Merebut Cintamu

Merebut Cintamu
101. Pernikahan Dengan Air Mata


__ADS_3

" Dia bukan boy lagi, dia sudah bisa bikin boy " kata Restandi pada Armando.


"Tapi kan belum berhasil, ilmunya masih kalah sama kita." Armando bicara sambil duduk di sebelah Rion. Tatapannya betul-betul mengejek Rion. Arleta melihat itu jadi kasihan pada Rion. Ini hari pernikahannya, tapi dia habis di ganggu.


"Tadinya aku berniat begitu, biar pihak lawan segera menyerah karena hamil. Ternyata gagal." Rion mengakui dengan jujur. Arleta jadi tau sekarang, Rion bukan mengumbar nafsu tapi ada misi di balik itu.


"Aku tau, itu sebabnya aku biarkan kamu. Karena sepertinya Trisia tidak mau melepaskan aku. Tapi kamu tetap berhasil." Armando menepuk bahu Rion. Pujiannya tulus. Rion tidak menyangka ternyata Armando tau apa yang ada di kepalanya.


"Kakak sudah sarapan?" tanya Arleta mengalihkan perhatian.


"Sudah, tadi kakak makan bubur yang Eva suka beli." Kata Armando sambil tersenyum.


"Wah kamu kecanduan bubur ayam seperti istriku." kata Restandi sambil melirik Arleta.

__ADS_1


"Tapi memang enak ko." kata Armando lagi. Mereka pun mulai berbincang hal yang lain. Di ruang keluarga Nikolas dan Sofi yang tengah bermain bersama Alrest kedatangan Frans dan Mauren. Besan yang menjadi dilema bagi Sofi. Dia mau mengundang tapi tidak enak pada Mauren. Tidak mengundang rasanya tidak pantas. Ketika bicara pada Arleta, jawabannya membuat Sofi lega.


"Undang ma, semua harus bisa menerima kenyataan ini. Mama jangan ragu, mama tidak salah ko." Begitu kata Arleta. Sofi pun mengundang besannya. Frans dan Mauren awalnya terkejut. Tapi seperti yang Arleta katakan mereka harus bisa menerima keputusan Trisia. Mauren baru tau kalau Trisia memiliki pilihan hati yang bukan putranya. Mauren jadi salah sangka, mengira Trisia tidak mencintai Armando. Maka Mauren berlapang dada dan mendukung Sofi. Lukman Aria selaku sahabat pun datang bersama istrinya. Sehun dan Monika belakangan. Eva juga datang. Arleta memintanya datang untuk menjaga Alrest, tapi Eva boleh tampil cantik. Maka Eva pun berkeliling dengan baby tampan dengan senang. Armando melihat Eva, dia tidak tahan untuk segera menghampirinya. Karena yang di gendong Eva adalah keponakannya.


'Eva, tadi saya makan bubur ayam langganan kamu." kata Armando sambil meminta Alrest. Eva pun memberikannya.


"Pak Armando benar suka bubur ayamnya?" Ternyata kakak adik seleranya sama, pikir Eva.


"Enak ko. Kamu sendiri?" tanya Armando penasaran.


"Maksud saya kamu sudah punya partner?" Armando memperjelas pertanyaannya.


"Belum pak, tidak ada yang mau." jawab Eva cepat. Tidak terpikir olehnya untuk cari pacar. Dia hanya gadis miskin.

__ADS_1


"Kamu yang jual mahal kali." Menurut Armando gadis manis, pintar dan menyenangkan seperti Eva tidak mungkin tidak ada yang melirik.


"Kejauhan pak mikir pacar mah, fokus kerja saja deh." jawab Eva enggan membahas lebih jauh. Armando tidak mungkin mengubah pemikiran Eva. Dia mengembalikan Alrest karena ada seseorang yang mengenalnya dan ingin berbincang. Eva kembali bersama baby Alrest, tanpa dia sadari ada sepasang mata elang yang terus mengawasi. Prosesi pernikahan pun di lakukan. Semua berjalan lancar. Setelah mengucapkan janji Rion dan Trisia menghampiri orang tua mereka. Pada orang tua Trisia mereka hanya mengucapkan terima kadih dan maaf bila ada salah. Namun pada orang tua Rion berbeda jadinya.


"Papa, mama Rion minta maaf karena tidak pernah mendengarkan perkataan papa dan mama. Rion tidak pernah memperhatikan kalian selayaknya anak pada orangtua. Rion sudah bikin papa dan mama kecewa dan mungkin malu atas apa yang sudah Rion lakukan. Rion juga berterima kasih atas kesabaran dan maaf yang kalian beri. Rion berjanji akan menjadi anak dan suami yang bertanggung jawab. Akan menggunakan kesempatan yang ada untuk membuat papa dan mama bangga. Terima kasih pa, ma." Rion menutup kata-katanya. Nikolas dan Sofi terharu. Sofi menitipkan air mata. Anak itu masih punya hati rupanya. Marionata Gutama telah mengubah pandangan orang tentang dirinya. Yang di pandang berandal oleh kakaknya sendiri, ternyata tidak seburuk itu. Sekarang giliran Trisia yang bicara.


"Papa, mama Trisia minta maaf jika Trisia bukan sosok menantu idaman yang papa dan mama harapkan. Trisia sudah membuat papa dan mama kecewa. Terima kasih telah berlapang dada menerima Trisia dengan baik. Semua kebaikan papa dan mama tidak akan Trisia sia-siakan. Kedepannya Trisia akan menjadi menantu dan anak yang berbakti untuk papa dan mama. Terima kasih papa, mama." Trisia menangis mengucapkan janjinya pada mertuanya. Tangis Sofi pecah, dia memeluk menantu barunya.


"Jangan kecewakan kami." kata Nikolas, dia menepuk bahu Trisia. Ini awal yang baik, pikir Armando. Dia melihat mantan istrinya di terima dengan baik di keluarga Gutama. Arleta menangis di pelukan Restandi. Mauren pun menitipkan air mata. Menantu sempurna yang diinginkannya telah menjadi menantu Sofi sekarang. Hati orang siapa yang tau. Acara pun di sambung dengan makan siang. Rion dan Trisia menerima salam dan ucapan dari para tamu dan keluarga. Ini pernikahan putra kedua dan terakhir dari keluarga Gutama. Walaupun dilakukan secara sederhana tapi tetap saja mewah. Rion sangat bahagia, Trisia sudah menjadi istrinya. Trisia kesal melihat Armando menatapnya puas. Itukan yang Armando mau. Trisia menikah dengan Rion. Walau Trisia tau, Armando berharap dia bahagia. Pihak keluarga yang datang berbisik-bisik yang terdengar oleh Rion.


"Mas Rion ko dapatnya janda sih?" kata Nela sepupu jauhnya. Rion kesal. Walaupun Trisia janda tapi kan dia yang mendapat kesuciannya. Rion tidak ambil perduli dengan perkataan orang.


Pada saat para tamu menikmati hidangan di rumah keluarga Gutama, di tempat lain duduklah Kevin pada sebuah cafe. Dia tengah menanti seseorang. Angka sudah melewati tiga puluh menit dari waktu yang di janjikan. Kevin kesal. Jika bukan karena teman baiknya dia sudah pergi dari tadi. Kevin pun memesan hidangan untuk menghabiskan waktu. Tapi akhirnya sudah satu jam yang di tunggu tidak datang. Kevin pun memutuskan untuk pergi. Hari ini dia akan mengunjungi satu tempat. Selain ada pertemuan bisnis lain. dia merindukan sesuatu. Kevin berangkat ke bandara. Tiba di sana dia menghubungi seseorang karena orang itu tidak menghubunginya.

__ADS_1


"Revan, orangmu tidak datang. Maaf aku tidak dapat menunggu lagi. Aku harus ke Australia, saat ini aku sudah di bandara . Mungkin belum waktunya kita melakukan kerja sama." kata Kevin pada orang di seberang sana.


"Maaf Kevin tapi aku butuh kerjasama ini. Aku minta maaf jika dia terlambat. Bagaimana jika dia bisa menemukan dirimu, apakah kau akan meneruskan kerjasama ini?"


__ADS_2