Love Me Please (Penyesalan suami kejam)

Love Me Please (Penyesalan suami kejam)
Pidana


__ADS_3

Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Ramos duduk dengan tenang dikursi sidang. Dia mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Seperti nya saat ini dia sudah tidak peduli jika harus mendekam didalam jeruji besi. Bukankah perbuatan nya memang tidak bisa dimaafkan.


Ada Ozawa dan Maria yang ikut sidang. Heru dan Rayyan serta asisten Rayyan. Ada juga Benedicto dan kuasa hukum nya menghadiri persidangan Ramos.


Maria menangis didalam pelukkan suaminya. Hatinya sakit melihat putra sulungnya yang akan tinggal didalam jeruji besi. Meski marah dan kecewa tapi dia tetaplah seorang Ibu yang menyanyangi anaknya. Apalagi kepergian Rachel, Ramos seperti mayat hidup.


Ramos dipidana selama lima tahun dan denda uang senilai lima belas juta rupiah.


TOK TOK TOK


Hakim memukul palu yang menandakan bahwa sidang telah selesai.


Maria semakin menangis ketika putranya di pidana lima tahun penjara. Lima tahun bukan waktu yang sebentar. Bagaimana nanti nasib putranya itu? Sekarang saja Ramos sudah seperti pria yang tak memiliki gairah hidup.


"Ramos."


Maria berhambur memeluk putranya itu dengan menangis. Ramos membalas pelukkan Maria, lelehan bening itu lolos dipelupuk matanya. Apalagi sorotan kamera wartawan saling bersahutan memindai dirinya yang kini sah menjadi tahanan.


"Mom." Lirih Ramos "Maafkan aku." Ucapnya penuh penyesalan.


Benedicto menatap menantunya. Sebenarnya dia tidak tega membawa kasus ini ke pengadilan. Hanya saja yang dilakukan Ramos sudah sungguh diluar batas kekerasan dalam rumah tangga. Apalagi Benedicto melihat semua video kejahatan Ramos pada putrinya membuat tak bisa lagi menahan gugatan nya. Meski pun Benedicto belum bertemu putrinya tapi sebagai seorang Ayah dia tidak terima dengan kekerasan yang dilakukan Ramos. Biarlah Ramos belajar dari kesalahannya.


"Son." Ozawa juga memeluk putranya itu.


"Dad." Ramos membalas pelukan Ayahnya "Temukan dia untuk ku Dad. Aku ingin bertemu anakku." Ucap Ramos.


"Iya Son. Daddy berjanji akan menemukan nya. Jaga diri baik-baik disana." Ozawa melepaskan pelukannya.


"Iya Dad. Aku bisa melewati nya. Aku memang pantas menerima ini." Ramos tersenyum kecut.


Tangan Ramos dipasang borgol dan dia diiringi masuk kedalam jeruji besi.

__ADS_1


Tangis Maria mengiringi langkah putranya. Dia tidak tega melihat Ramos seperti itu.


Sementara Ramos memaksakan senyum dan mengikuti langkah dua orang polisi yang membawa nya masuk.


'Aku memang membencimu Kak. Tapi melihatmu seperti ini aku jadi merasa tidak tega. Semoga kau sadar dan berubah. Dan aku akan menemukan Rachel untukmu.' Batin Rayyan.


Rayyan melenggang pergi keluar dari kantor kepolisian diikuti oleh asistennya Herwin.


"Jalan Win."


Rayyan menatap keluar jendela mobil nya tampak berpikir. Bagaimana caranya agar dia bisa menemukan keberadaan Rachel? Sementara sekarang tidak ada satu informasi pun yang bisa menunjukkan di mana Kakak iparnya itu berada.


"Win, persiapkan keberangkatan ku ke Australia. Aku tidak bisa berdiam diri seperti ini." Rayyan duduk tampan gelisah.


"Baik Tuan." Sahut Herwin.


"Kita langsung ke bandara saja." Tintahnya


"Iya Tuan."


Rayyan turun dari mobil setelah sudah sampai ke Bandara. Dia tidak suka naik pesawat pribadi. Lebih suka nya yang transit beberapa kali.


.


.


.


.


Ramos membaringkan tubuhnya dilantai yang hanya beralaskan tikar saja. Didalam jeruji besi itu hanya ada dia sendiri. Jadi dia bisa leluasa berbaring.


Ramos memejamkan matanya. Lelehan bening itu kembali menetes saat dia mengingat dulu istrinya tidur dilantai yang begitu dingin. Sekarang Ramos merasakan nya. Dingin tanpa adanya selimut. Apalagi dia sudah mengganti bajunya yang dibelakang nya bertuliskan "TAHANAN."

__ADS_1


'Tak apa aku mendapatkan hukuman ini, asal ini bisa membuat rasa bersalahku menghilang. Tak apa aku menangis didalam keheningan malam, asal perasaan menyesal terasa lega. Rachel, sekarang aku sudah menerima semua ganjaran dari perbuatanku. Kau boleh mentertawakan aku sekarang. Kau boleh mencaciku dan mengatakan bahwa aku pria jahat. Aku memang jahat Rachel. Sangat jahat. Tapi aku sudah menyesali segala perbuatanku. Aku mencintai mu. Kumohon kembali lah.'


Orang-orang menamai nya luka. Orang-orang menamai nya sebagai patah hati. Dan semua orang akan paham bahwa kalimat itu telah Ramos rasakan saat ini.


Didalam jeruji besi sunyi, dirinya terbaring tanpa selimut. Matanya terpejam dan kedua tangannya terlipat didalam dada. Matanya terpejam tapi pikiran nya berlarian kesana-kemari. Seorang CEO ternama, mendekam didalam jeruji besi karena kasus kekerasan dalam rumah tangga berita itu telah tersebar dimedia sosial hanya dalam hitungan menit, kini dirinya terkenal dimana-mana.


Mungkin dengan hukuman ini bisa membuat perasaan nya puas dan perasaan itu tidak menyalahkan hatinya lagi. Mungkin kali ini perasaan nya bisa tenang. Mungkin dengan ini dia bisa menikmati setiap nafas yang terasa berat.


Setahun lebih kepergian Rachel membuat Ramos tak hanya depresi dan gila tapi membuat nya seperti seonggah raga tak bernyawa. Hidup dalam penyesalan membuat nya bagai hidup dalam neraka.


Mata ramos terpejam erat. Tubuhnya lelah. Jiwanya lelah. Bahkan dia tak terkejut sama sekali ketika mendapat surat panggilan dari kepolisian. Seolah dia sudah memasrahkan hidupnya yang berarti lagi. Tohh apapun yang dia lakukan takkan membuat istrinya kembali lagi kedalam pelukannya.


Dia pasrah ketika polisi mendatangi nya di Apartement. Dia tidak bertanya apapun karena dia tahu penjelasan apapun yang akan dia lakukan semua takkan bisa mengubah keadaan.


Ozawa bisa saja melepaskan Ramos dari gugatan ini dengan uang dan kekuasaan. Namun dia tidak mau lagi salah dan membuat Ramos kembali ke jalan yang salah. Biarlah Ramos menikmati masa-masa sulitnya didalam jeruji besi ini. Anggap saja sebagai melatih mental, memang waktu lima tahun itu bukan sebentar tapi dengan waktu itu semoga bisa mengubah karakter Ramos yang keras menjadi lebih baik.


Ramos pria itu. Dia adalah lelaki bejat dan kejam berhati iblis, kesalahan yang dia buat dimasa lalu tak hanya membuat nya kehilangan sang istri tapi dia juga kehilangan separuh jiwa dan kewarasan nya. Namun Ramos tetaplah pria biasa yang merasakan patah hati dan penyesalan. Dia tak hanya menyesal tapi sungguh-sungguh merasa dirinya adalah manusia yang tak memiliki gairah untuk hidup.


**Bersambung......


Hai semua....


Apa kabar para kesayangan???


Sehat-sehat ya semuanya....


Sekali lagi makasih buat saran dan masukkan nya buat author. Makasih juga buat koreksi setiap bab nya dan typo tulisan yang salah.....


Yuk mampir ke karya baru author. Baru netes. Baru lahir. Baru pecah hehhe...


Go merried with My Sunshine.....


No pelakor. No pembinor. No cakar-cakaran.......

__ADS_1


Gaskeeeun gaeessssss**.....


__ADS_2