Love Me Please (Penyesalan suami kejam)

Love Me Please (Penyesalan suami kejam)
Kapankah akan berakhir?


__ADS_3

Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Bagaimana Van?" Tanya Choky tak sabar sambil sibuk dengan iPad ditangannya. Alvan memang jenius jika masalah IT, maklum anak gammer.


"Aku tahu tempat nya Mas. Tapi...." Alvan menghela nafas panjang.


"Tapi kenapa Van?" Tanya Choky dan Ayunia bersamaan.


Alvan menggeleng "Sulit masuk kesana. Disana kawasan elit yang dijaga dengan ketat Mas. Aku tidak yakin kita bisa masuk." Ucap Alvan.


"Lalu apakah ada cara lain?" Tanya Choky gusar. Kemana Rachel? Apa maksudnya Ramos menyembunyikan keberadaan Rachel.


"Ehem, kecuali ada kenalan disana." Jawab Alvan "Mas kan kaya ya sudah pura-pura beli saja salah satu apartement disana Mas jadi kita bisa tinggal disana sekalian mencari keberadaan Rachel." Saran Alvan.


Choky tampak terdiam sejenak dan berpikir keras.


"Apa tidak sulit jual belinya?" Sedikit ragu "Baiklah, aku akan menyuruh Herwin untuk mengurus semua nya." Sambil mengotak-atik ponselnya. Horang kaya semudah membeli kerupuk membeli Apartement.


"Van, apa bisa di retas rekaman CCTV di Apartement itu?" Ucap Ayunia.


Alvan menggeleng "Tidak bisa Nia. Virus ku tidak bisa masuk. Tuan Ramos itu menguasai bidang IT, tentu dia tidak akan lenggah dengan hal-hal seperti ini." Terdengar helaan nafas panjang.


"Mas sudah membeli Apartement itu. Jadi apa kita langsung kesana saja?" Choky benar-benar tak sabar untuk menemukan keberadaan Rachel.


"Mas jangan gegabah." Cegah Ayunia "Kita harus selidiki dulu. Tuan Ramos takkan selengah itu untuk memberikan keamanan di Apartement nya. Kita harus hati-hati Mas." Tuturnya lagi.


Choky menghela nafas panjang. Segala sesuatu yang bersangkutan dengan Rachel dia selalu tak sabar. Entah kenapa dia tidak bisa setenang ini? Panik tentunya!


Sedangkan Alvan masih memegang iPad nya seperti sedang sibuk melakukan sesuatu. Alvan adalah pria jenius yang menguasai beberapa IT, hobby nya main game dan menghasilkan uang dengan game itu. Dia juga membuat beberapa aplikasi game yang dia jual dipasaran dengan harga mahal. Hingga tak heran jika pria ini nakal-nakal tapi sultan.


Drt drt drt drt drt drt


Ayunia meronggoh tas kecilnya untuk mencari benda pipih itu.


"Siapa Nia?" Tanya Choky penasaran.


"Rima Mas. Aku angkat dulu." Choky mengangguk.


"Hallo Rima. Apa? Baik, Kakak akan segera kesana. Sudah ya jangan menangis." Ayunia mematikan sambungan nya.


"Ada apa Nia?" Tanya Choky yang melihat Ayunia panik.


"Mas kita harus segera kerumah sakit, Ibu masuk rumah sakit." Jelas Ayunia panik.

__ADS_1


"Apa? Ya sudah ayo."


"Ayo Van."


Ketiganya bergegas kerumah sakit. Bagi Choky dan Ayunia, Irina adalah Ibu bagi mereka. Keduanya sudah menganggap wanita paruh baya itu sebagai Ibu kandung mereka sendiri. Apalagi sifat Irina yang lemah lembut membuat keduanya merasa nyaman.


Sampai dirumah sakit ketiganya berjalan tergesa-gesa. Alvan bahkan berjalan terseok-seok sambil membawa iPad ditangannya.


"Rima bagaimana keadaan Ibu?" Ketiganya menghampiri Rima.


"Kakak." Rima berhambur memeluk Ayunia "Kak, Ibu Kak. Hiks." Tangis Rima pecah. Setelah makan malam tiba-tiba Ibu nya tumbang dan ngedrop total


"Ibu masih didalam Kak." Tangis Rima pecah dipelukkan Ayunia.


"Ibu pasti baik-baik saja Rima." Ayunia mengelus punggung gadis itu.


Choky dan Alvan mondar-mandir sambil berdiri duduk menunggu dokter keluar dari ruang pemeriksaan.


Apalagi choky, dia tampan tak tenang. Irina sudah seperti Ibu kandungnya sendiri. Terlalu banyak hal yang mereka lewati bersama.


'Rachel, kau dimana? Ibu membutuhkanmu sayang!' Batin Choky


Tidak lama kemudian dokter keluar dari ruangan dengan wajah sendu dan lemah lesu.


Sang dokter malah menggeleng dengan lemasnya. Dia tidak tahu harus memulai dari mana untuk mengatakan kabar tak baik itu.


"Maaf Tuan, kami tidak bisa menyelamatkan Nyonya Irina. Nyonya Irina meninggal dunia."


Deg


"Ibu."


.


.


.


.


.


Ramos mendudukan Rachel disoffa sambil mengikat tangan dan kaki istrinya serta menutup mulut gadis itu dengan kain agar tak berteriak.

__ADS_1


"Apa kau sudah siap sayang?" Ramos tersenyum licik "Ehem, kau akan menyaksikan adengan langsung yang akan membuat tubuhmu semakin panas." Bisiknya setengah menggoda "Inilah nerakamu yang sesungguhnya." Dia mengigit telinga Rachel dengan manja "Tapi sayang, aku tidak akan sudi menyentuh tubuh wanita yang sudah bekas pria lain." Dia tersenyum mengejek.


"Ayo sayang." Ramos menarik Agnes ke atas ranjang.


Rachel berusaha memejamkan matanya agar tak melihat adengan menjijikkan itu. Dia bahkan menggeleng berusaha melepaskan ikatan tali ditangan dan kakinya tapi tetap tak bisa memberontak dan melepaskan diri.


Diatas ranjang, Ramos dan Agnes sedang menunjukkan aksi saling memuaskan didepan Rachel. Tak ada rasa malu seolah kedua manusia itu sudah terbiasa melakukan hubungan suami istri didepan rumah orang lain.


Keduanya saling menunjukkan kepuasan didepan Rachel. Saling bergantian memimpin permainan untuk sebuah pertunjukan yang akan Rachel ingat hingga nanti.


Suara ******* dan erangan memenuhi telinga Rachel. Seandainya tangan dan kakinya tidak diikat sudah pasti dia akan memberontak dan pergi jauh.


'Tuhan aku menyerah. Tolong bawa aku pergi dari sini. Aku tidak sanggup dengan siksaan ini. Aku menyerah mencintainya. Aku menyerah.' Rachel hanya bisa berteriak dalam hati. Memberontak pun tak bisa


'Mas Ramos, disisa akhir hidupku. Aku tak ingin mencintaimu lagi Mas. Cukup sampai disini kisah cinta yang aku perjuangkan untukmu. Aku sadar mencintai mu adalah sesuatu yang tak mungkin. Semua mustahil. Aku takkan bisa menggapai mu takkan pernah bisa walau sudah letih aku tak mungkin bisa kuraih. Aku menyerah Mas.' Terakhir Rachel meneteskan air mata untuk pria itu. Setelah ini dia takkan menangisi cinta nya lagi


Ramos dan Agnes masih belum puas menunjukkan aksinya didepan Rachel. Sesekali kedua orang itu tertawa mengejek pada Rachel yang terdiam mematung ditempatnya.


"Kenapa?" Tanya Agnes heran saat Ramos berhenti.


Ramos menatap istrinya. Melihat Rachel yang hanya diam saja. Tadi wanita itu memberontak minta dilepaskan dan beberapa kali memejamkan matanya. Tapi kenapa sekarang malah diam seperti patung hidup yang tak bisa bergerak? Hanya bola matanya yang bergerak kesana-kemari membuktikan bahwa dia masih hidup.


"Ayo sayang kita lanjutkan lagi."


Keduanya kembali berolahraga ranjang saling memuaskan dan mendesah.


Ramos benar-benar tak konsentrasi. Dia tidak puas sama sekali. Netra matanya selalu bertemu dengan tatapan mata Rachel yang terlihat sendu dan kosong. Ada apa dengan Rachel?


**Bersambung....


Ehemmmmm


Sebelum nya makasih buat yang sudah ikutin kisah nya Rachel...


Sebelum nya mohon maaf atas ketidaknyamanannya, novel ini memang banyak mengandung adengan kejam dan kekerasan. Tapi tidak ada niat untuk merendahkan kaum hawa atau wanita. Jadi please kalau tidak mau baca sebaiknya jangan dibaca, author gak maksa kalian buat baca. Ini hanya cerita fiktif dan imajinasi semata. Tidak ada maksud menyinggung pihak ketiga keempat dan seterusnya.


Kalian bertanya kapan berakhirnya Thor? Pasti berakhir! Makanya sabar dan ikutin. Sebenarnya author juga udah greget nulis nya tapi memang alurnya begitu sesuai dengan judul ceritanya..........


Sekali lagi guyss kalau tidak suka jangan dibaca. Novel ini memang salah satu novel yang saya buat dengan menggandung adengan kekerasan dan caci maki....


Untuk next part siapkan tissue buat kalian yang masih mau ikutin......


Terima kasih**....

__ADS_1


__ADS_2