
Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
"Bagaimana?"
"Maaf Tuan, hingga kini kabar tentang Nona Rachel belum ditemukan." Jawab Heru.
"Kira-kira kemana istriku pergi Heru?" Tanya Ramos. Tatapannya sendu dan penuh rasa bersalah.
"Itu masih dalam pencarian saya Tuan." Jawab Heru.
Ramos terdiam. Hampir seluruh dunia dia kelilingi untuk mencari dimana istrinya itu. Namun hingga kini tak ada tanda-tanda yang menjelaskan dimana Rachel berada. Semua informasi seolah tertutup.
"Apa kau sudah cek bandara, siapa tahu ada data penerbangan atas nama istriku?" Tanya Ramos lagi.
"Sudah Tuan. Tidak ada nama Nona disana." Sahut Heru.
"Lalu Sandy?"
"Dokter Sandy hingga kini masih perjalanan dinas keluar negeri Tuan." Sahut Heru.
"Hem mencurigakan. Jangan-jangan Sandy yang menyembunyikan istriku." Tuding Ramos "Kirim seseorang keluar negeri untuk mencari keberadaan Sandy." Tintah Ramos
"Baik Tuan."
Heru melenggang keluar dari ruangan Ramos.
Sementara Ramos terlihat kembali bersedih. Hampir lima bulan istrinya menghilang, hingga kini tak ada jejaknya.
Apakah Rachel masih hidup? Jika dia masih hidup, dimana keberadaan nya kenapa seperti ditelan bumi? Jika pun sudah meninggal dimana kuburan nya? Ramos ingin tahu. Ingin sekali tahu.
"Rachel aku benar-benar menyesal telah membuatmu menderita. Maafkan aku Rachel. Maafkan aku. Aku adalah suami yang kejam dan jahat. Aku adalah suami yang tak bisa melindungi istri sebaik dirimu." Ucapnya sendu.
Netra matanya mulai tak jelas, lelehan bening itu menganak dipelupuk matanya dan perlahan keluar dari kelopak matanya hingga jatuh ke pipi dan mengalir dengan deras.
Setiap kali mengingat kekejaman dirinya, Ramos merasakan dadanya seperti ditusuk-tusuk jarum. Dia bahkan menyiska istrinya tanpa belas kasihan.
"Sayang."
__ADS_1
Ramos menatap kearah pintu masuk ketika mendengar seseorang memanggilnya sayang. Agnes, wanita yang telah menghasut dirinya dan wanita yang sudah menghancurkan hatinya.
"Ehem, apa kabarmu Sayang? Apa kau baik-baik saja?" Agnes berjalan kearah Ramos.
"Apa kau merindukan ku hem? Aku minta maaf Sayang. Aku sungguh tak bermaksud menghianati mu." Wanita itu duduk dipangkuan Ramos lalu mengelus dada bidang Ramos.
"Sayang aku kangen." Dia membuka pelan kancing kemeja atas Ramos.
Bughhhhhhhhhh
Ramos mendorong wanita itu hingga terjerembab ke lantai. Melihat wajah Agnes mengingatkan nya pada penghianatan Ramos.
"Jangan pernah menyentuhku ******." Bentak nya.
"Keluar dari ruanganku." Usirnya
"Tapi Sayang_."
"Keluar Agnes." Ramos mencengkram dagu wanita itu "Kau lah yang sudah menghasut ku menyiksa Istriku sendiri. Kau juga yang mempengaruhi ku untuk menyakiti istriku. Kau akan menerima akibat dari perbuatanmu." Ucapnya penuh amarah dan kebencian.
"Lepaskan Ramos. Sakit." Rintih Agnes memegang tangan Ramos yang mencengkram dagu Agnes.
Agnes berdiri dengan langkah tertatih sambil memegang lehernya yang terasa sakit akibat cekikan Ramos dileher dan dagunya. Tak pernah Agnes lihat Ramos semarah ini. Biasanya Ramos selalu jinak jika diragu seperti tadi. Tapi sekarang Ramos terlihat seperti setan yang menyeramkan.
Agnes keluar dari ruangan Ramos. Dia menghentakkan kaki nya kesal. Tapi dia takkan menyerah. Dia akan terus mendekati Ramos hingga pria itu luluh dan kembali kedalam pelukannya.
'Lihat saja nanti Ramos, aku akan kembali membuatmu bertekuk lutut dikaki ku.' Batin Agnes tersenyum smirk
Ramos adalah pohon uang dan ATM berjalan untuknya. Jika dia kehilangan pria itu, dia akan kehilangan segalanya. Sebab dia sudah di blacklist dari dunia permodelan gara-gara kasusnya yang selingkuh dengan rekan kerjanya. Dia tak bisa lagi diterima diagensi mana pun.
Nafas Ramos memburu. Rahang nya mengeras kuat. Tangannya terkepal hingga menampilkan buku-buku tangannya yang terlihat memutih disana.
"Arggghhhhh brengsekkkk." Ramos memukul meja.
"Aku takkan membiarkan mu hidup tenang Agnes. Kau penyebab semua ini." Ucapnya penuh amarah.
Ramos masuk kedalam ruangan pribadinya. Ruangan istirahat yang tidak pernah masuki oleh orang lain termaksud Agnes.
__ADS_1
Ramos membaringkan tubuhnya disana. Dia menatap langit-langit kamarnya. Padahal sebentar lagi dia ada meeting bersama klien nya membahas kerjasama. Namun mood nya rusak akibat kedatangan Agnes. Dia pria pendendam tak peduli jika orang itu pernah menjadi bagian terpenting dalam hidupnya jika berani mengusik hidupnya maka takkan ada ampun yang dia berikan pada orang tersebut.
"Rachel, kau dimana sebenarnya? Apakah kau benar-benar ingin membuktikan kata-kata mu untuk pergi dari hidupku? Apa aku benar-benar sudah tak mencintaiku lagi Rachel? Apakah aku benar tak ingin aku ada lagi dihidupmu? Maafkan aku, aku terlambat menyadari bahwa perasaan padamu mulai tumbuh. Tapi aku mengabaikan itu karena kupikir kau sama saja seperti perempuan diluar sana yang menjajakan tubuhnya pada pria hidung belang. Sekarang aku sadar, aku yang pertama. Namun kau malah pergi meninggalkanku. Maafkan aku Rachel. Aku menyesal. Aku sangat-sangat menyesal. Kembali lagi padaku. Aku ingin meminta maaf sambil berlutut dikakimu. Aku ingin menebus semua kesalahanku padamu. Rachel." Ramos memegang dadanya. Setiap kali mengingat Rachel hatinya selalu sakit.
Mungkin perbuatan nya terlalu keji. Hingga menyebabkan penderitaan yang teramat sangat untuk istrinya itu. Mungkin saja istrinya mengalami trauma yang berat. Hingga sulit untuk memaafkan dirinya. Tapi sungguh Ramos menyesali semuanya. Dia sangat menyesal. Dia ingin kembali lagi ke lima bulan yang lalu dimana masih ada istrinya yang selalu menyiapkan sarapan untuknya meski tak pernah dia makan sama sekali.
"Rachel."
Lelehan bening itu kembali lagi menetes dipipinya. Rasanya sakit. Hatinya seperti ditusuk oleh ribuan pisau. Hatinya berharap bahwa Rachel masih mencintainya. Jika Rachel masih mencintainya otomatis akan menerima dia kembali.
Ramos terlalu egois dengan pikiran nya sendiri. Padahal pikiran nya itu bisa saja membuatnya gila dan depresi karena dia adalah penyebab penderitaan istrinya sendiri.
Lama pria itu bergumam sendiri hingga akhir nya dia terlelap. Dia melupakan meeting yang mungkin saja sudah dimulai.
Bagaimana pun Ramos berusaha menyibukkan dirinya dengan pekerjaan dan yang lainnya agar dia tak memikirkan Rachel lagi. Tapi tetap saja, nama Rachel selalu muncul dihatinya dan dia tak benar-benar bisa melupakan wanita itu.
Semakin dia sibuk, semakin Rachel muncul dikepalanya. Dia teringat bagaimana istrinya itu dengan sabar menghadapi diri nya yang kejam dan salah. Andai saja dia tak memperkosa Rachel malam itu, pastilah istrinya takkan menghilang dan pergi seperti ini.
**Bersambung......
Selamat malam semua....
Selamat malam para readers tersayang..
Apa kabar kalian hari ini???
Semoga selalu sehat dalam lindungan Tuhan yang maha kuasa...
Sebelum nya author mau ucapkan banyak terima kasih untuk kalian karena sudah setia menunggu perjuangan Rachel...
Mohon maaf jika banyak typo dan lambat update karena kesibukan didunia nyata author tak bisa ditinggalkan....
Jangan lupa dukungan dari kalian guys... Dukungan kalian selalu membuat author semangat untuk melanjutkan cerita ini.....
Follow akun author
FB : Fitriani Yuri
__ADS_1
IG : fitrianiyurikwon**_