Love Me Please (Penyesalan suami kejam)

Love Me Please (Penyesalan suami kejam)
Suami tak memiliki perasaan


__ADS_3

Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Sayang." Ramos memeluk Agnes dengan agresif.


"Sayang, apa kau akan membawaku menginap di Apartement malam ini. Aku ingin menunjukkan pada wanita ****** itu bahwa kau milikku." Agnes meraba-raba tubuh Ramos sambil menggoda pria itu.


"Ide bagus sayang. Bagaimana kalau kita bercinta didepannya saja?" Seru Ramos tersenyum sumringah "Dia yang sudah membuat kita gagal menikah jadi aku ingin membuatnya juga gagal bahagia." Ramos menciumi leher Agnes sambil sekali mengigit leher itu hingga Agnes mengeluarkan suara ******* yang membuat Ramos semakin semangat.


"Ayo sayang. Kita bermain di Apartement saja." Ramos menggandeng tangan wanita itu


"Iya sayang."


Keduanya masuk kedalam mobil. Agnes tampak tak sabar membuktikan kepada istri Ramos bahwa dia adalah milik Ramos. Dan hanya dia yang pantas memiliki pria itu.


Agnes bersandar dinyaman di lengan Ramos. Sedangkan tangan Ramos yang satu fokus menyetir. Memang jika waktunya bersama Agnes, Ramos selalu tak mengajak Heru. Karena dia tidak mau asisten nya itu ember dan malah membocorkan apa yang dilakukan Ramos pada kedua orangtuanya.


Sampai di Apartement nya, Ramos memarkir mobil basement miliknya. Apartement ini memang elit hanya terdapat beberapa apartement saja itu pun orang-orang kelas atas. Selain itu Apartement ini dijaga dengan ketat sehingga tidak sembarangan orang bisa masuk atau sekedar berkunjung di Apartement ini.


Ramos membuka pintu untuk wanita yang begitu dia cintai itu. Pokoknya hanya Agnes yang paling dia cintai didunia ini.


Keduanya masuk saling mengenggam tangan seolah takut ada yang memisahkan mereka.


Dilift pun mereka masih sempat-sempatnya saling bertukar saliva satu sama lain. Seolah tak sabar untuk saling mendesah dan bercinta sepuasnya.


Ramos membawa Agnes masuk kedalam apartement miliknya. Mulut keduanya masih saling mengecap.


"Kau baru da_."


Rachel hendak menyambut suaminya. Namun seketika tubuhnya menegang ketika melihat permandangan yang membuat hatinya semakin remuk.


Ramos dan Agnes melepaskan panggutan bibir mereka ketika melihat Rachel berdiri dengan deraian air mata dan tak jauh dari mereka saling cercap-cercapan.


"Hei! Wanita ****** cepat masakkan untukku dan kekasihku." Tintaht Ramos menatap Rachel jijik. Dia malah memeluk pinggang Agnes dengan agresif.


"B-B-aik Mas." Ucap Rachel menunduk.


Agnes menatap Rachel aneh. Kenapa rambut gadis itu dipotong sejelek itu? Padahal jika dilihat Rachel sangat cantik.


"Sayang kenapa dengan rambut nya?" Tanya Agnes penasaran.


Ramos memapah wanita itu duduk disoffa bersama nya.

__ADS_1


"Hem, aku yang potong sayang. Aku jijik melihat rambut panjang nya itu." Sahut Ramos memeluk Agnes dari belakang karena wanita itu diangkat dan duduk dipangkuannya.


"Kau yang po-tong?" Tanya Agnes setengah tak percaya.


"Yup." Ramos mengangguk santai dengan antusias.


"Kau benar-benar hebat sayang." Agnes berbalik dan membuka kakinya agar duduk dipangkuan pria itu.


Rachel dengan telaten memotong sayuran itu. Air mata sudah tak mau menetes untuk kali ini. Mungkinkah air matanya pun lelah untuk terjatuh? Semoga masih ada cahaya dihidupnya. Jika tidak ada bisakah dia melihat cahaya senter saja.


"Aku harus kuat demi Ibu dan Rima. Tidak apa-apa luka ini. Aku akan terbiasa nanti. Sakit ini pasti hanya sementara. Aku yakin setelah ini ada kebahagiaan dan semoga Mas Ramos segera sadar dan bisa membuka hati untukku. Jika pun tidak waktu nya aku untuk sadar diri." Ucap Rachel menyemangati dirinya sendiri.


Rambutnya sudah tak ada lagi. Bahkan dia seperti laki-laki. Namun hatinya masih keras untuk mempertahankan rumah tangga mereka. Berharap masih ada keajaiban setelah ini.


Rachel menata makanan diatas meja. Dia tak lagi mau merenungi nasib hidup ini. Dia harus kuat demi hidup kedua orang yang begitu dia cintai.


Tampak Ramos dan Agnes berjalan kearah meja makan. Tak bisa Ramos pungkiri jika dia mulai kecanduan masakkan Rachel. Padahal sebelumnya dia tidak pernah mau makan makanan masakkan gadis itu.


Rachel hanya menundukkan kepalanya. Hatinya teriris sakit. Hancur. Takkan bisa dibentuk lagi seperti semula.


"Cepat ambilkan makanan." Bentak Ramos.


"Baik Mas." Gadis itu mengangguk dan menurut.


"Silahkan Mas."


Rachel meletakkan piring didepan kedua orang itu.


Keduanya makan dan saling suap-suapan tanpa memikirkan perasaan Rachel. Rachel hanya menunduk dan sambil meremes kedua jarinya. Menahan sesak. Menahan dadanya yang benar-benar sakit. Bahkan nafasnya memburu menahan amarah.


"Sayang, aku minta maaf seperti nya malam ini aku tidak jadi menginap disini! Aku tiba-tiba ada pemotretan malam ini." Agnes menyimpan ponselnya.


Ramos bernafas kecewa. Padahal dia sudah membuat rencana dengan bercinta didepan Rachel. Tapi harus gagal hanya karena pemotretan mendadak itu.


"Aku antar." Tawar Ramos.


"Tidak usah sayang. Aku dijemput Jhony." Sahut Agnes.


"Ya sudah aku pamit ya." Wanita itu berdiri dan diikuti oleh Ramos.


"Hati-hati sayang." Agnes mengecup bibir Ramos dengan sayang.

__ADS_1


"Iya sayang terima kasih."


Agnes melirik Rachel dan tersenyum penuh kemenangan. Lihat saja nanti dia akan menggeser posisi Rachel menjadi Nyonya Ramos.


Ramos melirik Rachel. Kenapa hatinya terganggu dengan penampilan istrinya sekarang?


"Ini......." Pria itu melemparkan Blackcard pada Rachel.


Dengan sigap Rachel menyambut kartu hitam itu.


"Besok keluarlah belanja. Dan ingat jangan keluar lama-lama. Waktunya hanya dua puluh menit jika lebih dari itu maka bersiap-siaplah menerima hukuman dariku." Ujar Ramos.


Ramos mendekati Rachel lalu mencengkram kasat dagu wanita itu. Menatap bola mata Rachel yang terlihat banyak kerapuhan disana.


"Ingat! Jangan katakan apapun pada Daddy dan Mommy. Atau kepada siapapun. Kau tahu kan apa akibatnya? Aku bisa menghilangkan apa saja yang ada dihidupmu." Bisik Ramos menggoda sambil mengigit pelan telinga gadis itu.


Rachel mundur "I-iya Mas." Jawab Rachel ketakutan


Wajah Ramos berubah masam. Pria itu menarik Rachel dengan paksa.


"Kenapa kau takut aku sentuh? Hah?" Bentaknya "Bukankah tubuhmu ini satu untuk semua?" Tuding nya "Tubuh bekas banyak pria saja kau sombongkan."


Sretttttttttttt


Sretttttttttttt


Pria itu menarik baju Ramos hingga terkoyak seperti yang sudah-sudah.


"Mas." Rachel berusaha menutup bagian tubuhnya.


"Diam!" Sentak Ramos


"Arghhhhhhhhh." Gadis itu menjerit ketika Ramos menarik kepalanya dengan kasar.


"Jangan terlalu percaya diri bahwa aku akan menyentuhmu. Dilihat dari sisi mana pun kau sama sekali tidak menarik.


Dia menghempaskan kepala gadis itu dengan kasar tanpa belas kasihan. Hingga Rachel kembali terjerembab ke lantai dengan baju yang sudah koyak.


"Arghhh. Sakit Mas. Sakit." Ramos menginjak-injak jari-jari tangan Rachel seperti seorang mafia.


"Hahah. Rasakan neraka mu itu." Bentak Ramos. Sebelum akhirnya melengang masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


Dia tidak tahu kenapa setiap melihat Rachel terbesit keinginan untuk menyiksa gadis itu. Bagi Ramos Rachel adalah penyebab segala kegagalan dalam hidupnya.


Bersambung......


__ADS_2