
Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡
"Tuan," sontak Chika berdiri dari duduknya.
Apa dia yang terlalu terbayang-bayang dengan wajah Choky, sehingga melihat lelaki ini di hari di hari Minggu? Atau ini memang Choky.
"Apakah benar ini anda Tuan?" tanya Chika memastikan. Siapa tahu roh Choky sudah gentayangan.
"Ck, memang nya kamu pikir yang berdiri ini jelmaan saya?" gerutu Choky tak terima.
"Hehehe maaf Tuan," gadis itu malah cengengesan. "Ehhh apa yang Tuan lakukan disini?" tanya Chika menyelidik.
"Ehem," Choky berdehem. Lelaki itu canggung sendiri mencari alasan. Jangan sampai ia terlihat gugup didepan Chika, bisa besar jantung gadis itu nantinya.
"Biasalah," jawab Choky asal.
"Ohhh," Chika beroh-ria saja. "Ohh ya Tuan perkenalkan ini teman-teman saya Tuan," ucap Chika memperkenalkan Jovan dan Arnetta.
"Jovan Tuan,"
"Arnetta, Tuan,"
Choky membalas dengan anggukan namun tetap menyambut uluran tangan teman-teman Chika. Sedikit, lelaki itu menatap tak suka pada Jovan.
"Tuan, silahkan duduk. Apa anda ingin makan sesuatu?" Chika menarik kursi nya, agar lelaki itu duduk. Dengan Boss harus sopan dan perhatian. Apalagi Choky sudah memberi nya uang jajan seratus juga, anggap saja sebagai ucapan terima kasih pikir Chika.
"Iya," Choky duduk dengan wajah datar nya.
Tiba-tiba suasana meja makan jadi hening, atmosfer berubah terasa lebih dingin. Kehadiran Choky bagai hujan salju yang menerpa dan meniup kulit.
"Ayo Tuan silahkan di makan," ucap Chika. Dia sudah tahu makanan kesukaan Choky, jadi dia pesan saja makanan itu.
"Hem," Choky membalas dengan deheman.
Jovan juga menatap Choky dingin. Wajah lelaki tua ini memang tampan tapi sangat mencurigakan, apalagi ketika dia melihat Chika.
"Ka, kenapa kamu cuti kuliah?" tanya Jovan memecahkan keheningan.
"Ehem, hehehe lagi healing Kak. Coba-coba kerja," jawab Chika beralasan.
"Lho, kenapa kerja bukan nya ka_" Chika langsung menutup mulut Jovan agar lelaki itu tak mengungkapkan siapa dia sebenarnya.
__ADS_1
"Umphhhhhhh," Jovan menepis tangan gadis itu dengan kesal. "Kamu kenapa sih pakai acara tutup mulut saya segala. Mana tangan kamu bau lagi, habis makan apa sih Chika?" gerutu Jovan sambil menutup mulutnya. Dia pikir sifat Chika akan berubah karena melihat gadis itu tampak feminim tidak tahu nya malah semakin bertambah
"Hehe maaf Kak, tadi Chika habis makan sambal terasi," Chika tersenyum tanpa dosa.
Jovan mendelik. Namun lelaki itu tersenyum. Preman kampus ini memang cantik jika dia berdehem.
"Choky," Lewi mendekati meja mereka setelah puas mencari putranya itu.
"Mom," sahut Choky.
"Selamat siang Nyonya," Chika berdiri dan membungkuk hormat menyambut kedatangan Lewi.
"Heii selamat siang Chika," balas Lewi tersenyum hangat. Dia takkan lupa bahwa Chika adalah gadis yang sudah membuat putranya mabuk naik mobil.
"Apa kabar kamu?" sambung nya.
"Puji Tuhan, saya sehat Nyonya," sahut Chika. Bagaimana nanti dia akan acting dan berpura-pura jadi pacar Choky sementara orang tua Choky sudah tahu siapa tahu.
"Mom, Chika ini_" Choky berdiri dan merangkul bahu Chika.
"Ehhh, Tuan_"
"Ssttt, diam. Kamu harus ingat kalau kamu itu pacar saya," bisik Choky.
"Chika apa, Son?" Lewi memperhatikan tangan Choky yang merangkul bahu Chika. Sebelum nya putranya itu tidak pernah merangkul wanita, kecuali Rachel.
"Dia....," Choky menghela nafas panjang. "Dia pacarku Mom," jawab lelaki itu.
Bukan hanya Lewi saja gak terkejut, tapi Jovan dan Arnetta ikut terkejut ketika mendengar pengakuan Choky. Sedangkan Chika mengerjab-ngerjabkan matanya berulang kali saat Choky mengatakan jika dirinya adalah pacar dari lelaki tua itu.
"Seriously Son?" tanya Lewi setengah tak percaya.
Lewi menatap Chika dari kaki sampai ujung kepala. Bukan dia tak suka, tapi jika masih sangat muda dan bahkan Choky terlihat seperti ayah nya.
"Iya Mom. Dia yang sering aku ceritakan pada Mom," jawab Choky tersenyum kaku. Ada apa dengan jantungnya saat bersentuhan dengan gadis ini?
"Chika sekretaris kamu?" tanya Lewi memastikan sama sekali. Pasalnya gadis ini kemarin yang membuat putranya itu mabuk sampai harus diperiksa dokter.
Chika menelan salivanya. Dalam hati gadis itu berdoa semoga Lewi menolaknya jadi dia tidak perlu berepot-repot untuk menjadi pacar sewaan Choky.
Sementara Jovan dan Arnetta saling melihat bingung. Apakah benar Choky dan Chika sepasang kekasih? Tapi kapan? Chika adalah gadis tomboy yang bar-bar, banyak laki-laki yang takut padanya dan apa mungkin Choky pacarnya Chika?
__ADS_1
"Iya, aku mencintai nya," sahut Choky terasa berat menyebut kata cinta untuk Chika. Setelah pulang nanti dia harus mencuci mulutnya bersih-bersih agar kata-kata itu tak lagi keluar di bibirnya.
"Ohh ya ampun, syukur deh pacar kamu Chika. Mommy suka sekali sama dia," jawab Lewi tersenyum simpul. "Hai Chika, wahh kamu jadi menantu Mommy. Mulai sekarang jangan panggil Nyonya lagi, panggil Mommy saja," Lewi malah memeluk gadis itu.
Chika canggung namun tetap mengiyakan. Dalam hati dia sudah mengumpat berbagai macam umpatan dalam hatinya. Dia mengabsen satu persatu nama binatang untuk menjuluki Boss killer nya itu.
.
.
.
"Maaf Mom, Chika menolak perjodohan ini. Soalnya Chika sudah punya pacar," tolak Chika keras. "Enak saja Chika di jodoh-jodohkan memang nya zaman Siti Nurhaliza," gadis itu memutar bola matanya salah.
"Siti Nurbaya, Chika," ralat Daniel.
"Alah, apapun itu Chika tidak peduli," ketus nya.
Sherly menatap putrinya dengan senyuman hangat. Sudah beberapa Minggu putrinya minggat dari rumah karena merajuk atas perjodohan nya.
"Kalau kamu punya pacar, bawa pacar ketemu Daddy," ucap Yakob, Ayah Chika.
"Tapi Dad_"
"Ya sudah kalau kamu tidak bawa pacar kamu. Daddy akan tetap melanjutkan pernikahan ini," tegas Yakob.
Chika mendengus kesal. Apa iya dia harus memperkenalkan Choky sebagai pacarnya.
"Dad," Chika merenggek. "Lagian Chika masih muda. Masih kuliah. Masih belum lulus. Kenapa harus dijodohkan sih Dad," protes Chika. "Itu Kak Daniel yang sudah tua, kenapa tidak di jodohkan saja," gerutu Chika.
"Tidak mungkin Kakak kamu di jodohkan dengan laki-laki," ketus Yakob.
"Mom," gadis itu lagi-lagi merenggek.
Sedangkan Daniel tersenyum saja. Untungnya bukan dia yang di jodohkan jadi dia bisa bebas.
"Bawa pacar kamu ketemu Mommy dan Daddy, barang kali bisa membatalkan perjodohan ini," ucap Sherly lembut sambil mengusap rambut sebahu Chika.
Chika menghentak-hentakkan kaki nya kesal. Sudah kabur dari rumah, mencari pekerjaan ehh masa iya dia harus memperkenalkan Boss nya sendiri sebagai kekasih nya. Nanti kalau ada yang tahu bisa di kira menggoda Choky dia.
**Bersambung.... **
__ADS_1
Jangan lupa like. Komen dan vote nya ya guysss love kalian banyak-banyak..