
Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
"Sudah jangan cemberut begitu," ucap Sherly terkekeh.
Chika sedang di dandani oleh MUA yang di sewa untuk mendandani gadis cantik itu.
Wajah Chika masih cemberut seperti kemarin. Dia berusaha melakukan negosiasi agar ayah nya mempertimbangkan pernikahan perjodohan ini supaya di batalkan saja. Namun keputusan Yakob sudah bulat.
"Mommy," renggek Chika.
Arnetta geleng-geleng kepala sambil tersenyum gemes. Tak menyangka jika sahabat yang sudah dia anggap seperti adik sendiri kini akan melepaskan masa lajangnya.
"Memang doa orang baik itu selalu di jawab Tuhan ya Ka?" ujar Arnetta sambil melipat bibirnya menahan tawa.
"Doa apa?" ketus Chika. "Awww Kak, pelan-pelan," protesnya saat sang MUA menata rambut nya.
"Maaf Nona," ucap MUA itu merasa bersalah.
Sherly dan Arnetta terkekeh saja. Mereka harus sabar menghadapi sifat Chika yang tempramental ini.
Chika menarap pantulan dirinya didepan cermin. Ia hampir tak percaya jika ini adalah dia. Ia seperti putri di kerajaan dongeng.
Mahkota tertanam di atas kepalanya. Rambutnya sengaja di gerai indah menjuntai sampai bahu. Dari kecil, gadis ini tidak suka rambut panjang. Jadi ia akan memangkas rambutnya jika sudah melewati bahu.
Gaun indah yang harganya mencapai ratusan juta itu juga membungkus tubuh rampingnya. Chika memiliki bentuk tubuh yang ideal. Sehingga gaun itu pas di tubuhnya.
"Kamu cantik sekali Sayang," puji Sherly memuji kecantikan anak perempuan nya ini yang sebentar lagi akan menjadi seorang istri.
"Mommy," Chika memeluk Sherly dengan manja.
Chika berjalan diatas karpet merah, tangannya di gandeng oleh Yakob sang Ayah. Hari ini ia menjelma menjadi putri di kerajaan cintanya bersama lelaki yang dia juluki Mr. Minus.
Semua mata tertuju padanya. Para teman-teman kampus nya menganggumi sosok yang selama ini di sembunyikan melalui sikap tomboi nya dan hari ini gadis tomboi itu telah keluar dari kandangnya.
Suara kamera juga mengiringi langkah kaki nya menuju kebahagiaan. Wajah nya ditutup dengan cadar, meski begitu sama sekali tak mengurangi kadar kecantikan dari wajah Chika. Ia sangat cantik bak Dewi Yunani.
__ADS_1
Tatapan Choky tak beralih dari calon istrinya itu. Jantung sudah berdisko didalam sana, seperti ingin keluar melihat secara langsung betapa cantik nya calon istri dari pengusaha ternama ini.
"Choky," Yakob menyerahkan tangan Chika. "Jaga dia untuk Daddy. Kamu adalah pengganti Daddy," sambil menepuk pundak calon menantu nya itu.
"Terima kasih Dad," sahut Choky mengenggam tangan Chika.
Acara pemberkatan di mulai dengan janji suci yang mereka ucapkan didepan Tuhan dan para saksi yang hadir meramaikan acara pernikahan mewah antara Choky dan Chika.
Choky membuka cadar yang menutupi wajah istrinya itu. Matanya berkaca-kaca, ia seorang tak percaya jika ini adalah istri nya, istri kecilnya.
Lelaki itu mengecup kening sang istri. Ciuman bahagia yang ia sematkan untuk Chika. Chika memejamkan matanya meresapi hangatnya bibir Choky yang menempel di dahi nya. Tanpa sadar air mata gadis itu menetes, ia seperti berada didalam dunia dongeng yang di persunting oleh pangeran tampan. Tapi ini bukan pangeran, ini boss menyebalkan yang akhirnya menjadi suami dan akan jadi ayah dari anak-anak kelak.
Acara berlangsung mewah. Banyak tamu terhormat yang berdatangan. Termasuk teman-teman sekampus dengan Chika. Awalnya semua teman-teman kampus Chika terkejut saat mendapat suara undangan dari gadis itu. Selama ini Chika di kenal sebagai gadis yang urakan dan tomboi, kasus yang Chika buat di kampus sudah tak terhitung banyaknya. Siapa sangka jika ia yang lebih dulu mendahului para senior dan teman-teman nya. Usia nya masih muda. Sifatnya juga masih kekanak-kanakan. Namun sebenarnya itu adalah cara Chika untuk menutupi identitas asli dirinya agar tak mudah ditindas oleh orang lain.
Chika, gadis berusia 19 tahun. Seorang putri dari pasangan ternama, Yakobus dan Sherly Agustin. Dia memang nakal. Namun begitu lah caranya melindungi diri dari kejamnya dunia luar. Dia gadis keras kepala yang tidak suka di atur. Namun jika dia sudah berhasil di luluhkan, ia memiliki empati yang kuat terhadap orang-orang yang ada didekatnya.
.
.
.
"Saya bantu buka baju kamu," ucap Choky.
"Ehhh jangan Tuan," Chika langsung menahan tangan Choky. "Malu," ucapnya dengan pipi merah merona.
Choky tersenyum manis. Ia perlahan melepaskan mahkota yang tertanam dikepala istrinya. Dia juga membantu melepaskan jepit rambut yang di gunakan untuk menata bagian atas rambut Chika.
"Tuan," Chika gugup.
"Jangan panggil saya Tuan. Saya adalah suami kamu," ucap Choky.
"Lalu saya harus panggil apa?" tanya Chika bingung.
"Terserah, asal jangan Tuan," jawab Choky.
__ADS_1
"Ya sudah, aku panggil Hubby saja bagaimana? Terlihat manis kan?" seru Chika.
Choky mengangguk setuju. Itu adalah panggilan manis yang menurut nya unik. Choky tak menyangka jika panggilan itu kini di sematkan padanya.
Choky mengusap bibir ranum Chika yang masih dilapisi oleh lipstik, ia menelan salivanya susah payah. Dalam hati ia sudah membayangkan ******* bibir ini dan menyesap rasa manis disana.
Sementara Chika menahan perasaannya yang ketar-ketir. Kata orang malam pertama itu menyeramkan, rasanya Chika ingin kabur tapi tidak mungkin.
Choky memiringkan kepalanya dan mengecup bibir Chika dengan mata terpejam. Meski awalnya terkejut, namun wanita itu membalas dengan naluri saja. Ia tak pernah berciuman sebelum nya. Choky adalah laki-laki pertama dan akan menjadi laki-laki terakhir yang menyentuhnya.
Ciuman yang awalnya lembut. Kini mulai menuntut. Tangan Choky membuka resleting gaun istrinya.
Chika seperti merasakan sengatan listrik yang belum pernah ia rasakan. Rasa aneh yang menggoda. Nalurinya berkata berhenti tapi tubuhnya tak bisa menolak. Apalagi sentuhan Choky benar-benar lembut tanpa ada paksaan. Ini pertama kali. Sedikit aneh, tapi Chika akan berusaha melayani Choky. Meski dalam hati ia belum siap.
Choky membaringkan istrinya tanpa melepaskan panggutan mereka. Ia naik keatas ranjang dan menindih tubuh wanita itu. Choky melepaskan panggutan nya. Ia menatap wajah merah Chika.
"Bolehkah?" pintanya penuh harap.
"Katanya sakit?" Chika mengigit bibirnya takut.
"Aku akan melakukan nya dengan lembut," Choky mengecup kening Chika.
Chika pasrah, mau menolak tidak mungkin. Mereka sudah terlanjur tak memakai apapun. Entah kapan pakaian itu terlepas dari tubuh keduanya. Terbuai dalam belaian Choky, Chika seperti sedang terbang ke langit tinggi.
"Aku akan memasuki nya pelan. Tahan yaaa?" bisik Choky menggoda.
Chika mengangguk dengan mata terpejam. Ia tak berani menatap wajah sang suami.
Lalu terjadilah malam pertama yang indah bagi sepasang penggantin yang belum saling mencintai itu. Sebenarnya tanpa mereka sadari bahwa benih-benih cinta sudah tumbuh di hati keduanya.
"Terima kasih Istri Kecil ku. Sudah menjaga nya untuk ku,"
Choky mengecup kening Chika lalu menarik wanita itu kedalam pelukannya. Keduanya terlelap tanpa mandi karena kelelahan.
**T A M A T**
__ADS_1