Love Me Please (Penyesalan suami kejam)

Love Me Please (Penyesalan suami kejam)
Kerapuhan hati Ramos


__ADS_3

Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Ramos,"


Ozawa dan Benedicto masuk kedalam ruangan rawat inap Ramos. Tampak Ramos masih dengan posisi tengkurap sebab luka bekas operasi nya masih sakit.


"Daddy. Ayah," balas Ramos tersenyum hangat.


Ozawa dan Benedicto mendekati ranjang Ramos. Keduanya baru datang di negara ini dan langsung menuju rumah sakit. Mereka ingin bertemu langsung dengan Rachel, namun Rayyan malah menahan mereka agar tidak gegabah. Apalagi sekarang Rachel sedang memikirkan kondisi putrinya.


"Kak,"


Rayyan juga masuk menyusul Ozawa dan Benedicto.


"Son," Ozawa mengelus lengan putranya, "Kau baik-baik saja?" Hati Ozawa terenyuh melihat kondisi Ramos saat ini.


"Aku baik-baik saja Dad." Sahut Ramos tersenyum padahal tidak dengan hatinya.


Ramos mengalami efek samping karena pembiusan (misalnya gangguan pernapasan, gangguan pada sistem jantung dan pembuluh darah, reaksi alergi, sakit kepala, mual, dan lainnya), nyeri dan memar pada area pengambilan sumsum tulang belakang, terasa kaku pada tulang belakang, pusing, mudah lelah. Sumsum tulang belakang yang diambil dari tubuh Ramps hanya berjumlah sedikit dan tidak menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh Ramos. Tindakan ini juga tidak menyebabkan infertilitas yang berbahaya. Hanya saja kondisinya memang masih lemah, obat bius yang disuntikkan ditubuhnya telah habis reaksinya dan sekarang Ramos harus menahan perih dibagian punggungnya.


"Kak,"


Dulu Rayyan memang membenci Ramos karena perbuatan Ramos yang kejam terhadap istrinya tapi setelah melihat sendiri bahwa Kakak nya itu menyesal membuat hati Rayyan terenyuh dan diam-diam dia membantu Ramos mencari Rachel. Namun tetap saja dengan kekuasaan nya dia tidak bisa menemukan dimana Kakak iparnya itu.


"Bagaimana kabarmu Kak?"


Sudah lama Rayyan tidak bertemu dengan Kakak nya itu setelah lima tahun yang berlalu. Terakhir ketika sidang pidana Ramos dan baru bertemu sekarang.


"Seperti yang kau lihat," jawab Ramos.

__ADS_1


"Daddy." Sandy masuk kedalam ruangan Ramos.


"Sandy," seru Benedicto.


"Ayah,"


Kedua pria itu saling berpelukan. Sandy adalah calon menantu Benedicto. Namun sayang takdir malah berkata lain.


Calon istri Sandy bersama kedua orangtuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan sepuluh tahun yang lalu. Kecelakaan sadis itu merenggut nyawa ketiga nya dan meninggal tanpa mengucapkan kata selamat tinggal.


"Apa kabarmu Nak? Bagaimana kau bisa ada disini? Ayah mencarimu," ucap Benedicto melepaskan pelukan Sandy.


"Aku baik-baik saja Ayah. Maaf tidak mengabarimu," Sandy memaksakan senyum pada mantan calon mertuanya itu.


"Tidak apa-apa. Apa kau sehat?"


Sandy tersenyum mendengar pertanyaan Benedicto. Sudah lama tak ad ayang menanyakan apakah dia sehat? Apakah dia baik? Setelah kehilangan kedua orangtua dan kekasihnya. Dia hanya seongkah makhluk hidup yang bernyawa namun dalam keadaan tak benar-benar hidup.


"Apa kabarmu Sandy?" Tanya Ozawa mengusap bahu lelaki yang sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri itu.


"Baik Dad," balas Sandy.


Sandy menoleh kearah Ramos dan menghampiri sahabatnya itu. Tak menyangka jika istri Ramos adalah saudara kembar dari mantan calon tunangan nya.


"Bagaimana keadaan mu?" Tanya Sandy.


Rayyan menatap Sandy tak suka. Sebab Sandy adalah salah satu orang yang menyembunyikan keberadaan Rachel. Rayyan tak suka cara Sandy yang ikut dalam kompolotan dalang dibalik hilangnya Rachel.


"Ya seperti ini," jawab Ramos, "Kenapa sakit bekas operasi nya tidak bisa hilang San? Apakah tidak bisa diberi obat anti nyeri lagi? Rasanya perutku mengempis gara-gara tengkurap seperti ini," gerutu Ramos

__ADS_1


"Ehem, aku sudah suruh perawat menyuntikkan obat antibiotik. Sebentar lagi sakit nya hilang," jawab Sandy.


.


.


.


.


"Son," Ozawa menatap putranya, "Bagaimana, apa kau sudah bertemu dengan istrimu?" Tanya Ozawa lembut. Ramos sudah bisa berduduk santai.


Ramos menggeleng dengan lemas, "Seperti nya impian ku untuk memperbaiki hubungan kami tidak akan pernah bisa Dad. Rachel tidak mau bertemu denganku. Kata Sandy mendengar namaku saja dia ketakutan. Apalagi melihatku. Mungkin memang aku tidak pantas dimaafkan Dad," ucap Ramos tersenyum kecut, "Aku sadar kesalahanku takkan bisa dimaafkan oleh Rachel. Tapi aku akan menjaga mereka Dad. Aku akan melakukan apapun demi Rachel dan anak-anak, sekalipun nyawa menjadi taruhannya," sambung Ramos.


Ozawa mengusap bahu Ramos. Malam ini dai memutuskan untuk menginap dirumah sakit menemani putranya yang dalam proses pemulihan itu.


"Tapi, jika kau sudah lelah. Menyerahkan lah Son. Terkadang ada benarnya, melepaskan bukan karena tidak cinta. Tapi membiarkan dia bahagia dengan pilihan nya. Tapi jika kau sungguh-sungguh mencintai Rachel jangan berharap untuk mendapat balasan apalagi berharap dia kembali padamu. Mungkin hati dan perasaan nya memang sudah mati, tapi Daddy yakin sebenarnya dia masih mencintaimu hanya saja mengingat semua yang sudah kau lakukan padanya itu menjadi sebuah kebencian yang membuat dia tidak bisa lagi kembali kepadamu," jelas Ozawa.


Ozawa tahu betapa beratnya menjalani dalam penyesalan seperti Ramos. Dia pernah mengalami nya dulu saat melakukan kesalahan dimasa lalu yang membuatnya harus kehilangan istrinya dalam waktu cukup lama. Namun tuhan masih berpihak pada kebahagiaan nya sehingga dia bisa kembali bersama istrinya dan hidup bahagia sampai sekarang.


"Aku tidak bisa menyerah Dad. Aku mencintai Rachel dan anak-anak. Aku sungguh mencintai mereka. Apakah benar-benar aku tak memiliki kesempatan untuk bersama Rachel dan menebus semua kesalahanku?" Ramos menatap Ayahnya dengan mata berkaca-kaca.


"Kesempatan itu ada Ramos, hanya saja kau perlu sabar dan waktunya juga lama. Tidak mudah bagi Rachel sembuh dari rasa sakit yang sudah kau tanamkan dihatinya. Dia mengalami trauma yang sangat berat. Kau tidak hanya akan melihat penolakkannya tapi juga akan melihat perbuatan mu dulu dibola matanya," ujar Ozawa.


Ramos menunduk. Hatinya rapuh. Hancur dan harapan nya untuk kembali kepada istri dan anak-anak nya seperti nya harus hangus.


"Lalu apa yang harus aku lakukan Dad? Melihat wajah nya di ponsel saja aku sudah rindu setengah mati. Enam tahun bukan waktu yang singkat tapi apakah aku harus menyerah sekarang Dad? Bagaimana dengan anak-anak? Gerald sangat ingin orangtua nya lengkap! Aku tidak bisa egois mengambilnya dari Rachel. Anak-anak harus tumbuh dengan kedua orangtuanya. Tapi jika kami tak bisa bersatu, bagaimana Dad?" ungkap Ramos dengan air mata yang luruh dipipi nya.


Ozawa tersenyum hangat, "Berjuang dan berdoa. Jika dia memang jodoh dari Tuhan kalian pasti kembali bersama tapi jika pun tidak. Kau harus siap untuk kehilangan dia dari hidupmu," ucap Ozawa. "Anak-anak akan paham ketika dia dewasa nanti kalau kedua orangtuanya tidak bisa dipaksa bersam." Sambung Ozawa.

__ADS_1


Ozawa tidak tahu saja jika para cucu-cucunya itu sudah dewasa sebelum waktunya.


Bersambung.....


__ADS_2