Love Me Please (Penyesalan suami kejam)

Love Me Please (Penyesalan suami kejam)
Kecewa


__ADS_3

Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Ozawa dan Maria menggeleng tak percaya ketika melihat sebuah rekaman video yang baru saja dilkirim oleh Josh, assisten Rayyan.


Bahkan air mata Maria tak terbendung. Tak percaya. Tak pernah mengira. Bagaimana bisa putra yang dia anggap pria baik menyakiti seseorang sampai membuat jiwanya terguncang.


“Brengsekkkkkkkkkk.” Sentak Ozawa “Ramossssssssss.” Tanpa sadar tangan Ozawa terkepal kuat.


“Herry.” Teriaknya


Herry berjalan dengan tergesa-gesa menghampiri Ozawa “Iya Tuan ada yang bisa saya bantu?” Sambil membungkuk hormat pada Ozawa.


“Persiapkan keberangkatan kami ke Indonesia. Sekarang!” Tintahnya tegas


“B-baik Tuan.” Sahut Herry dan langsung melaksanakan perintah Ozawa.


“Honey.” Ozawa merangkul istrinya yang terduduk sambil menangis.


“Ozawa bagaimana bisa Ramos sekejam itu pada Rachel? Aku menyesal karena sudah meminta Rachel menikah dengan Ramos.” Maria menangis segugukan dipelukkan suaminya.


Ozawa hanya mengusap punggung istrinya sambil berusaha menenangkan Maria. Dia benar-benar tak habis pikir melihat kekejaman Ramos pada Rachel. Ramos seperti binatang yang tak memiliki perasaan.


“Aku menyesal Ozawa.” Ucap Maria


“Tenanglah Honey. Aku akan memberi pelajaran pada pria itu. Lihat saja nanti. Aku takkan membiarkannya bertemu Rachel lagi. Biarkan dia menyesal seumur hidup.” Ucap Ozawa menggebu-gebu.


"Permisi Tuan. Keberangkatan anda sudah saya persiapkan." Lapor Herry.


"Baik." Ozawa melepaskan pelukannya


"Sudah jangan menangis lagi. Menantu kita akan baik-baik saja. Sebaiknya kita pulang ke Indonesia untuk memastikan keadaan nya." Ucap Ozawa lembut

__ADS_1


Maria mengangguk patuh. Sebagai orangtua dia merasa gagal mendidik Ramos. Maria menyesal sudah menikahkan Rachel dengan Ramos. Padahal dari awal Ramos sudah menolak tapi dia masih keukeh memaksa Ramos menikahi Rachel dengan harapan, putranya itu bisa berubah.


Namun lihatlah kenyataan yang sesungguhnya. Ramos malah membuat Rachel seperti hidup di neraka. Dan kenapa Ramos mempertahankan pernikahan nya hanya untuk menyiksa Rachel. Kenapa tidak pisah saja jika memang tidak bisa dipaksakan lagi?


Kedua pasangan paruh baya itu masuk kedalam jet pribadi milik mereka. Padahal rencana mereka akan menetap di Belgia dan fokus pada masa pensiun. Tapi sepertinya niat itu harus diurungkan karena keadaan yang tidak memungkinkan.


Maria bersandar dengan tatapan kosong dilengan suaminya. Bagaimana reaksi Irina saat tahu putrinya tak mendapat kebahagiaan didalam rumah tangannya. Bahkan Maria tidak tahu jika sahabat nya itu telah meninggal dunia.


'Maafkan aku Irina. Ini semua salahku. Seandainya aku tidak memaksa Ramos menikahi Rachel. Pasti putrimu tidak akan menderita seperti ini! Maafkan aku Irina. Kuharap kau tak kan marah padaku.' Batin Maria dengan penuh penyesalan


Ozawa mengusap kepala istrinya sambil berusaha menyalurkan kekuatan pada wanita yang paling dia cintai itu. Dia juga merasa gagal menjadi seorang Ayah. Gagal mendidik Ramos menjadi pria baik. Hingga lelaki itu tega menyakiti istrinya dengan tak berperi kemanusiaan.


Setelah penerbangan cukup lama antara Belgia dan Indonesia. Jet pribadi itu mendarat di Bandara internasional Soekarno-Hatta.


Keduanya tampak turun dengan tak sabar. Tak sabar bertemu Rachel dan melihat kondisi menantu nya itu.


"Sabar Honey." Tegur Ozawa saat Maria menarik tangan nya dengan tergesa-gesa.


"Aku harus memastikan bahwa menantu kita baik-baik saja Ozawa." Ucap Maria tak sabar.


Namun Maria tetap saja menarik tangan suaminya dan mereka masuk kedalam mobil.


Sampai dikediaman mereka. Keduanya turun. Langkah kaki Maria benar-benar tak sabar. Dia ingin rasanya mencakar wajah anaknya itu.


"Dad. Mom."


Rayyan langsung menyambut kedatangan kedua orangtuanya. Dia memang memerintahkan sang asisten untuk mengirim video itu.


"Dimana dia Ray?" Tanya Maria.


"Ayo Mom."

__ADS_1


Rayyan mengajak kedua orangtuanya menuju ruang tamu. Disana ada Ramos yang terdidik dengan tatapan kosong seperti orang gila. Penampilan nya tak hanya berantakkan tapi lebih mirip orang gila.


Ozawa maju mendekati Ramos. Wajahnya merah padam menahan emosi dan kemarahan.


Plakkkkkkkkkkkk


Satu tamparan mendarat dipipi Ramos. Hingga bibir mengeluarkan darah.


Ozawa mencengkram kerah baju putranya


"Kau sudah membuatku kecewa. Kau membuatku marah. Kau tahu aku menyesal memiliki anak seperti mu." Ozawa menghempaskan dengan kasar.


Ramos tak melawan. Dia memang sudut bibirnya yang terasa perih akibat tamparan dari Sang Ayah.


Sedangkan Maria dan Rayyan menatap tak percaya ketika Ozawa menampar Ramos. Ozawa adalah pria penyayang. Dia selalu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Marah saja pria itu hampir tidak pernah apalagi sampai memukul.


"Sabar Dad." Maria segera menenangkan suaminya yang emosi "Ayo kita duduk dulu." Ajak nya.


Ramos hanya menunduk air mata berderai dipipi pria itu. Penyesalan dalam hidupnya adalah pernah menjadi pria tak berperasaan.


"Dimana Rachel?" Ozawa menatap putra nya tajam. Emosinya belum juga surut dari wajah pria paruh baya itu.


"M-maafkan aku Dad." Ramos menunduk.


"Rachel hilang Dad." Jawab Rayyan mewakili


Deg


"Apa?" Pekik Ozawa dan Maria bersamaan.


"Hilang bagaimana maksudmu Ray?" Kali ini nada suara Ozawa semakin meninggi.

__ADS_1


Rayyan menggeleng "Dia hilang dimalam tragedi Kak Ramos memperkosa istrinya."


Bersambung.....


__ADS_2