Merebut Cintamu

Merebut Cintamu
46. Melani Menghilang


__ADS_3

Avery menemui Arleta di kliniknya. Arleta terkejut darimana Avery tau kliniknya. Mungkin Melani yang mengatakannya.


"Aku ucapkan terima kasih untukmu." kata Avery yang sudah duduk manis di hadapan Arleta.


"Itu bukan apa-apa."kata Arleta merendah.


"Aku ingin memberikan sesuatu dari adikku." Avery memberikan sebuah amplop pada Arleta. Sebuah surat.


"Melani sudah pergi hari ini. Pulang pada keluargaku. Dia tidak akan bertemu lagi denganmu. Kau wanita yang baik Arleta, terima kasih untuk semuanya. Aku juga akan segera pulang. Hubungi aku jika ada yang kau butuhkan." Avery memberikan kartu namanya. Arleta menerimanya, dia masih terkejut dengan perkataan Avery. Melani sudah pergi. Ada kegelisahan dalam hati Arleta. Segera setelah Avery pergi Arleta pun membuka surat Melani dan membacanya. Sekali lagi Melani meminta maaf atas perbuatannya yang menyakiti Arleta. Dia merasa tidak pantas membuat keadaan yang tidak menyenangkan lagi dalam keluarga Arleta. Maka dia memutuskan untuk pergi dan kembali pada keluarganya. Meskipun dia mencintai Armando namun dia merasa Armando harus mendapat pasangan yang lebih baik dari dirinya. Melani juga mengatakan jika dia pergi tanpa Armando tau. Sampai sini Arleta langsung merasa lemas. Di simpannya surat Melani dan di bawanya tasnya. Arleta pun pergi ke rumah sakit menemui Restandi. Dokter tampan itu ada di ruang kerjanya sedang mengamati dua contoh kasus penyakit jantung. Restandi terkejut melihat Arleta yang masuk dengan wajah panik.


"Arleta ada apa?" tanya Restandi sambil bangkit berdiri menyambut Arleta.

__ADS_1


"Aku salah, aku sudah salah." Arleta berkata sambil memeluk Restandi.


"Katakan dulu ada apa?" Restandi bertanya sambil menenangkan Arleta. Di peluknya Arleta sambil menepuk bahunya. Arleta pun lebih tenang. Dia pun menyerahkan surat Melani pada Restandi yang langsung membacanya.


"Aku salah Rest, harusnya aku tidak mencampuri urusan mereka. Sekarang dia pergi itu karena aku." kata Arleta pada Restandi.


"Arleta Melani sudah memutuskan sejak awal itu sebabnya dia mencari kakaknya." Restandi melipat surat Melani dan menyerahkannya kembali pada Arleta.


"Tenanglah sayang kau tidak bersalah. Melani memang harus bertemu kakaknya. Jika Armando marah padamu aku yang akan menghadapinya." Restandi berusaha menenangkan Arleta. Menurut Restandi sejak awal hubungan itu memang sudah salah. Tapi dalam hati Restandi setuju dengan Arleta, Armando pasti marah akan hal ini.


"Kau tunggu sebentar ya, aku akan meminta Norman menggantikan aku. Kita pulang sama-sama." Restandi berkata sambil berjalan menuju meja kerjanya. Membereskan pekerjaannya, dia akan membawa Arleta pulang. Restandi mempercepat rencana bulan madunya. Untuk menenangkan istrinya dan menghindari kemarahan Armando. Mereka memutuskan untuk ke Bali dan berangkat esok paginya. Sebelum Armando mencium keterlibatan Arleta atas menghilangnya Melani. Malam itu Armando pulang ke apartemen sesuai janjinya pada Melani. Sudah sangat larut Armando yakin Melani sudah tidur. Di dalam apartemen gelap yang membuat Armando yakin Melani sudah tidur. Armando membuka jasnya dan menuju kamar tidur. Kamar juga gelap, Armando heran. Tidak pernah kamar tidur segelap ini. Ketika Armando menyalakan lampu kamar dia bingung karena ternyata kosong. Armando melangkah ke kamar mandi ternyata juga kosong. Berarti Melani tidak ada di apartemen. Pergi ke mana dia? pikir Armando. Lalu dilihatnya sepucuk kertas di atas tempat tidur. Diambilnya surat itu dan di bacanya. Hanya ada dua kata di situ. LUPAKAN AKU. Armando segera tau jika Melani pergi meninggalkannya. Armando sangat marah. Kemana Melani pergi? Bagaimana dia bisa meninggalkannya? Armando menelpon Dita. Gadis itu terkejut di telpon tengah malam oleh bosnya. Armando menanyakan Melani, Dita mengatakan apa adanya. Dari jawaban Dita Armando yakin Melani sudah merencanakannya. Tapi bagaimana Melani pergi? Armando teringat pada Avery. Armando pun menelpon hotel tempat Avery menginap. Ternyata Avery sudah meninggalkan hotel pukul sembilan pagi dan tidak kembali lagi. Itu berarti Melani sudah pergi sejak tadi pagi. Armando menelpon Arsen, untuk mencari tau bagaimana Melani pergi meninggalkannya. Armando yakin dia tidak akan bisa tidur malam ini. Arsen terkejut di telpon tengah malam oleh Armando apalagi tentang menghilangnya Melani. Arsen lalu mencari tau kapan Melani meninggalkan apartemen, tapi para penjaga tidak melihat Melani keluar dari apartemen hari itu. Arsen juga yakin seperti Armando ini ada kaitannya dengan Avery. Tapi bagaimana Avery bisa menemukan Melani? Arsen teringat Arleta yang bertanya tentang Avery. Tapi rasanya tidak mungkin Arleta ada kaitannya dengan hal ini. Di Bali Restandi tetap mengikuti kabar tentang Armando. Tapi dia tidak mengatakannya pada Arleta. Restandi berusaha agar Arleta senyaman mungkin, dan menikmati bulan madu mereka. Arleta sendiri mulai merasa tenang dan tidak lagi merasa bersalah. Dia percaya pada apa yang Restandi katakan. Melani sudah punya rencananya sendiri. Arleta mulai menikmati hubungannya yang semakin dekat dengan Restandi. Arleta tidak menyesali keputusannya dulu menerima perjodohan dengan Restandi.

__ADS_1


"Kamu ngapain sayang? Melamun ya." tanya Restandi pada Arleta sambil memeluknya dari belakang. Selama di Bali Arleta tidak lepas dari pelukan Restandi, apa lagi di malam hari. Lamunan Atleta terputus.


"Cuma lihat pemandangan." jawab Arleta pelan. Dia tersenyum mengingat betapa mesranya Restandi selama mereka di Bali.


" Kita jalan-jalan yuk. Atau kamu mau aku sekap di kamar?" Restandi memberikan pilihan. Arleta langsung setuju jalan-jalan. Selama di Bali Restandi selalu mengganggunya setiap malam. Kadang pagi hari Restandi masih minta jatah lagi. Benar-benar suaminya ini memanfaatkan bulan madu semaksimal mungkin. Mereka pun jalan-jalan di pantai. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka. Sepasang mata milik Kevin. Dia kesal luar biasa. Tujuannya ke Bali untuk menghadiri pernikahan sahabatnya. Namun yang dilihatnya saat ini membuat mata dan hatinya sakit. Dunia bagi Kevin sepertinya sempit. Kevin menatap pasangan itu dengan tidak rela. Tapi dia melihat Arleta tampak bahagia.


"Bang kita mau di sini terus?" tanya Lula pada Kevin. Lula adik sahabatnya Aryo yang menikah kemarin. Kevin memutuskan tidak langsung pulang setelah acara pernikahan. Niatnya ingin santai dan Lula menemaninya saat ini. Kevin menatap Lula tanpa menjawab. Pasti gadis itu tidak tau apa yang dilihatnya saat ini.


"La kamu inget baju yang kamu liat tadi?" Kevin memiliki ide gila di kepalanya.


'Ingat dong, bagus sih tapi mahal. Uang Lula tidak cukup." gadis itu teringat pada waktu melewati pertokoan tadi dia sempat melihat baju yang di pajang.

__ADS_1


"Bang Kevin beliin mau? tapi kamu harus lakukan apa yang Abang suruh." tanya Kevin antusias. Lula berpikir sejenak.


__ADS_2