Love Me Please (Penyesalan suami kejam)

Love Me Please (Penyesalan suami kejam)
Penghianatan


__ADS_3

Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Ramos mengantar Agnes kembali kerumahnya.


"Kau ini kenapa sih sayang?" Protes Agnes "Kita belum mencapai puncak kenikmatan kau malah sudah menghentikan permainan nya." Gerutu Agnes.


"Agnes masuk lah, aku sedang ingin sendiri."


Setelah berkata Ramos langsung meninggalkan Agnes dan menurunkan begitu saja wanita itu didepan rumah mewahnya.


Agnes menghentak-hentakkan kakinya kesal.


"Dasar pria lucnat." Umpatnya kasar "Lihat saja nanti Ramos, setelah menguasai semua hartamu. Aku akan meninggalkan dan mendepakmu. Kau akan jadi gelandangan." Dia tersenyum licik.


Agnes masuk kedalam rumah mewahnya. Rumah semewah ini memang hanya dia tinggali sendiri bersama dua orang asisten rumah tangga yang bekerja disana.


"Sayang kenapa kau lama sekali?" Seorang pria tampan menyambut nya.


"Hem, kau tahu aku sedang kesal?" Agnes menghempaskan tubuh nya disoffa.


"Kesal kenapa?" Kening pria itu berkerut dan duduk disamping Agnes lalu menarik gadis itu kedalam pelukannya.


"Ini semua gara-gara pria bodoh itu. Aku belum mencapai puncak dia malah menghentikan permainan kami hanya karena melihat istrinya terdiam." Ucap Agnes menggebu-gebu.


Sang pria malah tertawa geli "Hem, atau kau mau aku saja yang memuaskanmu seperti biasa?" Bisiknya sambil menyelipkan anak rambut Agnes.


"Aku sedang tidak ingin bermain-main Jhony." Agnes melenggang masuk kedalam kamarnya.


Jhony tertawa. Kalau Agnes sudah pergi ke kamarnya sudah pasti akan mengajaknya bercinta lagi. Siapa lagi yang bisa memuaskan wanita itu kalau bukan dirinya.


Jhony menyusul Agnes masuk kedalam kamarnya. Seperti biasa Agnes kalau belum mencapai kenikmatan dia akan marah-marah tapi hanya Jhony yang bisa membuat wanita itu puas. Mungkin karena Jhony sudah berpengalaman dengan banyak wanita. Sedangkan Ramos pria yang baru lahir kemarin yang baru belajar tentang dunia kedewasaan seperti itu. Itu pun karena Agnes yang duluan mengajari pria itu, jika tidak mana bisa Ramos tahu tentang hubungan seperti itu.


.


.


.


.


Mobil Ramos memasuki pekarangan Mansion mewahnya. Tiba-tiba saja adiknya itu memintanya untuk pulang ke Mansion. Mungkin malam ini Ramos menginap saja di Mansion nya entah kenapa tatapan Rachel tadi begitu menusuk kedalam relung hatinya.


"Selamat malam Tuan Muda." Sapa dua orang pengawal yang bertugas didepan gerbang.


"Parkir mobilnya." Dia melemah kunci mobil dan bergegas masuk.


Ramos masuk kedalam kediaman orangtuanya. Memang sudah lama dia tidak pernah pulang kerumah sejak menikah malah. Hari-hari nya disibukkan dengan pekerjaan dan Agnes serta menyiksa istrinya.


"Kau baru datang Kak. Ayo makan." Ajak Rayyan.

__ADS_1


"Ck, kenapa kau makan tengah malam begini?" Ramos ikut duduk dikursi meja makan tapi dia tidak ikut makan. Sebab pria itu begitu menjaga postur tubuhnya karena dia takut nanti gemukan Agnes malah meninggalkan nya.


"Aku lapar Kak." Seru Rayyan dengan mulutnya yang sambil mengunyah.


Ramos mendelik melihat cara adiknya makan. Playboy yang satu ini memang tidak hanya gila wanita tapi dia juga gila makan.


"Ada apa kau memanggil Kakak kesini?" Tanya Ramos


"Tunggu sebentar Kak, aku lagi makan." Rayyan masih makan dengan lahap dia memang suka makan tengah malam.


Setelah makan Rayyan mengajak Kakak nya ke ruangan kerjanya. Meski Playboy dan hobby nya bermain wanita namun pria yang satu ini tetap serius jika bersangkutan dengan pekerjaan.


"Kak, kau serius tidak tahu siapa Agnes?" Tanya Rayyan sambil mengambil sesuatu dari dalam laci mejanya.


Kening Ramos berkerut heran "Maksudmu? Tentu saja Kakak tahu siapa dia." Kilah Ramos. Kenapa perasaan nya ketar-ketir saat Rayyan berkata seperti itu?


"Siapa dia coba?" Rayyan berjalan kearah soffa di ruang kerjanya.


"Ya dia model dan wanita yang paling Kakak cintai." Jawab Ramos tersenyum membayangkan wajah Agnes.


'Ck, kenapa malah wajah gadis itu yang muncul?' Ramos menggelengkan kepalanya.


Rayyan tertawa. Kakaknya ini ternyata sudah dibutakan dengan kata cinta.


"Kau salah Kak." Rayyan tertawa mengejek "Lihat ini." Dia memberikan beberapa foto ditangannya.


"Hem, aku menemukan itu dari klien ku Kak. Dia salah satu yang pernah memakai jasa Agnes." Jelas Rayyan sambil menyesap rokok disela-sela jarinya.


"Ini tidak mungkin!" Ramos menggeleng tak percaya. Bagaimana bisa kekasih hati yang begitu dia cintai menghianati nya dari belakang?


"Ayolah Kak. Buka matamu. Sekarang kau paham bukan? Kenapa Daddy dan Mommy tidak pernah merestui hubungan mu dengannya? Hem aku rasa selama ini Daddy dan Mommy tahu siapa kekasih yang kau agung-agungkan itu." Rayyan tersenyum mengejek. Itulah sebab nya dia tidak percaya pada kata cinta karena dia tidak mau dibodohi oleh cinta seperti Ramos.


Ramos mencengkram leher baju adiknya "Jaga omonganmu." Ramos menatap adiknya tajam.


Bukannya takut Rayyan malah tersenyum mengejek Kakaknya. Orang yang sudah dibodohi dengan cinta ya begitulah sudah dikasih tahu masa saja menyangkal.


"Kalau kau tidak percaya temui saja Agnes dirumahnya. Aku yakin dia pasti sedang bersama laki-laki lain."


Ramos melepaskan cengkeraman dileher baju adiknya.


Pria itu melenggang pergi dan meninggalkan kediaman nya. Ramos masuk kedalam mobil dengan wajah merah padam.


"Arggg brengsekkkk." Dia memukul stir mobilnya berulang kali.


"Awas saja kau Agnes aku akan membunuh mu jika itu benar."


Ramos melajukan mobilnya. Ramos adalah pria yang tidak mampu menahan emosi nya. Dia paling sensitif terhadap sekitarnya.


Sampai dirumah Agnes, Ramos langsung turun dengan wajah merah padam. Dia sudah naik pitam.

__ADS_1


"S-selamat makan Tuan Muda." Sapa dua pelayan yang bekerja dirumah Agnes. Wajah mereka tampak gugup.


"Dimana wanita itu?"


"A-anu Tu-an No-na_." Salah satunya tak mampu berkata karena gugup.


Ramos menatap tajam kedua pelayan itu "Ingat aku yang memberi kalian gaji jadi nasib kalian ada ditanganku." Ancamnya.


Ramos melangkah masuk kedalam rumah mewah itu. Rumah ini rumah yang dia belikan untuk Agnes. Rumah yang seperti menyimpan banyak kenangan disini.


Ramos bergegas masuk kedalam kamar Agnes. Dia berhenti ketika mendengar suara yang membuat tangannya terkepal.


Brakkkkkkkkkkk


Sontak Agnes dan Jhony yang tengah asyik saling memuaskan itu melihat kearah Ramos. Bahkan benda pusaka Jhony masih tertanam di goa milik Agnes.


"Ramos." Mata Agnes membulat sempurna. Dengan cepat wanita itu mendorong tubuh Jhony agar menjauh darinya


"Brengsekkkk."


Bugh bugh bugh bugh bugh


Ramos memukul Jhony dengan membabi buta. Tak peduli pria itu yang bertelanjang tanpa memakai sehelai benang pun.


"Brengsekkkk." Dia masih memukul Jhony.


"Ramos." Agnes ketakutan sambil menutupi tubuh polosnya dengan selimut.


"Sayang, Ramos dengarkan dulu penjelasan ku sayang ini semua tidak seperti yang kau lihat." Ucap Agnes. Badannya bergetar ketakutan melihat tatapan amarah dari wajah Ramos.


Ramos berjalan menghampiri wanita itu. Tatapannya seakan siap melahap Agnes hidup-hidup.


Plakkkkkkkkkkkk


Satu tamparan mendarat di pipi Agnes.


"Arggghhhhh." Agnes menjerit kesakitan saat Ramos menarik rambutnya kebelakang.


"Lepaskan aku Ramos!" Pekiknya.


"Dengarkan aku ******, kau sudah menghianati ku. Lihat saja nanti aku akan tunjukkan kehancuran yang sesungguhnya padamu." Dia menghempaskan kepala Agnes.


Cihhhhhhhhhhh


Dia meludahi wajah gadis itu. Ramos menatap Agnes dengan penuh kebencian. Sampai kapanpun dia takkan melupakan penghianatan Agnes padanya.


"Kemasi barang-barang mu dan tinggalkan rumah ini." Setelah berkata Ramos mellengang pergi dengan amarah yang masih memuncak.


Bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2