Love Me Please (Penyesalan suami kejam)

Love Me Please (Penyesalan suami kejam)
Pertemuan Ayah dan anak


__ADS_3

Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


“Tuan, ada yang ingin bertemu dengan anda,” ucap Heru


Kening Ramos berkerut heran “Bertemu?” Ulangnya sekali lagi, “Siapa?” Dia tampak bingung. Siapa yang mau bertemu dengannya?


“Saya tidak tahu Tuan, tadi mereka menghubungi saya dan ingin bertemu dengan anda di Mansion,” lapor Heru


“Mereka? Apa lebih dari satu orang?” Tanya Ramos kembali focus pada computer didepannya


“Iya Tuan,” jawab Heru


“Ada hubungan apa mereka denganku? Sehingga ingin menemui aku di Mansion! Bukankah harusnya kau tahu Heru bahwa aku jarang pulang kesana?” Ujar Ramos tanpa melihat lawan bicaranya. Dia sedang focus dengan benda didepannya membuat system keamanan yang baru, supaya tidak ada tikus kantor lagi yang berani menyusup kedalam perusahaannya.


“Maaf Tuan, kalau itu saya tidak tahu,” jawab Heru membungkuk hormat.


“Katakan padanya kalau ingin bertemu temui aku dikantor. Aku tidak memiliki waktu untuk mengurus hal kecil itu bersama mereka,” ucap Ramos dingin


“Baik Tuan,” sahut Heru


“Apa kau sudah menemukan informasi dimana istri dan anakku Heru?” Ramos tampak menghela nafas


“Maaf Tuan, sampai kini saya belum mendapatkan informasi apapun. Informasi yang saya dapatkan enam tahun yang lalu Nona Rachel mengalami kecelakaan,”


Deg


“Apa maksudmu Heru?” Ramos menatap asistennya tajam


“Setelah Nona meninggalkan apartement saat hujan deras, sebuah mobil menabraknya Tuan,” jawab Heru, “Ada dua orang laki-laki yang menolongnya. Tapi dalam rekaman CCTV itu tidak jelas siapa kedua lelaki itu karena gelap dan hujan yang deras,” tutur Heru lagi.


Ramos bersandar lemas dikursi kebesarannya. Tanpa sadar dan tanpa permisi air mata luruh dipipinya. Bagaimana bisa istri nya kecelakaan setelah tragedy yang membuatnya kehilangan sesuatu yang begitu berharga dia malah harus mengalami kecelakaan yang mungkin membuat beberapa tubuhnya luka-luka.


“Lalu bagaimana keadaannya Heru?” Ramos menyeka air matanya


“Setelah itu tidak ada lagi jejak, Tuan. Seperti dugaan Tuan Ozawa bahwa Tuan Choky dan Dokter Sandy terlibat didalamnya,” jelas Heru


Ramos menutup kedua wajahnya. Dia menangis didepan Heru tak peduli dengan kewibaannya sebagai seorang Boss dan pemimpin perusahaan. Dia ingin meluapkan semua rasa sakit yang sekarang terus menghantam dirinya.

__ADS_1


“Hiks hiks hiks hiks hiks,” Ramos memukul dadanya berulang kali barang kali sesak yang tersesat disana bisa segera menyingkir biar dia bisa bernafas dengan lega.


“Tuan,” Heru mengusap bahu Ramos berusaha memberikan kekuatan pada Tuan-nya itu


“Aku sungguh jahat Heru. Aku sangat-sangat jahat. Apa yang sudah aku lakukan pada istriku? Heru aku menyakitinya, aku jahat Heru,” lelaki itu menangis tersedu-sedu menyesali segala perbuatannya.


“Bagaimana caranya agar aku bisa menemukan Rachel? Aku ingin meminta maaf padanya dan tak peduli dengan penolakkannya. Aku ingin meminta maaf Heru,” isak Ramos terdengar menggema diruangan kerjanya.


Heru merasa iba dengan kesedihan yang Ramos alami. Enam tahun tak cukup membuat pria ini bisa melupakan kekejaman yang sudah dia lakukan pada istrinya sendiri.


“Aku tidak bisa lepas dari perasaan bersalah ini Heru. Sampai kapan perasaan ini terus menyiksa ku? Hukuman apapun yang aku dapatkan takkan bisa mengobati segala luka yang sudah aku turihkan dihati Rachel. Aku jahat,” lelaki itu mengusar kepalanya


Heru paham perasaan Ramos, tapi menyesal takkan membuat luka yang sudah dia tancapkan dihati istrinya membaik seperti semula. Dia sudah melakukan segala perbuatan yang jahat pada Rachel, hal itu tak hanya menimbulkan rasa benci tapi juga trauma yang berat yang membuat Ramos akan sulit menerima kata maaf dari istrinya itu.


.


.


.


.


“Iya Kak. Padahalkan aku ingin melihat rumah Daddy yang katanya besar seperti rumah Ayah itu,” sambung Gerald juga tampak kesal.


Choky terkekeh pelan merasa lucu dengan gerutuan kedua bocah kembar itu. Choky tahu jika diam-diam kedua anak ini merindukan sang Ayah hanya saja karena luka yang ditanamkan Ayah mereka pada sang Ibu hingga membuat keduanya pun marah pada pria yang sudah membuat mereka ada didunia ini.


“Cih, kenapa ingin melihat Mansion jelek itu. Punya Ayah jauh lebih besar. Kita saja menyebutnya istana,” sergah Gilbert


“Lalu kenapa Kakak sangat ingin bertemu Daddy di Mansion?” Gerald menatap Kakaknya dengan selidik.


“Kakak ingin merampok isi Mansion itu,” jawab Gilbert malas sambil mencebik kesal.


“Sudah-sudah, jangan bertengkar,” ucap Choky menangahi, “Dimana pun kita bertemu Daddy tetap sama dia adalah Daddy kalian,” sambung Choky


“Jangan bahas tentangnya Ayah. Aku menemuinya demi Gerra tidak ada maksud apa-apa. Aku merindukannya maksudku, aku sedikit merindukannya tidak lebih. Aku hanya penasaran seperti apa wajah menyebalkannya itu yang berani-berani menyakiti Mommyku,” ucap Gilbert gugup karena tatapan Choky dan Gerald yang tertuju padanya


“Kakak merindukan Daddy?” Gerald memincingkan matanya menyelidiki wajah sang Kakak.

__ADS_1


“Ck, siapa yang merindukannya tadi Kakak katakan sedikit merindukannya, bukan merindukannya,” kilah Gilbert membuang mukanya. Anak mana yang takkan merindukan Ayah yang bahkan belum pernah dia lihat wujudnya secara nyata.


“Itu sama saja Kakak,” sergah Gerald memutar bola matanya malas, “Mengaku saja Kak tidak perlu gengsi,” singgungnya


Sementara Choky tersenyum, anak kecil takkan bisa berbohong. Meskipun Gilbert dan Gerald adalah anak-anak cerdas yang bahkan dewasa sebelum waktunya. Namun mereka tetaplah anak-anak yang perasaannya sangat lembut dan selalu berkata jujur terhadap apa yang mereka rasakan tanpa bisa ditutupi-tutupi baik dari perkataan mau pun ekspresi wajah.


Mobil mereka berhenti didepan sebuah gedung pencakar langit yang menjulang tinggi. Gedung ini mencolok diantara bangunan yang lainnya.


Choky mengajak kedua bocah kembar itu turun dari mobil. Satpam yang bertugas disana tercenggang dengan mulut yang terbuka lebar melihat wajah Gilbert dan Gerald yang begitu mirip dengan wajah Boss mereka.


“S-silahkan masuk Tuan,” ucap sang satpam gugup


“Terima kasih Paman,” jawab Choky


“Ayo Son,” ajak Choky sambil menggandeng tangan kedua bocah itu. Sedangkan asissten Choky mengekor dari belakang.


Semua karyawan tercenggang ketika melihat wajah Gilbert dan Gerald. Sangat mirip dengan Boss mereka. Namun dalam hati bertanya-tanya siapa kedua bocah itu, kenapa wajahnya mirip dengan Boss mereka? Kapan Boss mereka menikah?


“Tuan Chok_”


Heru membeku ditempatnya melihat siapa yang di gandeng oleh Choky.


‘Siapa kedua bocah ini, kenapa mirip sekali dengan Tuan Ramos?’ batin Heru


“Mari masuk Tuan, anda sudah ditunggu oleh Tuan,” ucap Heru setelah berhasil menguasai keterkejutannya. Tapi tatapan matanya tertuju pada dua bocah kembar yang tangannya digandeng oleh Choky.


“Terima kasih Tuan Heru,” jawab Choky “Ayo Son,” kedua bocah itu mengangguk.


Heru membuka pintu ruangan Ramos. Tampak Ramos yang masih asyik dengan berkas-berkas diatas mejanya.


“Tuan,”


Ramos mengangkat pandangannya. Seketika pria itu membeku ditempatnya melihat Choky dan dua anak kembar disisinya.


‘Siapa mereka kenapa mirip sekali denganku?’ batin Ramos


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2