
Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡
"Mas," renggek Rachel.
Sejak dinyatakan positif hamil, Rachel semakin manja pada suaminya. Mungkin karena dikehamilan pertama dia tidak pernah merasakan dimanja oleh suami dan sekarang dia malah merasakannya.
"Sayang, Mas masih bau. Jangan peluk-peluk dulu. Mas mandi dulu, nanti dedek bayi nya ikutan bau," celetuk Ramos melepaskan pelukan istrinya apalagi wanita itu memeluknya dari belakang.
"Mas, tidak aku peluk?" Rachel menatap suaminya tajam.
"Sayang, bukan begitu. Mas kan belum mandi. Ini masih bau," ucap Ramos. Jangan sampai Rachel merajuk lagi dan marah padanya. Bisa tidur diluar dia malam ini.
"Tahu ahh alasan Mas saja. Aku tidak mau bicara dengan Mas. Aku ngambek," wanita itu menghentak-hentakkan kakinya kesal sambil masuk kedalam kamar dan membanting pintu dengan keras.
Ramos mengelus dadanya sabar. Kehamilan Rachel kali ini benar-benar rewel. Ramos lebih memilih dia saja yang mengidam seperti kehamilan ketiga anak kembarnya, dari pada menghadapi mood Rachel yang berubah-ubah. Wanita hamil tidak bisa dilawan dan dibantah kemauan nya.
"Daddy yang sabar," Gerald mengelus lengan Ramos sambil menatap Ayahnya itu.
"Son, bolehkah Daddy menangis?" Ramos benar-benar frustasi dengan sifat istrinya.
"Hem, Daddy ingin menyerah?" Gilbert menatap Ayah nya tajam. "Bukankah itu juga karena ulah Daddy, Mommy hamil?" sambungnya.
Ramos mendelik. Dari mana anak nya itu tahu kalau itu ulah dia. Ini pasti ulah Rayyan yang suka sekali menyimpan video aneh di ponselnya. Seperti nya Ramos harus memberi pelajaran pada adiknya.
"Ya sudah Daddy masuk kamar dulu. Kalian lanjut belajar," suruhnya
"Daddy perlu bantuan?" tawar Gerald.
"Tidak Son, Daddy bisa sendiri," jawab Ramos tersenyum.
Ramos masuk kedalam kamarnya. Tampak Rachel yang duduk diatas ranjang dengan bibir menggerecut kesal. Dia kesal karena tidak bisa memeluk suaminya. Dia suka sekali memeluk suaminya itu. Bau harum tubuh Ramos membuat hatinya senang. Entahlah, ada apa dengan kehamilan nya kali ini
__ADS_1
Ramos segera mandi. Dia harus siapkan energi untuk membujuk Rachel kembali agar tidak merajuk.
"Sayang," Ramos naik keatas ranjang.
"Tahu ahh aku masih marah. Mas tidak mau dipeluk, Mas jahat," ucapnya kesal sambil melipat kedua tangannya didada.
"Sayang, Mas minta maaf. Tadi kan Mas baru pulang dari kantor. Tubuh Mas bau asam, masa Sayang peluk Mas yang badannya bau. Nanti Sayang sakit bagaimana?" ucap Ramos masih berusaha membujuk harimau betina yang masih merajuk itu.
"Tapi kan aku hanya ingin memeluk Mas. Begitu saja marah," Rachel masih belum luluh.
"Iya iya Mas. Minta maaf. Sini peluk," sambil merentangkan tangannya agar wanita itu masuk kedalam pelukannya.
"Yessss,"
Rachel bersorak senang dan masuk kedalam pelukan suaminya. Dia mengendus-enduskan hidupnya didada Ramos dan menyesap bau parfum yang dipakai Ramos.
"Mas harum," ucapnya manja.
"Tidak. Tapi Mas harus peluk aku sepanjang malam," pinta Rachel.
Ramos terkekeh. "Tentu saja," memang itu yang Ramos mau, dia sudah untung berlipat-lipat.
"Sebelum tidur jangan lupa minum susu dulu," Ramos mencolek hidung istrinya dengan gemes.
"Iya Mas," wanita itu menurut saja.
Ramos tak keberatan karena kehamilan Rachel yang membuat istrinya itu manja. Malah lelaki itu tampak senang karena direpotkan oleh Rachel. Dia merasakan bagaimana nikmatnya menjadi suami.
Untung ketiga anak kembarnya yang masih berusia lima tahun itu sudah mengerti dan tidak manja seperti anak-anak pada umumnya jadi Ramos tidak perlu ekstra selalu mengurus mereka, hanya cukup memandikan lalu menemani makan. Jika ada waktu senggang disaat Rachel tidak rewel, Ramos biasanya menemani ketiga anaknya belajar. Pokok nya Ramos sangat menikmati perannya sebagai seorang suami dan Ayah.
"Ayo Sayang kita tidur," Ramos mematikan lampu kamar mereka. Lalu berbaring.
__ADS_1
"Mas," Rachel memeluk suaminya seperti bantal guling.
Ramos terkekeh geli. Beginilah setiap malam aktifitas nya yang menidurkan istrinya yang tengah hamil itu. Untung nya juga mengidam Rachel tidak aneh-aneh seperti yang Ramos alami dulu. Rachel tidak minta uang ekstrim-ekstrim paling hanya ingin makan yang asam-asam sama yang asin-asin tapi selebihnya tidak. Hanya saja wanita itu mau menempel terus pada suaminya, dan minta dipeluk. Tidak masalah, Ramos menikmati pernananya sebagai suami yang baik dan sayang istri.
Tidak lama kemudian terdengar dengkuran halus dari mulut Rachel. Wanita itu memeluk suaminya dengan erat dan nyaman. Dia tampak terlelap dipelukajn Ramos.
Ramos tersenyum gemes. Dalam hidupnya tak pernah terbayang dia akan berada diposisi ini. Dulu angan-angan nya hanya menikah lalu memiliki anak dan bekerja. Tidak pernah terbayang dia akan menjadi suami siaga yang bisa segalanya serta menjadi Ayah yang mengurus ketiga anaknya. Anehnya, Ramos justru begitu bahagia sekarang. Sangat malah, karena ternyata menjalani peran ini sangat menyenangkan.
"Aku tak menyangka akan sebahagia ini hidup denganmu. Ahh betapa bodohnya dulu aku menyia-nyiakan wanita sebaik dirimu. Tapi sekarang, aku takkan menyia-nyiakan kesempatan untuk membahagiakan mu dan anak-anak Sayang. Aku berjanji dalam hidupku. Bahwa aku akan mencintai dan membahagiakan mu dan anak-anak. Kalian adalah harta paling berharga dalam hidup ku. Selamat tidur istriku," Ramos mengecup kening wanita itu. Lalu menaikkan selimut mereka.
Saat mengingat kesalahan nya dimasa lalu, Ramos merasa malu pada diri nya sendiri. Betapa bodohnya dulu dia menyiksa sang istri dan bahkan membuat wanita itu trauma berat. Wajar saja jika dulu Rachel begitu membencinya karena kesalahan yang dia lakukan memang diluar batas perikemanusiaan.
Ramos memeluk Rachel dengan erat lalu ikut terlelap bersama istrinya itu. Nyaman sekali tidur dengan posisi saling memeluk seperti ini. Rasanya Ramos ingin Rachel hamil terus biar bisa memanjakan wanita itu.
Rachel bukan tipikal wanita manja. Dia adalah wanita mandiri dan keras. Tapi jika dia manja seperti saat ini berarti dia sudah menemukan orang yang tepat untuk menaruh hidupnya.
Ramos bersyukur karena diberikan kesempatan luar biasa untuk bisa hidup bersama istri dan anak-anak nya. Padahal dulu dia sudah pesimis akan menjadi lelaki buta selamanya. Namun, siapa sangka justru takdir membawanya pada titik kebahagiaan seperti saat ini.
Ramos tak pernah membayangkan jika dia bisa melihat kembali. Bisa merasakan pelukan nyaman ini. Dulu, dia sudah memutuskan akan menepi dan menikmati hidupnya dalam gelap.
**Bersambung.....**
Terima kasih buat yang masih menantikan kisah Ramos dan Rachel...
makasih buat dukungan dari kalian semua guys.. Maksih buat love-love nya. Wahhh pasti ada yang sudah tidak sabar menantikan kisahnya Choky, Sandy dan Rayyan. Wkwwk.
Sabar yaaa para kesayangan hehe. Kita habiskan dulu kisahnya Ramos dan Rachel baru kita move ke cerita yang lain...
Yuk mampir ke karya baru author.....
The Blood of the Silence in Mafia
__ADS_1
Cinta setelah Penyesalan.