Love Me Please (Penyesalan suami kejam)

Love Me Please (Penyesalan suami kejam)
Sindrom Couvade


__ADS_3

Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Ramos masih terbaring lemah diranjangnya. Perutnya masih begitu mual. Kepala pusing. Badannya panas dingin.


"Astaga Ramos."


Maria masuk kedalam kamar putranya. Meski hati dan pikiran begitu membenci perbuatan Ramos. Tapi dia tetaplah seorang Ibu yang sayang anaknya. Apalagi selama ini Ramos sudah terlalu banyak disalahkan. Dari semua pihak menyalahkan dirinya.


"Mom." Lirih Ramos memijit-mijit kepalanya.


"Dimana yang sakit Son?" Wajah Maria tampak panik "Biar Mommy urut yaaa." Dia mengurut kepala putranya itu. Keringat dingin membasahi dahi Ramos.


"Iya Mom." Rasanya Ramos tak berdaya.


Ozawa dan Rayyan ikut masuk kedalam kamar Ramos bersama Heru dan seorang pria berjas putih yang diyakini sebagai dokter yang akan memeriksa Ramos.


Ozawa merasa kasihan melihat kondisi putranya itu. Mata panda. Rambut acak-acakan. Tubuh kurus tak terurus. Dia memang menghukum putranya selama ini tapi sebagai seorang Ayah tetap dia tak tega jika melihat Ramos kesakitan.


"Periksa dia Dok."


"Baik Tuan."


Tubuh Ramos benar-benar lemah. Apalagi dia dari pagi sudah muntah-muntah, ditambah dia jarang makan semakin membuat tubuhnya tak bertenaga sama sekali. Cairan dalam tubuh nya seolah ikut keluar hal itu membuat dirinya tak berdaya.


"Izinkan saya memeriksa anda Tuan Muda."


Ramos hanya mengangguk lemah. Sumpah demi apapun tubuhnya benar-benar sakit. Dia merasakan tulangnya patah-patah dan tadi dia muntah lagi saat mencium bau parfum yang dipakai Heru. Aneh, sangat aneh.


Sang dokter pun memeriksa Ramos dengan teliti. Sebenarnya dia sudah tahu kenapa Ramos seperti ini. Hanya saja memastikan apakah prediksi nya benar.


"Bagaimana Dokter?" Tanya Ozawa. Dia ikutan panik melihat Ramos yang lemah seperti itu.


"Tuan Ramos mengalami Sindrom Couvade, Tuan. Atau yang biasa kita kenal dengan kehamilan simpatik." Jelas Sang dokter.


"Kehamilan simpatik? Maksudnya bagaimana ya Dok?" Tanya Ozawa.


"Kemungkinan Tuan Ramos pernah meniduri wanita Tuan hingga hamil. Ini adalah kuatnya ikatan batin antara lelaki dan perempuan terhadap calon bayi mereka. Maka laki-laki juga bisa merasakan kehamilan simpatik. Nanti Tuan Ramos akan mengalami masa mengidam, hal-hal yang ingin dia makan sama seperti Ibu hamil pada umumnya."


Mereka semua terdiam dan kompak melihat kearah Ramos yang tampak memejamkan matanya dengan tangan yang berada dikepala untuk memijit-mijit kepalanya.


"Ramos apa kau pernah tidur dengan wanita selain Agnes?" Ozawa sudah was-was jika sampai Agnes yang hamil dia takkan rela, cucu nya berada dikandungan wanita jahat seperti Agnes.

__ADS_1


Ramos mengangguk. Tentu saja dia ingat siapa yang dia tiduri selain Agnes, siapa lagi kalau bukan istri nya.


"Siapa Ramos?" Maria ikut menyambung.


"Rachel Mom."


"Apa?" Pekik mereka bersamaan.


"M-maksud mu Rachel istrimu?" Tanya Maria memastikan.


"I-iya Mom." Jawab Ramos.


"Astaga." Maria menutup mulutnya "Honey, ayo kita cari menantu kita Honey. Dia sedang hamil. Hamil anak kita. Pasti dia butuh aku untuk ada sisinya. Ayo kita cari Rachel." Maria menggandeng tangan suaminya keluar dari kamar.


Sedangkan Rayyan terdiam ditempatnya. Benarkah Rachel hamil? Hamil anak Kakak nya? Berarti selama menikah Ramos masih sempat meniduri istrinya?


Rayyan maju melihat sang Kakak. Dia tersenyum devil melihat wajah Ramos yang pucat dan kurus itu.


"Hem, jika aku menemukan Rachel lebih dulu. Maka aku adalah pemenang nya Kak. Aku tidak hanya mendapat kan istri Kakak tapi juga bonus anaknya. Bersiaplah patah hati setiap hari Kak." Ledek Rayyan.


"Hentikan omong kosong mu Ray!" Hardik Ramos "Kau takkan bisa memiliki nya karena dia milikku." Tegas nya. Kepalanya semakin sakit saat berteriak seperti itu.


Setelah berkata demikian, Rayyan keluar dari kamar Ramos dengan tertawa lebar sambil mengejek sang Kakak.


Sedangkan Ramos meringgis kesakitan dibagian kepalanya. Ditambah dengan ejekkan Rayyan membuatnya semakin takut jika akhirnya Rachel benar-benar akan jatuh didalam pelukkan Rayyan. Sampai kapanpun Ramos takkan biarkan itu terjadi padanya.


"Huweekkk."


"Huweekkk."


Ramos berhambur kearah kamar mandi. Dia mengeluarkan apa yang bisa dikeluarkan dari dalam perut nya.


"Tuan." Heru mengurut tengkuk Ramos.


"Huweekkk."


"Huweekkk."


"Huweekkk."


Heru kasihan sendiri melihat betapa menderitanya Ramos. Selama ini dia hidup dalam penyelesalan karena selalu di salahkan oleh keluarga nya atas kepergian Rachel. Ramos tak mengelak karena memang Rachel pergi karena dirinya.

__ADS_1


Heru membawa Ramos keluar dari kamar dan membantu pria itu berbaring diranjang.


"Tuan, anda harus makan. Lalu minum obat." Ucap Heru.


Ramos menggeleng "Aku ingin makan bakso Heru." Lirihnya.


Heru terkejut, pasalnya Tuan nya itu anti makan-makanan seperti itu. Dia selalu menjaga pola makannya. Bahkan seumur hidup Ramos belum pernah makan bakso tapi sekarang malah ingin makan benda itu.


"Baik Tuan." Heru hanya menurut.


"Aku ingin makan rujak mangga muda. Tolong buatkan untukku Heru. Harus mangga yang baru dipetik dari pohonnya."


"Baik Tuan." Sahut Heru.


Heru keluar dari kamar Ramos dan segera melakukan perintah pria itu. Itu adalah pekerjaan yang harus dia lakukan. Meski dia begitu kesal karena perbuatan Tuan-nya tapi dia bukan lah orang yang tega untuk meninggalkan Ramos.


Ramos bersandar dengan tangan yang masih memijit-mijit pelipisnya. Kepalanya masih berdenyut sakit.


"Rachel." Matanya kembali berkaca-kaca.


"Apa benar kau hamil anakku? Apa benar itu Rachel?" Gumamnya "Aku sangat bahagia jika kau menggandung anakku. Aku berjanji akan mencari dan menemukanmu. Aku akan menebus semua kesalahanku padamu." Ucapnya lagi


Ramos tak pernah bayangkan jika kejadian tragedi satu malam itu menghasilkan buah dari benih yang tidak sengaja dia tanam dirahim sang istri. Meski itu perbuatan keji tapi Ramos tak menyesali nya. Dia percaya jika dia bisa menemukan Rachel kembali.


"Aku bahagia Rachel. Aku tak pernah sebahagia ini dalam hidupku. Aku sungguh-sungguh bahagia." Ucapnya lagi "Semoga kalian berdua baik-baik saja disana. Aku berjanji akan menjemput kalian. Aku tidak peduli jika kau menolakku ribuan kali, aku takkan menyerah. Aku akan merebutmu kembali. Kau hanya milik ku." Ucapnya penuh keyakinan.


Ramos begitu bahagia jika Rachel memang hamil. Dia akan menjadi Ayah. Dia tak bisa bayangkan betapa bahagianya menjadi seorang Ayah. Pasti itu sangat menyenangkan.


Ramos menyeka air matanya. Air mata itu adalah temannya setiap hari. Tapi sekarang dia harus semangat untuk bisa menemukan istri dan calon anaknya.


"Aku tidak boleh seperti ini terus. Aku harus semangat. Aku harus menemukan istriku. Aku tidak mau jika Ray yang menemukan mereka lebih dulu. Aku tidak rela."


**Bersambung........


Jangan lupa like komen dan vote ya guys...


Maaf hanya bisa update 1 bab


author lagi nyelesain novel disebelah...


Jika ada saran dan masukkan kalian boleh coret-coret dibawah nya**.....

__ADS_1


__ADS_2