
****Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺****
Chika rasanya ingin menyembunyikan wajahnya di pojokkan kamar. Betapa malunya ia saat beberapa pengunjung restourant menatap dirinya yang di gendong Choky.
"Tidak usah malu," ucap Choky menenangkan gadis itu.
"Bagaimana tidak malu. Tuan ada-ada saja pakai gendong. Memang nya saya anak kecil," protes Chika tapi tangannya malah melingkar di leher Choky.
"Kamu memang masih kecil," sindir Choky namun lelaki itu malah terkekeh.
Chika membenamkan wajahnya di dada bidang Choky. Wangi parfum yang di pakai Boss nya ini menyeruak masuk kedalam indra penciuman nya.
Choky merasa geli saat hangatnya deru nafas Chika yang menyusup masuk kedalam baju nya hingga menerpa dada. Seperti sengatan listrik, bagian bawah Choky berdiri karena gadis ini.
Sampai disalah satu meja yang memang sudah di pesan oleh Choky. Disana sudah ada dua pasangan suami istri dan beberapa orang dewasa yang menunggu mereka.
"Heii Choky kalian sudah datang?" sambut Morres.
Choky menurunkan Chika. Walau ringan tapi kelamaan menggendong gadis itu membuat tangan Choky terasa pegal.
"Lho, Daddy sama Mommy ada disini?" tanya Chika heran melihat kedua orang tua nya ada disana. Ada Daniel juga sang Kakak.
"Iya Sayang, ayo duduk," Sherly menarik kursi agar anak gadis nya itu duduk.
Chika duduk dalam kebingungan. Ia menatap orang-orang yang ada di meja makan dengan bergantian. Choky juga duduk disamping Chika dengan wajah datar tanpa ekspresi.
"Dad, Mom. Ini ada apa sih sebenarnya? Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Chika heran menatap kedua orang tua nya penuh selidik.
"Haiii Chika apa kabar Sayang?" sapa Lewi
"Hai Mom. Baik Mom," sahut Chika canggung.
Sementara Daniel menahan tawa. Dia tak sabar menunggu ekspresi terkejut dari adiknya itu saat tahu jika dia di jodohkan dengan pria yang selalu membuatnya kesal.
"Karena Choky dan Chika sudah datang, kita langsung saja Yakob," ucap Morres.
"Silahkan Morres," jawab Yakob, ayah Chika.
Chika celingak-celinguk kebingungan. Gadis itu tak bisa diam. Dia duduk dengan gelisah. Hatinya bertanya-tanya karena kedua orang tua nya mengenal orang tua Choky.
"Kita langsung saja membicarakan pernikahan Choky dan Chika,"
"What's?" pekik Chika terkejut. Hingga membuat mereka yang ada di meja makan terjingkrat kaget.
__ADS_1
"Bisa kah kamu tidak berteriak?" omel Choky.
"Chika, kamu ini...." tegur Yakob geleng-geleng kepala.
"Wait. Wait! Maksud nya pernikahan apa yaaa?" tanya Chika menyelidiki.
"Kamu belum tahu Nak?" tanya Morres lembut. Rasanya dia mau tertawa saat tahu jika Chika adalah gadis yang di jodohkan dengan Choky, karena Chika gadis yang membuat Choky mabuk mobil di hari pertamanya masuk bekerja.
"Belum Dad," Chika menggeleng dengan wajah polosnya.
Sedangkan Choky terdiam saja sambil menikmati obrolan kedua orang tua dan calon mertuanya nya.
"Chika, laki-laki yang Daddy jodohkan sama kamu itu adalah Choky," jelas Yakob sabar.
Chika benar-benar kaget. Ia menatap ayah nya tak percaya. Lalu kembali menatap Choky yang diam saja tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
"Daddy, yang benar saja?" protes Chika.
"Memangnya Daddy bercanda. Choky itu calon suami kamu," sahut Yakob penuh penekanan.
Ada alasan tertentu kenapa Yakob menjodohkan anaknya di usia yang masih terbilang muda. Chika adalah gadis nakal yang suka nya membuat keributan dan kerusuhan. Hampir setiap semester Yakob di panggil oleh dekan tempat Chika kuliah, akibat ulah cinta yang tak mencerminkan anak gadis pada umumnya. Yakob ingin Choky membimbing Chika, agar anak nya itu tak lagi nakal dan membuat orang emosi dengan tingkah nya.
Chika melihat kearah Choky. Seperti nya gadis itu belum sadar dari keterkejutan nya.
"Sayang, kamu terima ya perjodohan ini. Choky adalah calon suami yang baik buat kamu," ucap Sherly lembut. Anak gadisnya ini tak bisa di kasari. Kalau di kasari, Chika akan semakin berulah.
"Chika," tegur Yakob geleng-geleng kepala.
Choky mengepalkan tangannya kesal. Enak saja dia di bilang Om-om oleh calon istrinya sendiri. Benar-benar keterlaluan gadis itu.
Morres dan Lewi menahan tawa melihat wajah kesal putra mereka itu. Kadang mereka berdua juga sering meledek Choky pria kaku tidak laku. Karena memang Choky sudah tua dan berusia.
"Kamu ikut saya?" ajak Choky.
"Tidak mau," tolak Chika.
.
.
.
"Tuan, sejak kapan anda tahu kalau saya calon istri Tuan?" tanya Chika sambil berdiri.
__ADS_1
"Ya sekitar dua atau tiga bulan yang lalu," sahut Choky santai.
"Kenapa Tuan tidak memberitahu saya?" Chika berdiri sambil memukul meja
"Duduk," titah Choky.
"Tapi_"
"Duduk, Chika," tegas Choky.
Chika kembali duduk dengan wajah kesal. Nasib hidupnya benar-benar sial, kenapa ia harus menikah dengan lelaki tua ini? Hobby nya marah-marah. Belum menikah saja mereka sudah sering adu argumen, bagaimana kalau sudah menjadi pasangan suami istri, mungkinkah keduanya akan baku hantam setiap hari.
"Tuan, saya tidak mau menikah dengan anda," tolak Chika. "Saya masih muda. Saya masih kuliah," sambil melipat kedua tangannya didada.
Choky tersenyum tipis. Sangat tipis sehingga gadis didepan nya tidak melihat senyumnya.
"Kamu tidak bisa menolak," sahut Choky tersenyum jahil. Hidup Choky akan benar-benar menyenangkan jika bersama Chika.
"Kenapa tidak bisa menolak? Lagian ini hak-hak saya," ketus Chika.
Tidak. Pokoknya Chika tidak mau menikah dengan Choky. Bagaimana kehidupan rumah tangganya nanti jika menikah dengan lelaki ini?
"Chika," panggil Choky pelan.
"Kenapa?" tanya Chika malas.
Choky menatap Chika serius. Anggap saja dia sedang merayu anak kecil yang sedang merajuk karena tidak di belikan es cream.
"Saya tahu kamu tidak mencintai saya. Begitu juga sebaliknya. Tapi apakah boleh kita belajar membuka hati untuk saling menerima?"
"Saya tahu kamu masih muda. Usia kita terpaut 20 tahun. Tapi saya yakin kamu gadis yang baik. Saya lelaki banyak kekurangan tapi saya mau, kamu melengkapi segala kekurangan saya menjadi kesempurnaan," Choky menatap Chika serius.
Chika menatap bola mata Choky mencari kebohongan disana. Namun yang ia temukan malah ketulusan yang terlihat jelas di bola mata lelaki itu.
"Tapi_"
"Apa karena saya tua?" potong Choky.
"Bukan itu," Chika menggeleng dengan cepat. "Saya masih kuliah," jawab Chika dengan bibir menggerecut.
"Tidak masalah. Kamu tetap bisa kuliah setelah menikah," ucap Choky menyakinkan Chika.
Choky sudah memantapkan hatinya memilih Chika sebagai istri dan Ibu dari anak-anaknya nanti. Meski belum ada cinta dihati Choky untuk Chika, tapi dia yakin perasaan nya akan tumbuh cinta seiring waktu bersamaan jika dilewati bersama.
__ADS_1
**Bersambung...... **
Jangan lupa like. Komen dan vote ya guys.. serta gifts buat author cakep wkwkwk.