Love Me Please (Penyesalan suami kejam)

Love Me Please (Penyesalan suami kejam)
Sedikit informasi


__ADS_3

Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Tuan." Heru membungkuk hormat menghampiri Ozawa.


"Kita jalan Heru."


Ozawa melangkah lebar keluar dari Mansion mewahnya. Meski sudah berusia hampir kepala enam namun pria berusia itu tetap gagah dengan penampilan nya. Apalagi Ozawa olah raga teratur dan makan juga teratur.


"Jalan Heru."


"Baik Tuan." Heru menjalankan mobilnya


"Hem apa kau sudah menemukan alamatnya?" Tanya Ozawa sibuk dengan iPad ditangannya.


"Sudah Tuan. Kita akan segera menuju kesana."


Ozawa mengangguk. Dengan uang dan kekuasaan dia yakin bisa melacak dimana keberadaan menantunya. Ozawa memang tak berhenti mencari Rachel, tak pernah sehari pun dia meliburkan orang-orang kepercayaan nya untuk mencari dimana keberadaan Rachel.


"Apa Ray juga sudah mendapatkan informasi tentang Rachel?" Tanya menutup iPad ditangannya.


"Sedikit Tuan. Tuan Ray sudah mengetahui masalah pewaris tunggal Alexander Group." Jelas Heru "Choky Andriano Alexander." Sambungnya kemudian.


Ozawa manggut-manggut "Jadi dia pewaris tunggal Alexander Group putra dari Morres Alexander dan Lewi Alexander." Ozawa tersenyum smrik "Seperti nya mereka turun tangan dalam menyembunyikan Rachel. Mereka memiliki banyak kekuasaan di wilayah Eropa wajar jika kita tidak bisa mengakses jejak Rachel. Bahkan Morres memiliki pulau pribadi. Mungkin saja mereka menyembunyikan Rachel disana. Karena untuk bisa masuk kesana tidak bisa sembarangan." Jelas Ozawa.


Tentu Ozawa tahu siapa Morres Alexander, salah satu rivalnya dalam dunia bisnis. Di zaman dia dan Morres bersaing dalam dunia bisnis mereka selalu berbeda argumen dan berlomba-lomba untuk menduduki peringkat satu perusahaan besar di Asia. Morres Alexander sangat kaya, mungkin setara dengan kekayaan Ozawa hanya yang membuat Ozawa tergeser dia tak memiliki kekuasaan dimana pun selain kekayaan nya.


"Iya Tuan. Saya juga curiga nya begitu." Sahut Heru "Ternyata Tuan Choky pernah menyamar menjadi salah satu koki di salah satu restourant di Jakarta, Tuan." Jelas Heru.


"Menyamar?" Ulang Ozawa "Maksud mu bagaimana Heru? Bisakah kau jelaskan lebih detail?" Ucap Ozawa. Dia memasang telinga nya baik-baik untuk mendengarkan penjelasan Heru.


"Iya Tuan. Tuan Choky sengaja menyamar menjadi koki dan menyamar sebagai pria miskin untuk melindungi Nona Rachel. Seperti yang sudah saya katakan Minggu lalu, dibalik semua ini ada permainan dan teka teki yang harus kita pecahkan. Semoga setelah kita menemui Tuan Benedicto, semua nya terungkap." Jelas Ozawa "Dan Dokter Sandy juga terlibat bersama Tuan Choky." Sambung nya lagi.


Ozawa manggut-manggut paham. Benar kata Heru, ini seperti sebuah teka-teki. Tidak mungkin seorang pewaris tunggal keluarga Alexander mau menyamar sebagai orang biasa hanya untuk melindungi seorang gadis seperti Rachel jika tidak ada sesuatu didalam nya.


Mobil Heru berhenti didepan sebuah rumah mewah. Rumah itu memiliki pagar dan post satpam yang berjalan.


Tok tok tok tok


Sang satpam mengetuk kaca mobil yang dikendarai oleh Heru. Heru menurunkan kaca mobilnya.

__ADS_1


"Hormat Tuan. Dengan siapa?" Ucap salah satunya.


"Saya tamu Tuan Benedicto." Jawab Heru.


"Apakah sudah membuat janji dengan Tuan Besar?"


"Sudah." Jawab Heru asal.


"Baik Tuan, silahkan masuk."


Sang satpam membuka gerbang rumah mewah itu dan mobil Heru masuk dan terparkir didepan nya.


Ozawa turun dengan tak sabar, dia ingin segera tahu informasi mengenai menantu kesayangan nya itu.


"Silahkan Tuan."


Heru mempersilahkan Ozawa berjalan duluan. Keduanya masuk kedalam.


Tampak seorang pria paruh baya tengah duduk sambil membaca buku ditangannya. Kaca mata tebal bertengger dihidung nya.


"Benedicto."


Mendengar ada yang memanggil namanya. Pria itu mengangkat kepalanya dan menoleh kearah sumber suara.


"Iya Benedicto." Kedua pria paruh baya itu saling berpelukan untuk melepaskan kerinduan.


"Apa kabarmu?" Ozawa melepaskan pelukannya.


"Aku baik." Sahut nya "Mari duduk." Ajaknya. Mereka duduk disoffa.


"Dari mana kau tahu rumahku?"


"Hem, kau lupa aku siapa?" Ozawa memincingkan matanya


"Aku hanya tidak ingat." Sahut nya lalu keduanya tertawa.


Dua orang pelayan membawa nampan berisi minuman dan cemilan ringan lalu meletakkan nya diatas meja. Sebagai jamuan menyambut tamu mereka.


"Tidak biasanya kau kesini. Sudah lama kita tidak bertemu dan kau benar-benar sudah sah menjadi orang Indonesia." Dia terkekeh sambil menyesap secangkir teh hangat tanpa gula karena diabetes dia harus mengurangi kadar gula.

__ADS_1


"Kau tahu saja." Ozawa tertawa lebar "Ada banyak hal yang ingin aku katakan padamu." Lalu wajah Ozawa berubah serius "Dimana Nirmala?" Dia celingak-celinguk mencari keberadaan istri dari sahabat nya itu.


Sudah lama mereka berdua tak bertemu. Terakhir bertemu ketika Benedicto menikah dua puluh tujuh tahun yang lalu dan setelahnya keduanya sama-sama sibuk dengan bisnis dan keluarga masing-masing. Hingga tak ada sempat hanya untuk sekedar bertanya kabar apalagi Ozawa baru beberapa tahun tinggal di Indonesia sambil menikmati masa-masa pensiun nya.


"Istriku...." Benedicto menghela nafas panjang "Setelah putriku satu-satunya meninggal dunia lima tahun yang lalu dia stress dan depresi." Wajahnya tampak sendu "Ya dia hanya duduk dikursi roda dan melamun sepanjang siang dan malam lalu berteriak histeris menangisi anaknya." Jelas Benedicto.


"Aku dengar kau kehilangan salah satu putrimu? Bukankah putrimu kembar?"


Alis Benedicto terangkat "Dari mana kau tahu?" Tanya nya heran "Aku tidak pernah mempublikasikan hal ini!" Ujarnya


Ozawa terkekeh "Hem kau lupa aku siapa?" Dia tersenyum menggoda sahabatnya.


"Aku hanya tidak ingat." Ketus Benedicto. Lalu wajah pria itu kembali sedih "Iya, putriku hilang dua puluh enam tahun yang lalu. Sampai sekarang aku belum menemukan nya." Jelas Benedicto, ketika mengingat kesalahan dimasa lalu rasanya dia tak sanggup untuk menceritakan nya.


"Boleh aku lihat foto putrimu ketika dewasa?" Ozawa hanya ingin memastikan apakah wajah putrinya Benedicto mirip dengan wajah menantunya?


.


.


.


.


"Herwin." Hardik Rayyan


"Iy-ya Tuan." Herwin datang dan langsung membungkuk hormat.


"Hem, kenapa kau tidak memberitahu ku bahwa Daddy sudah menemui Tuan Benedicto?" Geram Rayyan.


"M-maaf Tuan saya baru mendapatkan informasi." Jawab Herwin.


"Kemana saja kau? Apa saja kerjamu?" Ketusnya "Bisa-bisa Daddy yang lebih duluan menemukan gadisku itu." Rayyan berdecak kesal "Bagaimana keadaan Kak Ramos?" Dia duduk kembali lalu menyalakan sebatang rokok ditangannya.


"Maaf Tuan." Herwin menunduk "Tuan Ramos seperti nya sudah tidak terlalu memikirkan Nona Rachel, Tuan. Dia sudah bekerja seperti biasa dan sibuk dengan pekerjaan nya." Jelas Herwin


"Baiklah." Sahut Rayyan "Hem cari informasi lagi Herwin. Aku harus orang pertama yang menemukan keberadaan Rachel. Kalau Daddy yang menemukannya pasti Daddy akan menyatukan Kak Ramos dan Rachel. Aku tidak mau itu terjadi." Ucap Rayyan "Pokoknya Rachel harus jadi milikku." Tegas nya


"Baik Tuan."

__ADS_1


"Keluar sana." Dia mengibas-ngibaskan tangan mengusir assisten.


Bersambung.....


__ADS_2