
Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Setelah prosesi lamaran dan persiapan matang oleh kedua mempelai dan menuju hari yang telah di nanti-nanti kan oleh pasangan yang akan meresmikan hubungan mereka menjemput kebahagiaan.
Ya hari ini hari pernikahan antara dua anak kolongmerat, pemilik raja bisnis yang menduduki peringkat tertinggi di Asia dan Eropa. Rayyan Horta Ozawa dan Chicha Andriana Alexander, keduanya akan menggelar pesta pernikahan mewah di kediaman keluarga Ozawa.
Perjodohan itu membawa mereka berada di pelaminan dan berdiri disana sambil menerima kata selamat yang akan disematkan khusus hari ini. Keduanya belum saling cinta tapi kata orang-orang cinta bisa tumbuh jika seringnya kebersamaan.
"Chicha," Morres dan Choky masuk kedalam ruangan rias.
"Daddy. Kakak," mata gadis itu berkaca-kaca.
Sejujurnya ia tak pernah siap untuk menikah dengan Rayyan. Tetapi lelaki playboy itu mengatakan jika mereka sudah menganu-anu di hotel, alhasil mau tak mau keduanya dipaksa menikah. Padahal bersentuhan saja Chicha tidak pernah dengan lelaki itu.
"Stttt, jangan menangis," Morres meletakkan jarinya di bibir Chicha. Sebagai seorang Ayah jujur saja dia berat melepaskan Chicha. Namun ia tahu tidak selamanya mereka akan hidup bersama.
Choky juga merasakan kehilangan adiknya. Adik menyebalkan yang selalu membuatnya kesal bukan main. Setelah menikah tentunya, Chicha akan ikut dengan suaminya dan tinggal bersama-sama untuk mengukir kisah baru dalam hidupnya.
"Daddy," renggek Chicha. Sebenarnya dia tidak ingin menikah dengan Rayyan.
"Semoga kamu bahagia yaaa Sayang. Baik-baik jadi istri orang. Harus menurut apa yang suami katakan," pesan Morres mengusap pipi putrinya. "Daddy bahagia kalau kamu bahagia," ucapnya lagi.
"Dad," Chicha memeluk lelaki paruh baya itu dan meresapi pelukkan hangat seorang Ayah.
"Ayo. Sudah ditunggu yang lainnya," ajak Choky.
Morres dan Choky mengiring Chicha berjalan diatas karpet merah. Suara bidikkan kamera saling bersahutan satu sama lain dan berlomba-lomba mengabadikan moment dari putri ternama itu.
Disana Rayyan sudah menunggu dengan tak sabar. Play boy dan Cassanova itu tersenyum devil. Pikiran nya sudah traveling membobol gawang Chicha.
"Rayyan," Morres menatap calon menantunya itu.
__ADS_1
"Iya Ayah?" sahut Rayyan. Tatapannya tak beralih dari Chicha yang tampak seperti bidadari sorga hari ini.
"Ayah titip Chicha sama kamu. Jaga dia dengan baik. Bimbing dia menjadi istri dan ibu yang menyanyangi suami dan anak-anak nya nanti. Ingat, Rayyan jangan sakiti hati dan perasaan nya. Jika kamu bosan sama dia, kamu bisa kembalikan dia pada Ayah," Morres menyerahkan tangan Chicha pada Rayyan.
Chicha terharu mendengar pesan dari Ayah nya. Dia anak kesayangan, anak bungsu yang hidupnya selalu di lingkupi dengan keberuntungan. Ia tak menyangka jika akhirnya ia akan menikah hari ini bersama pria paling menyebalkan.
"Iya Ayah. Saya berjanji pada Ayah untuk menjaga Chicha," sahut Rayyan berani dan tegas.
Acara pemberkatan di mulai. Pendeta yang bertugas juga sudah berada di atas altar.
Ps : Maka tibalah saatnya untuk meresmikan perkawinan saudara. Saya persilahkan saudara masing-masing menjawab pertanyaan saya.
Ps : Saudara Rayyan Horta Ozawa, maukah saudara menikah dengan Chicha Andriana Alexander , yang hadir disini dan mencintainya seumur hidup baik dalam suka mau pun dalam duka ?
Rayyan : Ya, saya mau
Ps : Saudari Chicha Andriana Alexander, maukah saudara menikah dengan Rayyan Horta Ozawa, yang hadir disini dan mencintainya seumur hidup baik dalam suka mau pun dalam duka ?
Ps : Silahkan untuk mengucapkan janji suci.
Rayyan : Saya Rayyan Horta Ozawa, mengambil engkau Chicha Andriana Alexander, sebagai istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya; pada waktu susah mau pun senang, pada waktu kelimpahan mau pun kekurangan, pada waktu sehat mau pun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai mau memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang Kudus dan inilah janji setiaku yang tulus.
Chicha : Saya Chicha Andriana Alexander mengambil engkau Rayyan Horta Ozawa sebagai suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya; pada waktu susah mau pun senang, pada waktu kelimpahan mau pun kekurangan, pada waktu sehat mau pun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai mau memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang Kudus dan inilah janji setiaku yang tulus.
Ps : Selanjutnya pemasangan cincin (Chika mendekat membawa cincin yang terletak didalam kotak beludru dan disimpan diatas nampan)
Ps: Cincin ini bulat tanpa awal dan tanpa akhir, sebagai lambang tanda kasih Kristus, yang tanpa awal dan tanpa akhir. Atas dasar itu, cincin ini menyatakan bahwa saudara berdua, untuk meniru kasih Kristus dalam kehidupan rumah tangga; dengan mengasihi pasangan tanpa awal dan tanpa akhir.
Ps : Silahkan mempelai pria untuk memasangkan cincin (Chicha menyerahkan satu cincin pada Rayyan)
Rayyan : Chicha Andriana Alexander, cincin ini aku berikan padamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku (Rayyan memasangkan cincin itu ke jari manis Chicha)
__ADS_1
Ps : Silahkan mempelai wanita untuk memasangkan cincin (Chika menyerahkan satu cincin pada Chicha)
Chicha : Rayyan Horta Ozawa, cincin ini aku berikan padamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku (Chicha memasangkan cincin itu ke jari manis Rayyan).
Ps : Silahkan mempelai pria untuk mencium mempelai wanita.
Rayyan membuka cadar yang menutup wajah Chicha. Tak bisa dipungkiri jika dia grogi bukan main.
Cup
Rayyan mengecup bibir manis milik Chicha. Jantung Chicha berpacu dengan hebat. Rayyan sedikit ******* bibir istrinya. Ahh andai saja tidak ada orang dia lagi sudah memakan Chicha habis-habisan.
Acara dilanjutkan dengan resepsi pernikahan. Tamu undangan berdatangan memenuhi tempat acara di adakan.
Ada berbagai tamu terhormat Ozawa dan Morres juga ikut hadir dalam pernikahan putra-putri mereka yang kini sudah sah menjadi pasangan suami istri.
"Selamat yaaa Sayang," Lewi memeluk putrinya itu. "Kalau sudah jadi istri tidur jangan kesiangan lagi. Menurutlah pada suami," ucap Lewi mengusap punggung putri nya itu.
Chicha mengangguk. Dia berjanji akan berubah. Dia ingin bahagia seperti Ramos dan Rachel yang cintanya kini tetap abadi meski banyaknya masalah yang menerpa rumah tangga mereka.
"Iya Mom. Terima kasih," ucap Chicha berkaca-kaca.
Lewi terkekeh pelan. Tak pernah anak perempuan nya itu mengucapkan terima kasih padanya. Bisa dibilang ini yang pertama kali Chicha mengucapkan kata terima kasih saat dia berusia dewasa.
"Selamat yaa Sayang. Mommy titip Rayyan," Maria ikut memeluk menantunya itu.
"Terima kasih Mom," Chicha tersenyum kaku karena dia belum terbiasa dengan Maria.
Ucapan selamat terus datang bergantian dan para tamu bersalaman untuk memberikan ucapan bahagia nya untuk kedua pasangan penggantin yang tengah berbahagia itu.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote nya ya guys..