Love Me Please (Penyesalan suami kejam)

Love Me Please (Penyesalan suami kejam)
Ekstra Part-05


__ADS_3

Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡


Disebuah ruang persalinan tampak seorang wanita tengah berjuang mengeluarkan bayi-bayi dalam kandungan nya.


Disampingnya seorang pria yang tidak lain adalah suaminya, dengan setia menemani wanita itu. Sambil menggenggam tangan sang wanita dan sesekali mengecup tangan itu sebagai ciuman tanda cinta kepada wanita itu untuk menyalurkan kekuatan.


"Ayo Sayang kamu pasti bisa," ucapnya.


"Mas, sakit Mas," rintih wanita itu.


Meski ini bukan pertama kalinya dia melahirkan tapi jujur saja dia sedikit takut. Kehamilan nya kali ini memang sedikit rewel dan aneh.


"Tahan ya Sayang. Sebentar lagi dedek bayi nya keluar," ucap sang suami. "Wanita hebat," bisik nya.


Wanita itu hanya mengangguk sambil meringgis dan menunggu pembukaan sepuluh. Kenapa lama sekali? Rasanya dia tidak sabar agar bayi dalam perut nya segera keluar. Sakitnya luar biasa. Ahh dia jadi merindukan kedua Ibu nya, meski semasa kedua Ibu nya masih hidup didunia dia termasuk anak yang menyanyangi sang Ibu namun tetap saja dia merasa bersalah.


"Nyonya, siap-siap untuk mengejan. Ini sudah mau pembukaan sempurna,"


Rachel mengangguk saja. Pokoknya yang dia ingin kan adalah bayinya segera lahir.


"Aaaaaaaaaaaa,"


"Ayo Nyonya sedikit lagi," ucap sang dokter.


"Aaaaaaaaaaaa,"


"Ayo Sayang. Semangat," seru Ramos menyemangati wanita itu.


"Mas sakit," rintihnya. Tanpa sadar wanita itu menangis. Ternyata perjuangan seorang Ibu melahirkan anak-anak nya memang tidak lah mudah


"Aaaaaaaaaaaa,"


"Owe owe owe owe owe," suara tangis bayi itu terdengar menggema.


Sang dokter memberikan bayi pertama kepada perawat agar segera dibersihkan dan tak lupa memotong tapi pusar nya.


"Ayo Nyonya sekali lagi,"


"Aaaaaaaaaaaa,"


"Aaaaaaaaaaaa,"


"Owe owe owe owe owe,"


Bayi kedua keluar dan sang dokter kembali memberikan bayi itu kepada perawat untuk segera dibersihkan.

__ADS_1


"Nyonya, saya akan menjahit bagian area sensitif anda. Mungkin ini akan sedikit sakit karena area sensitif anda kotak cukup lebar," jelas dokter.


Rachel sudah meringgis duluan. Dia sudah merasakan itu ketika kelahiran pertama anak kembarnya dan sekarang dia akan kembali merasakannya.


"Sayang," Ramos memeluk Rachel berusaha memberikan kekuatan pada wanita itu. "Semua akan baik-baik saja. Okee. Mas disini," ucap nya mengecup kening wanita itu.


Sekarang Ramos juga mengerti bagaimana beratnya perjuangan sang istri melahirkan anak-anak nya. Dia bersyukur Tuhan berikan satu kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya yang dulu. Ramos tak bisa bayangkan bagaimana dulu Rachel melewati masa-masa sulitnya melahirkan anak tanpa suami. Pasti sangat berat.


Mengingat penderitaan Rachel dulu tanpa sadar lelaki itu menangis dalam diam sambil mengecup punggung tangan istrinya, dia berjanji tangan ini akan dia jaga dengan baik hingga akhir hayat.


Sang dokter menjahit area sensitif Rachel yang koyak cukup lebar. Wanita itu meringgis kesakitan bahkan terdengar bunyi seperti meletup saat jarum-jarum itu dimasuk dan dikeluarkan dari sana. Rachel tak bisa jelaskan betapa sakitnya saat jarum itu menyusul area sensitif nya.


"Selamat Tuan. Nyonya. Bayi anda berjenis kelamin laki-laki dan perempuan," ucap sang dokter memberikan kedua bayi kembar itu pada Ramos.


"Terima kasih Dok," senyum Ramos.


Ramos menyambut kedua anggota baru dikeluarga kecilnya. Lelaki itu menangis terharu melihat wajah kedua anaknya yang tampak imut dan juga menggemaskan meski masih merah.


"Owe owe owe owe,"


"Owe owe owe owe,"


Ramos membisikan doa dikedua telinga munggil bayi kembar itu. Membisikan segala doa dan harapannya untuk kedua anak nya itu. Semoga kelak, kedua anak nya yang baru lahir ini tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas dan berbakti kepada kedua orang tua.


"Sayang, anak kita," Ramos meletakkan dua bayi itu didada bidang Rachel.


"Terima kasih Sayang, Mas mencintaimu. Sangat," ucap Ramos.


"Aku mencintaimu Mas. Aku bahagia sekali. Sekarang kita punya lima anak. Semoga kita selalu bahagia ya Mas," ucap Rachel sambil menepuk-nepuk bayi kembar nya. "Seperti aku beri mereka asi Mas. Mereka terlihat lapar,"


"Iya Sayang,"


Rachel memberikan asi kepada kedua anaknya secara bergantian. Sebentar lagi dia akan dipindahkan kedalam ruangan rawat inap. Ahh Rachel tak sabar melihat ekspresi ketiga anak kembar nya menyambut kelahiran adik-adik mereka.


"Mas apa kau sudah siapkan nama untuk mereka berdua?" tanya Rachel sambil tersenyum melihat bayi itu yang menyesap asi nya dengan lapar.


"Sudah Sayang," senyum Ramos mengusap kepala Rachel.


"Gabriell Horta Ozawa,"


"Griziell Horta Ozawa,"


.


.

__ADS_1


.


Dikediaman Ramos tampak orang-orang tengah sibuk mempersiapkan acara mewah untuk menyambut kedua anak kembar Ramos yang baru saja lahir ke dunia.


Gilbert, Gerald dan Gerra menyambut kedua adik mereka gembira. Bahkan ketiganya tampak antusias untuk ambil alih membantu persiapan menyambut kedua adik mereka.


Anak-anak Rachel memang terdidik segala segi. Meski dulu mereka tumbuh tanpa seorang Ayah. Nyatanya itu tidak mempengaruhi mental mereka sama sekali.


"Mommy, Gella mau gendong dedek Gisel," pintanya.


"Waahh memang bisa?" Goda Rachel.


"Tentu saja bisa. Sekalang kan Gella susah menjadi Kakak. Gella sudah besal," seru gadis kecil itu.


"Ck, katanya sudah besar menyebut huruf R saja masih belum bisa," singgung Gerald.


"Gerald," tegur Rachel menggeleng kepalanya sambil tersenyum salut.


"Maaf Mom," pria kecil itu langsung kikuk. "Mom biar Gerald yang gendong dedek Bielle," pintanya.


"Sini Son,"


Kedua anak kembar memangku adik mereka dengan senang dan gembira. Sementara Gilbert dia sibuk membahas sesuatu dengan Ramos. Entah apa pembahasan antara Ayah dan anak itu. Keduanya tampak serius.


Para tamu undangan berdatangan. Keluarga besar Morres juga datang bersama anak-anak mereka. Namun tak tampak dimana keberadaan Choky, sudah beberapa bulan terakhir pria itu seperti menepi mencari ketenangan diluar.


Ada Benedicto dan Sandy juga yang jauh-jauh dari Indonesia terbang kembali ke Sidney untuk menyambut kedatangan dua bayi kembar itu.


"Hai cucu Oma," Maria menciumi dua bayi kembar itu dengan gemes. "Ampun deh gemes banget," seru nya.


"Oma mau gendong?" tanya Gerra.


"Wahh boleh Sayang. Sini," ujar Maria.


Ramos dan Rachel tersenyum bahagia ketika kelahiran kedua anak kembarnya.


"Sayang aku bahagia sekali," Ramos memeluk Rachel dari belakang.


"Aku juga bahagia Mas," senyum Rachel.


"Terima kasih sekali lagi Sayang," Ramos mengecup ujung kepala istrinya.


Acara mewah itu berlangsung dengan meriah. Ucapan selamat juga tak henti-hentinya terucap.


Dan terakhir setelah acara selesai. Semua anggota keluarga mengambil foto bersama, sebagai moment abadi yang mungkin akan dikenang hingga nanti. Semoga kali ini semua hidup bahagia bersama selama-lamanya.

__ADS_1


T-A-M-A-T........


__ADS_2