Love Me Please (Penyesalan suami kejam)

Love Me Please (Penyesalan suami kejam)
Berlapang dada


__ADS_3

Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Rayana, Bunda merindukan mu Nak. Apa kabarmu? Kau kemana saja Bunda mencarimu?" Cecar Nirmala. Dia melepaskan pelukan nya dan meneliti tubuh putrinya.


"Benarkah ini kau Nak? Benarkah ini Rayana-nya Bunda?" Matanya berkaca-kaca sambil menangkup wajah Rachel.


Rachel tak kuasa menahan air matanya. Beginikah rasanya bertemu Ibu kandung sendiri.


"Bunda," ucap wanita itu.


"Rayana,"


Keduanya kembali berpelukan sambil saling bertangisan. Sejak bayi mereka sudah terpisah.


Nirmala malah tak sempat merawat putri kecilnya itu. Dia terkejut ketika tidak mendapati putrinya dan ternyata sudah dibuang oleh suaminya sendiri karena takut jika kedua mertua nya tahu kalau dia melahirkan bayi kembar.


"Hiks hiks Bunda," tangis Rachel pecah.


Rachel yang tadinya ingin egois dan mengeraskan hatinya untuk tak mau memaafkan kedua orangtuanya. Nyatanya dia malah tak mampu menahan gejolak ketiduran didalam dirinya.


Kerinduan yang Rachel bahkan tak tahu awalnya akan berlabuh pada siapa. Pikirnya, dia sendirian dan yatim piatu tanpa keluarga dan orang tua. Namun siapa sangka takdir malah menyediakan sesuatu yang Rachel tak pernah pikirkan sedikit pun dalam hidupnya.


"Bunda," lirih Rachel.


"Rayana," ucap Nirmala.


Kejiwaan Nirmala seolah sembuh saat bertemu dengan putri nya. Putri yang dia cari selama kurang lebih tiga puluh tahun itu kini bisa dia peluk kembali.


"Bunda merindukan mu, Nak," Nirmala melepaskan pelukan Rachel.


"Aku juga merindukanmu Bunda," ujar Rachel.


Keduanya bersimbah air mata dan masih saling bertangisan satu sama lain.


Benedicto ikut menyeka air mata harunya. Sepuluh tahun lebih istrinya itu hidup dalam haluan yang membawanya pada kejiwaan. Segala cara Benedicto lakukan untuk kesembuhan sang istri namun tetap saja kejiwaan Nirmala tak bisa disembuhkan. Namun saat bertemu Rachel, kejiwaan nya seketika sembuh dan menghilang.


"Apa kabarmu Nak? Kau cantik sekali," Nirmala mengusap rambut panjang Rachel.


"Aku baik-baik saja Bunda. Bunda apa kabar juga?" Rachel benar-benar sedih melihat penampilan Ibu nya yang sudah seperti orang gila itu.

__ADS_1


"Bunda merindukanmu. Bunda tidak baik-baik saja," sahut Nirmala sambil terisak bahagia.


"Kenapa rambut Bunda berantakan sekali?" Rachel memperbaiki rambut Ibu nya.


"Bunda tidak mandi," jawab Nirmala jujur.


Rachel terkekeh mendengar jawaban wanita paruh baya itu yang jujur apa adanya seperti seorang anak kecil.


"Mau Rachel mandi kan?" Tawar nya.


"Boleh?"


"Tentu saja," senyum Rachel.


"Ayo Bunda kita mandi," Rachel menggandeng tangan wanita paruh baya itu.


Rachel sudah berlapang dada memaafkan Nirmala. Entahlah, saat melihat wajah rapuh Nirmala yang tampak tak berdaya membuat Rachel merasa hatinya sakit karena penampilan sang Ibu. Rachel belajar menyembuhkan luka-luka yang tertanam didalam sana.


Rachel butuh waktu dan proses untuk bisa menerima dan memaafkan apa yang sudah orangtua nya lakukan padanya. Mungkin mereka memiliki alasan tertentu kenapa sampai membuangnya seperti itu. Namun Rachel pun bersyukur karena dia bisa belajar dari hidup yang membuatnya menderita.


"Paman ayo kita tunggu diruang keluarga saja," ajak Choky.


Benedicto mengangguk, lelaki paruh baya itu masih sempat menyeka air mata harunya. Apakah ini tanda nya Rachel akan memberi nya kesempatan kedua untuk memperbaiki semua kesalahan yang sudah dia lakukan.


"Bunda, Rachel cuci rambut nya yaaaa?"


"Iya Nak,"


Wanita paruh baya itu terus menatap Rachel dengan senyuman manis dan kagumnya. Dia masih serasa bermimpi bisa melihat dan berbicara dengan putrinya ini. Semoga ini bukan mimpi.


.


.


.


"Bunda lapar tidak?" Tanya Rachel sambil menyisir rambut wanita paruh baya itu. Tubuh Nirmala sudah wangi karena dibersihkan oleh anaknya.


"Lapar," sahut Nirmala cepat, dia masih terus menatap wajah putrinya itu. "Bagaimana kalau kita memasak? Bunda ingin makan ayam kecap," serunya dengan semangat.

__ADS_1


Rachel tersenyum hangat. Ayam kecap adalah makanan kesukaan anak-anak nya. Setiap kali masak, menu yang satu ini pasti selalu ada karena anak-anak Rachel pasti akan mencari ayam kecap kalau sudah sampai di meja makan.


"Ayo Bunda, Rachel juga suka," seru Rachel.


"Wahh benarkah. Biarkan Bunda yang masak yaaa?"


"Iya Bunda,"


Keduanya keluar dari kamar mereka sambil berbincang-bincang bahagia. Tak pernah Nurmala sebahagia ini dalam hidupnya. Pertemuan nya dengan Rachel seolah mampu mengusir segala kegelapan dalam hidupnya karena duka cita kehilangan Rebecca.


.


.


.


.


"Berhenti marah Ray, kau ini," Maria gemes sendiri melihat putra nya itu mengomel.


"Ck, bagaimana aku tidak mengomel Mom. Aku bahkan belum sempat bertemu Kak Ramos sebelumnya. Kenapa kalian main setuju-setuju saja tanpa memberitahuku lebih dulu?" Gerutu Rayyan


"Yang dilakukan Kakak mu sudah benar Rat. Ini adalah bukti cintanya pada Rachel," sambung Ozawa.


"Iya aku tahu. Tapi apakah Rachel memaafkan Kakak? Jelas tidak! Sampai sekarang saja dia masih belum bisa menerima Kakak," jelas Rayyan kesal.


Ozawa menghela nafas panjang melihat kearah putranya yang makan sambil mengomel. Si playboy yang satu ini memang hobby nya mengomel. Karakter nya jauh beda dengan Ramos yang irit bicara. Rayyan tipikal orang yang tidak bisa menahan lidah nya untuk berbicara. Dia selalu keluarkan isi hatinya.


"Sudah lanjut makan. Setelah ini kita kerumah Paman Morres," ucap Ozawa


"Ck, aku tidak mau ikut. Nanti bocah kecil itu malah mentertawakan kemampuan ku lagi," ketus Rayyan.


Rayyan masih ingat ketika pertama kali bertemu dengan Gilbert dan Gerald, dirinya dikerjai habis-habisan oleh dua bocah berusia lima tahun ini. Rayyan terkejut mendengar omongan mereka yang terkesan tidak cocok untuk usia mereka.


"Kau harus ikut Rayyan. Rencana nya, Daddy dan Mommy ingin membawa Rachel dan anak-anak nya kembali ke Indonesia," jelas Ozawa


"Huh, jangan harap dia mau kesini Dad. Apa kalian lupa kalau Kakak ipar masih trauma berat? Kurasa dia akan menolak dengan keras permintaan kalian. Percaya saja. Lagian juga Kakak tidak ada disini, kenapa harus mengajak istri dan anaknya tinggal bersama kita," protes Rayyan tidak terima. Bukan apa, dia masih jengkel dengan Rachel yang keras kepala. Sekaligus jenggah melihat anak-anak Rachel yang berhasil membungkamnya.


Entah dari mana kedua anak Rachel menemukan video Rayyan yang tengah bercinta bersama dua wanita lalu menunjukkan video itu pada kedua orangtuanya. Akhirnya Rayyan disemprot habis-habisan oleh Ozawa dan Maria, sehingga dirinya ditahan dan dikurung tidak bisa kemana-mana. Bahkan untuk urusan kantor saja Rayyan harus kerjakan di rumah mereka tanpa keluar rumah.

__ADS_1


**Bersambung.....


Jangan lupa like komen vote nya buat author**...


__ADS_2