Love Me Please (Penyesalan suami kejam)

Love Me Please (Penyesalan suami kejam)
Menemui rindu


__ADS_3

Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Ayo Mommy," Gerra tampak tak sabar saat hendak masuk kedalam jet pribadi Ozawa.


"Iya Sayang sabar," Rachel hanya geleng-geleng kepala saja.


"Gella lindu Daddy, Mom Gella ingin cepat-cepat ketemu Daddy," ujarnya sambil menggandeng tangan Rachel.


"Kalian hati-hati yaaa," pesan Sandy.


"Iya Mas. Terima kasih ya," balas Rachel. "Mas Choky, aku pamit ya Mas,"


"Iya Hel. Hati-hati. Titip salam pada Ramos," ucap Choky.


Choky dan Sandy mengantar Rachel ke bandara. Keduanya tidak ikut bersama Rachel. Keduanya sudah ikhlas melepaskan Rachel menjemput kebahagiaan.


"Ayah," Gilbert menatap Choky. "Jaga diri baik-baik yaaaa," pesannya.


"Iya Son. Kalian juga ya," sahut Choky sambil mengusap kepala Gilbert.


Rachel dan anak-anak nya masuk kedalam jet pribadi milik Ozawa bersama Maria, Ozawa dan Rayyan untuk menuju Belgia.


Sedangkan Benedicto dan Nirmala sudah kembali ke Indonesia karena Nirmala butuh istirahat total tanpa gangguan dari dunia luar. Meski awalnya wanita itu menolak karena tidak ingin jauh dari Rachel dan anak-anak nya namun akhirnya Rachel berhasil membujuk Nirmala.


"Ayo Son sini duduk dengan Grandfa," Ozawa menepuk pahanya agar Gerald duduk di pangkuannya.


"Iya Grandfa," tentu Gerald senang duduk dipangkuan Ozawa.


"Gerra, sini Sayang," Maria mengangkat tubuh cucunya itu


"Terima kasih Glandma," senyum Gerra. "Glandma, tempat Daddy tinggal apakah jauh dari sini? Belapa jam kita sampai kesana?" tanya Gerra. Gadis kecil yang memakai wig itu tampak tak sabar bertemu dengan sang Ayah.


"Tidak lama. Hanya sekitar sepuluh jam," jawab Maria

__ADS_1


"Telnyata lama juga Glandma," tukas Gerra.


"Mom," Gilbert merebahkan kepalanya di bahu Rachel. "Kau siap bertemu Daddy, Mom?" Dia mendongakkan kepalanya menatap wajah sang Ibu.


Rachel mengangguk dan tersenyum. "Mommy siap Son. Kalau Kakak bagaimana?" sambil mengusap kepala anak sulungnya itu.


"Sejujurnya belum siap. Kakak masih merasa bersalah pada Daddy, Mom. Kakak sudah menyakiti hati Daddy. Apakah Daddy akan memaafkan Kakak?" ujar Gilbert terdengar penuh penyesalan.


"Daddy orang baik, Nak. Dia pasti akan memaafkan kesalahan Kakak. Asal Kakak jangan ulangi lagi kesalahan yang sama yaa," pesan Rachel pada anaknya.


Rachel tak bisa menyalahkan anaknya. Dia tahu jika Gilbert hanya ingin membela dirinya dan ingin yang terbaik untuk Rachel. Namun Rachel tak membiarkan anaknya berbicara tidak sopan pada yang lebih tua darinya, Rachel tak mau itu akan menjadi kebiasaan nantinya.


Rayyan duduk bersama Herwin sang asisten. Dia tidak tertarik untuk angkat bicara bersama Kakak iparnya. Dia masih kesal pada kedua keponakan nakal nya itu dan akibat kedua bocah kembar itu dirinya di kurung bagai anak kecil yang harus selalu ikut kemana kedua orang tua nya pergi. Rayyan kesal setengah mati namun tak bisa protes dan marah karena memang salahnya sendiri yang tidak hati-hati.


"Kalau mengantuk tidur lah Kak," Rachel mengusap rambut Gilbert yang berbaring dipangkuannya.


"Iya Mom," sahut Gilbert sambil memejamkan matanya. Dia selalu suka berbaring seperti ini dipangkuan Rachel apalagi ketiak sang Ibu mengusap kepalanya dengan lembut.


Rachel menatap keluar jendela pesawat sambil menikmati penerbangan yang cukup memakan waktu lama itu. Dia melihat awan-awan disekeliling pesawat lalu tersenyum simpul.


.


.


.


Ramos berjalan sambil meraba-raba dengan tongkat ditangannya. Dia keluar dari pekarangan rumah untuk mencari udara segar.


Lelaki itu hampir saja terjatuh jika tidak tongkat yang menahan tubuh kekar nya.


"Aku baru tahu jika menjadi orang buta itu sangat mengerikan. Tapi aku harus mandiri. Aku harus bisa segala nya sesuatu nya sendiri," ucap Ramos berjalan menuju bangku taman.


Ramos duduk dibangku taman sambil menikmati udara segar siang ini. Angin sepoi-sepoi menyerap masuk melalui pembuluh darahnya membuat bulu-bulu kulit nya berdiri dengan serentak. Semerbak harum bunga menyeruak di indra penciuman nya. Taman ini sangat nyaman untuk tempat merenung dan bercerita.

__ADS_1


"Rachel, aku merindukanmu Sayang. Ternyata melepasmu tak semudah yang aku bayangkan," Ramos tersenyum kecut.


Ramos masih menikmati perenungan nya ditaman ini. Taman ini adalah tempat paling nyaman untuk dia bercerita tentang keluh kesah yang saat ini sedang dia rasakan.


Ramos memejamkan matanya didetik-detik terakhir dalam hidupnya bayangan Rachel tak pernah benar-benar pergi. Dia selalu merindukan wanita itu. Entahlah, Ramos juga tak tahu sejak kapan perasaan cinta ini tumbuh didadanya. Setelah kehilangan Rachel dia baru sadar jika hatinya hampa saat wanita itu pergi meninggalkan hidupnya. Mungkin kah mulai dari sana dia menyadari jika perasaan nya memang sudah tumbuh sejak lama? Hanya saja tertutupi oleh prasangka buruk terhadap sang istri.


Ramos menyadari banyak hal dalam hidupnya bahwa satu kesalahan tidak akan bisa dibayar dengan seribu kebaikan. Meski sekarang telah kehilangan segalanya dia tidak menghilangkan cinta yang sudah lama tumbuh didalam dadanya. Tak bisa. Tak bisa sama sekali. Dia pikir melupakan Rachel semudah yang dia ucapkan. Namun nyatanya hingga kini wanita yang telah menjadi Ibu satu ketiga anak nya itu masih saja berdiam nyaman didalam lubuk hatinya yang paling dalam.


Perihal melupakan Ramos bukanlah pria yang bisa melakukan nya. Jika dia mudah melupakan Agnes maka tidak dengan melupakan Rachel, wanita itu salah tersimpan khusus didalam lubuk hatinya yang paling dalam. Apa karena Rachel Ibu dari anak-anak nya? Atau Rachel memang wanita spesial yang tidak akan mudah terlupakan.


"Mas,"


"Daddy,"


Tubuh Ramos seketika menegang mendengar suara-suara itu. Dia sontak berdiri seolah mencari sumber suara dengan rabaan tangannya.


"Mas,"


"Daddy,"


Lagi, tidak salah suara itu. Suara itu, iya Ramos kenal suara itu. Apakah benar suara itu atau dia sedang berhalusinasi?


"Mas,"


"Daddy,"


Sekali lagi Ramos mendengar suara yang sama. Suara yang begitu dia rindukan.


"Mas,"


Tubuh Ramos kembali membeku ketika seseorang memeluk dengan erat. Bahkan tongkat ditangannya terjatuh ke tanah.


**Bersambung...

__ADS_1


Maaf update tengah malam guys hari ini sibuk pelayanan**...


__ADS_2