Love Me Please (Penyesalan suami kejam)

Love Me Please (Penyesalan suami kejam)
Hilang


__ADS_3

Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Rachel terbangun dengan tubuh yang terasa hancur. Tulangnya benar-benar patah menjadi beberapa bagian. Dia menatap benci lelaki yang tidur terlelap disampingnya. Tangan lelaki itu memeluk perutnya dengan agresif.


“Aku membencimu Mas. Aku takkan pernah memaafkanmu. Kau telah mengambil sesuatu yang kujaga dengan susah payah. Memang seharusnya aku melayanimu, tapi aku ingin kau mengambilnya dengan cinta bukan dengan paksa.” Rachel menyeka air matanya.


Hatinya teriris sakit saat mendapati dirinya yang tanpa sehelai benang pun. Tangannya memerah akibat cengkaraman kuat Ramos pada tangannya. Dan tanda kemerahan memenuhi lehernya. Masih terbayang betapa liarnya pria itu menghujami tubuh lemahnya.


Rachel menyingkirkan tangan Ramos perlahan. Gadis itu turun dari ranjang dan memunggut pakaiannya yang sudah berserakkan dilantai dan tak berbentuk karena dikoyak oleh Ramos dengan paksa.


Rachel masuk kedalam kamar mandi dengan langkah tertatih. Selain tubuhnya yang sakit. Area senstifnya juga terasa perih. Ada sesuatu yang masuk kedalam tubuhnya hingga membuat area itu terluka dan mengeluarkan darah. Sama seperti tubuh dan hatinya yang terluka parah.


Rachel membasahi tubuhnya dibawah guyuran shower. Dia menggosok tubuhnya beberapa kali berharap tubuh kotornya bisa hilang. Berharap noda ditubuhnya bisa terkikis oleh air dan sabun itu.


“Hiks hikks, aku membencimu Mas. Aku membencimu.” Ucapnya menggosok tubuhnya dengan kasar.


Rachel mengambil pakaiannya didalam almari. Setelah ini dia akan menghilang dari hidup pria ini. Dia takkan kembali lagi. Dia berhenti mencintai pria ini. Apalagi yang perlu dia pertahankan. Dia sudah tak peduli jika pria itu akan menghancurkan hidupnya. Bukankah sekarang hidupnya sudah hancur dan tidak ada lagi mahkota yang selalu dia banggakan.


Rachel menatap Ramos yang terpejam dengan penuh kebencian, kemarahan dan dendam. Tangannya terkepal kuat saat mengingat Ramos memperlakukannya seperti binatang yang tak berharga.


“Mas, disisa akhir hidupku aku tak ingin mencintaimu lagi. Detik ini, kita telah usai. Aku berhenti mencintaimu.”


Setelah berkata, wanita itu keluar dari kamar dengan langkah tertatih. Dia memaki baju panjang dan celana panjang. Dia memaki shall untuk menutupi tanda kemerahan dilehernya bekas gigitan Ramos.


Rachel berjalan sambil menangis. Hancur. Hancur sudah. Hatinya. Hidupnya. Semuanya. Dia ingin mati saja. Dia tak ingin hidup lagi. Dia memilih mati dari pada hidup dalam keadaan seperti ini.


Hujan turun deras sekali. Seolah mewakili perasaanya yang tengah patah luar biasa. Dia kehilangan dua hal dalam hidupnya. Sang Ibu dan mahkota yang dia jaga dengan susah payah. Apalagi yang perlu dia takutkan jika Ramos mengancam akan menghancurkan hidupnya, bukankah sekarang hidupnya benar-benar sudah hancur? Tidak ada lagi yang perlu dia jaga.


Hujan yang jatuh membasahi kulitnya yang putih. Hingga tembus dan menyerap dikain baju yang melekat ditubuhnya. Dia tak peduli seberapa banyak butiran hujan yang menjatuhi kulitnya. Tak peduli jika hujan mengejek air matanya. Dia hancur. Dia patah. Dunianya runtuh dalam seketika. Dunianya gelap. Hitam dan hanya ada abu-abu, tak ada warna cerah lainnya.


Rachel menangis sepuasnya. Sangat puas. Dia tak bisa bayangkan jika air mata nya yang sudah banyak mengering. Jika bukan karena ditutupi oleh hujan mungkin saja air matanya akan mengalir dengan banyak.


Rachel berjalan sambil memeluk tubuhnya. Entah kemana dia akan pergi? Dia tidak tahu. Yang pasti dia tak ingin ada disini lagi. Dia ingin hilang dari bumi. Dia ingin hujan membawa nya pergi. Meninggalkan segala perih dihati. Berharap dia bisa lupa segala hal yang telah terjadi.


Tinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn


Brakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk

__ADS_1


Brukkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk


Gadis itu tergeletak ditanah dengan darah yang mengalir dikepala dan bagian tubuh lainnya. Darah mengalir bersama air hujan yang membasahi parit-parit jalan.


Pandangan Rachel mulai kabur dan tak jelas, hingga akhirnya gadis itu memejamkan matanya.


.


.


.


.


Pantulan cahaya matahari menyinari wajah seorang pria yang masih nyaman bergelut dibawah selimut tebalnya. Dia membuka matanya perlahan. Seluruh tubuhnya terasa pegal-pegal dan kepalanya pusing bukan main.


Pria itu mengeliat sebelum membuka seluruh matanya. Dia terkejut ketika mendapati dirinya tak memakai sehelai benang pun.


“Apa yang terjadi?” Dia memegang kepalanya yang berdenyut sakit. Akibat wine yang dia minum membuat sebagian ingatannya seolah hilang.


Pria itu menyimak selimut nya dan dia terkejut ketika melihat bercak darah di sprei putih yang digunakan sebagai alas kasur king size miliknya.


“Rachel.” Gumamnya.


Pria itu segera turun dari ranjang. Dia memakai pakaiannya dengan cepat. Dia menelusuri kamarnya. Sobekkan pakaian istrinya masih berserakkan dilantai. Lalu dimana istrinya.


“Rachel kau dimana?” Dia mencari istrinya ke kamar mandi, namun wanita itu tak ada disana.


“Rachel.”


“Rachel.”


“Rachel.”


Dia keluar dari kamar mencari istrinya disegala sudut ruangan. Dapur, ruangan tamu dan balkon kamar namun tak ada tanda-tanda keberadaan istrinya itu.


“Rachel maafkan aku hikkssssss maafkan aku Rachel.” Dia masih mencarinya seperti orang gila.

__ADS_1


“Rachel.” Teriaknya.


Ramos tersungkur dilantai dengan posisi berlutut. Dia menangis dengah hebat dan ternyata istrinya masih perawan. Masih terbayang di kepalanya bagaimana wanita itu menangis dan memohon agar tak mengambil sesuatu yang berharga didalam hidupnya.


“Racheeeeeeeeeeeeeeeeellllllll.”


“Racheleeeeeeeeeeeeeellllllllll.”


Dia berteriak histeris sambil menggila dan mencari keberadaan istrinya. Istrinya. Dia baru mau mengakui wanita itu sebagai istrinya setelah menyakiti dan berbuat kejam kepada sang istri.


Ramos masuk kedalam ruang kerjanya. Sejak menikah dia tak pernah masuk kesini karena dia jarang berada dirumah. Tanganya bergetar hebat menyalakan laptop yang sudah lama menganggur itu.


Ramos memasang beberapa CCTV dirumahnya dan tentunya dia membuat keamanan yang tidka bisa diretas oleh orang lain.


Ramos menutup mulut tak percaya saat melihat rekaman sang istri dilaptopnya.


“Rachel.” Dia menggeleng beberapa kali “Maafkan aku, maafkan aku.” Dadanya sampai sesak


Didalam rekaman itu terlihat dia yang menyiksa istrinya. Dia yang memukul istrinya. Dia yang membuat melukai beberapa tubuh wanita itu dan rekaman dimana Rachel mengobati bekas operasinya sendiri.


Ramos memukul dadanya berulang kali ketika melihatn rekaman terakhir, dimana dia menarik tangan istrinya dengan paksa hingga wanita itu terjerembab ke lantai dengan kepala terbentur dan dia mengangkat tubuh istrinya hingga melemparnya ke ranjang dan mengambil sesuatu yang mungkin istrinya jaga dengan susah payah.


“Racheeeeeeeellllllllllllllllll


“Racheeeeeeeellllllllllllllllll


“Racheeeeeeeellllllllllllllllll


“Racheeeeeeeellllllllllllllllll


Ramos kembali tersungkur sambil memukul-mukul kepalanya dan menarik rambutnya dengan memanggil nama istrinya sambil berteriak dengan hebat.


“Jangan pergi Rachel. Jangan pergi. Jangan tinggalkan aku.”


“Maafkan aku yang sudah menyakitimu. Maafkan aku.”


“RACHEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEELLLLLLLLLL.”

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa like, komen, vote dan rate limanya ya guys... love u banyak2...


__ADS_2