Love Of A Nurse

Love Of A Nurse
Bab 76


__ADS_3

Aneska jatuh dan melihat suaminya sedang berdiri sambil tersenyum lucu. Dia merasa gugup harus melakukan apa, akhirnya Aneska melakukan ide baris-berbaris.


"Siap gerak, lancang depan gerak. Istirahat di tempat gerak." Ucap Aneska sambil membaringkan tubuhnya lagi ke kasur.


Abian menghampirinya sambil tersenyum.


"Kamu kenapa?" ucap Abian melihat istrinya sedang berbaring sambil menutup matanya.


"Aku lagi istirahat." Jawab Aneska malu tanpa mau membuka matanya.


"Hemmm, tadi ada yang menyebutkan kalau jenggotku seperti?" Abian melupakan sesuatu.


"Spon cuci piring." Ucap Aneska spontan.


Oh Tuhan, kenapa bibirku lancip sekali.


"Coba peragakan lagi." Ucap Abian.


"Hah!" Aneska membuka matanya sambil melihat suaminya.


"Peragakan kembali yang tadi." Ucap Abian.


"Yang mana? yang jatuh dari tempat tidur?" ucap Aneska bingung.


"Semuanya." Ucap Abian tegas.


"Hahaha, suamiku pasti kamu sedang bergurau." Ucap Aneska gugup.


"Apa wajahku terlihat sedang bercanda." Tanya Abian.


Aneska menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah ulangi."


Aneska mengikuti permintaan suaminya dengan cara berguling-guling di kasur.


"Stop! ada yang kurang, kalau aku tidak salah dengar kamu ada mengatakan tentang jenggot. Ulangi sambil mengatakan tentang jenggotku." Ucap Abian.


"Hahaha, kamu salah dengar tadi aku hanya mengatakan kata jenglot bukan jenggot." Ucap Aneska menghindar.


"Aneska!" suara Abian cukup menggelegar sehingga membuat Aneska takut.


"Iya-iya aku ulangi. Kamu berdiri di sana." Ucap Aneska gugup.


Abian berdiri di dekat pintu. Aneska mulai memperagakan kembali guling-guling di kasur.


"Abian perhatian yang kamu berikan kepadaku membuatku berbunga-bunga. Bisa-bisa aku jatuh sakit sama kamu." Ucap Aneska pelan sambil berguling.


"Stop! tadi sepertinya tidak ada kata sakit. Ulangi yang benar." Ucap Abian tegas.


"Iya aku ulangi. Abian perhatianmu membuatku berbunga-bunga. Bisa-bisa aku jatuh cinta sama kamu." Di awal Aneska mengucapkan dengan suara lantang tapi ketika kata cinta suaranya nyaris tak terdengar.


"Aku enggak dengar. Ulangi lagi!" ucap Abian tegas.


"Aku jatuh cinta sama kamu." Ucap Aneska kencang kemudian menutup wajahnya dengan bantal.


"Apa?" Abian mendatangi istrinya yang sedang menutup wajahnya dengan bantal.

__ADS_1


"Apa kamu benar-benar jatuh cinta kepadaku." Ucap Abian sambil menarik bantal dari wajah istrinya.


"Abian malu." Ucap Aneska manja sambil menutup wajahnya dengan telapak tangannya.


"Kenapa harus malu? aku senang mendengarnya. Ulangi lagi kalau kamu mencintaiku." Ucap Abian senang.


"Enggak ah malu." Ucap Aneska masih tetap menutup wajahnya dengan telapak tangannya.


Abian menarik kedua tangan istrinya.


"Lihat aku, katakan kalau kamu mencintaiku." Ucap Abian sambil melihat mata indah istrinya.


Aneska menundukkan kepalanya. Abian kembali mengangkat dagu istrinya.


"Jangan malu untuk mengatakan tentang perasaanmu kepadaku. Kata itu yang selalu ingin aku dengar." Ucap Abian pelan sambil tetap memegang dagu istrinya.


"Ucapkanlah." Ucap Abian.


"Aku aku aku cin cinta sama kamu." Ucap Aneska gugup malu sambil membenamkan wajahnya dalam dada suaminya.


"I love you too sayang." Abian senang sambil memeluk erat istrinya.


"Ucapkan itu setiap hari untukku." Ucap Abian.


"Aaaaa." Aneska merengek manja di dalam dada suaminya.


"Tunggu." Abian melepaskan pelukannya. Dia mengambil ponsel istrinya.


"Katakan kalau kamu mencintaiku dengan suara yang cukup lantang." Abian mengaktifkan ponsel istrinya dengan mode video.


"Tadi kan udah." Ucap Aneska malu.


"Memang ada gitu?" Aneska menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


"Ada, ini contohnya. Ayo cepat, lebih cepat lebih baik."


Aneska menghela nafasnya.


"Abian suamiku, awalnya aku benci sama kamu, sikap kasarmu kepadaku membuatku pernah bersumpah tidak akan pernah mau mengenalmu ataupun berhubungan lagi denganmu." Ucap Aneska mengeluarkan semua unek-uneknya. Dan Abian masih merekam ucapan istrinya.


"Tapi aku salah, ternyata kita tidak boleh membenci seseorang begitu dalam. Bisa-bisa orang yang kita benci yang menolong kita dalam kesusahan. Seperti kamu yang telah menjadi malaikat penolong buat keluargaku. Perhatian yang kamu berikan kepadaku dan keluargaku membuatku merasa sangat di sayang. Aku sayang kamu, aku cinta sama kamu Abian." Ucap Aneska.


Abian mendekati dan memeluk tubuh mungil istrinya.


"I love you too sayang, cintaku hanya untukmu tidak akan ada yang pernah bisa merebutnya kecuali sang Pencipta." Ucap Abian senang sambil mengecup bibir istrinya.


Abian telah selesai merekam ungkapan isi hati istrinya. Dia mengirimkan video itu ke ponselnya.


"Putar video ini jika rumah tangga kita mengalami suatu goncangan. Ingat ini untuk membuktikan kepada diri kita kalau kita saling mencintai." Ucap Abian.


Aneska menganggukkan kepalanya setuju. Karena dia tau sebuah rumah tangga pasti akan mengalami namanya badai. Bagaimana cara menghentikan badai itu dengan saling mencintai pasangannya, tetap setia dan saling pengertian.


"Abian, kenapa pelayan tidak mengantarkan makanan untuk kita." Tanya Aneska.


"Oh iya aku lupa. Kita makan di ruang makan. Mungkin makanan untuk kita sudah di hidangkan di sana."


"Ya udah ayo makan aku sudah lapar." Ajak Aneska sambil menarik tangan suaminya.

__ADS_1


Abian tidak bergerak sama sekali, dia memperhatikan pakaian istrinya.


"Sayang lebih baik kamu ganti baju. Kamu sangat seksi kalau memakai pakaianku." Ucap Abian.


Aneska melihat pakaiannya.


"Oh iya, kalau pakai ini nungging salah duduk salah." Ucap Aneska.


"Iya cukup tunjukkan tubuh indah kamu sama suamimu ini." Ucap Abian genit.


Aneska langsung berlari ke ruang ganti dan memakai pakaiannya sendiri. Dia khawatir acara makannya tertunda lagi.


Mereka jalan keluar kamar sambil bergandengan tangan menuju ruang keluarga.


Abian dan Aneska berpapasan dengan oma Zulfa.


"Kalian tidak berangkat kerja." Tanya oma.


"Tidak oma, kami baru selesai buat adonan." Gurau Abian.


"Adonan?" ucap oma bingung.


"Anak oma gitu aja enggak tau." Goda Abian.


"Dasar cucu sialan. Enggak ada malu-malunya ngomongin gituan sama omanya, kalau oma pingin macam mana?" gerutu oma.


Aneska membelalakkan matanya sambil melihat oma Zulfa.


Apa oma belum menopause, ah mungkin hanya gurau saja. Mana mungkin oma belum menopause.


"Kalau pingin sama kucing aja oma, atau sama kuda." Goda Abian lagi.


Prok, oma memukul cucunya.


"Udah sana, jangan ganggu oma." Ucap oma ketus.


"Iya oma." Ucap Abian meninggalkan omanya menuju ruang makan.


Abian berhenti kembali dan memanggil omanya.


"Oma tunggu." Abian melepaskan genggaman tangannya dari tangan istrinya. Dia menghampiri omanya.


"Apa." Tanya oma.


"Aneska mencintaiku." Ucap Abian.


"Itu saja." Tanya oma.


"Iya, oma pikir aku mau mengatakan apa?" tanya Abian balik.


"Syukurlah kalau Aneska sudah mencintai kamu, sekarang oma tanya sama kamu? apa kamu juga mencintai Aneska?" ucap oma.


"Tentu aku mencintainya."Jawab Abian tegas.


Aneska hanya melihat dari jarak jauh dia tidak tau apa yang di bicarakan oma dan cucunya.


Bersambung....

__ADS_1


Double Zi sudah rilis sampai episode 4 ya. Bisa di cari di channel youtube author dengan nama Anita Rachman Chan. Terima kasih


__ADS_2