" Cecar Ramos sambil meringgis kesakitan. Seperti nya obat bius yang disuntikkan ditubuhnya sudah tidak bereaksi lagi.
"Nona Kecil baik-baik saja Tuan. Nona Kecil sudah dipindahkan keruangan rawat inap," jawab Heru.
"Apa ada istriku disana Heru?" Lirih Ramos.
Jika Ramos bisa mengulang waktu, rasanya dia ingin kembali ke enam tahun yang lalu. Dimana disana dia dan Rachel masih bersama. Dimana dia masih menikmati masakkan buatan istrinya. Ramos pasti takkan menyia-nyiakan Rachel. Dia akan menjaga wanita itu dengan sebagai mungkin.
Namun kenyataannya takdir tak memihak padanya. Dia menyadari betapa berartinya sang istri setelah kehilangan cukup hebat. Menghempaskan semua keadaan.
"Ada Tuan," jawab Heru melihat Ramos kasihan, "Tuan Besar dan Tuan Benedicto akan datang kesini menyusul anda, Tuan," sambung Heru.
"Untuk apa Heru?" Tanya Ramos menahan perih dibagian tulang belakang nya.
"Heru, bisa tolong retas rekaman CCTV diruangan rawat inap Gerra. Aku ingin melihat wajah putriku dan istriku Heru. Tidak apa meski hanya lewat layar setidaknya bisa mengobati rindu ini, Heru," pinta Ramos penuh harap.
Heru mengangguk. Dia menjalankan tugas Ramos dengan cepat.
"Ini Tuan," Heru memberikan iPad nya pada Ramos.
Ramos menatap layar iPad itu. Air matanya laruh melihat sang istri yang menangis sambil menggenggam tangan putri mereka. Serta Gerra yang masih belum sadar dari pengaruh obat bius.
"Ra-chel." Ramos mengusap wajah Rachel dilayar ipads itu, "A-apa ka-barmu?" Ramos harus membunuh hatinya setiap kali kerinduan itu melanda, "Kapan rambutmu tumbuh? Maaf, maaf." Dengan posisi tengkurap Ramos menangis lagi betapa rindu hatinya.
__ADS_1
"Setelah sekian lama menghilang, akhirnya aku bisa menatap wajahmu. Kau semakin cantik Sayang. Seandainya aku tidak menyia-nyiakanmu, pasti sekarang kita sudah bahagia bersama anak-anak kita," ucap Ramos sambil terisak.
"Maaf Rachel. Maaf. Aku rindu ingin memeluk tubuhmu. Aku rindu Rachel. Aku ingin bertemu denganmu. Aku ingin meminta maaf. Aku ingin melihat wajahmu sekali saja," lirihnya.
Heru menunduk sambil menahan lelehan bening dipelupuk matanya. Begitu menyedihkan menjadi Ramos. Tidak hanya karena penyesalan yang mendera hatinya tapi juga rasa rindu yang membelenggu.
"Gerra sangat mirip dengan mu. Dia begitu cantik. Rachel, bolehkah aku memeluknya sebentar saja untuk menghilangkan rasa lelah dan sakit yang sekarang menyerang bagian tubuhku?"
"Tuan," Heru berdiri, "Istirahatlah, Tuan," Heru langsung mengambil iPad itu dari tangan Ramos. Dia tidak mau melihat Ramos yang terus bersedih seperti ini
Ramos tak membantah. Dia memejamkan matanya, dia sudah lelah menangis. Mungkin ini adalah karma dari segala perbuatannya nya.
'Bahasa cinta yang terindah atas kehilangan seseorang yang kita cintai, adalah merelakan.'
**Bersambung.....
Hai para cinta-cintaku....
Apa kabar kalian hari ini????
Sebentar lagi menyambut puasa ya?? Hehe..
Semangat puasanya..... Semoga lancar sampai garis finish...
Author siap menyajikan cerita untuk menemani puasa kalian meski harus menahan emosi karena Babang Ramos🤣
Terima kasih untuk komentar kalian, mon maaf author belum bisa balas satu-satu tapi author baca kok...
__ADS_1
Terima kasih buat saran dan Masukkan dari kalian....
Sehat-sehat buat kalian ya**......