Love Me Please (Penyesalan suami kejam)

Love Me Please (Penyesalan suami kejam)
Ngidam


__ADS_3

Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Mas aku ingin makan seblak." Ucap Rachel membayangkan seblak itu rasanya air liurnya ingin menetes.


"Tidak bisa Hel, makanan pedas tidak baik untuk kesehatan mu. Apalagi kau baru beberapa bulan selesai operasi." Tolak Choky tegas.


"Mas, jahat." Wanita itu melipat kedua tangannya diseblak "Pokoknya aku ingin makan seblak. Titik, tidak pakai koma." Ujarnya lagi.


Sandy terkekeh pelan. Sejak hamil Rachel seperti anak kecil yang keinginan nya harus diikuti. Jika tidak, dia bisa menangis dan merenggek sepanjang hari sebelum keinginan nya terpenuhi.


Sosok Rachel mengingatkan Sandy pada almarhum tunangan nya. Hal itu membuat Sandy kembali sedih dan terpukul jika mengingat betapa kejamnya perpisahan memisahkan mereka.


"Turuti saja Choky, itu keinginan bayi nya." Sambung Sandy.


"Iya Mas benar. Biasalah mengidam." Alvan ikut menimpali tanpa melihat kearah lawan bicaranya, dia malah asyik dengan ponsel ditangannya. Apalagi pekerjaan nya kalau bukan main game.


"Iya Mas. Kasihan anaknya." Ujar Ayunia "Ck, Van bisa tidak jangan main ponse terus." Ayunia merebut ponsel Alvan.


"Nia."


"Kalau bicara pada orang itu yang sopan Alvan. Jangan sibuk dengan dunia sendiri." Omel Ayunia "Lihat Mas Sandy dan Mas Choky, hormati mereka." Imbuhnya lagi.


"Iya. Iya." Alvan mengalah. Mana berani dia melawan Ayunia.


Yang lain hanya terkekeh. Sedangkan Rachel merajuk karena keinginan nya makan seblak belum terpenuhi.


"Mas." Renggeknya "Aku ingin seblak. Pasti enak." Membayangkan seblak itu rasanya ingin membuat air liurnya menetes.


"Iya." Choky tersenyum "Nia, tolong buatkan dia seblak jangan pakai sambal." Perintah Choky.


"Ck, bagaimana bisa begitu Mas? Dimana-mana seblak itu pakai sambal. Kalau tidak pedas bukan seblak namanya." Protes Rachel.


"Jangan membantah Rachel itu tidak baik untuk kesehatan mu." Sergah Choky tersenyum manis.


"Iya Kak benar. Nanti Dedek bayi nya kepedasan bagaimana?" Sambung Rima.


Rachel menatap perutnya, usia kandungan nya memasuki bulan kedua. Perut nya masih rata dan belum terlihat jelas.


"Maaf kan Bunda ya Nak. Bunda hampir lupa kalau kau masih kecil belum boleh makan yang pedas-pedas." Dia terkekeh geli sambil mengelus perut ratanya.


Mereka hanya tersenyum simpul. Sejak hamil dan mengidam keinginan Rachel ini suka aneh-aneh. Kalau tidak dituruti dia bisa merenggek sepanjang hari. Tidak mau diajak bicara dan tidak mau makan jadi semua keinginan nya harus dituruti. Keinginan Rachel itu seperti undang-undang bersifat sakral yang harus dilaksanakan dengan baik.


"Ya sudah Mas, aku buatkan Rachel seblak dulu." Ucap Ayunia berdiri dari duduknya.


"Kak, aku ikut." Ujar Rima.

__ADS_1


"Ayo."


Kedua gadis berbeda usia itu segera menuju dapur membuatkan seblak untuk Rachel.


"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Choky.


"Sudah lebih baik Mas." Senyum Rachel.


Setelah mengetahui kehamilan nya wanita itu sempat depresi dan tidak terima dengan kondisinya. Dia tidak mau hamil anak dari pria yang menyebabkan penderitaan itu. Namun Choky, Sandy, Ayunia, Alvan dan Rima tak menyerah. Mereka saling merangkul untuk menyakinkan Rachel bahwa semua akan baik-baik saja.


Dan akhirnya Rachel menerima bayi dalam kandungan nya. Benar kata Choky, bahwa bayi dalam kandungan nya tidak berdosa. Meski kadang-kadang serangan panik dan ketakutan itu masih menyerang Rachel. Namun Sandy dan yang lain segera ambil tindakan dengan menenangkan wanita hamil itu.


"Bekas operasi mu, apakah masih sakit?" Tanya Choky.


"Tidak Mas." Jawabnya


Tidak lama kemudian, Ayunia dan Rima keluar dari arah dapur dan menuju ruang tamu dengan membawa nampan diatas tangannya.


"Hel, ini sudah jadi seblaknya. Tapi masih panas." Ayunia meletakkan semangkuk seblak dengan asap yang masih mengempul dari arah mangkuk.


"Wahhh pasti enak." Serunya tak sabar.


"Tunggu." Cegah Choky "Biar Mas dinginkan dulu ya?"


Rachel mengangguk dan membiarkan Choky mendinginkan seblak itu. Yang lain tersenyum simpul, mereka sudah tak heran karena memang choky seperti suami untuk Rachel.


"Ini makanlah." Choky memberikan mangkuk itu pada Rachel.


Rachel mengambilnya dengan senyum sumringah. Rasanya dia tak sabar untuk makan seblak itu.


Rachel mengambil sesendok lalu meletakkan nya kembali.


"Lho kenapa hanya satu sendok?" Tanya Choky heran.


"Aku sudah kenyang."


Wanita itu berdiri dari duduknya dan melenggang masuk kedalam kamarnya.


Sedangkan mereka yang lain tercenggang. Ayunia kesal setengah mati, nafasnya memburu menahan emosi. Dia sudah setengah mati membuatkan seblak untuk Rachel tapi hanya dimakan sesendok oleh Rachel.


"Sabar Sayang, orang sabar pasti kesal." Celetuk Alvan sambil tertawa.


Choky dan Sandy juga tampak tertawa melihat wajah Ayunia yang tampak ditekuk kesal. Memang begitulah Rachel, jika meminta buatkan makanan maka dia hanya akan memakannya sesendok saja.


.

__ADS_1


.


.


.


"Tuan anda sudah terlalu banyak makan mangga. Nanti anda sakit perut." Tegur Heru.


"Aku masih belum puas Heru. Mangga muda ini enak sekali." Seru Ramos.


Pria itu memakan sekitar dua buah mangga muda yang dipotong-potong oleh Heru, dengan sambal pedas yang dibuat oleh para pelayan. Dia tidak tahu kenapa, suka sekali makan mangga muda yang terasa segar saat ditenggorokkannya itu.


"Eumphh, enak sekali Heru." Serunya semangat terus memakan mangga itu.


Sedangkan Heru geleng-geleng kepala. Padahal dulu Ramos begitu benci makanan pedas. Menurut nya makan pedas tidak baik untuk kesehatan nya. Tapi sekarang malah doyan sekali dengan makanan pedas ini. Bahkan dia tidak mau makan tanpa sambal.


"Heru setelah ini aku mau bakso rusuk yang isi nya daging sapi." Tintah Ramos.


"Tapi Tuan, tadi anda baru saja_."


"Cepat laksanakan Heru. Aku tidak suka di bantah." Dia menatap asisten nya tajam


Heru langsung kikuk "Baik Tuan." Heru melenggang pergi dan melaksanakan perintah Ramos.


Sejak mengalami Sindrom Couvade, banyak perubahan didalam diri Ramos. Tingkahnya juga kadang aneh, setiap hari dia mengalami morning sickness. Makanan yang dia makan pun makanan yang paling dia benci dan anehnya dia suka.


Setelah dirinya mengalami ngidam, pria itu tak lagi meremang dalam kesedihan yang terapal dalam kepalanya adalah menemukan Rachel dan calon anak mereka. Dia akan mengejar kemana pun wanita itu pergi. Tak peduli jika Rachel menolaknya dengan sangat. Dia akan menebus semua dosa dan kesalahan nya pada istrinya itu.


Rachel masih istrinya, mereka belum bercerai. Jadi Rachel akan tetap jadi miliknya dan tidak ada satu pun dari nya yang bisa diambil oleh orang lain.


"Hem, aku tak sabar ingin makan bakso siang-siang begini. Pasti segar." Ucapnya.


Setelah melihat kondisi Ramos yang seperti tertekan mental, Ozawa meminta Heru agar membawa Ramos tinggal di Mansion mewah mereka saja.


Bersambung....


Guys aku lagi ngalami writer blok😴


Mohon maaf gak bisa up banyak2..


Makasih buat kalian yang udah ikutin dari awal ceritanya Rachel.


Makasih buat masukkan dari kalian...


Puji Tuhan Author akan usahain kasih cerita terbaik buat kalian nanti..

__ADS_1


Jangan lupa dukung perjuangan Rachel...


__ADS_2