
Setelah selesai makan siang, Abian membawa istrinya ke kamar. Dia tidak ingin istrinya membaur dengan keluarganya yang licik.
"Kenapa tadi kamu menjemputku ke ruang kerja." Tanya Abian.
"Mau mengajak kamu makan siang." Jawab Aneska bohong.
"Hemmm, bukan karena cemburu."
"Ya enggaklah." Jawab Aneska cepat.
"Oh gitu, ya udah besok-besok aku suruh wanita itu duduk di sebelahku." Goda Abian.
"Apa! enak aja. Tidak ada yang boleh mengganti posisiku." Ucap Aneska sewot.
"Hahaha kamu cemburu." Goda Abian lagi.
"Enggak aku tidak cemburu." Ucap Aneska malu.
"Tapi kenapa wajah kamu seperti kepiting rebus? merah merona." Goda Abian lagi.
"Aaaa Abian." Rengek Aneska manja sambil mencubiti lengan suaminya.
"Kenapa harus malu, cemburu itu artinya cinta." Ucap Abian sambil memeluk dan mengelus istrinya.
"Apa kamu pernah cemburu." Tanya Aneska.
"Sering, aku cemburu sama semua pria. Kalau sampai ada pria yang mendekatimu akan aku hajar." Ucap Abian.
Aneska bergidik ancaman suaminya membuatnya takut.
"Apa yang kamu lakukan kalau ada wanita mendekatiku." Tanya Abian balik.
"Hemmm apa ya." Aneska sedang berpikir.
"Aku akan memberikan selamat untuk wanita itu." Ucap Aneska.
"Selamat?" Abian bingung.
"Iya selamat, karena telah menjadi musuhku. Siap-siap berduel denganku." Ucap Aneska sambil bergaya layaknya seorang petinju.
"Hahahaha, ternyata kamu garang juga ya."
"Aku akan baik jika orang berbuat baik kepadaku tapi aku akan berubah jadi macan kalau kebaikanku di manfaatkan orang lain." Ucap Aneska tegas.
Abian bertepuk tangan.
"Ternyata kita berjodoh. Ibu kamu pernah bilang kalau aku seperti singa ternyata istriku juga macan, hahaha." Abian dan Aneska tertawa bersamaan.
***
Anggela membaringkan tubuhnya di kamarnya. Dia melamunkan dua wajah pria yaitu Zidan dan Abian.
"Abian kamu ganteng banget, kharisma yang sangat kuat, tapi sayang galak." Ucap Anggela.
"Hemmm, Zidan juga ganteng. Kalau Abian menolak masih ada Zidan. Yes semangat, dari pada si Farid, huh lihat wajahnya yang sekarang saja aku udah takut. Semoga ini awal baik untuk merubah hidupku." Gumam Anggela.
Pintu kamarnya di ketuk. Anggela buru-buru membuka pintu kamarnya.
"Farid! mau apa kamu ke sini." Tanya Anggela pelan.
Farid langsung masuk ke dalam kamar wanita itu, Anggela melihat sekeliling kamarnya kemudian menutup kembali pintu kamarnya.
"Farid ngapain kamu ke kamarku." Ucap Anggela khawatir.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan sama Zidan di ruang kerja." Tanya Farid.
"Enggak ada."
"Bohong! aku tadi dengar kalau kamu memeluk Zidan! apa itu benar?" bentak Farid.
"Oh itu, sebenarnya itu permintaan mertua kamu. Dia menyuruhku untuk memeluk Abian dengan alasan membuat anaknya jatuh cinta. Ternyata aku salah peluk." Jelas Anggela sambil tersenyum lucu mengingat kejadian tadi.
"Ingat! rencana kita untuk mengambil harta Bassam bukan Zidan, dia tidak sebanding dengan Abian. Dekati Abian buat dia jatuh cinta sama kamu. Tapi ingat jangan sampai kamu yang jatuh cinta dengannya." Jelas Farid.
"Tenang sayang, aku tidak akan jatuh cinta, hatiku hanya untuk kamu." Ucap Anggela sambil memeluk Farid.
Mereka berdua mau berciuman tapi tiba-tiba pintu kamar di ketuk.
"Siapa." Tanya Anggela.
"Aku Tanisa."
Farid dan Anggela kalang kabut.
"Sembunyi." Bisik Anggela.
Farid sembunyi di bawah kasur.
"Jangan di situ, pasti Tanisa tau." Bisik Anggela.
"Terus di mana." Bisik Farid.
"Kamar mandi." Farid berlari ke kamar mandi.
"Anggela buka pintu." Ucap Tanisa sambil menggedor pintu kamar.
"Sebentar." Ucap Anggela kemudian membuka sebagian pintu kamarnya tapi Tanisa mendorong pintu kamar itu dengan cukup keras sehingga bagian pinggir pintu mengenai hidung Anggela.
Tanisa tidak menjawab, dia masuk ke dalam kamar itu sambil memperhatikan isi kamar wanita itu.
"Apa hubungan kamu dengan Farid." Tanya Tanisa seperti menginterogasi.
"Aku dan Farid sepupu." Jawab Anggela gugup.
Tanisa mondar mandir sambil terus menatap tajam ke arah Anggela.
"Bohong!" ucap Tanisa ketus.
"Bohong dari mana? kami memang sepupu, sepupu jauh." Ucap Anggela bohong.
"Di mana Farid." Tanya Tanisa.
"Mana aku tau." Jawab Anggela.
"Dia tadi keluar dari kamar tapi aku tunggu dia belum balik-balik." Ucap Tanisa.
"Mungkin dia sedang berkeliling." Ucap Anggela gugup.
"Aku kenal suamiku, dia bukan pria yang suka dengan indahnya alam. Apalagi dengan penampilannya seperti itu tidak mungkin dia pede." Jelas Tanisa.
Tanisa melihat ke bawah tempat tidur.
"Farid tidak ada di sini. Kamu kenapa? curiga kalau kami bukan saudara." Ucap Anggela.
"Iya aku tidak percaya dengan kalian berdua." Ucap Tanisa ketus sambil berjalan ke kamar mandi.
"Tidak ada orang di kamar mandi." Teriak Anggela agar Farid mendengar teriakannya.
__ADS_1
Tanisa membuka pintu kamar mandi, dia melihat sekeliling kamar mandi hanya dari depan pintu. Sedangkan Farid sembunyi di belakang pintu.
"Aku masih tidak percaya dengan kamu!" ucap Tanisa sambil menutup pintu kamar mandi kembali.
Farid bisa bernafas lega hampir saja dia ketangkap basah istrinya.
"Kalau sampai terbukti kamu dan Farid ada hubungan spesial, akan aku gunduli kamu!" Ancam Tanisa sambil keluar dari kamar itu. Anggela langsung mengunci pintu kamarnya.
"Farid keluar." Ucap Anggela.
Farid keluar dari kamar mandi. Melihat penampilan Farid yang basah, Anggela mengerutkan dahinya.
"Kamu kenapa?" tanya Anggela bingung.
"Aku mandi keringat di sana. Hampir saja aku ketangkap Tanisa." Ucap Farid ngos-ngosan.
Tanisa kembali ke kamarnya. Dia curiga dengan pintu kamar mandi yang tidak terbuka lebar. Tanisa keluar lagi dari kamarnya dan menuju ke kamar Anggela.
"Cepat kamu keluar." Ucap Anggela.
Farid ingin memegang handle pintu, tapi dari luar ada yang menggerakkan handle pintu.
"Tanisa balik." Farid menggerakkan bibirnya tanpa mengeluarkan suaranya.
Anggela bingung dia ikutan panik.
"Siapa." Tanya Anggela.
"Buka pintunya." Teriak Tanisa sambil menggedor pintu kamar.
"Sembunyi di balik pintu, nanti kalau Tanisa masuk kamu keluar." Bisik Anggela.
Farid menganggukkan kepalanya setuju. Anggela memutar kunci dan langsung membuka lebar pintu kamarnya.
"Mana Farid." Tanisa langsung masuk ke dalam kamar dan menuju kamar mandi. Begitu Tanisa masuk Farid keluar kamar.
Tanisa mempraktekkan membuka pintu kamar mandi secara berulang.
"Kamu kenapa? enggak percaya kalau Farid tidak ada di sini!" ucap Anggela ketus.
Tanisa menatap tajam Anggela sambil keluar dari kamar itu. Dari jauh dia melihat ada suaminya yang sedang jalan terburu-buru. Tanisa berlari mengejar suaminya.
Tanisa sudah jalan beriringan dengan suaminya.
"Dari mana saja kamu." Tanya Tanisa ketus sambil melihat penampilan suaminya.
"Olah raga." Ucap Farid bohong.
Tanisa memperhatikan baju suaminya yang basah dan peluh keringat yang membasahi dahi suaminya.
"Siang terik begini olah raga." Ucap Tanisa curiga.
"Kenapa memangnya di larang." Ucap Farid gugup.
"Kamu baru melakukan olah raga apa." Tanya Tanisa lagi sambil tetap memperhatikan penampilan suaminya.
"Aku baru lari keliling taman." Ucap Farid bohong sambil membuka pintu kamarnya.
"Lari pakai sendal, hebat betul sendalnya." Sindir Tanisa.
Farid langsung masuk ke kamar mandi menghindari pertanyaan jebakan dari istrinya.
Bersambung....
__ADS_1