
Abian membelalakkan matanya, melihat seorang wanita yang bukan lain istrinya sendiri.
"Suprise.." Teriak Aneska.
"Ya ampun sayang." Abian langsung memeluk dan mengangkat tubuh istrinya sambil berputar.
"Abian turunkan aku." Ucap Aneska sambil memegang kepalanya karena pusing.
Di luar pasukan bodrex sedang menunggu Abian menghubungi koki. Mereka tidak tau jika Aneska ada di dalam kamar bersama suaminya.
Abian menciumi istirnya dari dahi, mata, hidung, pipi dan berhenti di bibir istrinya. Dia merasa merindukan sosok istrinya.
"Abian kamu kenapa?" ucap Aneska bingung dengan tingkah suaminya yang tidak biasanya.
"Aku rindu, aku pikir kamu sudah berangkat dan ternyata kamu kembali hanya untukku." Ucap Abian senang sambil memeluk erat dan mengelus rambut istrinya.
"Sebenarnya aku mau berangkat, tapi aku merasa berdosa jika tidak menyalami kamu sebelum berangkat." Jelas Aneska.
"Bukannya tadi pagi, kamu sudah menyalamiku." Ucap Abian bingung.
"Tadi pagi memang sudah, tapi untuk keberangkatan ke singapura, aku belum melihat suamiku yang ganteng ini." Ucap Aneska sambil memegang hidung suaminya.
"Akhirnya mengakui kalau aku ganteng." Sindir Abian.
"Iya dong, kamu memang ganteng jadi jangan obral sama wanita lain."
"Enggak sayang, cintaku untukmu."
"Mami, kenapa Abian belum menghubungi koki?" tanya Tanisa.
"Mungkin dia masih mandi, tunggu sebentar lagi. Mami yakin pasti Abian akan menghubungi koki." Ucap nyonya Rona menenangkan timnya.
"Sayang bagaimana dengan ibu dan adik-adik." Abian membawa istrinya untuk duduk di sofa dan mendudukkan Aneska di pahanya.
Dia tersenyum sambil menggerakkan alisnya.
"Kenapa tersenyum? bukannya di jawab malah bertingkah aneh." Ucap Abian sambil menempelkan tangannya ke dahi istrinya.
"Tidak demam, sayang kamu kenapa?" ucap Abian lembut.
"Aku ingin menculik kamu untuk terbang ke singapura bersamaku." Ucap Aneska semangat.
"Hahaha menculik? dari mana ceritanya mau culik pakai acara info." Ucap Abian dengan gelak tawanya.
"Karena aku penculik yang baik makanya aku bilang sama kamu." Aneska beranjak dari paha suaminya dan bergegas ke ruang ganti memilih beberapa pakaian untuk di bawanya ke singapura.
"Sayang aku sibuk, tidak mungkin aku meninggalkan pekerjaanku. Kamu tau urusanku dengan perusahaan Farid belum selesai." Jelas Abian.
__ADS_1
Aneska menutup telinganya berusaha untuk tidak mendengar alasan suaminya. Dia tetap memilih beberapa pakaian Abian dan meletakkan di dalam kopernya.
Abian melihat jas kerjanya yang telah tersusun rapi sesuai dengan hari dan tanggalnya. Dia tersenyum melihat cara kerja istrinya yang rapih.
"Sayang apa semua ini kamu yang buat." Ucap Abian sambil menunjukkan jasnya yang ada jadwalnya.
"Ho oh." Ucap Aneska sambil sibuk dengan pakaian suaminya.
"Kamu sudah menjadwalkan semua pakaianku, itu artinya kamu memang tidak akan menculikku."
Aneska langsung mengambil jas suaminya dan mengambil semua jadwal yang dia tempelkan di hanger.
"Udah enggak ada lagi, pokoknya kamu harus ikut ke singapura bareng aku." Ucap Aneska memaksa.
"Aku tidak janji sayang, jika pekerjaanku selesai aku akan ikut denganmu jika tidak kamu pergi sendiri, enggak apa-apa kan?" ucap Abian sambil memperhatikan wajah istrinya yang cemberut.
"Apa ada yang ingin kamu katakan?" tanya Abian.
"Kamu tau kenapa aku tidak jadi berangkat?"
"Karena kamu belum bersalaman dengan suami gantengmu ini."
"Ada lagi." Ucap Aneska.
"Oh ya apa itu?"
"Tenang sayang, itu hanya rasa khawatir yang berlebihan tidak akan terjadi apapun." Abian menenangkan istrinya untuk tidak memikirkan apapun.
"Kadang perasaan istri itu benar." Ucap Aneska pelan.
"Oh sayangku." Abian memeluk istrinya dengan erat.
Ada suara nyanyian dari perut mereka, membuat keduanya tertawa.
"Aku akan menghubungi koki, kamu mau minum apa?" tanya Abian.
"Teh manis." Jawab Aneska singkat.
Abian mengangkat gagang telepon dan menghubungi koki. Memesan beberapa makanan dan minuman untuk di bawa ke kamarnya.
"Mami, sepertinya ada suara telepon di dapur." Ucap Tanisa.
"Kalian di sini aja, biar mami yang ke dapur." Nyonya Rona pergi ke dapur dan melihat para koki sedang sibuk memasak. Melihat datangnya wanita paruh baya itu koki langsung menawarkan makanan.
"Nyonya apa mau di buatkan sesuatu?" ucap salah satu koki.
"Tidak perlu, umm kalian masak untuk siapa?" tanya nyonya Rona basa basi.
__ADS_1
"Tuan Abian minta di masakkan makan malam." Jawab koki.
"Abian sudah pulang. Ya sudah lanjutkan." Nyonya Rona melihat koki yang sibuk memasak dan pelayan membuatkan teh dan jus jeruk yang di letakkan di atas nampan.
"Pelayan buatkan saya jus jeruk juga." Ucap nyonya Rona mengalihkan pelayan. Ketika koki sibuk dengan masakannya dan pelayan sedang menyiapkan jus jeruk untuknya. Nyonya Rona langsung memasukkan satu botol obat kuat ke dalam gelas yang berisi jus jeruk.
"Nyonya jusnya mau di letakkan di mana?" tanya pelayan.
"Bawa sini." Nyonya Rona membawa jus jeruk untuknya sambil meninggalkan dapur dan bergabung dengan timnya.
"Mami bagaimana?" tanya semuanya.
"Aman, mami sudah memasukkan obat kuat itu ke dalam jus jeruk. Reaksi kira-kira muncul setelah setengah jam, nanti kamu ketuk pintu kamar Abian kurang dari setengah jam." Jelas nyonya Rona.
"Oke tante."
Pelayan meletakkan makanan ke dalam rak berjalan yang ada roda di bawahnya. Melewati tepat di depan nyonya Rona dan yang lainnya.
"Mami makanannya banyak sekali, apa mungkin Abian menghabiskan semuanya." Ucap Tanisa bingung.
"Entah, biasanya kalau malam Abian tidak makan sebanyak itu." Ucap nyonya Rona juga bingung.
"Mungkin Abian kelaparan." Timpal Farid.
"Tante kalau Abian makan sebanyak itu sampai jam berapa aku menunggunya." Gerutu Anggela.
"Aduh Anggela, nanti Abian menghubungi pelayan untuk membersihkan kamarnya. Kamu masuk ke kamarnya setelah pelayan keluar dari kamarnya." Jelas nyonya Rona.
Anggela menganggukkan kepalanya mengerti. Pintu kamar Abian di ketuk. Aneska membukakan pintu kamar. Makanan telah terhidang di meja.
Aneska menutup kembali pintu kamar setelah pelayan selesai menghidangkan semua makanan.
Abian keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya sedang menikmati jus jeruk suaminya.
"Sayang aku haus, nanti aku minta lagi ke pelayan ya." Ucap Aneska sambil menyeruput jus jeruk milik suaminya.
"Enggak perlu, aku minum air putih saja." Abian dan Aneska mulai menikmati makan malamnya. Sesekali mereka mengobrol sambil tertawa. Makanan sudah habis, dan Aneska merasa ada yang berbeda dari dirinya.
"Aku ke kamar mandi dulu." Ucap Aneska sambil berlari kecil ke kamar mandi.
Abian menghubungi pelayan untuk membawa piring kotor dan membersihkan kamarnya. Pelayan kembali melewati nyonya Rona sambil mendorong rak.
"Lihat Abian sudah menghubungi pelayan. Setelah pelayan melewati kita lagi, kamu langsung bergegas ke sana. Bagaimanapun caranya kamu harus masuk ke dalam kamar Abian." Jelas nyonya Rona.
Pelayan telah membersihkan kamar Abian dan kembali melewati nyonya Rona dan yang lainnya. Anggela langsung berlari ke kamar Abian dan mengetuk pintu kamar.
Bersambung...
__ADS_1